Dari
segi bahasa kafir berasal dari kata kafara-yakfuru-kufran, yang
artinya menutup, sedangkan orang yang menutup (isim fail), disebut
dengan ‘kaafir’; ingkar, tidak beriman, mengingkari, tidak percaya.
Pengertiannya adalah orang yang telah tertutup hati, pendengaran dan
penglihatan sehingga megingkari kebenaran.
Kata
kafir di dalam Al Quran disebutkan dalam berbagai bentuk, Ketika
disebutkan dalam bentuk kata kerja baik lampau maupun sekarang; kafara, yakfuru
menujuk pada pengertian melakukan perbuatan mengingkari atau tidak percaya,
mungkin dilakukan oleh orang kafir maupun orang Islam. Ketika kafir diungkapkan
dengan kata pelaku; fail, maka pelakunya perbuatan pengingkarannya adalah orang
yang sudah ingkar; kafir. Sedangkan ketika disebut dengan kata sifat; kuffaar
atau kaffaar, maka menunjuk pada pelaku pengingkaran yang sudah kuat;
sangat kafir; orang yang sudah bersifat kafir.
Menurut
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, kekafiran dalam syariat terbagi menjadi dua kategori
utama, yaitu kufr akbar (kekafiran besar) dan kufr asghar
(kekafiran kecil). Kufr akbar adalah kekafiran yang mengeluarkan
pelakunya dari Islam, seperti mendustakan Allah, Rasul-Nya, atau ajaran agama
yang telah pasti secara qat‘i, berpaling total dari agama, atau melakukan
perbuatan yang meniadakan pokok iman. Kekafiran jenis ini, menurut beliau,
merupakan bentuk penolakan atau pembangkangan yang bersifat menyeluruh terhadap
prinsip-prinsip agama sehingga menggugurkan status keislaman seseorang dan
menempatkannya dalam ancaman kebinasaan kekal apabila tidak bertaubat sebelum
mati.[1]
Sementara
itu, kufr asghar adalah kekafiran dalam makna amalan (kufr ‘amali)
yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. Ia muncul dalam bentuk maksiat
besar seperti ingkar nikmat, bersumpah dusta dengan nama Allah, atau melakukan
tindakan yang secara lafaz disifati sebagai “kufur” oleh syariat namun tidak
menafikan pokok-pokok iman dalam hati pelakunya. [2] Ibnu
Qayyim menegaskan bahwa penyandaran istilah kufr terhadap jenis ini
adalah makna majazi (bukan hakiki), karena ia berkaitan dengan perilaku yang
bertentangan dengan tuntunan iman tetapi tidak sampai menafikan iman itu
sendiri. [3]
Dengan demikian, pembedaan antara dua bentuk kekafiran ini merupakan prinsip
penting dalam kerangka pemahaman akidah Ahlus Sunnah dalam menilai status
keagamaan seseorang.
Berdasar
pencarian kata dasar kafara
menggunakan aplikasi Al Quran Zekr 1.1, ditemukan 524 kata di 464 ayat Al
Quran. Banyaknya kata kafara di dalam Al Quran menunjukkan pentingnya
peringatan untuk tidak menjadi orang kafir, sekaligus menunjukkan banyaknya hal
yang dapat menyebabkan kekafiran. Dengan demikian kekafiran ini sangat penting
untuk dipelajari agar dapat memahami pengertian kafir secara menyeluruh, bukan
dengan tujuan agar dapat menjadi orang yang benar-benar kafir, tetapi dengan
tujuan agar dapat menjaga diri dari melakukan hal-hal yang tanpa disadari
merupakan bentuk kekafiran.
Ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata kafara tersebut dapat digunakan sebagai dasar penjelasan untuk memahami pengertian kafir secara menyeluruh, Agar dapat memahami Takwa dari Kekafiran secara menyeluruh, maka di sini akan dikemukakan pembahasan tentang;
1.
Kategori Orang Kafir
2.
Sikap Orang Kafir Terhadap Orang beriman
3.
Akibat Kekafiran
4.
Karakter Orang Kafir
5.
Takwa Dari Kekafiran
Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut;;
Dari
Ayat-ayat yang asa di dalam Al Quran tentang orang kafir, orang kafir dapat
dikelompokkan dalam beberapa kategori berikut;
Di
dalam Al Quran Surat Al-Bayyinah/ 98: 6,
ditegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan
orang-orang yang musyrik;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ
فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab
dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di
dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk (QS. Al-Bayyinah/ 98: 6).
Ahli
kitab adalah sebutan bagi orang yang mempercayai dan berpegang pada agama yang
memiliki kitab suci yang berasal dari Allah selain Al-Qur'an. Dalam memahami
sebutan ahli kitab dalam al-Qur'an, para ulama sepakat bahwa mereka adalah
Yahudi dan Nasrani. Adapun karakter ahli kitab yang digambarkan di dalam Al
Quran adalah sebagai berikut;
1.1.1. Menginginkan Kamu Kembali Kepada Kekafiran
Di dalam Al Quran Surat
Al-Baqarah/ 2: 109, diberikan keterangan bahwa Sebagian besar Ahli Kitab
menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu
beriman, karena kedengkian mereka;
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ
مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ
مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ
ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu
kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri
mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan
biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Al-Baqarah/ 2: 109)
1.1.2. Mengingkari Ayat-Ayat Allah
Di dalam Al Quran Surat
Ali 'Imran/ 3: 98, disebutkan Allah mempertanyakan kenapa ahli kitab kafir;
ingkar terhadap Al Quran, padahal Allah mengetahui alasan mereka;
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ
وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ
Artinya:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal
Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".
1.1.3. Mencampur Adukkan Yang Haq Dengan Yang Bathil, Dan
Menyembunyikan Kebenaran
Di
dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3:
71, digambarkan bahwa ahli kitab mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil,
dan menyembunyikan kebenaran;
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ
وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: Hai Ahli Kitab, mengapa
kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan
kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?(QS. Ali 'Imran/ 3: 71)
1.1.4. Berlebih-Lebihan Dengan Cara Tidak Benar Dalam Agama
Di
dalam Al Quran Surat Al-Ma'idah/ 5: 77, digambarkan bahwa Ahli Kitab,
berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan
mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya;
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ
الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا
كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
Artinya: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab,
janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam
agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat
dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan
(manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".(QS. Al-Ma'idah/ 5:
77)
1.1.5. Melampaui Batas Dalam Agama
Di
dalam Al Quran Surat An-Nisa'/ 4: 171, digambarkan bahwa Ahli Kitab melampaui
batas dalam agama;
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا
عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ
اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ
إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Artinya: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu
melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah
kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan
Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada
Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga",
berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit
dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.(QS. An-Nisa'/
4: 171)
Musyrik
berasal dari kata Syaraka-Yusyriku-Syirkan-Musyrikan artinya sekutu,
berpartisipasi, ikut serta, menanam saham, berkongsi, mengambil bagian dalam,
pengertiannya adalah menganggap atau mengakui Tuhan selain Allah SWT;
mempersekutukan Allah.
Di
dalam Al Quran surat At-Taubah/ 9: 17 digambarka bahwa orang-orang musyrik
Adalah orang yang kafir;
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ
اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ
أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
Artinya: Tidaklah
pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka
mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia
pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.(QS. At-Taubah/ 9: 17)
Adapun
karakter orang musyrik yang diungkapkan di dalam Al Quran antara lain sebagai
berikut;
1.2.1. Menganggap Adanya Tuhan Yang Lain Di Samping Allah
Di dalam Al Quran Surat Al-Hijr/ 15: 94-96, mengandung
pengertian bahwa orang yang musyrik adalah orang yang menganggap adanya tuhan
yang lain di samping Allah;
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ,
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ, الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا
آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Artinya: Maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu
daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di
samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).(QS. Al-Hijr/
15: 94-96)
1.2.2. Menjadikan Di Samping (Menyembah) Allah, (Menyembah)
Tuhan Yang Lain
Al Quran Surat Al-Qashash/
28: 87-88, mengandung pengertian Orang Musyrik Adalah orang yang menjadikan Di
Samping (Menyembah) Allah, (Menyembah) Tuhan Yang Lain;
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ
إِلَيْكَ ۖ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ, وَلَا
تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ
إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: Dan janganlah sekali-kali mereka dapat
menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu
diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah
sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Janganlah kamu sembah di samping
(menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS.
Al-Qashash/ 28: 87-88)
1.2.3. Menyembah Apa-Apa Yang Tidak Memberi Manfaat Dan Tidak
(Pula) Memberi Mudharat
Di
dalam Al Quran Surat Yunus/ 10: 105, diberikan gambaran bahwa
Musyrik adalah menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula)
memberi mudharat;
وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ
مِنَ الْمُشْرِكِينَ, وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ
ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: dan (aku telah diperintah):
"Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah
kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah
apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu
selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya
kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Yunus/ 10: 105)
1.2.4. Dalam Hati Orang Kafir Ada Rasa Takut, Karena Mempersekutukan Allah
Allah menanamkan rasa takut kepada orang kafir, disebabkan meraka
musrik kepada Allah, dijelaskan di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 151;
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا
أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ
ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
Artinya: Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir
rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah
sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah
neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.(QS. Ali
'Imran/ 3: 151)
1.2.5. Menjadikan Jin Sekutu Bagi Allah
Al Quran Surat Al-An'am/ 6: 100, mengandung pengertian bahwa
orang-orang musyrik menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah
yang menciptakan jin-jin itu;
وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا
لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Artinya: Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin
itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan
mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak
laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci
Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (QS. Al-An'am/ 6:
100)
1.2.6. Mengatakan: “Sesungguhnya Allah Itu Ialah Al Masih Putera
Maryam”
Di dalam Al Quran surat Al
Maidah/ 5: 17 dan 72, ditegaskan bahwa
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah
itu ialah Al Masih putera Maryam".
