05/04/2026

PENGERTIAN & TINGKATAN TAKWA

PENGERTIAN & TINGKATAN TAKWA

Kesempurnaan syariat Islam mampu mencakup semua aspek kehidupan, demikian juga tentang syariat takwa merupakan konsep yang sangat luas, mencakup semua aspek kehidupan, karena takwa harus dilakukan di semua keadaan, kapan saja dan di mana saja, terbukti dengan ditemukannya di dalam Al-Quran kata takwa, Sadr, Nafs, Qalb, Fuad bahkan Taubat berdampingan dengan kata yang mengandung pengertian sebelas tingkatan takwa dan sepuluh tingkatan fujur.

Perumusan pengertian dan tingkatan takwa diperlukan sebagai alat maupun sarana untuk mempermudah pemahaman dan pengamalan syariat takwa, mengingat Firman Allah SWT di dalam Al Quran surat Al-Maidah (5): 35;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah (5): 35).

Untuk itu perlu dirumuskan pengertian singkat tetapi mencakup semuanya unsur pengertian takwa, yang diharapkan dapat menjadi wasilah; sarana untuk memahami takwa dengan lebih mudah, sehingga dapat berjihad; bersungguh-sungguh dalam mengamalkan takwa dengan sebenar-benarnya takwa.

Didasari kajian mendalam dari dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW, maka dapat disusun definisi “Takwa adalah seluruh tingkat kesadaran ruhani untuk selalu mengingat dan mentaati Allah, bersungguh-sungguh menjaga diri untuk meninggalkan keburukan dan mengerjakan kebaikan, dilandasi kesadaran bahwa takwa merupakan inti nilai kebaikan seluruh amal perbuatan manusia.”

Karena begitu luasnya cakupan takwa, maka untuk dapat memahami definisi tersebut diperlukan pemahaman tentang tingkatan takwa secara keseluruhan, yang terdiri dari 11 tingkatan takwa dan 10 tingkatan fujur, yang dapat digambarkan dengan tabel berikut;

 

Susunan Herarki Cermin Qalbu & Perspektif

 


Seluruh kriteria yang di kolom spiritual merupakan bentuk ketakwaan, pada sepuluh kriteria yang ada di dalam kategori fujur merupakan kriteria spiritual yang harus dibersihkan dari dalam qalbu, sehingga dapat disebut dengan ketakwaan dari fujur (ananniyah, ghadab, syahwat dst, dari negatif satu hingga negatif sepuluh). Sedangkan pada sepuluh kriteria yang ada di dalam kategori takwa merupakan kriteria yang harus ditumbuhkan atau ditingkatkan di dalam qalbu, sehingga dapat digunakan untuk menggolongkan bahwa seseorang tingkat ketakwaannya berada di tingkat taubat, sabar, ikhlas, ikhsan, dst sampai dengan Jannah.

Dasar hukum pada tingkatan takwa taubat, sabar, ikhlas, islam, iman, ikhsan, dasar penyusunannya sangat jelas tersurat di dalam Al Quran surat; An Nisa’/ 4: 145-146, Az-Zumar/ 39: 10-11-12-13 dan hadits Rasulullah SAW; HR. Muslim: 11, karena di tingkatan ini masih pada tingkat pemahaman bayani (keterangan) dan dan burhani (bukti), sedangkan pada tingkatan takwa mahabbah, rahmah, ridha, hidayah dan jannah dasar penyusunan tingkatannya dapat diperoleh secara tersirat di dalam do’a-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seperti yang termuat di dalam Hadits Nabi; HR. Ahmad: 7923, HR. Ibnu Majah: 3826, yang hanya dapat dipahami secara ‘irfani (pemahaman ruhani).

Ketakwaan di tingkat ‘irfani ini juga dapat dipahami secara tersirat dari keterangan Al Quran surat Ar-Rahman/ 55: 60;

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Artinya: Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

Dari ayat tersebut diperoleh pemahaman bahwa balasan orang yang melakukan ihsan (menebar kebaikan) akan mendapat ihsan dari Allah, balasan orang yang mahabbah (menebarkan cinta) akan mendapat mahabbah dari Allah, balasan orang yang rahmah (menebar kasih sayang) akan mendapat rahmah dari Allah, balasan orang yang ridha (menebar perasaan puas/bahagia) akan mendapatkan balasan keridhaan dari Allah, balasan orang yang hidayah (menebarkan petunjuk) akan mendapatkan hidayah dari Allah dan balasan orang yang jannah (berperilaku ahli jannah) akan mendapatkan balasan jannah dari Allah.

Dari susunan tabel di atas dapat diperoleh pemahaman tentang sempurnanya konsep takwa dalam Islam, mencakup semua tingkatan ilmu; syariat, thariqat, hakikat hingga ma’rifat, semua tingkatan jalan taqarub; syari’, thariq, shirath, sabil, semua tingkatan amal; ibadah, aqidah, akhlaq, juga semua tingkatan pemahaman; bayani, burhani dan ‘irfani, dengan demikian takwa dapat dijadikan sebagai pengikat/ pemersatu semua jenis tingkatan, karena tingkatan takwa menjadi sebuah standar penentu tingkat kemuliaan manusia di sisi Allah.

Untuk membuktikan kebenaran tingkatan takwa, di dalam buku ini secara khusus dikemukakan klasifikasi ayat-ayat takwa yang ada di dalam Al Quran, sesuai dengan tingkatannya di dalam “Cermin Qalbu”, rangkuman klasifikasi ayat-ayat takwa ke dalam tingkatan kesadaran takwa “Cermin Qalbu”, dikemukakan dalam tabel berikut;


Rekap Hasil Klasifikasi Ayat-ayat Takwa

Ke Dalam Tingkatan Takwa “Cermin Qalbu”

 

Berdasar tabel rekap hasil klasifikasi ayat-ayat takwa, diketahui bahwa ketika kata-kata yang berkaitan dengan takwa; takwa, qalb, sadr, fuad, nafs dan taubat diklasifikasikan berdasar dengan kata-kata tersebut  ke dalam “cermin qalbu”, secara merata, dari total pencarian 814 ayat, 704 ayatnya dapat diklasifikasikan, prosentasenya  ayat-ayat yang diklasifikasikan mencapai tingkatan yang tinggi, yaitu 86,4%.

Dengan demikian berdasar bukti-bukti klasifikasi “ayat-ayat takwa”  yang telah dikemukakan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kesadaran manusia yang disusun menjadi cermin qalbu memiliki bukti yang sangat kuat, sehingga tingkatan takwa yang tersusun di dalam cermin qalbu dapat diterima kebenarannya.

Pada buku Ilmu Takwa seri ke dua “Hakikat Takwa” ini secara khusus menyajikan kajian tentang pengertian takwa secara utuh dan menyeluruh menggunakan pendekatan pemahaman bayani, burhani maupun ‘irfani, namun ketika pembaca membaca hasil kajian di buku ini, bisa jadi hanya dapat melihat sebagai sebuah kajian di tingkat bayani saja, atau kajian di tingkat bayani dan burhani, atau mungkin juga dapat melihat dan memahaminya sebagai sebuah kajian yang menyeluruh di tingkat bayani, burhani maupun ‘irfani, hal itu dapat terjadi karena tingkat kesadaran takwa pembaca, mempengaruhi tingkat kemampuan untuk dapat melihat dan memahami Al Quran, apakah Al Quran dipahami sebagai sumber informasi bayani, burhani atau ‘irfani ?

Untuk dapat semakin memahami dan meningkatkan kesadaran takwa, pada setiap tingkatan takwa yang telah dikemukakan di buku Ilmu Takwa seri 2 “Hakikat Takwa Memahami Pengertian Dan Tingkatan Takwa” akan dilakukan pembahasan yang lebih mendalam di buku Ilmu Takwa seri ke tiga “Cermin Qalbu Melihat Tingkat Fujur Dan Takwa Pada Diri Sendiri”, Pembahasan masing-masing tingkatan takwa dilengkapi dengan ayat-ayat Al Quran Dan Hadits Rasulullah SAW yang berkaitan.  Jika pada pembahasan pada buku “Hakekat Takwa”  kajiannya fokus pada ayat-ayat Al Quran yang berkaitan dengan takwa, maka pada buku “Cermin Qalbu” ini, selain dikemukan penjelasan berdasar ayat-ayat Al Qur’an, juga dilengkapi dengan penjelasan berdasar Hadits Rasulullah SAW dan Atsar para Sahabat Nabi, dengan pendekatan pemahaman bayani, burhani dan ‘irfani.

Pada buku seri ke lima “Tazkiyatun Nafs Membersihkan Jiwa Dari Fujur dan Menumbuhkan Takwa” akan dikemukakan pembahasan tentang pendekatan dan metode yang efektif untuk menumbuhkan ketakwaan, yaitu; Tazkiyatun Nafs yang dapat digunakan sebagai bimbingan untuk Membersihkan jiwa dari Fujur dan Menumbuhkan Takwa, sedangkan pada buku seri ke enam “Auliya’ Allah Menjadi Hamba Yang Di Cinta Allah Melalui Jalan Takwa” akan dikemukakan pembahasan mengenai karakter orang-orang yang dicintai Allah.

Buku ini tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan, maka dengan rendah hati penulis mohon kritik, saran dan masukan dari pembaca, juga kami ucapkan banyak terima kasih bagi pembaca yang telah mencermati seluruh isi buku ini hingga titik ini. Semoga Allah membimbing dan menyayangi Anda menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa..

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post