29/03/2026

4. Tingkatan Takwa Berdasar Kata Yang Berdampingan Dengan Kata Takwa Yang Tedapat Di Dalam Al Quran

4. Tingkatan Takwa Berdasar Kata Yang Berdampingan Dengan Kata Takwa Yang Tedapat Di Dalam Al Quran

Mengapa urutan yang terdapat di dalam sub bab 3. Tingkatan Manusia Dalam Al Quran Dan Sunnah di atas, dapat disebut sebagai tingkatan takwa, karena keberadaan kata, sabar, islam, iman, ihsan, juga disebutkan di dalam ayat lainnya berdampingan dengan kata takwa, yang dihubungkan dengan huruf waw ma’iyah, yang mengandung pengertian bersama, sehingga ketika kata sabar diikuti dengan kata takwa dapat dipahami sebagai satu perbuatan, yaitu sabar yang dilakukan dengan takwa, sehingga kata yang berdampingan dengan kata takwa tersebut dapat dipahami sebagai tingkatan takwa, yaitu takwa tingkat sabar, Dapat dikatakan demikian karena kata takwa juga berdampingan dengan kata-kata  lainnya; taubat, islam, iman, ikhsan, dengan demikian kata yang berdampingan dengan kata takwa tersebut menunjukkan sebagai tingkatan takwa, kata-kata tersebut antara lain adalah sebagai berikut; 

1.1.     Taubat/ Inabah Dan Takwa

Di dalam Al Quran surat Ar-Rum/30:31, terdapat kata munibiina ilaihi diikuti wattaquhu, yang dapat dipahami sebagai perbuatan taubat yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat taubat;

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ

Artinya: dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan  Allah,  (QS. Ar-Rum/30:31)

1.2.     Sabar Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 120, Ali-'Imran/ 3: 125 dan Ali-'Imran/ 3: 186 terdapat kata tashbiru diikuti kata wa tattaqu, yang dapat dipahami sebagai perbuatan sabar yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat sabar;

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Artinya: Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Artinya: Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.(QS. Ali-'Imran/ 3: 125)

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS. Ali-'Imran/ 3: 186)

1.3.     Ikhlas (Taat) Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran Surat Al Quran Surat An-Nur/24:52 disebutkan kalimat  yuthi’illaha wa rasulahu kemudian diikuti kata yattaqhi, merupakan gambaran pernyataan orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya dan bertakwa, dapat dipahami  sebagai taat (dengan ikhlas) kepada Allah dan Rasulnya karena takwa, atau juga dapat dipahami takwa di tingkat ikhlas;

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَه وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Artinya: Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. An-Nur/24:52)

Di dalam Al Quran Surat Asy Syu’ara/26 perintah taat kepada Allah dan Rasulnya diulang sebanyak delapan kali, yakni pada ayat; 108,110,126,131,144, 150, 163,179;

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy-Syu'ara'/26: 108,110,126,131,144,150,163,179)

1.4.     Islam Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/3:102 disebutkan perintah bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sesungguhnya,

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Ali 'Imran/3:102)

Perintah bertakwa di atas diikuti dengan penguatan (Taukid) dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa dan masih diperkuat lagi dengan catatan jangan sampai meninggal dunia kecuali dalam keadaan berserah diri (Islam), sehingg dapat dipahami bahwa takwa harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ketakwaan minimal yang harus dipegang sampai mati adalah takwa di tingkat Islam.

1.5.     Beriman dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 103, Al-Maidah/ 5: 65 dan Al-A'raf/ 7: 96, disebutkan kata amanu diikuti wattaqau yang dapat dipahami sebagai perbuatan beriman yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat iman;

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya: Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.(QS. Al-Baqarah/ 2: 103)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Artinya: Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.(QS. Al-Maidah/ 5: 65)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al-A'raf/ 7: 96)

1.6.     Ihsan Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran 3/: 172, Al-Maidah/5: 93 dan An-Nisa'/4: 128 disebutkan kata ahsanu dan tuhsinu berdampingan dengan ittaqau yang artinya berbuat kebaikan (ihsan) dan bertakwa, yang dapat dipahami berbuat ihsan atas dasar takwa, atau takwa di tingkat takwa;

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.(QS. Ali-'Imran 3/: 172).

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(QS. Al-Maidah/5: 93).

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. An-Nisa'/4: 128).

Selain kata-kata yang berdampingan langsung dengan kata takwa tersebut juga terdapat banyak kata-kata lainnya yang tidak berdampingan secara langsung, tetapi beriringan disebut di dalam satu ayat yang sama yang dapat dipahami sebagai bagian dari tingkatan takwa, pembahasannya akan dikemukakan pada bab berikutnya.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post