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ
الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ
أَن يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا
يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Sesungguhnya
telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al
Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang
dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih
putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi
kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada
diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al maidah/ 5: 17)
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ
الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا
اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ
اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ
أَنصَارٍ
Artinya: Sesungguhnya
telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al
Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani
Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu
seorang penolongpun. (QS. Al Maidah/ 5: 72)
1.2.7. Mengatakan "Bahwasanya Allah Salah Satu Dari Yang
Tiga"
Di dalam Al Quran surat Al Maidah/ 5: 73 ditegaskan bahwa
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah
satu dari yang tiga";
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ
ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا
عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya
kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari
yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang
Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al
Maidah/ 5: 73)
1.2.8. Percaya Apabila Allah Dipersekutukan
Di dalam Al Quran
surat Al Mu’min/ 40: 12 digambarkan bahwa orang kafir ingkar bila Allah saja
disembah, dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan;
ذَٰلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ
كَفَرْتُمْ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ
الْكَبِيرِ
Artinya: Yang
demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu
percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada
Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al Mu’min/ 40: 12)
1.3. Orang Yang Kafir Kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul dan
Hari Akhir
Berdasar Al Quran Surat An Nisa’/ 4: 136 dijelaskan bahwa
orang kafir adalah orang yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-nya,
kitab-kitab-nya, rasul-rasul-nya, dan hari kemudian;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ
وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ
ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab
yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An Nisa’/ 4: 136)
Kategori orang kafir berdasar ayat di atas diperkuat dengan
ayat-ayat lainnya yang memberikan keterangan terperinci tentang sikap orang
yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-nya, kitab-kitab-nya,
rasul-rasul-nya, dan hari kemudian, yakni sebagai berikut;
1.3.1. Sikap Orang Yang Kafir Kepada Allah
Bentuk kekafiran kepada Allah yang disebutkan di dalam
Al-Quran antara lain sebagai berikut;
1.3.1.1. Mengingkari Rab / Allah
Di dalam
Al Quran surat Al Mulk/ 67: 6, Ar Ra’d/ 13: 5 dan Al Furqan/ 25: 55 tergambar
bahwa orang kafir adalah orang yang kafir dengan Tuhannya;
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ
عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Dan
orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah
seburuk-buruk tempat kembali. (QS. Al Mulk/ 67: 6)
وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ
أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ
كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ وَأُولَٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَأُولَٰئِكَ
أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya: Dan
jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah
ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya
akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang
kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di
lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Ar
Ra’d/ 13: 5)
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا
لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِ ظَهِيرًا
Artinya: Dan
mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan
tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu
penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (QS. Al Furqan/ 25:
55)
1.3.1.2. Mengingkari Pertemuan Dengan Allah
Di dalam
Al Quran surat Ar Rum/ 30: 8 dan surat As Sajdah/ 32: 10 dinyatakan
sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan
dengan Tuhannya;
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنفُسِهِم
مَّا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا
بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ
رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
Artinya: Dan
mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak
menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan
(tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di
antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. (QS. Ar Rum/
30: 8)
وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي
الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
Artinya: Dan
mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami
benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka ingkar
akan menemui Tuhannya. (QS. As Sajdah/ 32: 10)
1.3.1.3. Memisahkan Allah Dan Rasul-Nya
Di dalam Al Quran
surat An Nisa’/ 4: 150 tergambar bahwa orang-orang yang kafir kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan
rasul-rasul-Nya;
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ
نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَيْنَ
ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud
memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan
mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap
sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil
jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (QS. An Nisa’/ 4:
150)
1.3.1.4. Mengingkari Ar Rahman
Di dalam Al Quran
surat Ar Ra’d/ 13: 30 tergambar bahwa mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha
Pemurah;
كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَاكَ فِي أُمَّةٍ
قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهَا أُمَمٌ لِّتَتْلُوَ عَلَيْهِمُ الَّذِي أَوْحَيْنَا
إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمَٰنِ قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا
هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ
Artinya: Demikianlah,
Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa
umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Quran) yang Kami
wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
Katakanlah: "Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya
aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat". (QS. Ar Ra’d/ 13:
30)
1.3.1.5. Percaya Dengan Yang Bathil Dan Ingkar Dengan Allah
Di dalam Al Quran
surat Al ‘Ankabut/ 29: 52 dan An-Nahl/ 16: 72 digambarkan bahwa mereka
percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah;
قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي
وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ
آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya: Katakanlah:
"Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa
yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan
ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al
‘Ankabut/ 29: 52)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ
أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً
وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ
اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Artinya: Allah
menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan
bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu
rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil
dan mengingkari nikmat Allah?"(QS. An-Nahl/ 16: 72)
1.3.2. Sikap Orang Yang Kafir Kepada Malaikat Dan Sebaliknya
Sikap Orang
kafir terhadap Malaikat dan sebaliknya sikap malaikat terhadap orang kafir,
digambarkan di dalam ayat Al Quran sebagai berikut;
1.3.2.1. Orang Kafir Memusuhi Malaikat
Di dalam Al
Quran surat Al Baqarah/ 2: 98 tergambar bahwa orang kafir memusuhi Malaikat,
sehingga Allah memusuhinya;
مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ
لِّلْكَافِرِينَ
Artinya: Barang
siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril
dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (2: 98)
1.3.2.2. Malaikat Melak’nat Orang Yang Mati Dalam Keadaan kafir
Sedangkan di dalam
Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 161 dinyatakan bahwa orang kafir yang mati dalam
keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا
وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat
laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Al-Baqarah/ 2:
161)
1.3.3. Sikap Orang Yang Kafir Kepada Al Quran Dan Kebenaran
Sikap-sikap
orang yang kafir kepada Al Quran yang disebutkan sendiri di dalam Al Quran,
antara lain sebagai berikut;
1.3.3.1. Tidak Akan Beriman Kepada Al Quran
Di dalam Al Quran surat Saba’/ 34: 31 dijelaskan bahwa
orang-orang kafir tidak akan beriman dengan Al Quran;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن
نُّؤْمِنَ بِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَوْ تَرَىٰ
إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ
بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا
لَوْلَا أَنتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan orang-orang kafir berkata: "Kami
sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada
kitab yang sebelumnya". Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika
orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka
menghadap kan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap
lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Kalau tidaklah
karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman". (QS. Saba’/
34: 31)
1.3.3.2. Mengingkari Ayat-ayat Allah
Di dalam Al Quran surat Al Kahfi/ 18: 105, Al ‘Ankabut/ 29: 47
dan . Luqman/ 31: 32 dijelaskan bahwa Orang-Orang kafir ingkar dengan Al Quran;
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ
رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَزْنًا
Artinya: Mereka
itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur
terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami
tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (QS.
Al Kahfi/ 18: 105)
وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ
ۚ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَمِنْ هَٰؤُلَاءِ مَنْ
يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ
Artinya: Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al
Kitab (Al Quran). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al
Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al Quran); dan di antara mereka
(orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tiadalah yang
mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir. (QS. ‘Ankabut/ 29: 47)
وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌ كَالظُّلَلِ
دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ
فَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ
Artinya: Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar
seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka
tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka
tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami
selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Luqman/ 31: 32)
1.3.3.3. Mengingkari Ayat-ayat Allah Dan
Membunuh Para Nabi
Di dalam Al Quran Surat Ali Imran/3: 112 di dinyatakan bahwa
mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang
benar;
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ
مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاءُوا
بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ
كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ
ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
Artinya: Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka
berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali
(perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah
dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka
kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar.
Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. Ali
Imran/3: 112)
Di
dalam Al Quran Surat Al-'Ankabut/ 29: 23, menjelaskan bahwa orang-orang yang
kafir terhadap ayat-ayat Allah dan mengingkari pertemuan dengan Allah, mereka
berputus asa dari rahmat Allah;
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ
أُولَٰئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat
Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu
mendapat azab yang pedih. (QS. Al-'Ankabut/ 29: 23)
1.3.3.5. Mengingkari Ayat-ayat Allah Dan Menganggapnya Sebagai
Sihir
Di dalam Al
Quran surat Al-An'am/ 6: 7, Yunus/ 10: 76, An-Naml/ 27: 13, Az Zukhruf/ 43: 30
dijelaskan bahwa orang kafir ingkar dnegan ayat-ayat Allah dan menganggapnya
sebagai sihir.
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا
فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا
إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
Artinya: Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas
kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah
orang-orang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang
nyata".(QS. Al-An'am/ 6: 7)
فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ
عِنْدِنَا قَالُوا إِنَّ هَذَا لَسِحْرٌ مُبِينٌ
Artinya: Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya
ini adalah sihir yang nyata".(QS. Yunus/ 10: 76)
فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا
مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Artinya: Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu
sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang
nyata".(QS. An-Naml/ 27: 13)
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا
بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَذَا سِحْرٌ
مُبِينٌ
Artinya: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami
yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika
kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang
nyata".(QS. Al-Ahqaaf/ 46: 7)
وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوا
هَٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ
Artinya: Dan
tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah
sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya". (QS.
Az Zukhruf/ 43: 30)
Di dalam Al
Quran surat Saba'/ 34: 43 dan Al Furqan/ 25: 4 dijelaskan bahwa orang-orang
kafir menganggap Al Quran sebagai kebohongan yang di ada-adakan, mengingkari
kebenarannya dan menganggapnya sebagai sihir;
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا
بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَنْ يَصُدَّكُمْ عَمَّا
كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَذَا إِلَّا إِفْكٌ مُفْتَرًى وَقَالَ
الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
Artinya: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami
yang terang, mereka berkata: "Orang ini tiada lain hanyalah seorang
laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh
bapak-bapakmu", dan mereka berkata: "(Al Quran) ini tidak lain
hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja". Dan orang-orang kafir berkata
terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini tidak
lain hanyalah sihir yang nyata".(QS. Saba'/ 34: 43)
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا
إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ فَقَدْ جَاءُوا
ظُلْمًا وَزُورًا
Artinya: Dan
orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan
yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka
sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. (QS. Al
Furqan/ 25: 4)
Di dalam Al
Quran surat Al-An'am/ 6: 25, QS. Al-Anfal/ 8: 31, An-Nahl/ 16: 24, QS.
Al-Qalam/ 68: 15, Al-Muthaffifin/ 83: 13,
tergambar bahwa orang kafir Tidak mengimani semua ayat Al Quran, membantahnya dan
menganggap sebagai ceritera orang dahulu;
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ
وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ
وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ
يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ
الْأَوَّلِينَ
Artinya: Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani
(bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga
mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan
jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman
kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu,
orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan
orang-orang dahulu".(QS. Al-An'am/ 6: 25)
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا
قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَذَا إِنْ هَذَا إِلَّا
أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Artinya: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat
Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang
seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti
ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang
purbakala". (QS. Al-Anfal/ 8: 31)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ
رَبُّكُمْ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka
"Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab:
"Dongeng-dongengan orang-orang dahulu"(QS. An-Nahl/ 16: 24)
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ
أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Artinya: Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia
berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu
kala".(QS. Al-Qalam/ 68: 15)
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ
أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Artinya: yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami,
ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu"(QS.
Al-Muthaffifin/ 83: 13)
1.3.3.8. Mengingkari dan Mendustakan Ayat-ayat
Al Quran
Di dalam Al Quran surat At Taghabun/ 64: 10, dijelaskan bahwa
orang kafir mengingkari Ayat-ayat Al Quran dan mendustakannya;
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا
بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah
penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk
tempat kembali. (QS. At Taghabun/ 64: 10)
1.3.3.9. Tidak Menyukai Dan Mengingkari Al
Quran
Di dalam Al Quran surat Al Isra/ 17: 89 digambarkan bahwa
orang kafir tidak menyukai dan mengingkarinya;
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي
هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
Artinya: Dan
sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini
tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali
mengingkari(nya). (QS. Al Isra/ 17: 89)
1.3.3.10. Menganggap Al Quran Sebagai Sebuah
Kepalsuan
Di dalam Al Quran
surat Ar Rum/ 30: 58 digambarkan bahwa orang kafir menganggap Al Quran sebagai
sebuah kepalsuan belaka;
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي
هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ وَلَئِن جِئْتَهُم بِآيَةٍ لَّيَقُولَنَّ
الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ
Artinya: Dan
Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk
manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah
orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Kamu tidak lain hanyalah
orang-orang yang membuat kepalsuan belaka". (QS. Ar Rum/ 30: 58)
1.3.3.11. Menganggap Al Quran Sebagai Kedusataan
Yang Lama
Di dalam Al Quran
surat Al Ahqaf/ 46: 11 digambarkan bahwa orang-orang kafir menganggap Al Quran
sebagai kedustaan yang lama;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ
آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُونَا إِلَيْهِ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ
فَسَيَقُولُونَ هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ
Artinya: Dan
orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau
sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada
mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk
dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".
(QS. Al Ahqaf/ 46: 11)
1.3.3.12. Berada Dalam Keragu-raguan Terhadap Al
Quran
Di dalam Al Quran
surat Al Hajj/ 22: 55 digambarkan bahwa orang-orang kafir itu berada dalam
keragu-raguan terhadap Al Quran;
وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي
مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ
عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ
Artinya: Dan
senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al
Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau
datang kepada mereka azab hari kiamat. (QS. Al Hajj/ 22: 55)
1.3.3.13. Memperdebatkan Al Quran Adalah
Kekafiran
Di dalam kitab
Musnad Ahmad hadits nomor 10414 dan Sunan Abu Daud hadits nomor 4603 dinyatakan; Memperdebatkan
Al Qur`an adalah kekafiran;
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا
زَكَرِيَّا عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِدَالٌ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ
[4]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Zakaria dari Sa'd
bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Memperdebatkan Al Qur`an adalah
kekafiran."
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ
حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمِرَاءُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ [5]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal berkata, telah menceritakan kepada
kami Yazid -maksudnya Yazid bin Harun- berkata, telah mengabarkan kepada kami
Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ,
beliau bersabda: "Berbantah-bantahan dalam Al-Qur'an adalah kufur."
1.3.4. Sikap Terhadap Nabi Dan Rasul Allah
Beberapa sikap
orang-orang kafir terhadap para rasul yang digambarkan di dalam Al Quran antara
lain sebagai berikut;
1.3.4.1. Menganggap Nabi Muhammad SAW Sebagai Tukang Sihir
Di dalam
Al Quran surat Yunus/ 10: 2 dijelaskan bahwa orang-orang kafir menganggap Nabi
Muhammad SAW Sebagai Tukang Sihir;
أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ
أَوْحَيْنَا إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ
آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ
هَٰذَا لَسَاحِرٌ مُّبِينٌ
Artinya: Patutkah
menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki
di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah
orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan
mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini
(Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata". (QS. Yunus/ 10: 2)
1.3.4.2. Tidak Mengakui Nabi Muhammad SAW Sebagai Rasul Allah
Di dalam Al Quran surat Ar
Ra’d/ 13: 43 tergambar bahwa orang-orang kafir Tidak mengakui Nabi Muhammad SAW
sebagai Rasul Allah;
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ
مُرْسَلًا قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُ
عِلْمُ الْكِتَابِ
Artinya: Berkatalah orang-orang kafir:
"Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah
Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al
Kitab". (QS. Ar Ra’d/ 13: 43)
1.3.4.3. Mengingkari Para Rasul Dan Meragukannya
Di dalam Al
Quran surat Ibrahim/ 14: 9, Saba’/ 34: 34, Al Mukmin/ 40: 22, Fushilat/ 41: 14
dan At Taghabun/ 64: 6 disebutkan bahwa orang kafir mengingkari para rasul
meragukannya dan berpaling darinya;
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَا
يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا
أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ
بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Artinya: Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang
sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka.
Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada
mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke
mulutnya (karena kebencian), dan berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari
apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami
benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak
kami kepadanya".(QS. Ibrahim/ 14: 9)
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِّن
نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُم بِهِ كَافِرُونَ
Artinya: Dan
Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan
orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami
mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya". (QS. Saba’/ 34:
34)
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَت
تَّأْتِيهِمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ إِنَّهُ
قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya: Yang
demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan
membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya. (QS. Al Mukmin/ 40: 22)
إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِن بَيْنِ
أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ قَالُوا لَوْ
شَاءَ رَبُّنَا لَأَنزَلَ مَلَائِكَةً فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُم بِهِ كَافِرُونَ
Artinya: Ketika
para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka (dengan
menyerukan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah". Mereka
menjawab: "Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan
malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu
diutus membawanya". (QS. Fushilat/ 41: 14)
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُ كَانَت تَّأْتِيهِمْ
رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا
وَتَوَلَّوا وَّاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya: Yang
demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul
mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia
yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling;
dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(QS. At Taghabun/ 64: 6)
1.3.4.4. Menganggap Nabi Muhammad SAW Sebagai Orang Yang Dusta
Di dalam Al Quran
surat Al A’raf/ 7: 66 dan surat Hud/ 11: 27 digambarkan bahwa
orang-orang kafir menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang berdusta;
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن
قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
Artinya: Pemuka-pemuka
yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang
kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk
orang orang yang berdusta". (QS. Al A’raf/ 7: 66)
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا
مِن قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ
إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ
عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ
Artinya: Maka
berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat
kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak
melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina
di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki
sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah
orang-orang yang dusta". (QS. Hud/ 11: 27)
Didalam Al Quran
surat Al Mu’minun/ 23: 24 digambarkan bahwa menganggap nabi Muhammad saw
seorang biasa yang menginginkan kedudukan yang lebih tinggi;
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا
مِن قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ
عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَائِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَٰذَا
فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ
Artinya: Maka
pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini
tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang
yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia
mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang
seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. (QS. Al Mu’minun/ 23:
24)
1.3.4.6. Orang Kafir Membantah Rasul Dengan Kebatilan Untuk
Melenyapkan Yang Haq
Di dalam Al Quran
surat Al Kahfi/ 18: 56 digambarkan bahwa orang kafir membantah rasul dengan
kebatilan untuk melenyapkan yang haq
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا
مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ
لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنذِرُوا هُزُوًا
Artinya: Dan
tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan
sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang
batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka
menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai
olok-olokan. (QS. Al Kahfi/ 18: 56)
1.3.4.7. Menganggap Rasulullah Muhammad SAW Sebagai Orang Yang
Gila
Di dalam Al Quran
surat Al Qalam/ 68: 51 digambarkan bahwa orang-orang kafir menganggap
Rasulullah Muhammad SAW sebagai orang yang gila;
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا
لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ
لَمَجْنُونٌ
Artinya: Dan
sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu
dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata:
"Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (68: 51)
1.3.4.8. Memperolok-olok Para Rasul
Di dalam Al Quran
surat Ar Ra’d/ 13: 32 digambarkan bahwa orang-orang kafir memperolok-olok para
rasul;
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن
قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ
عِقَابِ
Artinya: Dan
sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri
tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah
hebatnya siksaan-Ku itu! (QS. Ar Ra’d/ 13: 32)
1.3.4.9. Orang-Orang Kafir Heran Dengan Rasul Yang Datang Dari
Kalangan Mereka Sendiri
Di dalam Al Quran
surat Qaf/ 50: 2 dan surat Shad/ 38: 2 digambarkan bahwa orang-orang kafir
heran dengan Rasul yang datang dari kalangan mereka sendiri;
بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ
مِّنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ
Artinya: (Mereka
tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka
seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah
orang-orang kafir: "Ini adalah suatu yang amat ajaib". (QS. Qaf/ 50:
2)
وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ
مِّنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ
Artinya: Dan
mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari
kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli
sihir yang banyak berdusta". (QS. Shad/ 38: 4)
1.3.4.10. Mengusirnya Atau Dipaksa Kembali Dalam
Kekafiran
Di dalam Al Quran surat Ibrahim/ 14: 13
digambarkan bahwa orang kafir mengusir rasul-rasulnya atau memaksa untuk
kembali kepada kekafiran;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا
لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُم مِّنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا
فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ
Artinya: Orang-orang
kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: "Kami sungguh-sungguh akan
mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami". Maka
Tuhan mewahyukan kepada mereka: "Kami pasti akan membinasakan orang-orang
yang zalim itu, (QS. Ibrahim/ 14: 13)
1.3.4.11. Orang Yang Kafir Kepada Ayat-Ayat
Allah Dan Membunuh Para Nabi
Di dalam Al Quran
surat Al-Baqarah/ 2: 61 dan surat Ali-'Imran/ 3: 21 orang yang kafir kepada
ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi;
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ
نَصْبِرَ عَلَى طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا
تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا
وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ
اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ
الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ
كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ
الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
Artinya: Dan
(ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan)
dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada
Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu
sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang
merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai
pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh
apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan
kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena
mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang
tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka
dan melampaui batas. (QS. Al-Baqarah/ 2: 61)
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ
اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ
يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang
memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat
adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.
(QS. Ali-'Imran/ 3: 21)
1.3.5. Sikap Terhadap Hari Akhir
Sikap orang-orang
kafir terhadap hari akhir sebagaimana digambarkan di dalam Al Quran adalah
sebagai berikut;
1.3.5.1. Heran Dengan Kebangkitan Orang Yang Sudah Mati
Di dalam Al Quran
surat Ar Ra’d/ 13: 5 digambarkan bahwa orang-orang kafir heran dengan
kebangkitan orang yang sudah mati;
وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ
أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ
كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ وَأُولَٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَأُولَٰئِكَ
أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya: Dan
jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah
ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya
akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang
kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di
lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Ar
Ra’d/ 13: 5)
1.3.5.2. Mengingkari Dan Mendustakan Pertemuan Dengan Hari Akhir
Di dalam Al Quran
surat Al Mu’minun/ 23: 33 digambarkan bahwa orang-orang kafir mengingkari dan
mendustakan mertemuan dengan hari akhir
وَقَالَ الْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ
الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا
تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ
Artinya: Dan
berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan
menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam
kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu,
dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum. (23:
33)
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا
وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ
مُحْضَرُونَ
Artinya: Adapun
orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta
(mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan
(neraka). (30: 16)
1.3.5.3. Menjadikan Hari Kebangkitan Sebagai Gurauan
Di dalam Al Quran
surat Saba’/ 34: 7 digambarkan bahwa orang-orang kafir mengejek Nabi dan
menjadikan hari kebangkitan sebagai gurauan;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ
نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ
إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ
Artinya: Dan
orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya). "Maukah kamu kami
tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila
badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan
dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru? (QS. Saba’/ 34: 7)
1.3.5.4. Mengingkari Hari Akhir Yang Menyebabkan Anak Beruban
Di dalam Al Quran
surat Al Muzammil/ 73: 17 memberikan gambaran bahwa orang-orang kafir ingkar
dengan hari akhir yang menyebabkan anak beruban;
فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ
الْوِلْدَانَ شِيبًا
Artinya: Maka
bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada
hari yang menjadikan anak-anak beruban. (QS. Al Muzammil/ 73: 17)
2. Sikap Orang Kafir Terhadap Orang
Beriman
Beberapa sikap
orang kafir terhadap orang beriman yang tergambar di dalam Al Quran, antara
lain;
2.1. Tidak Beriman Dengan Yang Diimani Orang Beriman
Di dalam
Al Quran surat Al A’raf/ 7: 76 digambarkan bahwa orang-orang kafir tidak
beriman terhadap yang diimani orang beriman;
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنتُم
بِهِ كَافِرُونَ
Artinya: Orang-orang
yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang
tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu". (QS. Al A’raf/ 7: 76)
2.2. Tiada Menginginkan Diturunkannya Sesuatu Kebaikan Kepada
Orang Beriman
Di dalam
Al Quran surat Al Baqarah/ 2: 105 digambarkan bahwa orang-orang kafir tidak
menginginkan kebaikan diberikan kepada orang beriman;
مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ
وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ
وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Artinya: Orang-orang
kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya
sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang
dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai
karunia yang besar. (QS. Al Baqarah/ 2: 105)
2.3. Tidak Ridha Kepada Orang Beriman Hingga Mengikuti
Millahnya
Di dalam Al Quran
surat Al-Baqarah/ 2: 120 disebutkan bahwa orang kafir (ahli kitab) tidak pernah
ridha terhadap orang beriman hingga mengikuti milahnya;
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى
حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ
اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ
اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan
mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi
pelindung dan penolong bagimu.(QS. Al-Baqarah/ 2: 120)
2.4. Menafkahkan Harta Mereka Untuk Menghalangi (Orang) Dari
Jalan Allah
Di
dalam Al Quran Surat Al-Anfal/ 8: 36 dijelaskan bahwa orang-orang kafir
menafkahkan harta untuk menghalangi orang Islam dari jalan Allah;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا
عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ
يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari
jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi
mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang
kafir itu dikumpulkan, (QS. Al-Anfal/ 8: 36)
2.5. Memandang Kekuatan Orang Beriman Dua
Kali Lipat Jumlah Mereka
Di dalam Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 13 digambarkan
bahwa orang kafir melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah
mereka;
A.
قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي
سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ
وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَن يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً
لِّأُولِي الْأَبْصَارِ
Artinya: Sesungguhnya
telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur).
Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang
dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah
mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang
mempunyai mata hati. (QS. Ali Imran/ 3: 13)
2.6. Menjadikan Orang Beriman Sebagai Olok-Olokan.
Di dalam Al Quran Surat Al-Anbiya/ 21: 36 digambarkan
bahwa orang kafir itu suka mengolok-olok orang beriman;
وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا
هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ هُمْ
كَافِرُونَ
Artinya: Dan
apahila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi
olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela
tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat
Allah Yang Maha Pemurah. (QS. Al-Anbiya/ 21: 36)
2.7. Memandang Hina Orang Beriman
Di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 212 digambarkan
bahwa orang-orang kafir memandang hina orang-orang yang beriman;
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: Kehidupan
dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang
hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih
mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada
orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. Al Baqarah/ 2: 212)
2.8. Mengajak Orang Beriman Untuk Mengikuti Jalannya
Di dalam Al Quran surat Al Ankabut/ 29: 12 digambarkan bahwa orang kafir mengajak untuk mengikuri jalannya;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا
سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُم بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُم
مِّن شَيْءٍ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Artinya: Dan
berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah
jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri)
sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka
adalah benar-benar orang pendusta. (QS. Al Ankabut/ 29: 12)
Di dalam Al Quran surat Al Anfal/ 8: 30 digambarkan bahwa orang kafir memikirkan tipu daya kepada orang beriman;
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ
أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ
خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Artinya: Dan
(ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu
untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka
memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah
sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS. Al Anfal/ 8: 30)
Berikut beberapa akibat dari kekafiran, yang disebutkan
di dalam Al Quran, yakni sebagai berikut;
3.1. Allah Mengunci Hati, Pendengaran Dan Penglihatannya
Berdasar Al Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 6-7 dan Al A’raf/ 7: 101 dijelaskan bahwa
kafir adalah orang yang tidak menerima
peringatan, karena hati, pendengaran dan penglihatannya telah ditutup;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ
لَا يُؤْمِنُونَ خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ
أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri
peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan
pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang
amat berat.(QS. Al-Baqarah/ 2:
6-7)
تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَائِهَا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ
رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِن قَبْلُ
كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu,
Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah
datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata,
maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah
mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.
(QS. Al A’raf/ 7: 101)
3.2. Menjadikannya Tidak Berakal dan Tidak Memahami
Di dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 2: 171 dan surat Al Anfal/
8: 65 ditegaskan bahwa orang-orang kafir itu kaum
yang tidak memahami/mengerti;
وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ
إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ ﴿البقرة:
١٧١﴾
Artinya: Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru)
orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak
mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka
(oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. (QS. Al Baqarah/ 2: 171)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِن يَكُن
مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُم
مِّائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِّنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا
يَفْقَهُونَ
Artinya: Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk
berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan
dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir,
disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. Al Anfal/
8: 65)
3.3. Allah Menganggap Sebagai Makhluk Yang Paling Buruk
Allah menggambarkan orang kafir di dalam Al Quran Surat
Al-Anfal/ 8: 55, sebagai makhluk yang paling buruk;
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: Sesungguhnya binatang (makhluk) yang
paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu
tidak beriman.
3.4. Allah Melemahkan Tipu Daya Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat Al Anfal/ 8: 18 ditegaskan bahwa Allah
melemahkan tipu daya orang kafir;
ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan
kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
(QS. Al Anfal/ 8: 18)
3.5. Allah Mengenakan Tipu Daya
Di dalam Al Quran surat Ath Thur/ 52: 42 ditegaskan bahwa
orang-orang kafir yang terkena tipu daya;
أَمْ يُرِيدُونَ كَيْدًا فَالَّذِينَ كَفَرُوا هُمُ الْمَكِيدُونَ
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka
orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya. (QS. Ath Thur/ 52: 42)
3.6. Menjadikan Dunia; Tampak Indah Dan Menyenangkan
Berikut ayat-ayat Al Quran yang memberikan gambaran sikap
orang-orang kafir dalam menjalani kehidupan di dunia;
3.6.1. Kehidupan Dunia Dijadikan Indah Dalam Pandangan
Orang-Orang Kafir
Di dalam Al Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 212, digambarkan bahwa
kehidupan dunia itu tampak indah dan menyenangkan;
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ
آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ
مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam
pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang
beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di
hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya
tanpa batas.(QS. Al-Baqarah/
2: 212)
3.6.2. Dunia Sebagai Kesenangan Yang Sementara
Al Quran Surat Yunus/ 10: 70, menjelaskan bahwa bagi orang
kafir itu diberi kesenangan (sementara) di dunia;
مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ
الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Artinya: (Bagi mereka) kesenangan (sementara)
di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada
mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.(QS. Yunus/ 10: 70)
3.6.3. Rizkinya Digunakan Untuk Bersenang-Senang Di Dunia Saja
Di dalam Al Quran surat Al Ahqaf/ 46: 20 digambarkan bahwa
orang kafir rizkinya digunakan untuk bersenang-senang di dunia saja;
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ
طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ
تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ
بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ
Artinya: Dan (ingatlah) hari (ketika)
orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu
telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu
telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab
yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak
dan karena kamu telah fasik". (QS. Al Ahqaf/ 46: 20)
3.6.4. Tertipu Kesenangan Kehidupan Dunia
Di dalam Al Quran surat Al An’am/ 6: 130 digambarkan bahwa
orang-orang kafir kafir telah tirtipu dengan kehidupan dunia;
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ
يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا
قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ
Artinya: Hai golongan jin dan manusia, apakah
belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan
kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu
dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami
sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi
atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al An’am/ 6: 130)
3.6.5. Lebih Mencintai Kehidupan Dunia Dibandingkan Kehidupan
Akhirat
Di dalam Al Quran surat An Nahl/ 16: 107
digambarkan bahwa orang kafir lebih mencintai kehidupan dunia dibandingkan
kehidupan akhirat;
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ
وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Artinya: Yang demikian itu disebabkan karena
sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan
bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS. An
Nahl/ 16: 107)
3.7. Allah Mengirim Syetan Untuk Menghasungnya
Di dalam Al Quran Surat Maryam/ 19: 83 dijelaskan
bahwa Allah mengirim Syaithan untuk menghasung (Membangkitkan marah dan
dendam) orang-orang kafir;
أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ
تَؤُزُّهُمْ أَزًّا
Artinya: Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah
mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka
berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?, (QS. Maryam/ 19: 83)
3.8. Allah Tidak Mengampuni Dan Memberi Hidayah
Ada beberapa penyebab orang kafir tidak diampuni
dan diberi hidayah, yaitu ;
3.8.1. Karena Kekafirannya kepada Allah dan Rasul-Nya
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 80
ditegaskan bahwa Allah tidak mengampuni dan memberi hidayah orang kafir karena
kekafirannya kepada Allah dan rasul-Nya;
اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ
سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Artinya: Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak
kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan
ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi
ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada
Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
(QS. At Taubah/ 9: 80)
Al Quran Surat An-Nisa'/ 4: 137, dan surat Ali Imran/
3: 86 ditegaskan bahwa orang yang beriman kemudian kafir, lalu beriman kemudian
kafir setalah itu bertambah kekafirannya, tidak akan diampuni dan diberi
hidayah Allah;
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا
كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang
beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian
bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan
kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (QS. An-Nisa'/ 4: 137)
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا
أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي
الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Artinya: Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang
kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu
(Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada
mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. (QS. Ali Imran/ 3: 86)
3.8.3. Karena Kekafirannya dan Perbuatan Dhalimnya
Di dalam Al Quran surat An Nisa/ 4: 168 ditegaskan bahwa
orang yang kafir dan berbuat dhalim
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ
وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan
melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan
tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, (QS. An Nisa/ 4: 168)
3.8.4. Karena Kekafirannya, Menghalangi Dari Jalan Allah Dan
Mati Dalam Kekafiran
Di dalam Al Quran surat Muhammad/ 47: 24 ditegaskan
bahwa orang kafir, menghalangi dari jalan Allah dan mati dalam kekafiran tidak
akan diampuni;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ
كُفَّارٌ فَلَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang)
menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir,
maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. (QS. Muhammad/
47: 34)
3.9. Allah Tidak Meridhai Kekafiran Hambanya
Di
dalam Al Quran surat Az Zumar/ 39: 7 ditegaskan bahwa Allah tidak meridhai
kekafiran hambanya;
إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ
الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ
أُخْرَىٰ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya: Jika kamu kafir maka
sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran
bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu
kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam
(dada)mu. (QS. Az Zumar/ 39: 7)
3.10. Allah Tidak Menerima Taubatnya
Di
dalam Al Quran surat An Nisa/ 4: 18 ditegaskan bahwa Allah tidak menerima orang
yang mati dalam keadaan kafir, dan di dalam surat Al Imran/ 3: 90 ditegaskan
bahwa orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya,
sekali-kali tidak akan diterima taubatnya;
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا
حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ
يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Artinya: Dan tidaklah taubat itu
diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga
apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan:
"Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat)
orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu
telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. An Nisa/ 4: 18)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَّن
تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah
beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima
taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. (QS. Al Imran/ 3: 90)
Di
dalam Al Quran surat Ar Rum/ 30: 45, Ali Imran/ 3: 32 dan Al baqarah/ 2: 276
ditegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir;
لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِن فَضْلِهِ إِنَّهُ
لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Artinya: agar Allah memberi pahala
kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar. (QS. Ar Rum/ 30: 45)
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Artinya: Katakanlah: "Taatilah
Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang kafir". (QS. Ali Imran/ 3: 32)
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ
كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Artinya: Allah memusnahkan riba dan
menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam
kekafiran, dan selalu berbuat dosa.(QS. Al baqarah/ 2: 276)
3.12. Murka/ Kebencian Allah Sangat Besar
Di
dalam Al Quran surat Al Mu’min/ 40: 10 dan surat Al Fathir/ 35: 39 ditegaskan
bahwa Kemurkaan Allah Lebih besar dari kemurkaanmu pada diri sendiri karena
diseru kepada Iman tetapi kafir;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِن
مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya
kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu
sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir". (QS. Al Mu’min/
40: 10)
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ
كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا
وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: Dialah yang menjadikan
kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat)
kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu
tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang
yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS.
Al Fathir/ 35: 39)
Allah
melaknat orang kafir didasari beberapa sebab yang dikemukakan di dalam Al
Quran, antara lain;
3.13.1. Karena Kekafirannya Terhadap Kebenaran Yang Mereka
Harapkan
Di
dalam Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 89 ditegaskan bahwa orang-orang kafir
terhadap kebenaran yang sebenarnya mereka harapkan;
وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ
وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُم
مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ
Artinya: Dan setelah datang kepada mereka Al Quran
dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka
biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang
kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka
lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
(2: 89)
3.13.2. Karena Kekafirannya Hingga Mati Dalam Keadaan Kafir
Di dalam Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 161 ditegaskan
bahwa orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu
mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ
اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ
الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir
dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para
Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan
diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (QS. Al-Baqarah/
2: 161)
3.13.3. Karena Durhaka Dan Selalu Melampaui Batas
Di dalam Al Quran surat Al
Maidah/ 5: 78 digambarkan bahwa orang kafir dilaknat disebabkan mereka durhaka
dan selalu melampaui batas;
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ
وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ ﴿المائدة:
٧٨﴾
Artinya: Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani
Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan
mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (5: 78)
3.13.4. Karena Ketetapan Allah Terhadap Orang Yang Kafir
Di dalam Al Quran surat Hud/ 11: 60 dan surat Al Ahzab/
33: 64 ditegaskan bahwa Allah melaknat orang-orang kafir;
وَأُتْبِعُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا
إِنَّ عَادًا كَفَرُوا رَبَّهُمْ أَلَا بُعْدًا لِّعَادٍ قَوْمِ هُودٍ
Artinya: Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di
dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu
kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum
Huud itu. (QS. Hud/ 11: 60)
إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا
Artinya: Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang
kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), (QS. Al
Ahzab/ 33: 64)
3.14. Allah Menghalau Orang-Orang Yang Kafir
Di dalam Al Quran surat Al Ahzab/ 33:
25 ditegaskan bahwa Allah menghalau orang-orang yang kafir;
وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا
وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا
Artinya: Dan Allah menghalau
orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka
tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin
dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al
Ahzab/ 33: 25)
3.15. Orang Kafir Dalam Keadaan Tertipu
Di dalam Al Quran surat Al Mulk/ 67:
20 dijelaskan bahwa orang kafir dalam keadaan tertipu;
أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ
الرَّحْمَٰنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ
Artinya: Atau siapakah dia yang
menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha
Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
(QS. Al Mulk/ 67: 20)
3.16. Menjadikan Orang-Orang Kafir Itulah Yang Rendah
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9:
40 ditegaskan bahwa Al Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah
dan kalimat Allah itu tinggi;
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ
كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا
تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ
وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا
السُّفْلَىٰ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Jikalau kamu tidak
menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika
orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia
salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata
kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta
kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan
membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan
orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi.
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah/ 9: 40)
3.17. Allah Tidak Menjadi Pelindung Dan Penolongnya, Tapi
Pelindungnya Adalah Thaghut
Di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2:
120, 257, dan surat An Nisa’/ 4: 76 ditegaskan bahwa Allah tidak lagi
menjadi pelindung dan penolong orang kafir tetapi pelindungnya adalah thaghut;
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ
مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ
أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ
وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Artinya: Orang-orang Yahudi dan
Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang
benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah
pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan
penolong bagimu.(QS. Al-Baqarah/ 2: 120)
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى
النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ
النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
Artinya: Allah Pelindung
orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran)
kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah
syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran).
Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah/
2: 257)
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا
يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ
كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Artinya: Orang-orang yang beriman
berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan
thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu
daya syaitan itu adalah lemah. (QS. An Nisa’/ 4: 76)
3.18. Amal Perbuatannya Sia-sia
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9:
17, An Nur/ 24: 39, Ibrahim/ 14: 18,
Muhammad/ 47: 8, 32 ditegaskan bahwa amal perbuatannya sia-sia
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ
عَلَىٰ أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ
هُمْ خَالِدُونَ
Artinya: Tidaklah pantas
orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui
bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan
mereka kekal di dalam neraka. (QS. At Taubah/ 9: 17)
مَّثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ
بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ لَّا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ
ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ ﴿ابراهيم: ١٨﴾
Artinya: Orang-orang yang kafir
kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin
dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat
mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).
Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. Ibrahim/ 14: 18)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ
الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ
عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Artinya: Dan orang-orang kafir
amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka
air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak
mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu
Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah
sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. An Nur/ 24: 39)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ
Artinya: Dan orang-orang yang
kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.
(QS. Muhammad/ 47: 8)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا
الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰ لَن يَضُرُّوا اللَّهَ
شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul
setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat
kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
(QS. Muhammad/ 47: 32)
3.19. Harta Dan Keturunannya Tidak Bernilai Di Sisi Allah
Di dalam Al Quran surat Surat Ali
Imran/ 3: 10, 116, Al Maidah/ 5: 36, At taubah/ 9: 54 digambarkan bahwa harta
dan keturunan orang kafir tidak bernilai di sisi Allah;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا
أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak
(siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (QS. Ali
Imran/ 3: 10)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا
أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat
menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya. (QS. Ali Imran/ 3: 116)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا
تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan
mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari
azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka
beroleh azab yang pedih. (QS. Al maidah/ 5: 36)
وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ
كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ
كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
Artinya: Dan tidak ada yang
menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena
mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan
sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka,
melainkan dengan rasa enggan. (QS. At Taubah/ 9: 54)
3.20. Tidak Mendapatkan Pelindung Dan Penolong
Di dalam Al Quran surat Al Fath/ 48:
22 ditegaskan bahwa orang-orang kafir tidak mendapatkan pelindung dan penolong;
وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا
يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Artinya: Dan sekiranya orang-orang
kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang
(kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.
(QS. Al Fath/ 48: 22)
3.21. Orang Kafir ditetapkan Menjadi Penduduk Neraka
Di dalam Al Quran disebutkan beberapa
tahapan Allah dalam proses memasukkan orang kafir ke dalam neraka dan memberi
siksa yang pedih, antara lain sebagai berikut;
3.21.1. Orang Kafir Digiring Ke dalam Neraka
Secara Berbondong-bondong
Di dalam Al Quran surat Az Zumar/ 39:
71 digambarkan bahwa orang kafir digiring ke dalam neraka secara
berbondong-bondong;
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا
فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ
مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ
يَوْمِكُمْ هَٰذَا قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى
الْكَافِرِينَ
Artinya: Orang-orang kafir dibawa
ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke
neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka
penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di
antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu
akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah
datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang
yang kafir. (QS. Az Zumar/ 39: 71)
3.21.2. Orang Kafir Ditetapkan Tinggal Di
Neraka, Sejahat-Jahat Tempat Kembali
Di dalam Al Quran Surat Al Hadid/ 57:
15, 19 dan surat AL Baqarah/ 2: 39 ditegaskan bahwa orang kafir tempat
tinggalnya di neraka, mereka kekal di dalamnya;
فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا
مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلَاكُمْ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Maka pada hari ini tidak
diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu
ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat
kembali". (QS. Al Hadid/ 57: 15)
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ
وَالشُّهَدَاءُ عِندَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ وَالَّذِينَ
كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Artinya: Dan orang-orang yang
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan
orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan
cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
mereka itulah penghuni-penghuni neraka. (QS. Al Hadid/ 57: 19)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ
هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya: Adapun orang-orang yang
kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal
di dalamnya. (QS. AL Baqarah/ 2: 39)
3.21.3. Allah Mengancam Orang-Orang Kafir
Dengan Neraka Jahannam
Di dalam Al Quran surat At-Taubah/ 9:
68 dinyatakan bahwa Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan
dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ
جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ
عَذَابٌ مُقِيمٌ
Artinya: Allah mengancam
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka
Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS. At-Taubah/ 9: 68)
3.22. Orang Kafir Akan Mendapatkan Adzab
Adzab yang akan ditimpakan Allah
kepada orang kafir yang disebutkan di dalam Al Quran adalah sebagai berikut;
Di dalam Al Quran surat Fusfilat/ 41/
27, Ibrahim/ 14: 2, Yunus/ 10: 70 ditegaskan bahwa orang kafir akan
mendapatkan adzab yang keras;
فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًا وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: Maka sesungguhnya Kami
akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi
balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah
mereka kerjakan. (QS. Fushilat/ 41: 27)
اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَوَيْلٌ
لِّلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
Artinya: Allah-lah yang memiliki
segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir
karena siksaan yang sangat pedih, (QS. Ibrahim/ 14: 2)
مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ
الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Artinya: (Bagi mereka) kesenangan
(sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami
rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka. (QS.
Yunus/ 10: 70)
Di dalam Al Quran surat At Taghabun/
64: 5, Yunus/ 10: 4, Al A’raf/ 7: 50,
ditegaskan bahwa orang kafir akan mendapatkan adzab yang pedih;
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَبْلُ فَذَاقُوا وَبَالَ
أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Apakah belum datang
kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir terdahulu. Maka
mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka
memperoleh azab yang pedih. (QS. At Taghabun/ 64: 5)
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا إِنَّهُ يَبْدَأُ
الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
بِالْقِسْطِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ
بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Artinya: Hanya kepada-Nya-lah kamu
semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya
Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya
(menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan
kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil.
Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang
pedih disebabkan kekafiran mereka. (QS. Yunus/ 10: 4)
3.22.3. Adzab Yang Menghinakan
Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3:
178, An Nisa/ 4: 151, Al Mujadilah/ 58: 5 ditegaskan bahwa orang akafir akan
mendapatkan adzab yang menghinakan;
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ
لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ
مُهِينٌ
Artinya: Dan janganlah sekali-kali
orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah
lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka
hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.
أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا
مُّهِينًا
Artinya: merekalah orang-orang yang
kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu
siksaan yang menghinakan. (QS. An Nisa/ 4: 151)
إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ
الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَقَدْ أَنزَلْنَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَلِلْكَافِرِينَ
عَذَابٌ مُّهِينٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang
yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana
orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami
telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang
menghinakan. (QS. Al Mujadilah/ 58: 5)
Di dalam Al Quran surat At-Taubah/ 9:
68 dan surat Al Maidah/ 5: 37 digambarkan bahwa orang kafir di akherat nanti akan mendapat adzab
yang kekal;
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ
جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ
عَذَابٌ مُقِيمٌ
Artinya: Allah mengancam
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka
Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.(QS. At-Taubah/ 9: 68)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا
تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ , يُرِيدُونَ أَن يَخْرُجُوا مِنَ
النَّارِ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya
mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu
(pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya
(tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang
pedih. Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat
keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.(QS. Al Maidah/ 5: 37)
3.22.5. Setiap Kali Kulit Hangus Diganti
Dengan Kulit Baru Agar Merasakan Azab
Di dalam Al Quran surat An Nisa/ 4: 56 dijelaskan bahwa
di Neraka setiap kali kulit hangus diganti dengan kulit baru agar merasakan
azab;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا
نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan
Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami
ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisa/ 4: 56)
3.22.6. Disiapkan Rantai, Belenggu Dan Api
Yang Menyala-Nyala
Di dalam Al Quran surat Al Insan/ 76:
4 digambarkan bahwa bagi orang kafir disiapkan rantai, belenggu dan api yang
menyala-nyala
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا
Artinya: Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu
dan neraka yang menyala-nyala. (QS. Al Insan/ 76: 4)
3.22.7. Dibuatkan Pakaian Dari Api Dan Disiram
Dengan Air Mendidih
Di dalam Al Quran Surat Al Hajj/ 22:
19, dijelaskan bahwa orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian
dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka;
هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ
لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ
Artinya: Inilah dua golongan
(golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar
mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka
pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas
kepala mereka. (QS. Al Hajj/ 22: 19)
3.22.8. Ditambah Adzab Di Atas Adzab
Di dalam Al Quran surat An Nahl/ 16:
88 dinyatakan bahwa Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan
disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan;
الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا
فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يُفْسِدُونَ
Artinya:
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami
tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu
berbuat kerusakan. (QS. An Nahl/ 16: 88)
3.22.9. Makanan Dan Minuman Surga Diharamkan
Bagi Penghuni Neraka
Di dalam Al Quran Surat Al A’raf/ 7:
50 ditegaskan bahwa makanan dan minuman surga diharamkan bagi penghuni neraka;
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا
مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا
عَلَى الْكَافِرِينَ
Artinya: Dan penghuni neraka menyeru
penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang
telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab:
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
(QS. Al A’raf/ 7: 50)
Beberapa
karakter orang kafir yang digambarkan di dalam Al Quran, antara lain sebagi
berikut;
4.1. Menukar Kekafiran Dengan Iman
Di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 177 digambarkan
bahwa orang-orang kafir menukar kekafirannya dengan iman;
إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَن يَضُرُّوا اللَّهَ
شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman
dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah
sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (QS. Ali Imran/ 3: 177)
Di dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 2: 34, Al Anfal/ 8:
35, Al Furqan/ 25: 50, Al Jatsiyah/ 45: 31 digambarkan bahwa orang kafir enggan
dan sombong;
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا
إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada
para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka
kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan
orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah/ 2: 34)
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً
فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
Artinya: Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu,
lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan
kekafiranmu itu. (QS. Al Anfal/ 8: 35)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَاهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ
إِلَّا كُفُورًا
Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan
hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya);
maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat). (QS. Al
Furqan/ 25: 50)
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ
فَاسْتَكْبَرْتُمْ وَكُنتُمْ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ
Artinya: Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada
mereka dikatakan): "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan
kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat
dosa?" (QS. Al Jatsiyah/ 45: 31)
Di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 196 digambarkan
bahwa orang kafir bebas menjalani kehidupannya;
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ
Artinya: Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh
kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. (QS. Ali Imran/ 3: 196)
Di dalam Al Quran surat An nahl/ 16: 83, Ibrahim/ 14: 28
digambarkan bahwa orang kafir mengingkari nikmat Allah;
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ
الْكَافِرُونَ
Artinya: Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian
mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS.
An Nahl/ 16: 83)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا
قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ
Artinya: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang
telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah
kebinasaan?, (QS. Ibrahim/ 14: 28)
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 66 dan 125 dijelaskan bahwa orang kafir banyak berbuat
dosa;
لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن
طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
Artinya: Tidak usah kamu minta maaf, karena
kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran
mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan
mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At taubah/ 9: 66)
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ
رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Artinya: Dan adapun orang-orang yang di dalam
hati mereka ada penyakit, maka dengan itu bertambah kekejianan (pebuatan dosa)
mereka, disamping kekejiannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan
kafir. (QS. At Taubah/ 9: 125)
4.6. Mengambil Riba Dan Memakan Harta Orang Dengan Cara Bathil
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4: 161 digambarkan
bahwa orang kafir mengambil riba dan memakan harta orang dengan cara yang
bathil;
وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ
بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Artinya: dan disebabkan mereka memakan riba, padahal
sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta
benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang
yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (QS. An Nisa’/ 4: 161)
4.7. Bersenang-Senang (Di Dunia) Dan Mereka Makan Seperti
Makannya Binatang
Di dalam Al Quran surat Muhammad/ 47: 12 digambarkan
bahwa kehidupan orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan
seperti makannya binatang;
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ
وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
Artinya: Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang
mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka
makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.
(QS. Muhammad/ 47: 12)
Di dalam Al Quran surat Muhammad/ 47: 3, Al-Hajj/ 22: 62
dan Luqman/ 31: 30 dagambarkan bahwa orang kafir mengikuti yang bathil;
ذَٰلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِن رَّبِّهِمْ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ
أَمْثَالَهُمْ
Artinya: Yang demikian adalah karena sesungguhnya
orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin
mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia
perbandingan-perbandingan bagi mereka. (QS. Muhammad/ 47: 3)
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ
هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Artinya: (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah
karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja
yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah,
Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. Al-Hajj/ 22: 62)
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ
الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Artinya: Demikianlah, karena sesungguhnya Allah,
Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah
itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha
Besar.(QS. Luqman/ 31: 30)
Di dalam Al Quran surat An Nahl/ 16: 39 dan Al Buruj/
85: 19 digambarkan bahwa orang kafir adalah pendusta;
لِيُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ
كَفَرُوا أَنَّهُمْ كَانُوا كَاذِبِينَ
Artinya: agar Allah menjelaskan kepada mereka apa
yang mereka perselisihkan itu, agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya
mereka adalah orang-orang yang berdusta. (QS. An Nahl/ 16: 39)
بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir selalu
mendustakan, (QS. Al Buruj/ 85: 19)
4.10. Orang Kafir Itu Dijadikan Memandang Baik Tipu Daya Mereka
Di dalam Al Quran surat Ar Ra’d/ 13/ 33 digambarkan bahwa orang kafir itu
dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka;
أَفَمَنْ هُوَ قَائِمٌ عَلَىٰ كُلِّ
نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ قُلْ سَمُّوهُمْ أَمْ
تُنَبِّئُونَهُ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي الْأَرْضِ أَم بِظَاهِرٍ مِّنَ الْقَوْلِ
بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِ وَمَن
يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Artinya: Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang
diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan
beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: "Sebutkanlah sifat-sifat mereka
itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak
diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan
pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh
syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar).
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang
akan memberi petunjuk. (QS. Ar Ra’ad/ 13: 33)
4.11. Membunuh Nabi Dan Orang Yang Menyuruh Berbuat Adil
Di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 21 digambarkan
bahwa orang-orang kafir membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan membunuh
orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil;
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ
اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ
يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa
alasan yang benar dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil,
maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. (QS.
Ali Imran/ 3: 21)
4.12. Tolong-menolong Sesama Mereka Untuk Berbuat Kekacauan Dan
Kerusakan
Di dalam Al Quran surat Al Anfal/ 8: 73 dan surat An
nahl/ 16: 88 dijelaskan bahwa orang-orang yang kafir,
sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, dan menjadikan
kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar;
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ
كَبِيرٌ
Artinya: Adapun orang-orang
yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika
kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah
itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS.
Al Anfal/ 8: 73)
الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن
سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا
يُفْسِدُونَ
Artinya: Orang-orang yang
kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka
siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (QS. An
Nahl/ 16: 88)
4.13. Menghalangi Orang Mendengarkan Al Quran Dengan
Sungguh-sungguh
Di dalam Al Quran surat Fushilat/ 41: 26 digambarkan
bahwa orang kafir menghalangi orang untuk mendengarkan Al Quran dengan
sungguh-sungguh;
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا
الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
Artinya: Dan orang-orang yang kafir berkata:
"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan
buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka".
(QS. Fushilat/ 41: 26)
4.14. Mengajak Kepada Kekafiran Dan Kemusyrikan
Di dalam Al Quran surat Al Mu’min/ 40: 42 dan Ali Imran/ 3: 80 digambarkan bahwa orang
kafir menyeru supaya kafir kepada Allah dan
mempersekutukan-Nya;
تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا
لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ
Artinya: (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah
dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru
kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun? (QS. Al Mu’min/
40: 42)
وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ
وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم
مُّسْلِمُونَ
Artinya: dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu
menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu
berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?". (QS. Ali
Imran/ 3: 80)
4.15. Menghalang-halangi Dari Jalan Allah
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 4:
167 digambarkan bahwa orang kafir menghalangi dari jalan Allah;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ
قَدْ ضَلُّوا ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan
menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat
sejauh-jauhnya. (QS. An Nisa/ 4: 167)
4.16. Menjual Diri Sendiri Dengan Kekafiran Karena Dengki
Kepada Orang Lain
D.
Di dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 2:
90 digambarkan bahwa orang kafir menjual diri sendiri dengan kekafiran karena
dengki Al Quran diturunkan kepada orang lain;
بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ
أَن يَكْفُرُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ
وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ
Artinya: Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang
menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan
Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka
sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang
menghinakan. (QS. Al Baqarah/ 2: 90)
4.17. Hendak Memadamkan Cahaya Allah
Di dalam Al Quran surat Ash Shaf/ 61:
8 digambarkan bahwa orang-orang kafir hendak memadamkan
cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka;
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ
وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Artinya: Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut
(tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau
orang-orang kafir membencinya". (QS. Ash Shaf/ 61: 8)
4.18. Berada Dalam Kesesatan yang Jauh
Di dalam Al Quran surat An-Nisa'/ 4: 136 ditegaskan bahwa orang-orang kafir berada
dalam kesesatan yang jauh;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ
الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada
Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.(QS. An-Nisa'/
4: 136)
Di atas telah dikemukakan gambaran secara menyeluruh mengenai kekafiran yang dikemukan berdasar Al Quran, karakter kekafiran ini penting untuk difahami dengan tujuan agar orang beriman dapat benar-benar menjaga diri; bertaqwa dari sikap, perbuatan, tindakan, fikiran, perasaan hingga hingga karakter yang termasuk sebagai perbuatan kekafiran.
Di dalam Al Quran Surat Al-Ahzab/33:1 diperintahkan untuk bertaqwa kepada
Allah dan tidak taat kepada Orang kafir dan orang munafiq;
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ
الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Artinya: Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan
janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang
munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana, (Al-Ahzab/33:1)
Sikap orang beriman terhadap orang kafir merupakan bentuk ketaqwaan dari
kekafiran, bentuk-bentuk ketaqwaan dari kekafiran di antaranya disebutkan di
dalam Al Quran dan Hadits sebagai berikut;
5.1. Dilarang Mentaati Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 100, Al Furqan/
25: 52, Al Ahzab/ 33: 48, Al Insan/ 76: 24 di ditegaskan bahwa orang beriman
dilarang untuk mentaati orang kafir;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن
تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ
إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti
sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan
mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (QS. Ali Imran/ 3:
100)
فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ
وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا
Artinya: Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir,
dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (QS. Al Furqan/ 25: 52)
وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ
وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ
وَكِيلًا
Artinya: Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir
dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan
bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS. Al Ahzab/ 33: 48)
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا
تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا
Artinya: Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan)
ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang
kafir di antar mereka. (QS. Al Insan/ 76: 24)
5.2. Jangan Mengagumi Harta Benda Dan
Anak-anak Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 55 ditegaskan
larangan untuk tidak mengagumi harta dan anak-anaknya, karena harta benda dan
anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia;
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا
أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Artinya: Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka
menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan
anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan
melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (9: 55)
5.3. Jangan Menjadikan Kamu Sedih Atas
Kekafirannya
Di dalam Al Quran surat Luqman/ 31: 23 dan surat Al
Maidah/ 5: 68 ditegaskan larangan untuk tidak perlu bersedih atas kekafirannya,
dan serahkan kepada Allah urusannya;
وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحْزُنكَ كُفْرُهُ
إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ
بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya: Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu
janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami
beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala isi hati. (QS. Luqman/
31: 23)
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ
عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ
إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ
إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak
dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat,
Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya
apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan
dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati
terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS. Al Maidah/ 5: 68)
5.4. Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai
Pemimpin, Teman Setia, Pelindung
Di
dalam
Al Quran Surat Al-Ma'idah/ 5: 51, 57, An-Nisa'/ 4: 144, At Taubah/ 9: 23 ditegaskan Orang-orang beriman
tidak boleh menjadikan orang kafir atau orang yang cenderung kepada kekafiran
sebagai wali; pemimpin, teman setia, pelindung;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ
بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا
يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang
lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Ma'idah/ 5:
51)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا
الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ
مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan
dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu,
dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah
jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ma'idah/
5: 57)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا
الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا
لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang
mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk
menyiksamu)?(QS. An-Nisa'/ 4: 144)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ
عَلَى الْإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan
bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih
mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan
mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. At Taubah/ 9: 23)
5.5. Tolong Menolong Dengan Orang kafir,
Allah Memurkainya
Di dalam Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 80 dan surat An
Nisa’/ 4: 139 digambarkan bahwa amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk
diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, Apakah mereka mencari
kekuatan di sisi orang kafir itu? padahal sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan
Allah;
تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ
يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن
سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ
Artinya: Kamu melihat kebanyakan dari mereka
tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat
buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah
kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (QS. AL Maidah/ 5: 80)
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ
الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang
kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua
kekuatan kepunyaan Allah. (QS. An Nisa’/ 4: 139)
5.6. Dilarang Untuk Menshalatkan Orang
Kafir
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 84 ditegaskan
Larangan untuk tidak menshalatkan orang kafir, jika mereka meninggal
dunia;
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم
مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan
(jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri
(mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan
Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS. At Taubah/ 9: 84)
5.7. Diperintahkan Untuk Memerangi Orang
Kafir
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 12 dan 123
ditegaskan perintah untuk Memeranginya, hingga mereka merakan sikap keras
darimu;
وَإِن نَّكَثُوا أَيْمَانَهُم مِّن
بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ
إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ
Artinya: Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah
mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin
orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang
tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. (QS. At
Taubah/ 9: 12)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, perangilah
orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui
kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang
bertakwa. (QS. At Taubah/ 9: 123)
5.8. Bersikap Keras Kepada Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat At Taubah/ 9: 73 dan surat At
Tahrim/ 66: 9 ditegaskan untuk bersikap keras kepada orang-orang kafir;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ
الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ
وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir
dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat
mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
(QS. At Taubah/ 9: 73)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ
الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ
وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya: Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik
dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu
adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. At Tahrim/ 66: 9)
5.9. Jangan Duduk Bersama Orang Yang
Mengingkari dan menjadikannya Al Quran Sebagai Ejekan
Di dalam Al Quran surat An Nisa/ 4: 140 ditegaskan
larangan untuk jangan duduk bersama orang yang mengingkari dan menjadikannya Al
Quran sebagai ejekan;
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي
الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ
بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ
إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ
فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا
Artinya: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di
dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan
diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta
mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya
(kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya
Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di
dalam Jahannam, (4: 140)
5.10. Jangan Terpedaya Oleh Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat Al Mu’min/ 40: 4 ditegaskan
peringatan untuk jangan sampai terpedaya oleh mereka;
مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ
إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ
Artinya: Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali
orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas
dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. (40: 4)
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ
عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ
إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ
إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama
sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran
yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan
kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada
kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang
yang kafir itu. (QS. Al Maidah/ 5: 68)
5.11. Menyadarinya Bahwa Orang Kafir Merupakan Musuh Yang Nyata
Di dalam Al Quran surat An Nisa’/ 2: 101 dan surat Al
Mumtahanah/ 60: 2 ditegaskan bahwa Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah
musuh yang nyata bagimu;
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن
يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا
مُّبِينًا
Artinya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa
kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.
Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. An
Nisa’/ 4: 101)
إِن يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ
أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُم بِالسُّوءِ
وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ
Artinya: Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai
musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan
menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. (QS. Al
Mumtahanah/ 60: 2)
5.12. Tidak Mudah Menuduh Orang Lain Sebagai Orang Kafir
Di dalam kitab
Musnad Ahmad hadits nomor 4515 ditegaskan bahwa jika menkafirkan orang tetapi
ternyata tidak, maka ucapannya akan kembali kepadannya;
حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ
حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ يَعْنِي ابْنَ غَزْوَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا رَجُلٍ
كَفَّرَ رَجُلًا فَإِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا فَقَدْ بَاءَ بِالْكُفْرِ
[6]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Ya'la bin Ubaid telah menceritakan kepada kami Fudlail
-yakni Ibnu Ghazwan- dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda:
"Lelaki mana saja yang mengkafirkan orang lain, maka ia akan kafir jika
memang benar adanya. Namun jika tidak benar, maka ucapan itu akan kembali
kepada orang yang mengatakannya."
Hadits yang memiki makna sama dengan di atas adalah hadits nomor 6105 di dalam kitab Shahih
Bukhari;
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ
حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَابِتِ بْنِ
الضَّحَّاكِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ
حَلَفَ بِغَيْرِ مِلَّةِ الْإِسْلَامِ فَهُوَ كَمَا قَالَ قَالَ وَمَنْ قَتَلَ
نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ
كَقَتْلِهِ وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ
[7]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib
dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Tsabit bin Adh Dhahhak menuturkan; Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam, maka dia seperti yang
dikatakannya, dan barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, ia disiksa di
neraka jahannam dengan sesuatu yang digunakannya untuk bunuh diri, dan melaknat
seorang mukmin bagaikan membunuhnya, dan barangsiapa menuduh seorang mukmin
dengan kekafiran, maka dia seperti membunuhnya."
5.13. Berdoa Mohon Kepada Allah Agar Diselamatkan Dari Orang
Kafir
Di dalam Al Quran surat Yunus/ 10: 86 disebutkan doa
selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang
kafir;
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
Artinya: dan selamatkanlah
kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". (QS.
Yunus/ 10: 86)
5.14. Berdoa Mohon Pertolongan Allah Dari Kaum Kafir
Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 147 disebutkan
doa “tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir;
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ
قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا
وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Tidak ada doa
mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah
pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS.
Ali-'Imran/ 3: 147)
5.15. Berdoa Mohon Perlindungan Kepada Allah Dari Kekafiran
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 20430 disebutkan doa Ya Allah, aku
berlindung pada-Mu dari kekufuran dan kefakiran;
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، حَدَّثَنَا
عَبْدُ الْجَلِيلِ، حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ مَيْمُونٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ
الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكَرَةَ، أَنَّهُ قَالَ لِأَبِيهِ: يَا
أَبَهْ ، إِنِّي أَسْمَعُكَ تَدْعُو كُلَّ غَدَاةٍ: " اللهُمَّ
عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللهُمَّ عَافِنِي فِي
بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ تُعِيدُهَا ثَلَاثًا حِينَ تُصْبِحُ، وَثَلَاثًا
حِينَ تُمْسِي "، وَتَقُولُ: " اللهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ
عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، تُعِيدُهَا حِينَ تُصْبِحُ
ثَلَاثًا، وَثَلَاثًا حِينَ تُمْسِي "، قَالَ: نَعَمْ يَا بُنَيَّ، إِنِّي
سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَدْعُو بِهِنَّ، فَأُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ
قَالَ: وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: " دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ: اللهُمَّ رَحْمَتَكَ
أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي
كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ " [8]
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Abu ‘Āmir, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Jalīl, ia berkata: telah
menceritakan kepadaku Ja‘far bin Maimūn, telah menceritakan kepadaku
‘Abdurrahmān bin Abī Bakrah, bahwa ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku,
aku mendengarmu setiap pagi berdoa: ‘Ya Allah, sehatkanlah tubuhku; Ya Allah,
sehatkanlah pendengaranku; Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku; tiada tuhan
selain Engkau,’ dan engkau mengulanginya tiga kali saat pagi dan tiga kali saat
sore. Dan engkau juga berdoa: ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur;
tiada tuhan selain Engkau,’ yang engkau ulangi tiga kali saat pagi dan tiga
kali saat sore.” Ia menjawab: “Benar, wahai anakku, aku mendengar Nabi ﷺ berdoa dengan
doa-doa tersebut, maka aku menyukai untuk mengikuti sunnah beliau.” Ia berkata:
Dan Nabi ﷺ bersabda: “Doa orang yang sedang dilanda kesulitan adalah: Ya Allah, hanya
rahmat-Mu yang aku harapkan; jangan biarkan diriku bergantung pada diriku
sendiri walau sekejap mata; perbaikilah seluruh urusanku; tiada tuhan selain
Engkau.”
Keberadaan orang kafir dan orang-orang yang beriman merupakan realita dalam
kehidupan, sebagaimana digambarkan Allah di dalam Al Quran surat At Taghabun/
64: 2 bahwa manusia diciptakan Allah di antara mereka ada yang kafir dan ada
yang beriman;
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ
كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: Dialah
yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada
yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (64: 2)
Akhirnya di sini perlu dirumuskan
bahwa taqwa dari kekafiran adalah kesadaran qalbu untuk mentaati Allah, menjaga
diri dari segala bentuk fikiran, sikap, perbuatan, tindakan hingga perasaan
yang mengarah kepada kekafiran, disertai kesadaran untuk segera bertaubat jika
terlena melakukan perbuatan yang merupakan bagian dari bentuk kekafiran. dan
memohon ampun kepada Allah atas kekafiran yang telah dilakukannya.
Doa Mohon
Perlindungan Kepada Allah Dari Kekafiran
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ
الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا
إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan
kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur; tiada tuhan
selain Engkau,
(HR. Ahmad: 20430)
[1] Ibnu Qayyim
al-Jauziyyah, Madārij al-Sālikīn, juz 1, hal. 364–365.
[2] Ibnu Qayyim
al-Jauziyyah, I‘lām al-Muwaqqi‘īn, juz 1, hal. 52.
[3] Ibnu Qayyim
al-Jauziyyah, Madārij al-Sālikīn, juz 1, hal. 337.
[4] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 16, Halaman 260, Hadits nomor 10414.
[5] Abu Daud
Sulaiman ibn Al Asy’ats, Sunan Abi Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah, Beirut, tt,
Jilid, 4, Halaman 119, Hadits nomor 4603.
[6] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 8, Halaman 368, Hadits nomor 4745.
[7] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As-Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid
8, Halaman 26, Hadits nomor 6105.
[8] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 34, Halaman 74, Hadits nomor 20430.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar