08/04/2026

42. Rasulullah Muhammad SAW Adalah Orang Yang Paling Bertakwa

42.       Rasulullah Muhammad SAW Adalah Orang Yang Paling Bertakwa

Keistimewaan takwa ke empat puluh dua “Rasulullah SAW adalah orang yang paing bertakwa” keistimewaan ini di dasari pernyataan Rasulullah SAW bahwa di antara kalian akulah yang paling bertakwa dan paling mengerti tentang Allah, yang termuat di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 20;

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنْ الْأَعْمَالِ بِمَا يُطِيقُونَ قَالُوا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ الْغَضَبُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdah dari Hisyam dari bapaknya dari Aisyah berkata: "Rasulullah bila memerintahkan kepada para sahabat, Beliau memerintahkan untuk melakukan amalan yang mampu mereka kerjakan, kemudian para sahabat berkata; "Kami tidaklah seperti engkau, ya Rasulullah, karena engkau sudah diampuni dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang". Maka Beliau  menjadi marah yang dapat terlihat dari wajahnya, kemudian bersabda: "Sesungguhnya yang paling takwa dan paling mengerti tentang Allah diantara kalian adalah aku".

Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 23682 juga disebutkan pernyataan Rasulullah SAW bahwa Aku adalah yang paling bertakwa kepada Allah diantara kalian;

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ أَنَّ الْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَ عَطَاءً أَنَّهُ قَبَّلَ امْرَأَتَهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَمَرَ امْرَأَتَهُ فَسَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ فَأَخْبَرَتْهُ امْرَأَتُهُ فَقَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخَّصُ لَهُ فِي أَشْيَاءَ فَارْجِعِي إِلَيْهِ فَقُولِي لَهُ فَرَجَعَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخَّصُ لَهُ فِي أَشْيَاءَ فَقَالَ أَنَا أَتْقَاكُمْ لِلَّهِ وَأَعْلَمُكُمْ بِحُدُودِ اللَّهِ [2]

Artinya: Telah bercerita kepada kami 'Abdur Razzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengkhabarkan kepada kami Zaid bin Aslam dari 'Atho` bin Yasar dari seorang Anshar bahwa seorang Anshar memberi khabar kepada 'Atha' bahwa ia mencium istrinya dimasa Rasulullah  saat puasa lalu ia memerintahkan istrinya kemudian ia bertanya kepada nabi  tentang hal itu, nabi  bersabda: "Sesungguhnya Rasulullah  melakukannya." Lalu istrinya memberitahunya kemudian ia berkata: Sesungguhnya nabi  diberi banyak keringanan pada beberapa hal, kembalilah pada beliau dan katakan pada beliau. Istrinya kembali lagi menemui nabi  lalu berkata: Sesungguhnya nabi  diberi keringanan pada beberapa hal. Lalu nabi  bersabda: "Aku adalah yang paling bertakwa kepada Allah diantara kalian dan paling tahu batasan-batasan Allah di antara kalian."

Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 4351 juga disebutkan pernyataan Rasulullah SAW bahwa “Aku penduduk bumi yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah”

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي نُعْمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ بَعَثَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْيَمَنِ بِذُهَيْبَةٍ فِي أَدِيمٍ مَقْرُوظٍ لَمْ تُحَصَّلْ مِنْ تُرَابِهَا قَالَ فَقَسَمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ بَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ بَدْرٍ وَأَقْرَعَ بْنِ حابِسٍ وَزَيْدِ الْخَيْلِ وَالرَّابِعُ إِمَّا عَلْقَمَةُ وَإِمَّا عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ كُنَّا نَحْنُ أَحَقَّ بِهَذَا مِنْ هَؤُلَاءِ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ يَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ مُشَمَّرُ الْإِزَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ قَالَ وَيْلَكَ أَوَلَسْتُ أَحَقَّ أَهْلِ الْأَرْضِ أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ قَالَ ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ قَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قَالَ لَا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي فَقَالَ خَالِدٌ وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلَا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ قَالَ ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْهِ وَهُوَ مُقَفٍّ فَقَالَ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ رَطْبًا لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ وَأَظُنُّهُ قَالَ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ [3]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari Umara bin Al-Qa'qa' bin Shubrumah, telah menceritakan kepada kami Abdul Rahman bin Abi Nu'm yang berkata, saya mendengar Abu Sa'id Al-Khudri berkata, "Ali bin Abi Thalib, semoga Allah meridhoinya, mengirim emas yang belum dikeluarkan dari tanahnya dalam kulit yang dijahit dari Yaman kepada Rasulullah , lalu beliau membaginya kepada empat orang: Uyainah bin Badr, Al-Aqra' bin Habis, Zaid Al-Khail, dan yang keempat antara Alqamah atau Amir bin Tufail." Seorang sahabat berkata, "Kami lebih berhak atas ini daripada mereka." Ketika hal itu sampai kepada Nabi , beliau bersabda, "Bukankah kalian mempercayai saya, padahal saya adalah orang yang dipercaya oleh (Allah) yang ada di langit, berita dari langit datang kepadaku di pagi dan sore hari?" Kemudian berdirilah seorang laki-laki yang matanya cekung, pipinya menonjol, dahinya menonjol, berjenggot tebal, kepala dicukur, mengenakan ikat pinggang. Ia berkata, "Wahai Rasul Allah, bertakwalah kepada Allah." Nabi  menjawab, "Celakalah kamu, bukankah saya paling berhak di antara manusia di muka bumi ini untuk bertakwa kepada Allah?" Kemudian orang itu berlalu, dan Khalid bin Walid berkata, "Wahai Rasul Allah, izinkan saya memenggal lehernya." Nabi  berkata, "Jangan, mungkin ia adalah orang yang melaksanakan sholat." Khalid berkata, "Berapa banyak orang yang sholat mengucapkan dengan lisannya apa yang tidak ada di dalam hatinya." Nabi  berkata, "Saya tidak diperintahkan untuk menggali hati manusia atau membuka perut mereka." Kemudian Nabi melihatnya sambil berlalu dan berkata, "Dari keturunan orang ini akan muncul kaum yang membaca Kitab Allah secara lancar yang tidak melewati kerongkongannya, mereka akan keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya. Dan saya kira beliau berkata, 'Jika aku masih hidup saat itu, aku akan membunuh mereka seperti pembunuhan kaum Thamud.'"

Di dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 1110 dikutip pernyataan Rasulullah bahwa : "Sesunguhnya saya berharap, bahwa sayalah yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan paling tahu bagaimana caranya bertakwa."

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهُوَ ابْنُ مَعْمَرِ بْنِ حَزْمٍ الْأَنْصَارِيُّ أَبُو طُوَالَةَ أَنَّ أَبَا يُونُسَ مَوْلَى عَائِشَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَفْتِيهِ وَهِيَ تَسْمَعُ مِنْ وَرَاءِ الْبَابِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُدْرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ أَفَأَصُومُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا تُدْرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ فَأَصُومُ فَقَالَ لَسْتَ مِثْلَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَعْلَمَكُمْ بِمَا أَتَّقِي [4]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr - Ibnu Ayyub berkata- telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman -ia adalah Ibnu Ma'mar bin Hazm Al Anshari Abu Thuwalah bahwa Abu Yunus Maula Aisyah telah mengabarkan kepadanya dari Aisyah bahwasanya; Ada seorang laki-laki datang meminta fatwa kepada Nabi , sementara Aisyah waktu itu mendengar dari balik pintu. Lakli-laki itu bertanya: "Wahai Rasululah, waktu shalat telah tiba sedangkan aku dalam keadaan junub. Bolehkah aku meneruskan puasaku?" Rasulullah  menjawab: "Aku pun pernah mendapati waktu Subuh dalam keadaan junub, namun aku tetap berpuasa." Laki-laki itu berkata, "Anda tidaklah sama dengan kami wahai Rasulullah. Sebab Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda baik telah berlalu atau pun yang akan datang." Maka beliau pun bersabda: "Sesunguhnya saya berharap, bahwa sayalah yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan paling tahu bagaimana caranya bertakwa." [5]

Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2505 disebutkan pernyataan Rasulullah SAW bahwa  Demi Allah, saya lebih berbakti dan lebih bertakwa kepada Allah daripada mereka.;

- حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ. وَعَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ صُبْحَ رَابِعَةٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ، مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ لَا يَخْلِطُهُمْ شَيْءٌ، فَلَمَّا قَدِمْنَا، أَمَرَنَا فَجَعَلْنَاهَا  عُمْرَةً، وَأَنْ نَحِلَّ إِلَى نِسَائِنَا، فَفَشَتْ فِي ذَلِكَ الْقَالَةُ. قَالَ عَطَاءٌ: فَقَالَ جَابِرٌ: فَيَرُوحُ أَحَدُنَا إِلَى مِنًى وَذَكَرُهُ يَقْطُرُ مَنِيًّا، فَقَالَ جَابِرٌ بِكَفِّهِ، فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ ﷺ فَقَامَ خَطِيبًا، فَقَالَ: (بَلَغَنِي أَنَّ أَقْوَامًا يَقُولُونَ كَذَا وَكَذَا، وَاللَّهِ لَأَنَا أَبَرُّ وَأَتْقَى لِلَّهِ مِنْهُمْ، وَلَوْ أَنِّي اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ مَا أَهْدَيْتُ، وَلَوْلَا أَنَّ مَعِي الْهَدْيَ لأَحْلَلْتُ). فَقَامَ سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هِيَ لَنَا أَوْ لِلْأَبَدِ؟ فَقَالَ: (لَا، بَلْ لِلْأَبَدِ). قَالَ: وَجَاءَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا: يَقُولُ لَبَّيْكَ بِمَا أَهَلَّ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، وَقَالَ: وَقَالَ الْآخَرُ: لَبَّيْكَ بِحَجَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ أَنْ يُقِيمَ عَلَى إِحْرَامِهِ، وَأَشْرَكَهُ فِي الهدي. [6]

Artinya: Dari Abu Nu'man, ia berkata: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Abdul Malik bin Juraij, dari 'Atha', dari Jabir, dan dari Thawus, dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: "Nabi  tiba pada pagi hari keempat Dzulhijjah, dalam keadaan para sahabatnya telah berniat haji tanpa mencampurinya dengan hal lain. Ketika kami tiba, beliau memerintahkan kami untuk menjadikannya umrah dan agar kami bisa bersenang-senang dengan istri-istri kami. Lalu tersebarlah desas-desus tentang hal itu. 'Atha' berkata: 'Jabir berkata: Salah seorang dari kami pergi ke Mina dengan kemaluannya masih basah oleh air mani.' Jabir menunjukkan hal itu dengan tangannya. Berita itu sampai kepada Nabi , lalu beliau berdiri dan berkhutbah, bersabda: 'Telah sampai kepada saya bahwa ada beberapa orang yang berkata begini dan begitu. Demi Allah, saya lebih berbakti dan lebih bertakwa kepada Allah daripada mereka. Seandainya saya tahu sebelumnya apa yang saya ketahui sekarang, saya tidak akan membawa hewan kurban, dan jika saya tidak membawa hewan kurban, saya akan bertahallul (melepaskan ihram).' Lalu Suraqah bin Malik bin Ju'syum berdiri dan berkata: 'Ya Rasulullah, apakah ini hanya untuk kita atau untuk selamanya?' Beliau bersabda: 'Tidak, tetapi untuk selamanya.' Ali bin Abi Thalib datang dan salah seorang dari mereka berkata: 'Saya melaksanakan haji sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ,' dan yang lain berkata: 'Saya melaksanakan haji Rasulullah .' Maka Nabi  memerintahkan Ali untuk tetap dalam keadaan ihram dan memasukkan hewan kurban bersama beliau."

Di  dalam kitab Sunan Ibnu Majah, nomor 19 dan 20  dan kitab Musnad Ahmad nomor 986, disebutkan pernyataan bahwa Apabila aku menceritakan kepada kalian sesuatu dari Rasulullah , maka anggaplah bahwa Rasulullah  selalu melakukan yang paling baik, paling benar, dan paling bertakwa.;

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَظُنُّوا بِهِ الَّذِي هُوَ أَهْنَاهُ وَأَهْدَاهُ وَأَتْقَاهُ [7]

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Syu'bah dari 'Amr bin Murrah dari Abu Al-Bakhtari dari Abu 'Abdurrahman As-Sulami dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata: 'Apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadis dari Rasulullah , maka anggaplah bahwa hadis itu adalah yang paling baik, paling benar, dan paling bertakwa.'"

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَظُنُّوا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْيَاهُ وَأَهْدَاهُ وَأَتْقَاهُ [8]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amru bin Murrah dari Abu Al Bakhtari dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata: Ali berkata: "Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, anggaplah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang paling menggembirakan, yang paling mendapat petunjuk dan yang paling takwa."

Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 25288 disebutkan pernyataan Rasulullah SAW bahwa aku adalah yang paling bertakwa di antara mereka kepada Allah Azza wa Jalla;

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عُمَارَةَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي حَفْصَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَانِ عُمَانِيَّانِ أَوْ قَطَرِيَّانِ فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ إِنَّ هَذَيْنِ ثَوْبَانِ غَلِيظَانِ تَرْشَحُ فِيهِمَا فَيَثْقُلَانِ عَلَيْكَ وَإِنَّ فُلَانًا قَدْ جَاءَهُ بَزٌّ فَابْعَثْ إِلَيْهِ يَبِيعُكَ ثَوْبَيْنِ إِلَى الْمَيْسَرَةِ قَالَ قَدْ عَرَفْتُ مَا يُرِيدُ مُحَمَّدٌ إِنَّمَا يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِثَوْبَيَّ أَيْ لَا يُعْطِينِي دَرَاهِمِي فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شُعْبَةُ أُرَاهُ قَالَ قَدْ كَذَبَ لَقَدْ عَرَفُوا أَنِّي أَتْقَاهُمْ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ قَالَ أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَآدَاهُمْ لِلْأَمَانَةِ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Umara, yaitu Ibnu Abi Hafsah, dari 'Ikrimah, dari 'Aisyah bahwa ia berkata: 'Rasulullah  mengenakan dua pakaian dari Oman atau Qatariyah. Maka 'Aisyah berkata kepadanya: 'Dua pakaian ini tebal dan kamu akan berkeringat di dalamnya, sehingga akan menjadi berat bagimu. Dan sesungguhnya si Fulan telah datang membawa kain, maka kirimlah utusan untuk membelinya dengan cara membayar kemudian.' Rasulullah  menjawab: 'Aku tahu apa yang Muhammad (penjual kain) inginkan, dia hanya ingin mengambil dua pakaianku tanpa memberiku dirham (untuk membayar).' Maka hal itu sampai kepada Nabi . Syu'bah berkata: 'Aku kira dia (Nabi ) berkata: 'Dia telah berdusta, sungguh mereka tahu bahwa aku adalah yang paling bertakwa di antara mereka kepada Allah Azza wa Jalla, atau aku adalah yang paling benar dalam berbicara dan paling amanah.'"

Di dalam kitab Shahih Bukhari Hadits nomor 5063 disebutkan pernyataan Rasulullah kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita;

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ الطَّوِيلُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي [9]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Amir Abu Maryam Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far Telah mengabarkan kepada kami Humaid bin Abu Humaid Ath Thawil bahwa ia mendengar Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata: Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata: "Ibadah kita tidak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?" Salah seorang dari mereka berkata: "Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya." Kemudian yang lain berkata: "Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka." Dan yang lain lagi berkata: "Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya." Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada mereka seraya bertanya: "Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa membenci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku."

Pernyataan Rasulullah SAW bahwa dirinya sebagi orang yang paling bertakwa, bukan merupakan bentuk kesombongan melainkan sebagai bentuk pemberitahuan atas keteladanan beliau kepada umatnya, agar umatnya dapat menteladani ketakwaan Rasulullah SAW.



[1] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As-Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 1, Halaman 13, Hadits nomor 20.

[2] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 39, Halaman 87.Hadits nomor 23682.

[3] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As-Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 5, Halaman 162, Hadits nomor 4351.

[4] Abu Al-Husain Muslim Ibn Al-Hajaj , Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 2 , Halaman 781, Hadits nomor 1110.

[5] Muslim ibn al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, no. 1868, Kitāb al-Imārah (Kitab Pemerintahan), Bab “Biānu Sinn al-Bulūgh” (باب بيان سن البلوغ). Teks Arab dan terjemah tersedia di Sunnah.com: “Sahih Muslim 1868”.

[6] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniya, Mesir, 1404, Jilid 3, Halaman 141, Hadits nomor 2505.

[7] Ibnu Majah Ibnu Abdullah Muhammad, Sunan Ibnu Majah, Dar Ihya al-Kitab al-‘Arabiyah, Beirut, 1418 H, Jilid 1, Halaman 9, Hadits nomor 20.

[8] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 2 , Halaman 283, Hadits nomor 986.

[9] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, Al-Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 7, Halaman 2, Hadits nomor 5063.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post