14/04/2026

54. Bertakwa Harus Dilakukan Dengan Sungguh-Sungguh, Kapan Saja dan Di Mana Saja

54.  Bertakwa Harus Dilakukan Dengan Sungguh-Sungguh, Kapan Saja dan Di Mana Saja

Keistimewaan takwa ke lima puluh empat “Bertakwa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, kapan saja dan di mana saja”, perintah bagi orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, ditegaskan di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 102;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(QS. Ali-'Imran/ 3: 102)

Di dalam Al Quran terdapat perintah yang pola kalimatnya sama dengan perintah bertakwa, yaitu perintah berjihad, dimuat di dalam surat Al-Hajj/ 22: 78 yaitu perintah untuk berjihad (Takwa level tertinggi) dengan jihad yang sebenar-benarnya;

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.(QS. Al-Hajj/ 22: 78)

Sedangkan di dalam Al Quran surat At-Taghabun/ 64: 16 disebutkan perintah untuk bertakwa menurut kesanggupannya (batas maksimal kesungguhannya);

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. At-Taghabun (64): 16)

Dengan demikian kedua ayat perintah takwa tersebut jika digabung menjadi perintah bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa sesuai kesanggupan, melengkapi perintah tersebut di dalam kitab Musnad Imam Ahmad nomor 21047 disebutkan perintah bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada;

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ مُعَاذٍ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ أَوْ أَيْنَمَا كُنْتَ قَالَ زِدْنِي قَالَ أَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا قَالَ زِدْنِي قَالَ خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ [1]

Artinya: Telah bercerita kepada kami 'Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami Isma'il dari Laits dari Habib bin Abu Tsabit dari Maimun bin Abu Syabib dari Mu'adz bin Jabal berkata; Wahai Rasulullah! Berilah aku wasiat. Rasulullah SAW bersabda; "Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada." Mu'adz berkata; Tambahilah. Rasulullah SAW bersabda; "Sertakan kebaikan pada keburukan niscaya akan menghapusnya." Mu'adz berkata; Tambahilah. Rasulullah SAW bersabda; "Perlakukan orang dengan akhlak yang baik."

Penyampaian perintah bertakwa di awali dengan wasiat menunjukkan agar pelaksanaan takwa dilakukan dengan sungguh-sungguh, berikut ini dikemukkaan beberapa hadits yang menggambarkan perintah takwa untuk dilaksanakan dalam berbagai hal dengan sungguh-sungguh;

1.  Mentaati Pemimpin

Di dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits nomor 2676 disebutkan wasiat Rasulullah SAW "Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun kepada seorang budak Habasyi..”;

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ رَجُلٌ إِنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ [2]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, telah menceritakan kepada kami Baqiyah bin Al-Walid dari Bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin Amr As-Sulami dari Al-'Irbadh bin Sariyah yang berkata: Suatu hari Rasulullah memberikan kami sebuah nasihat setelah shalat subuh, sebuah nasihat yang sangat mendalam hingga membuat mata menangis dan hati bergetar. Maka seseorang berkata, "Sesungguhnya ini adalah nasihat perpisahan. Apa yang engkau wasiatkan kepada kami, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun kepada seorang budak Habasyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian, niscaya akan melihat banyak perselisihan. Jauhilah hal-hal baru (dalam agama) karena itu adalah kesesatan. Barangsiapa di antara kalian yang mendapati hal itu, maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian."

2.  Mencari Kesembuhan

Di dalam kitab shahih Bukhari hadits nomor 5718 disebutkan pernyataan bertakwalah kepada Allah, janganlah kalian menyakiti anak-anak kalian dengan jimat-jimat ini;

حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ: أَخْبَرَنَا عَتَّابُ بْنُ بَشِيرٍ، عَنْ إِسْحَاقَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ أَنَّ أُمَّ قَيْسٍ بِنْتَ مِحْصَنٍ وَكَانَتْ مِنَ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلِ اللَّاتِي بَايَعْنَ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَهِيَ أُخْتُ عُكَّاشَةَ بْنِ مِحْصَنٍ أَخْبَرَتْهُ «أَنَّهَا أَتَتْ رَسُولَ اللهِ ﷺ بِابْنٍ لَهَا قَدْ عَلَّقَتْ عَلَيْهِ مِنَ الْعُذْرَةِ، فَقَالَ: اتَّقُوا اللهَ عَلَى مَا تَدْغَرُونَ أَوْلَادَكُمْ بِهَذِهِ الْأَعْلَاقِ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ مِنْهَا ذَاتُ الْجَنْبِ» يُرِيدُ الْكُسْتَ يَعْنِي: الْقُسْطَ قَالَ: وَهِيَ لُغَةٌ. [3]

Artinya: Diriwayatkan oleh Muhammad Attab bin Bashir menceritakan kepada kami, dari Ishaq, dari Az-Zuhri yang berkata: 'Ubaidullah bin Abdullah memberitahuku bahwa Ummu Qais binti Mihshan, yang termasuk di antara para muhajirin pertama yang berbaiat kepada Rasulullah  dan merupakan saudara perempuan dari Ukasyah bin Mihshan, memberitahunya bahwa dia membawa anaknya kepada Rasulullah  yang telah diberi jimat untuk mengobati penyakit tenggorokan. Rasulullah  bersabda: 'Bertakwalah kepada Allah, janganlah kalian menyakiti anak-anak kalian dengan jimat-jimat ini. Gunakanlah kayu India ini, karena di dalamnya terdapat tujuh macam obat, salah satunya untuk penyakit dada.' Beliau mengacu pada kayu kostus, yang merupakan bahasa lain."

3.  Berkata Benar

Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 19703 disebutkan perintah Allah kepada Rasulullah untuk menyatakan "Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung memerintahkanku untuk memerintahkan kalian agar bertakwa kepada Allah dan berkata dengan perkataan yang benar."

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي شَيْبَانَ عَن لَيْثٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَى عَن أَبِيهِ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الظُّهْرِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ مَكَانَكُمْ فَاسْتَقْبَلَ الرِّجَالَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَأْمُرُنِي أَنْ آمُرَكُمْ أَنْ تَتَّقُوا اللَّهَ وَأَنْ تَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ثُمَّ تَخَطَّى الرِّجَالَ فَأَتَى النِّسَاءَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَأْمُرُنِي أَنْ آمُرَكُنَّ أَنْ تَتَّقِينَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَأَنْ تَقُلْنَ قَوْلًا سَدِيدًا ثُمَّ رَجَعَ إِلَى الرِّجَالِ فَقَالَ إِذَا دَخَلْتُمْ مَسَاجِدَ الْمُسْلِمِينَ وَأَسْوَاقَهُمْ أَوْ أَسْوَاقَ الْمُسْلِمِينَ وَمَسَاجِدَهُمْ وَمَعَكُمْ مِنْ هَذِهِ النَّبْلِ شَيْءٌ فَأَمْسِكُوا بِنُصُولِهَا لَا تُصِيبُوا أَحَدًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَتُؤْذُوهُ أَوْ تَجْرَحُوهُ [4]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Nadhr, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, yaitu Syaiban, dari Laits, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari ayahnya yang berkata: Rasulullah  pernah shalat Zuhur bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami dan berkata, "Tetaplah di tempat kalian." Kemudian beliau menghadap kepada para laki-laki dan berkata, "Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung memerintahkanku untuk memerintahkan kalian agar bertakwa kepada Allah dan berkata dengan perkataan yang benar." Kemudian beliau melewati para laki-laki dan mendatangi para wanita, lalu berkata, "Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung memerintahkanku untuk memerintahkan kalian agar bertakwa kepada Allah dan berkata dengan perkataan yang benar." Setelah itu beliau kembali kepada para laki-laki dan berkata, "Apabila kalian memasuki masjid-masjid kaum Muslimin dan pasar-pasar mereka atau pasar-pasar kaum Muslimin dan masjid-masjid mereka, sementara kalian membawa anak panah seperti ini, maka peganglah ujungnya agar tidak melukai atau menyakiti salah seorang dari kaum Muslimin."

4.  Memperlakukan Anak-anaknya

Di dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 1243 disebutkan perintah 'Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu;

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ فَقَالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُشْهِدَهُ عَلَى صَدَقَتِي فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَعَلْتَ هَذَا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ قَالَ لَا قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا فِي أَوْلَادِكُمْ فَرَجَعَ أَبِي فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ [5]

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Al-'Awwam dari Hushain dari Asy-Sya'bi. Ia berkata: Aku mendengar Nu'man bin Basyir (juga diriwayatkan melalui jalur lain). Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya (dengan lafaz yang serupa dengannya), ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Al-Ahwash dari Hushain dari Asy-Sya'bi dari Nu'man bin Basyir.Ia (Nu'man) berkata: "Ayahku memberikan kepadaku sebagian dari hartanya (sebagai sedekah). Lalu ibuku, 'Amrah binti Rawahah, berkata: 'Aku tidak akan rela sampai engkau menjadikan Rasulullah  sebagai saksi atas pemberian ini.' Maka ayahku pergi kepada Nabi  untuk menjadikannya saksi atas sedekahku. Maka Rasulullah  bersabda kepadanya: 'Apakah engkau melakukan hal ini kepada semua anakmu?' Ayahku menjawab: 'Tidak.' Rasulullah  pun bersabda: 'Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.' Kemudian ayahku kembali dan membatalkan sedekah tersebut."

5.  Memperlakukan Binatang

Di dalam kitab Sunan Abu Daud 2185 disebutkan perintah Bertakwalah kepada Allah terhadap binatang-binatang yang tidak dapat berbicara;

 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مِسْكِينٌ يَعْنِي بْنَ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُهَاجِرٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ السَّلُولِيِّ عَنْ سَهْلِ ابْنِ الْحَنْظَلِيَّةِ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعِيرٍ قَدْ لَحِقَ ظَهْرُهُ بِبَطْنِهِ فَقَالَ اتَّقُوا اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكَبُوهَا صَالِحَةً وَكُلُوهَا صَالِحَةً [6]

Terjemah: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad An-Nufaili, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Miskin (yakni) Ibnu Bukair, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muhajir dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Kabsyah As-Sululi dari Sahl bin Al-Hanzhaliyyah, ia berkata:Rasulullah   melewati seekor unta yang punggungnya telah menyatu dengan perutnya (karena kurus). Maka beliau  bersabda:"Bertakwalah kepada Allah terhadap binatang-binatang yang tidak dapat berbicara ini. Naikilah mereka dengan cara yang baik, dan makanlah mereka dengan cara yang baik."

6.  Berada Di Alam; Bertakbir Ketika Berada Di Tempat Yang Tinggi

Di dalam kitab Musnad Ahmad Hadis No. 10165 disebutkan wasiat untuk bertakwa kepada Allah dan bertakbir ketika berada di tempat yang tinggi;

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ سَفَرًا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالتَّكْبِيرِ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ فَلَمَّا مَضَى قَالَ اللَّهُمَّ ازْوِ لَهُ الْأَرْضَ وَهَوِّنْ عَلَيْهِ السَّفَرَ [7]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata: Ada seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika akan melakukan safar, lalu ia berkata: "Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat, " maka beliau bersabda: "Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah dan bertakbir ketika sedang berada di tempat yang tinggi, " maka ketika laki-laki tersebut telah berlalu, beliau berdoa: "Ya Allah, perpendeklah jarak bumi untuknya dan mudahkan perjalanannya."

7.  Memperoleh Kemenangan; Kejayaan

Di dalam kitab Sunan Tirmidzi  Hadis nomor 2257 disebutkan pernyataan kalian akan mendapatkan kemenangan, keberuntungan, dan penaklukan-penaklukan, maka barangsiapa diantara kalian memperoleh hal itu, hendaklah bertakwa kepada Allah;

 حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّكُمْ مَنْصُورُونَ وَمُصِيبُونَ وَمَفْتُوحٌ لَكُمْ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ وَلْيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَلْيَنْهَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya: Telah bercerita kepada kami Mahmud bin Ghailan telah bercerita kepada kami Abu Dawud telah memberitakan kepada kami Syu'bah dari Simak bin Harb berkata: Aku mendengar Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud bercerita dari ayahnya berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "kalian akan mendapatkan kemenangan, keberuntungan, dan penaklukan-penaklukan, maka barangsiapa diantara kalian memperoleh hal itu, hendaklah bertakwa kepada Allah, dan hendaklah memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah menyiapkan tempatnya di neraka." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. [8]

8.  Menjaga Diri Dari Kesenangan Dunia Dan Wanita

Di dalam kitab Shahih Muslim  Hadis nomor 4925 ditegaskan perintah untuk bertakwalah dari dunia dan bertakwalah dari wanita;

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا نَضْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ بَشَّارٍ لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ [9]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Maslamah dia berkata: aku mendengar Abu Nadlrah bercerita dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu bertakwalah dari dunia dan bertakwalah dari wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita." Sedangkan di dalam Hadits Ibnu Basyar menggunakan kalimat: 'liyandlur kaifa ta'malun.' (Kemudian Allah (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu).'

Demikianlah beberapa perintah bertakwa yang harus dilakukan dalam segala keadaan, selain perintah bertakwa dalam beberapa kondisi tersebut, masih ada banyak perintah bertakwa dalam kondisi lainnya yang pembahasannya akan dikemukakan pada buku Ilmu Takwa ke tiga.



[1] Imam Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Muassasah al-Risalah, tt, 2001 M, Jilid 36, Hal. 381, Hadits nomor 22059

[2] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar al-Gharib al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 4 halaman 408, Hadits nomor 2676.

[3] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Bukhari,As-Sulthaniyah, Riyadh, 1404 H, Jilid 7, halaman 128, Hadits nomor 5718.

[4] Imam Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Muassasah al-Risalah, tt, 2001 M, Jilid 32, Hal. 476, Hadits nomor 19703

[5] Imam Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid  3 , Halaman 1242, Hadits nomor 1243.

[6] (HR. Abu Daud, Sunan Abi Daud, Maktabah Misriyah, Beirut, tt, Jilid 3, Halaman 23, Hadits nomor 2548.

[7] Imam Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Muassasah al-Risalah, tt, 2001 M, Jilid 16, Halaman 141, Hadits nomor 10165

[8] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar al-Gharib al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 4 halaman 107, Hadits nomor 2257.

[9] Imam Muslim, Shahih Muslim, Matba’ah ‘Isa Albabi Al Halabi, Kairo, 1955 M, Jilid  4 , Halaman 2098, Hadits No. 2742.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post