28. Manusia Diciptakan Untuk Mengabdi Kepada Allah,
Tujuan Mengabdi Agar Bertakwa
Keistimewaan takwa ke dua puluh delapan “Manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah, tujuan mengabdi agar bertakwa”, hal ini tersirat di dalam Al Quran surat Adz-Dzariyat/ 51: 56 yang menegaskan bahwa tidaklah jin dan manusia diciptakan kecuali untuk mengabdi kepada Allah;
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: Dan aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat/ 51:
56)
Dan di dalam Al Quran surat Al-Bayyinah
(98): 5 juga ditegaskan bahwa manusia tidaklah disuruk kecuali mengabdi/ menyembah
Allah;
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ
لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ
الْقَيِّمَةِ
Artinya: Padahal mereka tidak
disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan
zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah (98): 5)
Sedangkan tujuan dari mengabdi
kepada Allah disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 21 yaitu agar bertakwa;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي
خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Hai manusia, sembahlah
Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
(QS. Al-Baqarah/ 2: 21)
Salah satu bentuk pengabdian manusia
kepada Allah adalah berpuasa, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/
2: 183, tujuan perintah berpuasa adalah agar bertakwa;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah/ 2: 183)
Adapun di dalam kitab Musnad Ahmad
hadits nomor 1420 dinyatakan bahwa Bumi ini adalah bumi milik Allah, semua hamba
adalah hamba Allah, maka di manapun kalian mendapatkan kebaikan tegakkanlah;
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ حَدَّثَنَا
بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنِي جُبَيْرُ بْنُ عَمْرٍو الْقُرَشِيُّ حَدَّثَنِي
أَبُو سَعْدٍ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ أَبِي يَحْيَى مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ
عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبِلَادُ بِلَادُ اللَّهِ وَالْعِبَادُ عِبَادُ
اللَّهِ فَحَيْثُمَا أَصَبْتَ خَيْرًا فَأَقِمْ [1]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Yazid bin Abdu Rabbihi telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin Al
Walid telah menceritakan kepadaku Jubair bin 'Amru Al Qarsyi telah menceritakan
kepadaku Abu Sa'd Al Anshari dari Abu Yahya mantan budak keluarga Zubair bin Awwam,
dari Zubair bin Al Awwam radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Bumi ini adalah bumi Allah, semua hamba adalah hamba Allah,
maka di manapun kalian dapat melakukan kebaikan laksanakanlah."
Di dalam kitab Shahih Bukhari
hadits nomor 2701 dinyatakan bahwa Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah agar mereka
menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun;
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ سَمِعَ يَحْيَى
بْنَ آدَمَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ
عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ
تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ
اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ
وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ
مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ
النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا [2]
Artinya: Ishaq bin Ibrahim
menceritakan kepadaku, dia mendengar Yahya bin Adam berkata: Abu Al-Ahwash meriwayatkan
kepada kami dari Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dari Mu’adz رضي الله عنه, dia berkata: Aku pernah membonceng Nabi ﷺ di atas seekor keledai yang bernama 'Ufair. Lalu beliau bersabda, "Wahai
Mu'adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba-hamba
atas Allah?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Beliau bersabda, "Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah agar mereka menyembah-Nya
dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan hak hamba-hamba atas Allah adalah
Dia tidak akan mengazab siapa pun yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun."
Aku berkata, "Wahai Rasulullah,
bolehkah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada manusia?" Beliau bersabda,
"Jangan kamu sampaikan kabar gembira ini, agar mereka tidak bergantung (dan
meninggalkan amal)."
Hak Allah atas
hamba-hamba-Nya adalah agar mereka menyembah-Nya, maka dimanapun seorang hamba
harus mengabdi, menyembah, beribadah kepada Allah dengan cara melakukan
kebaikan, kebaikan yang diterima Allah adalah kebaikan yang dilakukan atas
dasar takwa kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar