Di dalam bab ini sesuai dengan tingkatan dalam cermin
qalbu, bahwa tingkatan paling bawah dari perilaku fujur adalah jahannam,
istilah jahannam ini dugunakan untuk menggambarkan sikap dan perilaku sesorang
yang menyebabkan pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannan,
Nama neraka Jahannam ini dipilih, karena dari tujuh
nama neraka yang disebutkan di dalam Al Quran, neraka jahannam yang paling
banyak disebutkan di dalam Al Quran, yakni ditemukan di 77 ayat sebanyak 77
kali, Jahannam sekaligus untuk menggambarkan pedihnya siksaan neraka secara
keseluruhan, bahwa mereka wujudnya manusia tetapi kedudukannya lebih hina dari
binatang ternak, sehingga akan ditempatkan di tempat kembali yang paling buruk
dan hina.
Sebagaimana digambarkan di dalam Al Quran surat
Al-A'raf/ 7: 179 bahwa sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam)
kebanyakan dari jin dan manusia, disebabkan mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami;
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ
وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا
يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ
كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A'raf/ 7: 179)
Jahannam Itu Benar-Benar Tempat Yang Telah Diancamkan Kepada
Mereka
Di dalam Al Quran Surat Al-Hijr/ 15: 43, 44 dielaskan
bahwa sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada
mereka (pengikut-pengikut syaitan);
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ
Artinya: Dan sesungguhnya Jahannam
itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut
syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah
ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.(QS. Al-Hijr/ 15: 43, 44)
.
1. Nama-Nama Neraka Yang Disebutkan Di Dalam Al
Quran,
2. Gambaran Neraka Jahannam,
3. Penyebab Orang Dimasukkan Ke Dalam Neraka
Jahannam
4. Takwa Dari Jahannam.
Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut;
1.Nama-Nama Neraka Yang Disebutkan Di Dalam Al Quran
Jahannam merupakan salah satu
nama dari neraka, di dalam Al Quran disebutkan tujuh nama-nama neraka, yakni
sebagai berikut;
Disebutkan di dalam Al-Qur'an surat Al-Qori'ah/ 101:
8-11;
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8)
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ (11)
Artinya: Dan adapun orang-orang
yang timbangan (kebaikan)nya ringan, maka tempat kembalinya adalah neraka
Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat
panas.(QS. Al-Qori'ah/ 101: 8-11)
Disebutkan di dalam Al-Qur'an Surat As-Syu'araa/ 26:
91-95
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
(91) وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ (92) مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ
يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ (93) فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ
(94) وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُون (95)
Artinya: dan diperlihatkan dengan
jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat, " dan dikatakan kepada
mereka, "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kalian selalu
menyembahnya) selain Allah? Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri
mereka sendiri?” Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam
neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis
semuanya.(QS. As-Syu'araa/ 26: 91-95)
Disebutkan di dalam Al-Qur'an Surah Al-Muddatsir/ 74:
26-30;
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ (26) وَمَا أَدْرَاكَ
مَا سَقَرُ (27) لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ (28) لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ (29) عَلَيْهَا
تِسْعَةَ عَشَرَ(30)
Artinya: Aku akan memasukkannya ke
dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak
meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit
manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).(QS. Al-Muddatsir/ 74:
26-30)
Disebutkan di dalam Al-Qur'an Surah Al-Humazah/ 104: 1-9;
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) الَّذِي
جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (3) كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ
فِي الْحُطَمَةِ (4) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
(6) الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (7) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
(8) فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (9)
Artinya: Kecelakaanlah bagi setiap
pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dan
mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak!
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. Dan tahukan
kamu apakah Hutamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
(sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (QS. Al-Humazah/
104: 1-9)
Disebutkan di dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa'/ 4: 10;
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوالَ الْيَتامى
ظُلْماً إِنَّما يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيراً
Artinya: Sesurgguhnya orang-orang
yang memakan harta anak yatim secara zalim sebenarnya mereka itu menelan api
sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala
(neraka). (QS. An-Nisa'/ 4: 10)
Di sebutkan di dalam Al-Qur'an Surat Al-Muthaffifin/
83: 1-3;
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ, الَّذِينَ إِذَا
اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ, وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ,
أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ
Artinya: Neraka Wail (Kecelakaan
besarlah) bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka
menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah
orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. (QS.
Al-Muthaffifin/ 83: 1-3)
Disebutkan di dalam Al Quran surat Surat
Al Hijr/ 15: 43-44.
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ,
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ
Artinya: Dan sesungguhnya Jahannam
itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut
syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu.
Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari
mereka.(QS. Al Hijr/ 15: 43-44)
Di sini akan dikemukakan secara
khusus gambaran tentang neraka Jahannam, berdasar informasi yang ada di dalam
Al Quran dan Hadits;
2.1. Api Di Dunia Satu Per Tujuh Puluh
Panasnya Api Neraka Jahannam
Di dalam kitab Shahih Bukhari
hadits nomor 3265 digambarkan bahwa Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian
dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam;
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي
أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ
جَهَنَّمَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ
عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا [1]
Artinya: Telah bercerita kepada
kami Isma'il bin Abi Ywais berkata telah bercerita kepadaku Malik dari Abu Az
Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda: "Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh
bagian api neraka jahannam". Ditanyakan kepada Beliau; "Wahai
Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku
maksiat)?" Beliau bersabda: "Ditambahkan atasnya dengan enam puluh
sembilan kali lipat yang sama panasnya".
Di dalam kitab
Musnad Ahmad hadits nomor 11786 dijelaskan bahwa sekiranya satu ember Ghassaq
(cairan kotor penduduk neraka), dituangkan ke dunia maka seluruh penduduk dunia
pasti akan mencium bau busuknya;
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ أَخْبَرَنَا
ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ دَرَّاجٍ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ ضُرِبَ الْجَبَلُ
بِقَمْعٍ مِنْ حَدِيدٍ لَتَفَتَّتَ ثُمَّ عَادَ كَمَا كَانَ وَلَوْ أَنَّ دَلْوًا مِنْ
غَسَّاقٍ يُهَرَاقُ فِي الدُّنْيَا لَأَنْتَنَ أَهْلُ الدُّنْيَا [2]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Musa bin Dawud berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibnu Lahi'ah dari
Darraj dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata: Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekiranya sebuah gunung dipukul
dengan alat pemukul dari besi neraka pasti akan hancur lebur, dan sekiranya
satu ember Ghassaq (cairan kotor penduduk neraka), dituangkan ke dunia maka
seluruh penduduk dunia pasti akan mencium bau busuknya."
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadis nomor 2735 dijelaskan
Seandainya setetes zaqqum diteteskan, niscaya akan membuat pahit (mencemarkan)
makanan (kehidupan) penduduk bumi;
حَدَّثَنَا
رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُجَاهِدٍ أَنَّ النَّاسَ
كَانُوا يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ وَابْنُ عَبَّاسٍ جَالِسٌ مَعَهُ مِحْجَنٌ فَقَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
} وَلَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنْ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ لَأَمَرَّتْ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ
عَيْشَهُمْ فَكَيْفَ مَنْ لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا الزَّقُّومُ [3]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; aku mendengar
[Sulaiman] dari [Mujahid] bahwa orang-orang melakukan thawaf sementara [Ibnu
Abbas] sedang duduk bersama Mihjan, maka ia berkata; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: " (firman Allah): (Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), "Seandainya
setetes zaqqum diteteskan, niscaya akan membuat pahit (mencemarkan) makanan
(kehidupan) penduduk bumi, lalu bagaimana orang yang tidak memiliki makanan
kecuali zaqqum."
2.4. Kedalaman Neraka Jahannam
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits nomor 2575 digambarkan
bahwa sesungguhnya batu besar di lemparkan dari tepi neraka jahanam lalu jatuh
ke dalamnya selama tujuh puluh tahun dan tidak juga sampai ke dasarnya;
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ عَنْ
هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ قَالَ عُتْبَةُ بْنُ غَزْوَانَ عَلَى مِنْبَرِنَا
هَذَا مِنْبَرِ الْبَصْرَةِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ إِنَّ الصَّخْرَةَ الْعَظِيمَةَ لَتُلْقَى مِنْ شَفِيرِ جَهَنَّمَ فَتَهْوِي
فِيهَا سَبْعِينَ عَامًا وَمَا تُفْضِي إِلَى قَرَارِهَا قَالَ وَكَانَ عُمَرُ
يَقُولُ أَكْثِرُوا ذِكْرَ النَّارِ فَإِنَّ حَرَّهَا شَدِيدٌ وَإِنَّ قَعْرَهَا
بَعِيدٌ وَإِنَّ مَقَامِعَهَا حَدِيدٌ قَالَ أَبُو عِيسَى لَا نَعْرِفُ لِلْحَسَنِ
سَمَاعًا مِنْ عُتْبَةَ بْنِ غَزْوَانَ وَإِنَّمَا قَدِمَ عُتْبَةُ بْنُ غَزْوَانَ
الْبَصْرَةَ فِي زَمَنِ عُمَرَ وَوُلِدَ الْحَسَنُ لِسَنَتَيْنِ بَقِيَتَا مِنْ
خِلَافَةِ عُمَرَ [4]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali Al Ju'fi dari
Fudlail bin Iyadl dari Hisyam dari Al Hasan berkata: Utbah bin Ghazwan
berkhutbah di atas mimbar Bashrah, dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau
bersabda: "Sesungguhnya batu besar di lemparkan dari tepi neraka jahanam
lalu jatuh ke dalamnya selama tujuhpuluh tahun dan tidak juga sampai ke
dasarnya." Berkata Al Hasan: Ibnu Umar berkata: Sering-seringlah mengingat
neraka karena panasnya amat sangat, jurangnya jauh dan palu-palunya terbuat
dari besi. Abu Isa berkata: Kami tidak mengetahui Al Hasan mendengar dari Utbah
bin Ghazwan, Utbah bin Ghazwan hanya datang ke Bashrah di masa Umar, sementara
Al Hasan lahir dua tahun di sisa masa khilafah Umar.
Di dalam kitab Al-Dua’ Al Thabarani
hadits nomor 1391 digambarkan bahwa di dalam neraka Jahannam terdapat Jub Al
Huzn; yaitu sebuah lembah yang neraka jahannam sendiri mohon perlindungan
kepada Allah dari Jub Al Huzn sebanyak 400 kali dalam sehari
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ
الْعَزِيزِ، ثنا أَبُو غَسَّانَ مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، ثنا عَمَّارُ بْنُ
سَيْفٍ الضَّبِّيُّ، عَنْ أَبِي مُعَانٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ، رضي الله عنه قَالَ: خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
فَقَالَ: «تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جُبِّ الْحُزْنِ» قِيلَ: وَمَا جُبِّ
الْحُزْنِ؟ قَالَ: «وَادٍ فِي جَهَنَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُ أَهْلُ جَهَنَّمَ
كُلَّ يَوْمٍ أَرْبَعمِائَةَ مَرَّةٍ» قِيلَ: وَمَنْ يَسْكُنُهُ؟ قَالَ:
«الْقُرَّاءُ الْمُرَاءُونَ بِأَعْمَالِهِمْ، وَإِنَّ أَبْغَضَ الْقُرَّاءِ إِلَى
اللَّهِ عز وجل الَّذِينَ يَزُورُونَ الْأُمَرَاءَ» [5]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami ‘Alī bin
‘Abdul ‘Azīz, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassān Mālik bin Ismā‘īl,
telah menceritakan kepada kami ‘Ammār bin Saif ad-Dhabbī, dari Abī Mu‘ān, dari
Muhammad bin Sīrīn, dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah ﷺ keluar kepada kami lalu bersabda:
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari ‘Jubb al-Huzn’.” Ditanyakan: “Apakah
Jubb al-Huzn itu?” Beliau menjawab: “Sebuah lembah di Jahannam yang para
penghuni neraka sendiri memohon perlindungan darinya setiap hari sebanyak empat
ratus kali.” Ditanyakan lagi: “Siapa yang akan menempatinya?” Beliau menjawab:
“Para qari (pembaca Al-Qur’an) yang pamer (riya’) dengan amal-amal mereka. Dan
sesungguhnya qari yang paling dibenci Allah adalah mereka yang sering
mendatangi para penguasa (untuk mencari kedudukan atau popularitas).”
2.6. Terdapat Tujuh Puluh Ribu Tali Kekang
Di dalam kitab Shahih Muslim hadits
nomor 2842 ditegaskan bahwa Neraka Jahannam mempunyai tujuh puluh ribu tali
kekang;
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ
غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ خَالِدٍ الْكَاهِلِيِّ عَنْ
شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ
كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا [6]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Umar bin Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami ayahku dari Al
Ala` bin Khalid Al Kahili dari Syaqiq dari Abdullah berkata: Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada hari itu neraka jahannam didatangkan,
ia mempunyai tujuh puluh ribu tali kekang, setiap tali kekang terdapat tujuh
puluh ribu malaikat yang akan menyeretnya."
2.7. Makanan Dan Minuman Penghuni Neraka
Jahannam
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits
nomor 2586 digambarkan bahwa di neraka Jahannam diberi makanan yang menyumbat
di kerongkongan, dan minumannya bila masuk ke dalam perut mereka niscaya akan
memotong motong organ yang ada dalam perut mereka;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا قُطْبَةُ بْنُ عَبْدِ
الْعَزِيزِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شِمْرِ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ
حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلْقَى عَلَى أَهْلِ النَّارِ
الْجُوعُ فَيَعْدِلُ مَا هُمْ فِيهِ مِنْ الْعَذَابِ فَيَسْتَغِيثُونَ
فَيُغَاثُونَ بِطَعَامٍ مِنْ ضَرِيعٍ لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ
فَيَسْتَغِيثُونَ بِالطَّعَامِ فَيُغَاثُونَ بِطَعَامٍ ذِي غُصَّةٍ فَيَذْكُرُونَ
أَنَّهُمْ كَانُوا يُجِيزُونَ الْغَصَصَ فِي الدُّنْيَا بِالشَّرَابِ
فَيَسْتَغِيثُونَ بِالشَّرَابِ فَيُرْفَعُ إِلَيْهِمْ الْحَمِيمُ بِكَلَالِيبِ
الْحَدِيدِ فَإِذَا دَنَتْ مِنْ وُجُوهِهِمْ شَوَتْ وُجُوهَهُمْ فَإِذَا دَخَلَتْ
بُطُونَهُمْ قَطَّعَتْ مَا فِي بُطُونِهِمْ فَيَقُولُونَ ادْعُوا خَزَنَةَ
جَهَنَّمَ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ
قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ قَالَ فَيَقُولُونَ ادْعُوا مَالِكًا
فَيَقُولُونَ يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ فَيُجِيبُهُمْ إِنَّكُمْ
مَاكِثُونَ قَالَ الْأَعْمَشُ نُبِّئْتُ أَنَّ بَيْنَ دُعَائِهِمْ
وَبَيْنَ إِجَابَةِ مَالِكٍ إِيَّاهُمْ أَلْفَ عَامٍ قَالَ فَيَقُولُونَ ادْعُوا
رَبَّكُمْ فَلَا أَحَدَ خَيْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَيَقُولُونَ رَبَّنَا غَلَبَتْ
عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا
فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ قَالَ فَيُجِيبُهُمْ اخْسَئُوا
فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ قَالَ فَعِنْدَ ذَلِكَ يَئِسُوا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ
وَعِنْدَ ذَلِكَ يَأْخُذُونَ فِي الزَّفِيرِ وَالْحَسْرَةِ وَالْوَيْلِ قَالَ
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَالنَّاسُ لَا يَرْفَعُونَ هَذَا
الْحَدِيثَ قَالَ أَبُو عِيسَى إِنَّمَا نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ
الْأَعْمَشِ عَنْ شِمْرِ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ
الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَوْلَهُ وَلَيْسَ بِمَرْفُوعٍ وَقُطْبَةُ
بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ هُوَ ثِقَةٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ [7]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Abdullah bin Abdurrahman telah mengabarkan kepada kami 'Ashim bin Yusuf
telah menceritakan kepada kami Quthbah bin Abdul Aziz dari Al A'masy dari
Syimir bin Athiyyah dari Syahr bin Hausyab dari Ummu Ad Darda' dari Abu Ad Darda'
dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Akan dicampakkan kepada penghuni neraka rasa lapar yang sebanding dengan
siksa yang mereka alami, lalu mereka memohon pertolongan, kemudian mereka
ditolong dengan diberi makanan dari "dhari" (pohon yang berduri) Yang
tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar, kemudian mereka memohon
diberikan makanan lalu mereka diberi makanan yang menyumbat di kerongkongan,
kemudian mereka teringat bahwa dahulu di dunia mereka mengobati tersumbatnya
kerongkongan mereka dengan minuman, maka mereka memohon untuk diberi minuman,
lalu dituangkanlah air mendidih kepada mereka dengan "Al Kalalib"
(besi yang bengkok ujungnya digunakan untuk mengangkat daging dari kendi) yang
apabila telah dekat ke wajah mereka menjadi gosonglah wajah mereka, dan apabila
masuk ke dalam perut mereka niscaya akan memotong motong organ yang ada dalam
perut mereka, lalu mereka berkata sesama mereka; 'Memohonlah kepada penjaga
neraka Jahannam' namun mereka membacakan ayat 'Dan apakah belum datang kepada
kamu Rasul-rasulmu dengan membawa keterangan keterangan' Mereka menjawab:
'Benar, sudah datang.' penjaga-penjaga Jahannam berkata: 'Berdoalah kamu.' Dan
doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka". (QS Ghafir: 50)
Rasulullah berkata; "Lalu mereka berkata; 'Memohonlah kepada Malaikat
Malik, ' maka mereka berkata; (Hai Malik Biarlah Tuhanmu membunuh kami saja)
". QS Az-Zukhrf: 77. Nabi berkata: "Dia menjawab; 'Kamu akan tetap
tinggal (di neraka ini) '." -Al A'masy berkata; 'Aku diberi tahu bahwa
jarak antara permohonan mereka dengan jawaban Malaikat Malik kepada mereka
adalah seribu tahun, '- Nabi berkata: "Lalu mereka saling berkata;
'Mohonlah kepada Rabb kalian karena tidak ada seorang pun yang lebih baik
daripada Rabb kalian'. Lalu mereka memohon; 'Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai
oleh kejahatan kami, dan dahulu kami adalah orang-orang yang sesat. Ya Tuhan
kami, keluarkanlah kami dari padanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka
jika kami kembali (juga kepada kekafiran), maka sesungguhnya kami adalah
orang-orang yang zhalim.'" QS Al Mukminun: 106-107. Nabi berkata:
"Lalu Allah menjawab kepada mereka; 'Tinggallah dengan hina di dalamnya,
dan janganlah kamu berbicara dengan Aku'." QS Al Mukminun: 108. Nabi
berkata: "Maka ketika itu mereka putus asa dari segala kebaikan, dan
ketika itu juga mereka meringkik dan menyesal serta celaka." Abdullah bin
Abdurrahman berkata; "Orang-orang tidak merafa'kan (menyambungkan sampai
kepada Nabi) hadits ini". Abu Isa berkata; 'Kami mengetahui hadits ini
hanya dari Al A'masy dari Syimir bin Athiyyah dari Syahr bin Hasyab dari Ummu
Ad Darda' dari perkataan Abu Ad Darda', dan ia tidak marfu'. Adapun Qutbah bin
Abdul Aziz, maka dia adalah seorang yang tsiqah menurut para ahli hadits".
(HR. Tirmidzi:
2511)
Kelompok perbuatan atau
karakter yang memyebabkan orang dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam yang
dijelaskan di dalam Al Quran maupun Hadits Rasulullah SAW;
Di dalam Al Quran surat Al
A’raf/ 7: 179 ditegaskan bahwa akan dijadikan sebagai isi neraka Jahannam orang
yang mempunyai hati, tetapi tidak untuk memahami, mempunyai mata untuk melihat,
mempunyai telinga untuk mendengar;
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ
كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا
وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا
أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami
jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(QS. Al A’raf/ 7: 179)
3.2. Para Pembaca Al Quran Yang Ria
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi
hadits nomor 2383, dijelaskan bahwa para pembaca Al Qur`an yang ria akan
dimasukkan ke dalam sebuah lembah di dalam neraka Jahannam;
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنِي الْمُحَارِبِيُّ
عَنْ عَمَّارِ بْنِ سَيْفٍ الضَّبِّيِّ عَنْ أَبِي مُعَانٍ الْبَصْرِيِّ عَنْ ابْنِ
سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جُبِّ الْحَزَنِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ
وَمَا جُبُّ الْحَزَنِ قَالَ وَادٍ فِي جَهَنَّمَ تَتَعَوَّذُ مِنْهُ جَهَنَّمُ كُلَّ
يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَدْخُلُهُ قَالَ الْقُرَّاءُ
الْمُرَاءُونَ بِأَعْمَالِهِمْ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ [8]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepadaku [Al Muharibi] dari ['Ammar bin
Saif Adl Dluba'I] dari [Abu Mu'an Al Bashri] dari [Ibnu Sirin] dari [Abu
Hurairah] dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda:
Berlindunglah kalian kepada Allah dari dari Jubbil hazan." para sahabat
bertanya: Apa itu jubbil hazan wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Sebuah
lembah di neraka jahannam, sementara neraka jahannam sendiri berlindung darinya
setiap hari sebanyak seratus kali, "kami bertanya: Dan siapakah yang akan
memasukinya? beliau menjawab: Para pembaca Al Qur`an yang memamerkan perbuatan
mereka." Dia (Abu Isa) berkata: Hadits ini hasan gharib.
3.3. Orang-Orang Yang Menyombongkan Diri
Di dalam Al Quran surat Az
Zumar/ 39: 60, 72, An Nahl/ 16: 29, Al
Mu’min/ 40: 76 ditegaskan bahwa neraka Jahannam adalah tempat bagi orang-orang
yang menyombongkan diri;
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ
كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى
لِّلْمُتَكَبِّرِينَ
Artinya: Dan pada hari kiamat kamu
akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi
hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang
menyombongkan diri? (QS. Az Zumar/ 39: 60)
قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ
خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Artinya: Dikatakan (kepada mereka):
"Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di
dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi
orang-orang yang menyombongkan diri. (QS. Az Zumar/ 39: 72)
فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ
خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Artinya: Maka masukilah pintu-pintu
neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang
yang menyombongkan diri itu. (QS. An Nahl/ 16: 29)
ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ
خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Artinya: (Dikatakan kepada mereka):
"Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di
dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".
(QS. Al Mu’min/ 40: 76)
3.4. Mencari Ilmu Untuk Mendebat Ulama’,
Merendahkan dan Memalingkan Orang
Di dalam kitab Sunan Ibnu Majah
hadits nomor 260 ditegaskan bahwa orang yang mempelajari ilmu untuk mendebat
ulama, merendahkan orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia
kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam jahannam;
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ أَنْبَأَنَا
وَهْبُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْأَسَدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ
عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ وَيُجَارِيَ بِهِ
السُّفَهَاءَ وَيَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ جَهَنَّمَ [9]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il
berkata, telah memberitakan kepada kami Wahb bin Isma'il Al Asadi berkata,
telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id Al Maqburi dari Kakeknya dari
Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan
orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia kepadanya, maka Allah
akan memasukkannya ke dalam jahannam."
3.5. Orang Yang Menyombongkan Diri Dari
Menyembah Allah
Di dalam Al Quran surat Al
Mu’min/ 40: 60 ditegaskan bahwa orang-orang yang menyombongkan diri dari
menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam;
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ
لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ
Artinya: Dan Tuhanmu berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu’min/ 40: 60)
3.6. Menimbun Harta (Tidak Membayar Zakat)
Di dalam Al Quran Surat At-Taubah/ 9: 35, dijelaskan
bahwa pada hari itu dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu
dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka;
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ
فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ
لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ
Artinya: pada hari dipanaskan emas
perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung
dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu
yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari)
apa yang kamu simpan itu".(QS. At-Taubah/ 9: 35)
3.7. Mendurhakai Allah Dan Rasul-Nya
Di dalam Al Quran Surat An-Nisa'/ 4: 14 dan surat
Al-Jinn/ 72: 23, dijelaskan bahwa barangsiapa yang mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam;
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ
حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Artinya: Dan barangsiapa yang
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya
Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan
baginya siksa yang menghinakan.(QS. An-Nisa'/ 4: 14)
إِلَّا بَلَاغًا مِنَ اللَّهِ وَرِسَالَاتِهِ
ۚ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا
أَبَدًا
Artinya: Akan tetapi (aku hanya)
menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.(QS. Al Jin/ 72: 23)
3.8. Menentang Allah, Rasul-Nya Dan
Mengikuti Jalan Bukan Jalan Orang Mukmin
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4: 110 dan surat At
Taubah/ 9: 63 ditegaskan bahwa orang yang menentang Allah, Rasul-Nya dan
mengikuti jalan bukan orang beriman akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam;
وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ
مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ
نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Artinya: Dan barangsiapa yang
menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan
jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah
dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu
seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An Nisa’/ 4: 115)
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَن
يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا
ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ
Artinya: Tidaklah mereka
(orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di
dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. (QS. At Taubah/ 9: 63)
3.9. Orang-Orang Yang Tidak Memenuhi Seruan
Allah
Di dalam Al Quran surat Ar Ra’d/ 13: 18 ditegaskan
bahwa orang-orang yang tidak memenuhi seruan Allah tempat kediamannya adalah
neraka Jahannam;
لِلَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمُ
الْحُسْنَىٰ وَالَّذِينَ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُ لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِي
الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ أُولَٰئِكَ لَهُمْ سُوءُ
الْحِسَابِ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: Bagi orang-orang yang
memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang
yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan)
yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya
mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan
baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah
seburuk-buruk tempat kediaman. (QS. Ar Ra’ad/ 13: 18)
3.10. Orang Yang Ingkar Dan Menjadikan Ayat
Al Quran Dan Rasul Sebagai Olok-olok
Di dalam Al Quran surat Al Kahfi/ 18: 106 diditegaskan
bahwa balasan bagi orang yang kafir dan menjadikan Rasul dan Ayat-ayatku
sebagai olok-olokan;
ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا
كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
Artinya: Demikianlah balasan mereka
itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka
menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (QS. Al Kahfi/
18: 106)
3.11. Orang Yang Mengatakan:
"Sesungguhnya Aku Adalah Tuhan Selain Daripada Allah"
Di dalam Al Quran surat Al Anbiya’/ 21: 29 ditegaskan
bahwa orang yang mengaku sebagai Tuhan selain dari Allah maka Allah akan
membalasnya dengan neraka Jahannam;
وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ
مِّن دُونِهِ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
Artinya: Dan barangsiapa di antara
mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada
Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami
memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (QS. Al Anbiya’/ 21: 29)
3.12. Mengabdi Kepada Selain Allah
Di dalam Al Quran surat Al Anbiya’/ 21; 98 ditegaskan
bahwa orang yang mengabdi kepada selain Allah akan dijadikan umpan nerka
Jahannam;
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ
اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَارِدُونَ
Artinya: Sesungguhnya kamu dan apa
yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke
dalamnya. (QS. Al
Anbiya’/ 21; 98)
3.13. Mengada-Adakan Kedustaan Terhadap
Allah Dan Mendustakan Yang Haq
Di dalam Al Quran surat Al ‘Ankabut/ 29: 68 dan surat
Az Zumar/ 39: 32 ditegaskan bahwa orang-orang yang mengada-adakan kedustaan
kedustaan terhadap Allah dan mendustakan yang haq akan ditempatkan di neraka
Jahannam;
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ
عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي
جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَافِرِينَ
Artinya: Dan siapakah yang lebih
zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau
mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam
neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? (QS. Al ‘Ankabut/
29: 68)
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى
اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى
لِّلْكَافِرِينَ
Artinya: Maka siapakah yang lebih
zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan
kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat
tinggal bagi orang-orang yang kafir? (QS. Az Zumar/ 39: 32)
3.14. Membunuh Seorang Mukmin Dengan Sengaja
Di dalam Al Quran Surat An-Nisa'/ 4: 93 dijelaskan
bahwa membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam;
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا
فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ
لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Artinya: Dan barangsiapa yang
membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia
di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab
yang besar baginya.(QS. An-Nisa'/ 4: 93)
3.15. Mela’nat Seorang Mu’min Sama Dengan
Membunuhnya, Menuduhnya Kafir Sama Dengan Membunuhnya
Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 5640
ditegaskan bahwa mela’nat seorang mu’min sama dengan membunuhnya, menuduhnya
kafir sama dengan membunuhnya;
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ
حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَابِتِ بْنِ
الضَّحَّاكِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَلَفَ
بِمِلَّةٍ غَيْرِ الْإِسْلَامِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَمَنْ قَتَلَ
نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ
كَقَتْلِهِ وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan
kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Tsabit bin Adl Dlahak dari Nabi ﷺ beliau bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain agama Islam secara
dusta, maka dia seperti apa yang dia katakan, barangsiapa bunuh diri dengan
sesuatu di dunia, maka dia akan disiksa di neraka Jahannam dengan sesuatu yang
ia pergunakan untuk bunuh diri, barangsiapa melaknat seorang muslim maka ia
seperti membunuhnya dan barangsiapa menuduh seorang muslim dengan kekafiran
maka ia seperti membunuhnya."(HR. Bukhari: 5640)
Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 5778
dijelaskan bahwa orang yang bunuh diri akan dimasukkan ke neraka Jahannam,
mereka kekal di dalamnya;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ
ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ
فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ
تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ
فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا
أَبَدًا [10]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami [Abdullah bin Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al
Harits] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dia berkata;
saya mendengar [Dzakwan] menceritakan dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa
menjatuhkan diri dari gunung, hingga membunuh jiwanya (bunuh diri), maka ia
akan jatuh ke neraka jahannam, ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya.
Barangsiapa menegak racun, hingga meninggal dunia, maka racun tersebut akan
berada di tangannya, dan ia akan menegaknya di neraka jahannam, ia kekal serta
abadi di dalamnya selama-lamanya. Dan barang siapa bunuh diri dengan (menusuk
dirinya dengan) besi, maka besi itu akan ada di tangannya, dengannya ia akan
menghujamkan ke perutnya di neraka jahannam, ia kekal dan abadi di dalamnya
selama-lamanya."
3.17. Berdusta Atas Namaku (Muhammad SAW)
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 21463,
dijelaskan bahwa Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaknya mempersiapkan
tempatnya di neraka Jahannam;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ حَدَّثَنَا
خَالِدُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ مَوْلَى خَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ أَنَّ
خَالِدَ بْنَ عُرْفُطَةَ قَالَ وَسَمِعْتُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ
بْنِ أَبِي شَيْبَةَ يَعْنِي حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ مَوْلَى خَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ
أَنَّ خَالِدَ بْنَ عُرْفُطَةَ قَالَ لِلْمُخْتَارِ هَذَا رَجُلٌ كَذَّابٌ وَلَقَدْ
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ
مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ جَهَنَّمَ [11]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin
Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Abu Za`idah] telah
menceritakan kepada kami [Khalid bin Salamah] telah menceritakan kepada kami
[Muslim, budak Khalid bin 'Urfuthah] bahwa [Khalid bin 'Urfuthah] berkata -dan
saya menengar dari 'Adullah bin Muhammad bin Abu Syaibah; Telah menceritakan
kepada kami Muslim, budak Khalid bin Ghurfuthah bahwa Khalid bin Ghurfuthah
berkata kepada Al Mukhtar; Dia pendusta- saya mendengar Nabi
Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Barangsiapa berdusta atas namaku
maka hendaknya mempersiapkan tempatnya di neraka jahannam."
3.18. Orang-Orang Yang Mendatangkan
Fitnah/Cobaan Kepada Orang-Orang Beriman
Di dalam Al Quran Surat Al-Buruj Ayat 10, dijelaskan
bahwa orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin
laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab
Jahannam;
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ
الْحَرِيقِ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan
kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka
azab (neraka) yang membakar. (QS. Al Buruj/ 85: 10)
3.19. Orang Yang Menghalangi (Manusia) Dari
Beriman Kepadanya
Di
dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4: 55 ditegaskan bahwa orang yang
menghalangi (manusia) dari beriman kepada Allah balasannya adalah neraka
Jahannam;
فَمِنْهُم مَّنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُم
مَّن صَدَّ عَنْهُ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا
Artinya: Maka di antara mereka
(orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di
antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman
kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya. (QS.
An Nisa/ 4: 55)
3.20. Orang-orang Yang Memilki Dosa
Di
dalam Al Quran surat Thaha/ 20: 74, Ar Rahman/ 55: 43, Az Zuhruf/ 43: 74,
Maryam/ 19: 86 ditegaskan bahwa bagi orang yang berdosa balasannya neraka
Jahannam;
إِنَّهُ مَن يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا
فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
Artinya: Sesungguhnya barangsiapa
datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka
Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (QS. Thaha/ 20: 74)
هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ
بِهَا الْمُجْرِمُونَ
Artinya: Inilah neraka Jahannam
yang didustakan oleh orang-orang berdosa. (QS. Ar Rahman/ 55: 43)
إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ
جَهَنَّمَ خَالِدُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. (QS. Az Zuhruf/ 43: 74)
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ
جَهَنَّمَ وِرْدًا
Artinya: dan Kami akan menghalau
orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga. (QS. Maryam/
19: 86)
3.21. Orang Yang Menyimpang Dari Kebenaran
Di dalam Al Quran surat Al Jin/ 72: 15 ditegaskan bahwa
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran akan menjadi bahan bakar neraka
Jahannam;
وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا
لِجَهَنَّمَ حَطَبًا
Artinya: Adapun orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.
(QS. Al Jin/ 72: 15)
3.22. Tidak Suka Berjihad Dengan Harta Dan
Jiwa Mereka Pada Jalan Allah
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 81 ditegaskan
bahwa orang yang tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan
Allah diancam dengan neraka Jahannam;
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ
خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَن يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ
نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
Artinya: Orang-orang yang
ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka
di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa
mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat
(pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka
jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui. (QS. At
Taubah/ 9: 81)
Di dalam Al Quran surat Al Anfal/ 8: 16 ditegaskan
bahwa orang yang mundur dari peperangan tempatnya adalah neraka jahannam;
وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ
إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ
بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Barangsiapa yang
membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat)
perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka
sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan
tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (Q S. Al
Anfal/ 8: 16)
3.24. Orang Munafiq Dan Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4: 140 dan surat At
Taubah/ 9: 68, 73 ditegaskan bahwa orang munafiq dan kafir dikumpulkan temapt
tinggalnya di dalam neraka Jahannam;
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي
الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ
بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ
إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ
فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا
Artinya: Dan sungguh Allah telah
menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar
ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka
janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang
lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa
dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik
dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, (QS. An Nisa’/ 4: 140)
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ
وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ
حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Artinya: Allah mengancam
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka
Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS. At Taubah/ 9: 68)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ
الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ
وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Hai Nabi, berjihadlah
(melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat
mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.(QS.
At Taubah/ 9: 73)
3.25. Munafik, Musyrik Dan Berprasangka
Buruk Kepada Allah
Di dalam Al Quran surat Al Fath/ 48: 6 ditegaskan bahwa
orang-orang munafiq, musyrik dan yang berprasangka buruk kepada Allah disiapkan
neraka Jahannam;
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ
وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ
ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ
وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Artinya: dan supaya Dia mengazab
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki
dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan
mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk
mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam)
itulah sejahat-jahat tempat kembali. (QS. Al fath/ 48: 6)
3.26. Dhalim Terhadap Diri Sendiri
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4: 97 ditegaskan
bahwa orang-orang yang dhalim terhadap diri sendiri tempatnya adalah neraka
Jahannam;
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ
الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ قَالُوا كُنَّا
مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً
فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka)
malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka
menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)".
Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat
berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan
Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, (QS. An Nisa’/ 4: 97)
Di dalam Al Quran Surat At-Taubah (9): 113, dijelaskan
bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam;
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا
أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Artinya: Tiadalah sepatutnya bagi
Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi
orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya),
sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni
neraka jahanam.(QS. At-Taubah (9): 113)
Di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 12 dan surat
Fathir/ 35: 36 dijelaskan bahwa orang kafir pasti akan dikalahkan (di dunia
ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam;
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ
وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di
dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat
yang seburuk-buruknya".(QS. Ali 'Imran/ 3: 12)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ
جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ
عَذَابِهَا كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ
Artinya: Dan orang-orang kafir bagi
mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak
(pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang
yang sangat kafir. (QS. Fathir/ 35: 36)
3.29. Orang Kafir Yang Keras Kepala
Di dalam Al Quran surat Qaf/ 50: 24 ditegaskan bahwa orang yang
keras kepala akan dilemparkan ke neraka Jahannam;
أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ
عَنِيدٍ ﴿ق: ٢٤﴾
Artinya: Allah berfirman:
"Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar
dan keras kepala, (50: 24)
3.30. Orang Yang Minum Dari Bejana Emas Atau
Perak
Di dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 2065 ditegaskan bahwa
orang yang minum dengan bejana emas
atau perak, maka sebenarnya dia sedang menggodok api neraka di dalam perutnya
و حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ يَزِيدَ أَبُو
مَعْنٍ الرَّقَّاشِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ
مُرَّةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ خَالَتِهِ أُمِّ
سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ
شَرِبَ فِي إِنَاءٍ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ
نَارًا مِنْ جَهَنَّمَ [12]
Artinya: Dan telah menceritakan kepadaku Zaid bin Yazid Abu Ma'an Ar Raqqasyi; Telah
menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari 'Utsman yaitu Ibnu Murrah; Telah
menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdurrahman; dari bibinya Ummu Salamah
dia berkata; Rasulullah ﷺ barsabda:
"Barangsiapa minum dengan bejana emas atau perak, maka sebenarnya dia
sedang menggodok api neraka di dalam perutnya."
3.31. Kebanyakan Wanita, Yang Banyak
Melaknat Dan Mengingkari Kebaikan Suami.
Di dalam kitab Musnad Ahmad
hadits nomor 4019 ditegaskan bahwa kalian (wanita) paling banyak menjadi
penghuni neraka Jahannam pada hari kiamat;
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ وَالْأَعْمَشِ عَنْ ذَرٍّ عَنْ وَائِلِ بْنِ
مَهَانَةَ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ خَطَبَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَصَدَّقْنَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ فَإِنَّكُنَّ
أَكْثَرُ أَهْلِ جَهَنَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَامَتْ امْرَأَةٌ لَيْسَتْ مِنْ
عِلْيَةِ النِّسَاءِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ نَحْنُ أَكْثَرُ أَهْلِ
جَهَنَّمَ قَالَ لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ [13]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dan Al A'masy
dari Dzarr dari Wa`il bin Mahanah dari Ibnu Mas'ud ia berkata; Nabi ﷺ memberi ceramah kepada kami seraya mengatakan: "Bersedekahlah kalian wahai
sekalian wanita, karena kalian paling banyak menjadi penghuni neraka Jahannam
pada hari kiamat." Maka berdirilah seorang wanita bukan dari wanita
terhormat seraya bertanya; Wahai Rasulullah, mengapa kami paling banyak menjadi
penghuni neraka Jahannam? Beliau bersabda: "Karena kalian paling banyak
melaknat dan mengingkari kepada suami."
3.32. Meminta-Minta Hanya Untuk Memperbanyak
Hartanya
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi
hadits nomor 590 ditegaskan bahwa barang
siapa yang meminta-minta hanya untuk memperbanyak hartanya maka akan datang
pada hari kiamat dengan tanda tercela di wajahnya serta dia akan memakan batu
dari api neraka;
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ
الْكِنْدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ
عَامِرٍ الشَّعْبِيِّ عَنْ حُبْشِيِّ بْنِ جُنَادَةَ السَّلُولِيِّ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي حَجَّةِ
الْوَدَاعِ وَهُوَ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ أَتَاهُ أَعْرَابِيٌّ فَأَخَذَ بِطَرَفِ
رِدَائِهِ فَسَأَلَهُ إِيَّاهُ فَأَعْطَاهُ وَذَهَبَ فَعِنْدَ ذَلِكَ حَرُمَتْ
الْمَسْأَلَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ
الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ لِغَنِيٍّ وَلَا لِذِي مِرَّةٍ سَوِيٍّ إِلَّا لِذِي
فَقْرٍ مُدْقِعٍ أَوْ غُرْمٍ مُفْظِعٍ وَمَنْ سَأَلَ النَّاسَ لِيُثْرِيَ بِهِ
مَالَهُ كَانَ خُمُوشًا فِي وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَرَضْفًا يَأْكُلُهُ
مِنْ جَهَنَّمَ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُقِلَّ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُكْثِرْ حَدَّثَنَا
مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحِيمِ
بْنِ سُلَيْمَانَ نَحْوَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا
الْوَجْهِ [14]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Ali bin Sa'id Al Kindi telah menceritakan kepada kami Abdurrahim bin
Sulaiman dari Mujalid dari 'Amir As Sya'bi dari Hubsyi bin Junadah As Saluli
dia berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda
pada waktu haji wada' sambil berdiri di 'Arafah, ketika itu datang seorang
badui sambil memegang ujung selendang beliau, dia meminta sesuatu darinya,
beliau pun memberinya sesuatu, lantas dia pergi. Sejak saat itu beliau melarang
untuk meminta-minta, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam pun bersabda:
"Orang yang kaya tidak berhak menerima zakat demikian juga orang yang
memiliki anggota badan yang sempurna, kecuali orang yang fakir dan banyak
memiliki hutang. Dan barang siapa yang meminta-minta hanya untuk memperbanyak
hartanya maka akan datang pada hari kiamat dengan tanda tercela di wajahnya
serta dia akan memakan batu dari api neraka jahannam, oleh karena itu barang
siapa yang ingin sedikit meminta atau banyak meminta lakukanlah (sebagai bentuk
ancaman)." telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan, telah
menceritakan kepada kami Yahya bin Adam dari Abdurrahim bin Sulaiman seperti
hadits di atas. Abu 'Isa berkata, melalui sanad ini, hadits Hubsyi merupakan
hadits gharib.
3.33. Makan Makanannya Seorang Muslim,
Meskipun Satu Porsi
Di dalam kitab Sunan Abu Daud
hadits nomor 4237 ditegaskan bahwa orang yang makan makanannya seorang muslim, meskipun satu porsi (yakni
membicarakan harga diri sahabatnya yang muslim di depan musuhnya karena
berharap makanan darinya), maka Allah akan memberinya makan sekadar itu pula di
neraka Jahannam;
حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ
الْمِصْرِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ ابْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ
مَكْحُولٍ عَنْ وَقَّاصِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْمُسْتَوْرِدِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ بِرَجُلٍ
مُسْلِمٍ أَكْلَةً فَإِنَّ اللَّهَ يُطْعِمُهُ مِثْلَهَا مِنْ جَهَنَّمَ وَمَنْ
كُسِيَ ثَوْبًا بِرَجُلٍ مُسْلِمٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَكْسُوهُ مِثْلَهُ مِنْ
جَهَنَّمَ وَمَنْ قَامَ بِرَجُلٍ مَقَامَ سُمْعَةٍ وَرِيَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ
يَقُومُ بِهِ مَقَامَ سُمْعَةٍ وَرِيَاءٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ[15]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Haiwah bin Syuraih Al Mishri berkata, telah menceritakan kepada kami
Baqiyyah dari Ibnu Tsauban dari Bapaknya dari Makhul dari Waqqash bin Rabi'ah
dari Al Mustaurid bahwasanya ia menceritakan kepadanya bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa makan makanannya seorang muslim, meskipun satu
porsi (yakni membicarakan harga diri sahabatnya yang muslim di depan musuhnya
karena berharap makanan darinya), maka Allah akan memberinya makan sekadar itu
pula di neraka Jahannam. Barangsiapa memakai pakaian seorang Muslim
(membicarakan harga diri sahabatnya agar mendapat hadiah pakaian dari
musuhnya), maka Allah akan memakaikannya pakaian seperti itu pula di neraka
Jahannam. Dan barangsiapa memposisikan diri pada posisi orang lain karena sombong
dan ingin dipuji, maka pada hari kiamat Allah akan menempatkannya pada posisi
orang yang sombong dan ingin dipuji (dalam menerima siksaan)."
3.34. Orang Yang Melampaui Batas
Di dalam Al Quran surat An Naba’/ 78:
21-24 ditegaskan bahwa Neraka Jahannam disiapkan untuk orang yang melampaui
batas sekaligus digambarkan bahwa mereka akan tinggal di sana berabad-abad dan
tidak merasakan kesejukan dan minuman kecuali ghasaq (air yang mendidih dan
nanah);
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا,
لِّلطَّاغِينَ مَآبًا, لَّابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا, لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا
بَرْدًا وَلَا شَرَابًا,
إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا,
Artinya: Sesungguhnya neraka
Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi
orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad
lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat)
minuman, selain air yang mendidih dan nanah,(An Naba’/ 78: 21-24)
3.35. Mencari Dunia Dengan Amal Akherat
Di dalam kitab Mujam Thabarani Kabir
hadits nomor 2604 dinyatakan bahwa orang yang mencari dunia dengan amal akherat
akan ditetapkan namanya sebagai penduduk neraka;
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ
الْحَضْرَمِيُّ، ثنا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، ثنا نَصْرُ بْنُ خَالِدٍ
النَّحْوِيُّ، ثنا هَدَّابٌ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الضُّرَيْسِ، عَنِ
الْهَيْثَمِ، عَنِ الْجَارُودِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا
بِعَمَلِ الْآخِرَةِ طُمِسَ وَجْهُهُ ومُحِقَ ذِكْرُهُ وَأُثْبِتَ اسْمُهُ فِي
النَّارِ»[16]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Muhammad ibnu Abdillah Al Khadrami telah menceritakan kepada kami Mahmud
ibnu Ghailan telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Khalid An Nahwi, telah
menceritakan kepada kmai Hadab, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Adh
Dharis dari Al Hitsmi dari Al Jarud berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa
yang mencari dunia dengan amal Akhirat wajahnya akan dihilangkan, dan disyahkan
sebutannya, dan ditetapkan namanya di neraka.
Kondisi spiritual negatif 10 Jahannam yang bernilai nol ini perlu dikemukakan, untuk menggambarkan qalbu orang yang telah buta, tertutup dan tersesat, sehingga berani melakukan perkataan, perbuatan, tindakan, sikap, keputusan yang bernilai spiritual negatif 1; nafsiyah sampai negatif 9; kafir, disebabkan tidak percaya kepada Allah dan hari akhir, kalaupun hari akhir itu ada meraka beranggapan hanya akan dimasukkan ke neraka sebentar saja, padahal mereka akan dimasukkan ke dalam neraka kekal abadi selamanya.
Perintah untuk bertakwa;
menjaga diri; memelihara diri disebutkan di dalam Al Quran, dalam surat
Al-Tahrim/ 66: 6 disebutkan perintah untuk bertakwa; memelihara diri dan
keluarga dari neraka;
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. Al-Tahrim/ 66: 6)
Di dalam Al Quran surat
Ali-'Imran/ 3: 131 dan surat Al-Baqarah/ 2: 24 ditegaskan bahwa orang-orang
yang beriman diperintahkan untuk bertakwa; memelihara diri dari neraka;
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ
لِلْكَافِرِينَ
Artinya: Dan peliharalah dirimu
dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.(QS. Ali-'Imran/
3: 131)
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ
تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
Artinya: Maka jika kamu tidak dapat
membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah
dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi
orang-orang kafir.(QS. Al-Baqarah/ 2: 24)
Adapun bentuk takwa; menjaga
diri; memelihara diri dari Nar Jahannam antara lain sebagai berikut;
4.1. Menjaga Diri Dengan Berbuat Kebaikan
Kepada Orang Lain
Di dalam
kitab Shahih Bukhari hadis nomor 6078, dijelaskan untuk menjaga diri dari
neraka sekalipun hanya dengan setengah biji kurma, siapa yang tak
mendapatkannya, ucapkanlah yang baik
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ خَيْثَمَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ النَّارَ فَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ فَتَعَوَّذَ
مِنْهَا ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا ثُمَّ قَالَ
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ[17]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amru]
dari [Khaitsamah] dari [Adi bin Hatim], bahwasanya Nabi
Shallallahu'alaihiwasallam pernah memperbincangkan neraka, kemudian beliau
memalingkan wajahnya dan berlindung diri darinya, kemudian beliau
memperbincangkan neraka dan beliau memalingkan wajahnya seraya meminta
perlindungan daripadanya, selanjutnya beliau bersabda: "Jagalah diri
kalian dari neraka sekalipun hanya dengan setengah biji kurma, siapa yang tak
mendapatkannya, ucapkanlah yang baik."
4.2. Menjaga Diri Tetap Berada Dalam
Ketakwaan Kepada Allah Hingga Akhir Hayat
Di dalam Al Quran surat
Ali-'Imran/ 3: 102 ditegaskan perintah untuk bertakwa kepada Allah dengan
sesungguhnya takwa sehingga tidak mati kecuali dalam keadaan berserah diri
kepada Allah;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(QS. Ali-'Imran/
3: 102)
Menjaga diri berada dalam ketakwaan hingga akhir hayat
penting, karena amalan akan ditentukan di akhirnya, di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 6607, dinyatakan bahwa sungguh
amalan itu ditentukan dengan penutupan;
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ
حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ
رَجُلًا مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فِي غَزْوَةٍ
غَزَاهَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى
الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا فَاتَّبَعَهُ رَجُلٌ
مِنْ الْقَوْمِ وَهُوَ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَلَى
الْمُشْرِكِينَ حَتَّى جُرِحَ فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَجَعَلَ ذُبَابَةَ
سَيْفِهِ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ فَأَقْبَلَ
الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْرِعًا فَقَالَ
أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ قُلْتَ لِفُلَانٍ
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ
إِلَيْهِ وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِنَا غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فَعَرَفْتُ
أَنَّهُ لَا يَمُوتُ عَلَى ذَلِكَ فَلَمَّا جُرِحَ اسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَقَتَلَ
نَفْسَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ وَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ[18]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Sa'id bin Abi Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan telah
menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Sahal bin Sa'd bahwasanya ada seorang
muslimin yang gagah berani dalam peperangan ikut serta bersama Nabi ﷺ,
kemudian Nabi ﷺ memperhatikan orang itu dan berujar;
"Barangsiapa ingin melihat lelaki penghuni neraka, silahkan lihat orang
ini." Seorang laki-laki akhirnya menguntitnya, dan rupanya lelaki tersebut
merupakan orang yang paling ganas terhadap orang-orang musyrik. akhirnya lelaki
tersebut terluka dan dia ingin segera dijemput kematian sebelum waktunya, maka
ia ambil pucuk pedangnya dan ia letakkan di dadanya kemudian ia hunjamkan
hingga tembus diantara kedua lengannya. Orang yang menguntit lelaki tersebut
langsung menemui Nabi ﷺ dan berujar; 'Saya bersaksi bahwa engkau
utusan Allah.' 'apa itu? ' Tanya Nabi. Orang tadi menjawab; 'anda berkata
terhadap; 'siapa yang ingin melihat penghuni neraka, silahkan lihat orang ini,
' orang itu merupakan orang yang paling pemberani diantara kami, kaum muslimin.
Lalu aku tahu, ternyata dia mati tidak diatas keIslaman, sebab dikala ia
mendapat luka, ia tak sabar menanti kematian, lalu bunuh diri.' Seketika itu
pula Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh ada seorang hamba
yang melakukan amalan-amalan penghuni neraka, namun berakhir menjadi penghuni
surga, dan ada seorang hamba yang mengamalkan amalan-amalan penghuni surga,
namun berakhir menjadi penghuni neraka, sungguh amalan itu ditentukan dengan
penutupan."
4.3. Memerangi Orang Kafir Dan Munafik
Dengan Keras
Di dalam Al Quran surat Al-Tahrim/
66: 9 dan surat At-Taubah/ 9: 123 disebutkan perintah untuk memerangi
orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap
mereka;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ
الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ
وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Hai Nabi, perangilah
orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap
mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat
kembali. (QS. Al-Tahrim/ 66: 9)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah
mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama
orang-orang yang bertakwa.(QS. At-Taubah/ 9: 123)
Di dalam perintah memerangi
orang-orang kafir yang terdapat di dalam Al Quran surat At-Taubah/ 9: 123
diakhiri dengan pernyataan bahwa Allah Bersama orang yang bertakwa, hal ini
menunjukkan bahwa memerangi orang-orang kafir dan bersikap keras terhadap mereka
merupakan bentuk ketakwaan dari Jahannam, karena tempat orang kafir di akherat
nanti adalah Jahannam sebagaimana telah disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Tahrim/
66: 9.
4.4. Perangilah Kawan Kawan Syetan
Di dalam Al Quran surat
An-Nisa'/ 4: 76 disebutkan perintah untuk memerang kawan-kawan syaitan;
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي
سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ
فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Artinya: Orang-orang yang beriman
berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan
thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu
daya syaitan itu adalah lemah.
4.5. Memerangi Orang Kafir Hingga Tidak Ada
Fitnah
Di dalam Al Quran surat
Al-Baqarah/ 2: 193 dan surat Al-Anfal/ 8: 39 disebutkan perintah untuk
memerangi orang kafir hingga tidak ada fitnah;
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ
فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا
عَلَى الظَّالِمِينَ
Artinya: Dan perangilah mereka itu,
sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata
untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada
permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ
فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ
بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: Dan perangilah mereka,
supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika
mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang
mereka kerjakan.
4.6. Perangilah Kaum Musyrikin Itu Semuanya
Sebagaimana Merekapun Memerangi Kamu Semuanya
Di dalam Al Quran surat
At-Taubah/ 9: 36 disebutkan perintah untuk memerangi orang musyrik;
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ
اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا
تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا
يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Sesungguhnya bilangan
bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu
Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana
merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa.
4.7. Mengharapkan Syafaat Rasulullah SAW
Di dalam kitab Shahih Bukhari
hadits nomor 6566 dinyatakan Ada sekelompok kaum yang keluar dari neraka karena
syafaat Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam, lantas mereka masuk surga dan
mereka diberi julukan 'jahannamiyun;
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا
يَحْيَى عَنْ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ حَدَّثَنَا
عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُسَمَّوْنَ
الْجَهَنَّمِيِّينَ[19]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al Hasan bin Dzakwan
telah menceritakan kepada kami Abu Raja' telah menceritakan kepada kami Imran
bin Husain radliallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau
bersabda: "Ada sekelompok kaum yang keluar dari neraka karena syafaat
Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam, lantas mereka masuk surga dan mereka
diberi julukan 'jahannamiyun (mantan penghuni neraka jahannam)." (HR.
Bukhari: 6081)
4.8. Berdoa Mohon Pertolongan Kepada Allah
Di dalam
Al Quran surat Al-Furqan/ 25: 65 disebutkan doa mohon perlindungan dari adzab
neraka Jahannam;
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا
اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Artinya: Dan orang-orang yang
berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya
azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
4.9. Berdoa Mohon Perlindungan Kepada Allah
Agar Tidak Digelincirkan Syetan Ketika Akan Mati
Di dalam kitab Sunan Abu Daud
hadits nomor 1552 disebutkan doa aku berlindung kepadaMu agar jangan sampai
syetan menggelincirkanku ketika aku akan mati;
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ
عُمَرَ حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
سَعِيدٍ عَنْ صَيْفِيٍّ مَوْلَى أَفْلَحَ مَوْلَى أَبِي أَيُّوبَ عَنْ أَبِي
الْيَسَرِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ التَّرَدِّي
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ
يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي
سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا[20]
Artinya: Telah menceritakan kepada
Kami 'Ubaidullah bin Umar, telah menceritakan kepada Kami Makki bin Ibrahim,
telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Sa'id dari Shaifi mantan budak Aflah
mantan budak Ayyub, dari Abul Al Yasar bahwa Rasulullah ﷺ berdo'a: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kehancuran dan aku
berlindung kepadaMu dari kebinasaan, aku berlindung kepadaMu dari tenggelam,
terbakar dan dari pikun, aku berlindung kepadaMu agar jangan sampai syetan
menggelincirkanku ketika aku akan mati, dan aku berlindung kepadaMu dari mati
dijalanMu dalam keadaan lari dari medan pertempuran, dan aku berlindung
kepadaMu dari mati karena tersengat binatang)".
4.10. Berdoa Mohon Perlindungan Kepada Allah
Dari Adzab Neraka Jahanam
Di dalam kitab Shahih Muslim
hadits nomor 588 disebutkan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah dari
Adzab Neraka Jahannam;
و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ
الْجَهْضَمِيُّ وَابْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ
جَمِيعًا عَنْ وَكِيعٍ قَالَ أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا
الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَائِشَةَ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ
يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ
الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ[21]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Nashr bin Ali Al Jahdlami dan Ibnu Numair dan Abu Kuraib dan Zuhair bin
Harb, semuanya dari Waki'. Abu Kuraib mengatakan; telah menceritakan kepada
kami Waki', telah menceritakan kepada kami Al Auza'i dari Hasan bin 'Athiyyah
dari Muhammad bin Abu 'Aisyah dari Abu Hurairah dan dari Yahya bin Abu Katsir
dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; "Rasulullah ﷺ bersabda: " Jika salah seorang diantara kalian tasyahud, hendaklah meminta
perlindungan kepada Allah dari empat perkara dan berdoa Ya Allah, saya
berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan
dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal."
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصِ بْنِ
عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ عَنْ مُوسَى
بْنِ عُقْبَةَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ
هُرْمُزَ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ
الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ[22]
Artinya: Telah mengabarkan kepada
kami Ahmad bin Hafsh bin Abdullah ia berkata; telah menceritakan kepadaku
Ayahku ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibrahim dari Musa bin 'Uqbah ia
berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zinad dari Abdurrahman bin Hurmuz Al
A'raj dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku berlindung kepada Allah dari siksa jahannam, dari siksa
kubur, dan dari keburukan Al Masih Dajjal. Dan aku juga berlindung kepada Allah
dari fitnah kehidupan dan kematian."
Dan akhirnya di sini perlu
disusun rumusan bahwa takwa dari jahannam adalah kesadaran qalbu untuk taat
kepada Allah, menjaga diri dari segala bentuk fikiran, perbuatan, tindakan
hingga perasaan yang dapat menyebabkan pelakunya menjadi penghuni neraka Jahannam,
disertai kesadaran untuk segera bertaubat jika terlena melakukan perbuatan yang
merupakan bagian dari amal perbuatan ahli Jahannam, dan mohon ampun atas
kesalahannya tersebut.
[1] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 4, Halaman 121, Hadits nomor 3265.
[2] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 18, Halaman 310.Hadits nomor 11786.
[3] Ibid, Jilid 4,
Halaman 567.Hadits nomor 2735.
[4]
Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 4 halaman 702, Hadits nomor 2575.
[5] Abu Qasim
Al-Thabarani, Al Du’a Al-Thabarani, Dar Al Kitab Al Ilmiyah, Kairo,
1994, Jilid 1, Halaman 411, Hadits nomor 1391.
[6] Imam Muslim, Shahih
Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 4 , Halaman 2184,
Hadits nomor 2842.
[7] Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 4 halaman 337, Hadits nomor 2586.
[8] Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 4 halaman 593, Hadits nomor 2383.
[9] Ibnu Majah
Ibnu Abdullah Muhammad, Sunan Ibnu Majah, Dar Ihya al-Kitab
al-‘Arabiyah, Beirut, 1418 H, Jilid 1, Halaman 96, Hadits nomor 260.
[10] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 7, Halaman 139, Hadits nomor 5778.
[11] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 32, Halaman 13.Hadits nomor 19266.
[12] Imam Muslim, Shahih
Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 3 , Halaman 1635,
Hadits nomor 2065.
[13] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 7, Halaman 119.Hadits nomor 4019.
[14] Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 2 halaman 36, Hadits nomor 653.
[15] Abu Daud
Sulaiman ibn Al Asy’ats, Sunan Abi Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah, Beirut, tt,
Jilid, 4, Halaman 270, Hadits nomor 4881.
[16] Abu Qasim
Al-Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir li-Thabarani, Maktabah Ibnu Taimiyah,
Kairo, 1994, Jilid 2, Halaman 268, Hadits nomor 2128.
[17] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 8, Halaman 112, Hadits nomor 6540.
[18] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 8, Halaman 124, Hadits nomor 6607.
[19] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 8, Halaman 112, Hadits nomor 6566.
[20] Abu Daud
Sulaiman ibn Al Asy’ats, Sunan Abi Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah,
Beirut, tt, Jilid, 2, Halaman 92, Hadits nomor 1552.
[21] Imam Muslim, Shahih
Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 1 , Halaman 412,
Hadits nomor 588.
[22] Abu Abd
Al-rahman Ahmad ibn Syuaib Al-Nasa’i, Sunan Al-Nasa’i Al-Mujtabi, Dar Al-Risalah
Al-‘Alamiyah, tt, 2018 M, Jilid 8 , Halaman 494, Hadits nomor 5505.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar