KLASIFIKASI KATA “TAKWA”
KE DALAM TINGKATAN TAKWA “CERMIN QALBU”
Secara garis besar manusia terbagi dalam dua kelompok besar, kelompok
pertama berbakti, bertakwa, mulia bagi Allah dan kelompok ke dua durhaka,
menyelisihi, hina bagi Allah, pengelompokan ini digambarkan di dalam kitab
hadits Sunan Tirmidzi No. 3193;
حَدَّثَنَا
عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبِّيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ
وَتَعَاظُمَهَا بِآبَائِهَا فَالنَّاسُ رَجُلَانِ بَرٌّ تَقِيٌّ كَرِيمٌ عَلَى
اللَّهِ وَفَاجِرٌ شَقِيٌّ هَيِّنٌ عَلَى اللَّهِ وَالنَّاسُ بَنُو آدَمَ
وَخَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مِنْ تُرَابٍ قَالَ اللَّهُ {يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا
خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ
عَلِيمٌ خَبِيرٌ }[1]{
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah
bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berkhutbah saat penaklukkan Makkah,
beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah
menghilangkan kebanggaan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyangnya
dari kalian. Manusia terbagi dua; berbakti, bertakwa, mulia bagi Allah dan
durhaka, menyelisihi, hina bagi Allah. Manusia adalah anak cucu Adam dan Allah
menciptakan Adam dari tanah. Allah berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal." (Al Hujuraat: 13)
Hadits di atas memberikan informasi tentang pengelompokan manusia, yang
terbagi menjadi dua kategori, kategori yang baik bagi Allah adalah yang;
berbakti, bertakwa dan mulia, sedangkan kategori yang tidak baik bagi Allah
adalah yang; durhaka, berselisih dan hina, masing-masing kategori terdiri dari
beberapa klasifikasi, pada bab ini akan dikemukan hasil pencarian kata takwa
yang ada di dalam Al Quran, kemudian dikategorikan dan diklasifikasikan
menggunakan hierarki tingkat kesadaran manusia “Cermin Qalbu”
Pencarian kata Takwa berdasar kata dasar waqa dan ittaqa,
menggunakan aplikasi Al Quran Zekr. 1.1.0 ditemukan 258 kata di 237 ayat,
sedangkan menggunakan aplkasi Holy Quran versi 8.1, Harf ditemukan 238 ayat. Di
dalam ayat-ayat hasil pencarian tersebut kemudian dianalisis berdasar kata yang
bersanding dengan kata takwa, kata takwa dan kata yang mengiringinya merupakan
petunjuk penting, dapat menunjukan sebagai sebuah informasi, perintah atau
larangan yang berkaitan dengan takwa, 258 ayat tersebut kemudian diklasifikasikan
ke dalam tingkatan takwa “cermin qalbu”.
Di dalam bab ini secara khusus akan mengemukakan ayat-ayat Al Quran
untuk memperkuat bukti kebenaran tingkatan takwa yang disusun dalam bentuk
“Cermin Qalbu”, kebenaran teori tingkatan takwa tersebut juga akan diperkuat
dengan ayat-ayat Al Quran Hadits Nabi, untuk menjelaskan ketakwaan di
masing-masing tingkat, ayat-ayat Al Quran
dan Hadits-Hadits Nabi tersebut akan dikemukan di dalam buku seri “Ilmu
Takwa 3 Cermin Qalbu”, dengan demikian di bab ini, penulis fakus mengemukakan
bukti tingkatan takwa berdasar ayat-ayat Al Quran tentang takwa sesuai dengan
klasifikasinya, sebagai berikut;
Di dalam Al Quran terdapat 7
ayat yang di dalamnya ditemukan kata taubat atau kata lain yang
menunjukkan pada pengertian yang sama dengan taubat yang berdampingan
dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke
dalam klasifikasi takwa di tingkat +1; taubat, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
1.1
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5: 100
قُلْ لَّا
يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِۚ
فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan
yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah
kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma'idah/5:100)
Kesadaran untuk memahami perbedaan antara yang buruk dan yang baik,
kemudian mengikuti yang baik dan meninggalkan yang buruk merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +1 ; taubat.
1.2
Al Quran Surat Al-A'raf/7: 201
اِنَّ
الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا
فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka
dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera
ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat
(kesalahan-kesalahannya). (QS. Al-A'raf/7:201)
Kesadaran bahwa dirinya berbuat kesalahan dan segera kembali kepada
kebenaran merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +1 ; taubat.
1.3
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 29
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًۭا
وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ
ٱلْعَظِيمِ
Artinya: Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah,
Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari
kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai
karunia yang besar.( QS. Al
Anfal/ 8: 29)
Diberi furqan berarti diberi kesadaran untuk memahami perbedaan antara
yang buruk dan yang baik , kemudian mengikuti yang baik merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +1 ; taubat.
1.4
Al Quran Surat At-Taubah/9:44
لَا
يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ اَنْ
يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ
بِالْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan
jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah/9:44)
Kesadaran untuk tidak meninggalkan usaha dalam bersungguh-sungguh dalam
menggunakan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+1 ; taubat.
1.5
Al Quran Surat Ar-Rum/30:31
مُنِيْبِيْنَ
اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ
الْمُشْرِكِيْنَۙ
Artinya: dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah
kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang
yang mempersekutukan Allah, (QS. Ar-Rum/30:31)
Kesadaran untuk kembali kepada Allah dan mengikuti jalan-Nya merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +1 ; taubat.
1.6
Al Quran Surat Al-Hujurat/49:12
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ
الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ
اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari
prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu
mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang
menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. (QS.
Al-Hujurat/49:12)
Kesadaran untuk berhenti dan meninggalkan ketidak baikan fikiran maupun
perasaan merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +1 ; taubat.
1.7
Al Quran Surat Ghafir/40:7
اَلَّذِيْنَ
يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَه يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ
بِهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ
رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ
وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
Artinya: (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang
berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman
kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya
berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala
sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti
jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.
(QS. Gafir/40:7)
Orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Allah didoakan oleh para
malaikat pemilkul ‘Arsy agar Allah meluaskan rahmat, ilmu dan ampunan serta
menjaganya dari azab neraka Jahim.
Di dalam Al Quran terdapat 10 ayat yang di dalamnya ditemukan kata sabar
atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan sabar yang
berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa di tingkat sabar, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
2.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:63
وَاِذْ
اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ
اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami
angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang
telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu
bertakwa.” (QS. Al-Baqarah/2:63)
Kesadaran untuk berpegang teguh pada syariat Islam merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +2; sabar.
2.2
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:120
اِنْ
تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا
بِهَا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ
اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
Artinya: Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih
hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu
bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit
pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (QS. Ali
'Imran/3:120)
Kesadaran untuk tabah dan kuat untuk menghadapi tipu daya dan sikap
yang tidak menyukai merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +2; sabar.
2.3
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:125
بَلٰٓى
ۙاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا
يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُسَوِّمِيْنَ
Artinya: “Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka
datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima
ribu malaikat yang memakai tanda. (QS. Ali 'Imran/3:125)
Allah menjanjikan bagi orang yang sabar yang dilakukan karena Allah
(Takwa) akan diberi pertolongan dengan lima ribu malaikat. Merupakan balasan
bagi yang bertakwa di tingkat +2; sabar
2.4
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:186
لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ
وَاَنْفُسِكُمْۗ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ
قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا
وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Artinya: Kamu pasti akan
diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang
sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan
dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya
yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan. (QS. Ali
'Imran/3:186)
Kesadaran untuk menggunakan
harta dan jiwa di jalan Allah dan ketabahan dalam menghadapi ahli kitab dan
musyrik merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +2; sabar.
2.5
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:200
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا
وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah
bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu
beruntung. (QS. Ali 'Imran/3:200)
Sabar, sabar-sabarkanlah dan
kuatkanlah kesabaranmu karena Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +2; sabar.
2.6
Al Quran Surat Al-A'raf/7:128
قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا
بِاللّٰهِ وَاصْبِرُوْاۚ اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ ۗيُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَاۤءُ
مِنْ عِبَادِهِۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Musa berkata
kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah.
Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia
kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi
orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A'raf/7:128)
Kesadaran untuk tabah dalam
menghadapi pewaris dunia (pemimpin) merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +2; sabar.
تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَآ
اِلَيْكَ ۚمَا كُنْتَ تَعْلَمُهَآ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَاۚ
فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Itulah sebagian
dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah
engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah,
sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Hud/11:49)
Kesabaran yang dilakukan
karena Allah (takwa) akan membuahkan hasil yang baik.
2.8
Al Quran Surat Yusuf/12:90
قَالُوْٓا ءَاِنَّكَ لَاَنْتَ يُوْسُفُۗ قَالَ
اَنَا۠ يُوْسُفُ وَهٰذَآ اَخِيْ قَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَاۗ اِنَّهُ مَنْ يَّتَّقِ
وَيَصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Mereka berkata,
“Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia (Yusuf) menjawab, “Aku Yusuf dan ini
saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.
Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak
menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf/12:90)
Allah tidak menyia-nyiakan
orang yang sabar melakukan perbuatan baik yang dilakukan karena Allah (takwa).
2.9
Al Quran Surat Taha/20:132
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ
عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ
لِلتَّقْوٰى
Artinya: Dan
perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya.
Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan
akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS.
Taha/20:132)
Kesabaran dalam menegakkan
shalat dalam keluarga, dan hasil yang baik akan diberikan kepada orang yang
melakukannya karena Allah (takwa).
2.10
Al Quran Surat Az-Zumar/39:10
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا
رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ
اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.”
Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan
bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan
pahalanya tanpa batas. (QS. Az-Zumar/39:10)
Allah akan menyempurnakan
balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dengan sabar yang dilakukan oleh
orang yang beriman dan bertakwa.
Ditemukan 17 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata ikhlas atau kata lain yang menunjukkan pada
pengertian yang sama dengan ikhlas yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa di
tingkat ikhlas, ayat-ayat tersebut
adalah sebagai berikut;
3.1
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:50
وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ
التَّوْرٰىةِ وَلِاُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ
بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Artinya: Dan sebagai
seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku
menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku
datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu,
bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Ali 'Imran/3:50)
Ketaatan kepada Rasul
merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
3.2
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:7
وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ
وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهِ ۙاِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا
ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Artinya: Dan ingatlah akan
karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu, ketika
kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Dan bertakwalah kepada
Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al-Ma'idah/5:7)
Ketaatan kepada Rasul
merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
3.3
Al Quran Surat Al-Anfal/8:1
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ
الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ
بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Mereka menanyakan
kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah,
“Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan
Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara
sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang
beriman.” (QS. Al-Anfal/8:1)
Ketaatan kepada Allah dan
Rasul merupakan ketakwaan di tingkat +3; ikhlas.
3.4
Al Quran Surat An-Nahl/16:52
وَلَه مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَهُ الدِّيْنُ
وَاصِبًاۗ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan milik-Nya
meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah (ibadah
dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut (takwa) kepada selain Allah?
(QS. An-Nahl/16:52)
Ketaatan kepada pemilik
langit dan bumi merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
3.5
Al Quran Surat An-Nur/24:52
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَه وَيَخْشَ اللّٰهَ
وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
Artinya: Dan barangsiapa
taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa
kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS.
An-Nur/24:52)
Ketaatan kepada Allah dan
Rasul merupakan ketakwaan di tingkat +3; ikhlas.
3.6
Al Quran Surat Asy Syu’ara/26 :
108,110,126,131,144, 150, 163,179
فَاتَّقُوا
اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
Artinya: Maka bertakwalah
kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy-Syu'ara'/26:
108,110,126,131,144,150,163,179)
Ketaatan kepada Rasul
merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
3.7
Al Quran Surat Az-Zumar/39:10-11
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا
رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ
اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ,
قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.”
Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan
bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan
pahalanya tanpa batas. Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar
menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
(QS. Az-Zumar/39:10-11)
Beribadah dengan ikhlas
kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
3.8
Al Quran Surat At-Tagabun/64:16
فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ
وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: Maka bertakwalah
kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan
infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari
kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At-Tagabun/64:16)
Bertakwa kepada Allah sesuai
kesanggupan maksimal, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +3; ikhlas.
3.9
Al Quran Surat Az-Zukhruf/43:63
وَلَمَّا جَاۤءَ عِيْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ قَالَ
قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِاُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ
تَخْتَلِفُوْنَ فِيْهِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Artinya: Dan ketika Isa
datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan
membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu
perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS.
Az-Zukhruf/43:63)
Ketaatan kepada Rasul
merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ
وَاَطِيْعُوْنِۙ
Artinya: (yaitu) sembahlah
Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, (QS. Nuh/71:3)
Ketaatan kepada Rasul
merupakan ketakwaan kepada Allah di tingkat +3; ikhlas.
Ditemukan 28 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata Islam
atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan Islam
yang berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa di tingkat + 4; Islam, secara umum
ketakwaan di tingkat Islam berada pada pelaksanaan syariat Islam dan rukun
Islam, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
4.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:21
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Wahai manusia!
Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum
kamu, agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah/2:21)
Berserah diri untuk mengabdi
kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:179
وَلَكُمْ فِى الْقِصَاصِ حَيٰوةٌ يّٰٓاُولِى
الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan dalam qisas
itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu
bertakwa. (QS. Al-Baqarah/2:179)
Qisas yang dilakukan karena
Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.3
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:180
كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ
الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًا ۖ ۨالْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ
بِالْمَعْرُوْفِۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ ۗ
Artinya: Diwajibkan atas
kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia
meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan
cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.
Al-Baqarah/2:180)
Meninggalkan wasiat yang baik
karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.4
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah/2:183)
Puasa yang dilakukan karena
Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.5
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:196
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ
فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا
رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا
اَوْ بِهِٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ
ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ
مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ
اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ
اَهْلُهُ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ
اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: Dan
sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung
(oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu
mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di
antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka
dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu
dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib
menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya,
maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah
kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang
keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada
Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS.
Al-Baqarah/2:196)
Haji dan Umrah yang dilakukan
karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.6
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:197
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ
فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ
وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ
خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَاب
Artinya: (Musim) haji itu
(pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji
dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat
maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang
kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang
yang mempunyai akal sehat! (QS. Al-Baqarah/2:197)
Membekali diri secara materi
maupun rohani merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.7
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:203
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ
ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ
فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا
اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: Dan berzikirlah
kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat
(meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan
barangsiapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang
yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan
dikumpulkan-Nya. (QS. Al-Baqarah/2:203)
Berdzikir menyebut nama Allah
pada hari tasyriq karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4;
Islam.
4.8
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:223
نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا
حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya: Istri-istrimu
adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara
yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada
Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah
kabar gembira kepada orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah/2:223)
Menggauli istri dengan cara
yang baik merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.9
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:233
وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ
حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى
الْمَوْلُوْدِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ
اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ
وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ
مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ
تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ
اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ
بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya
selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban
ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang
tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli
waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih
dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas
keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak
ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah
kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Baqarah/2:233)
Menyusui anak karena Allah
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.10
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:237
وَاِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ
تَمَسُّوْهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ
اِلَّآ اَنْ يَّعْفُوْنَ اَوْ يَعْفُوَا الَّذِيْ بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۗ
وَاَنْ تَعْفُوْٓا اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۗ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۗ
اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: Dan jika kamu
menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan
Maharnya, maka (bayarlah) seperdua dari yang telah kamu tentukan, kecuali jika
mereka (membebaskan) atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di
tangannya. Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa
kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Baqarah/2:237)
Mentalaq istri yang belum
duhul dan memberikan setengah maharnya karena Allah merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat + 4; Islam.
4.11
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:241
وَلِلْمُطَلَّقٰتِ مَتَاعٌ ۢبِالْمَعْرُوْفِۗ
حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Dan bagi
perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut‘ah menurut cara yang
patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/2:241)
Memeberikan mut’ah kepada
istri yang ditalaq secara baik karena Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat + 4; Islam.
4.12
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 278
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum
dipungut) jika kamu orang beriman. (QS. Al-Baqarah/2:278)
Meninggalkan riba karena
Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.13
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:282
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا
تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ
بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا
عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ
وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔاۗ فَاِنْ كَانَ الَّذِيْ
عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا اَوْ ضَعِيْفًا اَوْ لَا يَسْتَطِيْعُ اَنْ يُّمِلَّ
هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِۗ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْۚ
فَاِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَّامْرَاَتٰنِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ
الشُّهَدَۤاءِ اَنْ تَضِلَّ اِحْدٰىهُمَا فَتُذَكِّرَ اِحْدٰىهُمَا الْاُخْرٰىۗ
وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَۤاءُ اِذَا مَا دُعُوْا ۗ وَلَا تَسْـَٔمُوْٓا اَنْ
تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا اَوْ كَبِيْرًا اِلٰٓى اَجَلِهِۗ ذٰلِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ
اللّٰهِ وَاَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَاَدْنٰىٓ اَلَّا تَرْتَابُوْٓا اِلَّآ اَنْ
تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ اَلَّا تَكْتُبُوْهَاۗ وَاَشْهِدُوْٓا اِذَا تَبَايَعْتُمْ ۖ وَلَا
يُضَاۤرَّ كَاتِبٌ وَّلَا شَهِيْدٌ ەۗ وَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهٗ فُسُوْقٌۢ بِكُمْ
ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan,
hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu
menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya
sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan.
Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa
kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya.
Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau
tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan
benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika
tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua
orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang
ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan
janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan
menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang
demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan
lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan
perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi
kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual
beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan
(yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan
bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah/2:282)
Bermu’amalah mengikuti
syariat Islam karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.14
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:283
وَاِنْ كُنْتُمْ عَلٰى سَفَرٍ وَّلَمْ تَجِدُوْا
كَاتِبًا فَرِهٰنٌ مَّقْبُوْضَةٌ ۗفَاِنْ اَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ
الَّذِى اؤْتُمِنَ اَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّه ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَۗ
وَمَنْ يَّكْتُمْهَا فَاِنَّهُ اٰثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ
ࣖ
Artinya: Dan jika kamu
dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka hendaklah
ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi, jika sebagian kamu mempercayai
sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya
(utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Dan janganlah
kamu menyembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyikannya, sungguh,
hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.
Al-Baqarah/2:283)
Menulis perjanjian dan
mengadakan saksi karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.15
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:102
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan
janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Ali 'Imran/3:102)
Bertakwalah kepada Allah
dengan takwa yang sesungguhnya, minimal ketakwaan yang harus dipegang sampai
mati adalah takwa di tingkat + 4; Islam.
4.16
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:130
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا
الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَۚ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah
kepada Allah agar kamu beruntung. (Ali 'Imran/3:130)
Meninggalkan riba karena
Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.17
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:4
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ
اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ
تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ
عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ
اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Artinya: Mereka bertanya
kepadamu (Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, ”Yang
dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap)
oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih
menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang
ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan
bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS.
Al-Ma'idah/5:4)
Memakan makanan yang
dihalakan Allah karena mentaati Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +
4; Islam.
4.18
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:27
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ
بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ
يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ
اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Dan ceritakanlah
(Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika
keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua
(Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata,
“Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya
menerima (amal) dari orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma'idah/5:27)
Berqurban karena Allah
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.19
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:88
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا
طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُوْنَ
Artinya: Dan makanlah dari
apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan
bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. Al-Ma'idah/5:88)
Memakan makanan yang
dihalakan Allah karena mentaati Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +
4; Islam.
4.20
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:96
اُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا
لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۚوَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا
ۗوَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: Dihalalkan bagimu
hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang
lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu
(menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah
yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali). (QS. Al-Ma'idah/5:96)
Memakan makanan yang
dihalakan Allah karena mentaati Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +
4; Islam.
4.21
Al Quran Surat Al-An'am/6:72
وَاَنْ
اَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّقُوْهُۗ وَهُوَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: dan agar
melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya
kamu semua akan dihimpun. (QS. Al-An'am/6:72)
Mendirikan shalat karena
Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.22
Al Quran Surat Al-An'am/6:153
وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا
فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ۗذٰلِكُمْ
وَصّٰىكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan sungguh,
inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang
lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia
memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-An'am/6:153)
Mengikuti jalan-Nya yang
lurus merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam
4.23
Al Quran Surat Al-A'raf/7:26
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ
لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ
ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Artinya: Wahai anak cucu
Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan
untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik.
Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.
(QS. Al-A'raf/7:26)
Berpakaian untuk menutup
aurat dan kepantasan diri karena Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +
4; Islam.
4.24
Al Quran Surat Al-A'raf/7:65
وَاِلٰى عَادٍ اَخَاهُمْ هُوْدًاۗ قَالَ يٰقَوْمِ
اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan kepada kaum
‘Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah
Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak
bertakwa?” (QS. Al-A'raf/7:65)
Beribadah untuk mengabdi
kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.25
Al Quran Surat Al-Anfal/8:69
فَكُلُوْا مِمَّاغَنِمْتُمْ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ
وَّاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: Maka makanlah
dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang
halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun,
Maha Penyayang. (QS. Al-Anfal/8:69)
Memakan makanan yang
dihalakan Allah (ghanimah) karena mentaati Allah merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat + 4; Islam.
4.26
Al Quran Surat An-Nahl/16:81
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّمَّا خَلَقَ ظِلٰلًا
وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْجِبَالِ اَكْنَانًا وَّجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيْلَ تَقِيْكُمُ
الْحَرَّ وَسَرَابِيْلَ تَقِيْكُمْ بَأْسَكُمْ ۚ كَذٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ
لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُوْنَ
Artinya: Dan Allah
menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia
menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan
pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang
memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya
kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).
(QS. An-Nahl/16:81)
Di ayat ini kata taqikum; berarti
menja diikuti dengan kata tuslimun, berserah diri; islam, dapat difahami
bahwa kesadaran menggunakan karunia Allah secara yang lahiriyah, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.27
Al Quran Surat Taha/20:132
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ
عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ
لِلتَّقْوٰى
Artinya: Dan
perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya.
Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan
akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS.
Taha/20:132)
Menegakkan shalat dalam
keluarga merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
4.28
Al Quran Surat At-Tagabun/64:16
فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ
يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut
kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik
untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah
orang-orang yang beruntung. (QS.
At-Tagabun/64:16)
Mencukupi diri dan tidak
kikir merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 4; Islam.
Ditemukan 35 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata iman atau
kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan iman yang
berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan
ke dalam klasifikasi takwa di tingkat + 5; iman, secara umum ketakwaan
di tingkat + 5; iman berada pada pelaksanaan rukun iman, ayat-ayat tersebut
adalah sebagai berikut;
5.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:41
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا
مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ
ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖوَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ
Artinya: Dan berimanlah
kamu kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa
(Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama
kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan
bertakwalah hanya kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah/2:41)
Mempercayai Al Quran dan
membenarkan kitab sebelumnya merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:103
وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا
لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan jika mereka
beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka
tahu. (Al-Baqarah/2:103)
Keimanan yang dilakukan
karena ketakwaan kepada Allah akan mendapatkan pahala yang baik, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.3
Al Quran Surat Al Baqarah/2: 203
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ
فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا
إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ
إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya: Dan berdzikirlah
(dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang
ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya.
Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu),
maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah
kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. (Al
Baqarah/2: 203)
Mengingat Allah pada
hari-hari tasyriq merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.4
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:278
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum
dipungut) jika kamu orang beriman. (Al-Baqarah/2:278)
Meninggalkan prinsip riba
karena Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.5
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:57
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا
الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا
الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ اَوْلِيَاۤءَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ
كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat
agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang
telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman. (Al-Ma'idah/5:57)
Tidak menjadikan teman dekat
orang-orang yang menjadikan agama sebagai gurauan dan ejekan, orang-orang
musyrik dan orang-orang kafir merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.6
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:283
وَاِنْ كُنْتُمْ عَلٰى سَفَرٍ وَّلَمْ تَجِدُوْا
كَاتِبًا فَرِهٰنٌ مَّقْبُوْضَةٌ ۗفَاِنْ اَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ
الَّذِى اؤْتُمِنَ اَمَانَتَهٗ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَۗ
وَمَنْ يَّكْتُمْهَا فَاِنَّهٗٓ اٰثِمٌ قَلْبُهٗ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ
Artinya: Dan jika kamu
dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka hendaklah
ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi, jika sebagian kamu mempercayai
sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya
(utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Dan janganlah
kamu menyembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyi-kannya, sungguh,
hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Al-Baqarah/2:283)
Menjaga amanah yang diberikan
kepadanya dan jujur dalam kesaksian merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5;
iman.
5.7
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:28
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ
اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ
اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّآ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰىةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ
اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
Artinya: Janganlah
orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan
orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan
memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari
sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri
(siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali. (Ali 'Imran/3:28)
Tidak mengambil orang kafir
menjadi teman dekat dan hanya mengambil orang beriman sebagai teman dekat/
pemimpin merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.8
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:179
مَا كَانَ اللّٰهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلٰى
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتّٰى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا
كَانَ اللّٰهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَجْتَبِيْ مِنْ
رُّسُلِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۚ وَاِنْ تُؤْمِنُوْا
وَتَتَّقُوْا فَلَكُمْ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Artinya: Allah tidak akan
membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang
ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan
memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia
kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala
yang besar. (Ali 'Imran/3:179)
Mempercayai Allah dan
Rasulnya merupakan ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.9
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:11
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا
نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ
اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَعَلَى اللّٰهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu
kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan
mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah
hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal. (Al-Ma'idah/5:11)
Bersukur dan bertawakal
kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.10
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:65
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْكِتٰبِ اٰمَنُوْا
وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاَدْخَلْنٰهُمْ جَنّٰتِ
النَّعِيْمِ
Artinya: Dan sekiranya
Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan
mereka, dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh
kenikmatan. (QS. Al-Ma'idah/5:65)
Orang yang beriaman karena
takwa kepada Allah akan diampuni kesalahannya dan dimasukkan ke dalam jannah.
5.11
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:88
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا
طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Artinya: Dan makanlah dari
apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan
bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. Al-Ma'idah/5:88)
Berpegang pada prinsip untuk
hanya memakan makanan halal merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.12
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:93
لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْٓا اِذَا مَا اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا
وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا
وَّاَحْسَنُوْا ۗوَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Tidak berdosa
bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka
makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan
kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka
(tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang
yang berbuat kebajikan. (QS. Al-Ma'idah/5:93)
Jika seserang telah
mempercayai (iman) prinsip makanan halal karena kepatuhannya kepada Allah
(takwa) dan meninggalkan makanan yang tidak halal, maka makanan tidak halal yang dulu pernah
dikonsumsinya dimaafkan Allah.
5.13
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:112
اِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ
مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ
السَّمَاۤءِ ۗقَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: (Ingatlah),
ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, “Wahai Isa putra Maryam!
Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab,
“Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.” (QS.
Al-Ma'idah/5:112)
Nabi Isa AS memperingatkan umatnya untuk bertawa kepada
Allah dengan cara mempercayainya/ mengimaninya.
5.14
Al Quran Surat At-Taubah/ 9: 44
لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ
بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ
وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut)
kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui
orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah/9:44)
Bersungguh-sungguh/ berjihad
di jalan Allah dengan harta dan jiwa merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.15
Al Quran Surat Yunus/10:63
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ
Artinya: (Yaitu)
orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. (Yunus/10:63)
Orang beriman senantiasa
bertakwa, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.16
Al Quran Surat An-Naml/27:53
وَاَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا
يَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan Kami
selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (An-Naml/27:53)
Orang beriman senantiasa
bertakwa, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ كَالْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ
كَالْفُجَّارِ
Artinya: Pantaskah Kami
memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan
orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap
orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat? (Sad/38:28)
Orang bertakwa senantiasa
beriman dan berbuat kebaikan, sedangkan orang fajir selalu berbuat
kerusakan.
5.18
Al Quran Surat Fussilat/41:18
وَنَجَّيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا
يَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan Kami
selamatkan orang-orang yang beriman karena mereka adalah orang-orang yang
bertakwa. (QS. Fussilat/41:18)
Orang beriman senantiasa
bertakwa, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.19
Al Quran Surat Muhammad/47:36
اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ
ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ
اَمْوَالَكُمْ
Artinya: Sesungguhnya
kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta
bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta
hartamu. (QS. Muhammad/47:36)
Orang beriman yang bertakwa, akan diberi pahala.
5.20
Al Quran Surat Al-Fath/48:26
اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ
قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ
سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى
وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Artinya: Ketika
orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu)
kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan
kepada orang-orang mukmin; dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat
menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut
memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Fath/48:26)
Melazimkan kalimat takwa (laa
ilaaha illallah) merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.21
Al Quran Surat Al-Hadid/57:28
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ
نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya
(Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan
menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia
mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, (QS. Al-Hadid/57:28)
Percaya kepada rasul-Nya
merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 5; iman.
5.22
Al Quran Surat Al-A'raf/7:96
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا
وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ
وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: Dan sekiranya
penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka
berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat
Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-A'raf/7:96)
Jika bertakwa hingga di
tingkat + 5; iman akan dibukakan keberkahan dari langit dan bumi.
5.23
Al Quran Surat Al-Anfal/8:1
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ
الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ
بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Mereka menanyakan
kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah,
“Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan
Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara
sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang
beriman.” (QS. Al-Anfal/8:1)
Memperbaiki hubungan dan taat
kepada Rasul-Nya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.24
Al Quran Surat Al-Anfal/8:29
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا
اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan
furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus
segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang
besar. (QS. Al-Anfal/8:29)
Keimanan yang dibuktikan
dengan ketakwaan, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.25
Al Quran Surat Yusuf/12:57
وَلَاَجْرُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik
bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (QS. Yusuf/12:57)
Keimanan yang dibuktikan
dengan selalu bertakwa, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.26
Al Quran Surat An-Nahl/16:2
يُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ بِالرُّوْحِ مِنْ
اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اَنْ اَنْذِرُوْٓا اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ
اِلَّآ اَنَا۠ فَاتَّقُوْنِ
Artinya: Dia menurunkan
para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki
di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah
(hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu
bertakwa kepada-Ku.”( QS. An-Nahl/16:2)
Mempercayai bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.27
Al Quran Surat Al-Mu'minun/23:23
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ
يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan sungguh, Kami
telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah
Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka
mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Al-Mu'minun/23:23)
Mempercayai bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.28
Al Quran Surat Al-Mu'minun/23:52
وَاِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّاَنَا۠
رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ
Artinya: Dan sungguh,
(agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka
bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Al-Mu'minun/23:52)
Mempercayai bahwa Allah
sebagai Rab-nya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.29
Al Quran Surat Al-Mu'minun/23:87
سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Artinya: Mereka akan
menjawab, “(Langit dan bumi milik) Allah.” Katakanlah, “Maka mengapa kamu tidak
bertakwa?” (QS. Al-Mu'minun/23:87).
Mempercayai bahwa bumi dan
langit milik Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.30
Al Quran Surat Al-Hasyr/59:18
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ
خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada
Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr/59:18)
Introspeksi untuk keperluan
masa depan (mempercayai kekuasaan Allah), merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+ 5; iman.
5.31
Al Quran Surat At-Talaq/65:2
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ
بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ
مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا
Artinya: Maka apabila
mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka
dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua
orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu
karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia
akan membukakan jalan keluar baginya,
(QS. At-Talaq/65:2)
Percaya kepada Allah dan Hari
Akhir, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.32
Al Quran Surat At-Talaq/65:10
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا
فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِۛ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۛ قَدْ اَنْزَلَ
اللّٰهُ اِلَيْكُمْ ذِكْرًاۙ
Artinya: Allah menyediakan
azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang
yang mempunyai akal! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah
menurunkan peringatan kepadamu, (QS.
At-Talaq/65:10)
Percaya dan takut pada adanya
adzab yang keras di hari akhir, , merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5;
iman
5.33
Al Quran Surat At-Tahrim/66:6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا
اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan
keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim/66:6)
Percaya dan takut pada neraka
yang siksanya amat keras, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman
5.34
Al Quran Surat Al-Mumtahanah/60:11
وَاِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ
اِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَاٰتُوا الَّذِيْنَ ذَهَبَتْ اَزْوَاجُهُمْ
مِّثْلَ مَآ اَنْفَقُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Artinya: Dan jika ada
sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang
lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka
berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu
sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah
yang kepada-Nya kamu beriman. (QS. Al-Mumtahanah/60:11)
Bertakwalah kepada Allah yang
kepada-Nya kamu beriman, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 5; iman.
5.35
Al Quran Surat Al-Hajj/22:32
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ
فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
Artinya: Demikianlah
(perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka
sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj/22:32)
Mensyi’arkan agama Allah
merupakan bentuk ketakwaan di dalam qalbu, ketakwaan di dalam qalbu merupakan
ketakwaan tingkat + 5; Iman.
Ditemukan 23 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata ihsan
atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan ihsan
yang berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa di tingkat + 6; ihsan, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
6.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:177
لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ
قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ
وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ
وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ
وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ
وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ
وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Artinya: Kebajikan itu
bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu
ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang
dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang
dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya,
yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji
apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada
masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah
orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/2:177)
Berlaku benar merupakan
bagian dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:194
اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ
وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ
بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ
اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Bulan haram
dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum)
qisas. Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal
dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa
Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/2:194)
Qishas; berlaku setimpal
merupakan bagian dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.3
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 172
اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ
مِنْۢ بَعْدِ مَآ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۖ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ
وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌۚ
Artinya: (yaitu)
orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat
luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di
antara mereka mendapat pahala yang besar. (QS. Ali 'Imran/3:172)
Mentaati Allah dan Rasul-Nya
serta berbuat kebaikan merupakan bagian dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.4
Al Quran Surat An Nisa’/ 4: 9
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ
خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ
وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya: Dan hendaklah
takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan
yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka
berbicara dengan tutur kata yang benar. (QS. An-Nisa'/4:9)
Kekhawatiran meninggalkan
generasi yang lemah dan berkata benar merupakan bagian dari ketakwaan di
tingkat + 6; ihsan
6.5
Al Quran Surat An Nisa’/ 4: 128
وَاِنِ امْرَاَةٌ خَافَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا
نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يُّصْلِحَا
بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۗوَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗوَاُحْضِرَتِ الْاَنْفُسُ الشُّحَّۗ وَاِنْ
تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
Artinya: Dan jika seorang
perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya
dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik
(bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu
memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan
sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu
kerjakan. (QS. An-Nisa'/4:128)
Perdamaian dan perbaikan
merupakan bagian dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.6
Al Quran Surat An Nisa’/ 4: 129
وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْٓا اَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ
النِّسَاۤءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا
كَالْمُعَلَّقَةِ ۗوَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ
غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Artinya: Dan kamu tidak
akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin
berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu
cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu
mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah
Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa'/4:129)
Berbuat adil dan mengadakan
perbaikan merupakan bagian dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.7
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 2
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا
شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا
الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا
مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا
يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا
تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ
اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan
(melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu
(hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan
jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka
mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan
ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu
kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat
melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat
dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat
siksaan-Nya. (QS. Al-Ma'idah/5:2)
Bekerja sama tolong-menolong
dalam kebaikan dan ketakwaan merupakan ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.8
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 8
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا
قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ
قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika)
menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu
lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah
Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ma'idah/5:8)
Berbuat adil merupakan bagian
dari ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.9
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:35
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk
mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar
kamu beruntung. (QS. Al-Ma'idah/5:35)
Mencari jalan, metode, sarana
untuk mendekatkan diri kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di
tingkat + 6; ihsan.
6.10
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 93
لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْٓا اِذَا مَا اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا
وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا
وَّاَحْسَنُوْا ۗوَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Tidak berdosa
bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka
makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan
kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka
(tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang
yang berbuat kebajikan. (QS. Al-Ma'idah/5:93)
Allah mencintai orang yang
berbuat kebaikan, karena berbuat kebaikan karena Allah merupkan bentuk
ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.11
Al Quran Surat At-Taubah/9:123
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَاتِلُوا
الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةًۗ
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Wahai orang yang
beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah
mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang
yang bertakwa. (QS. At-Taubah/9:123)
Memiliki pendirian dan sikap
tegas kepada orang-orang yang kafir merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 6;
ihsan.karena ketegasan merupakan bentuk keyakinan pada kebenaran Islam.
6.12
Al Quran Surat An-Nahl/16:30
وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَاذَآ اَنْزَلَ
رَبُّكُمْ ۗقَالُوْا خَيْرًا ۚلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا
حَسَنَةٌ ۗوَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ ۗوَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: Dan kemudian
dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh
Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia
ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih
baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (QS.
An-Nahl/16:30)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa tempat yang baik akan diberikan bagi orang yang bertakwa di tingkat + 6;
ihsan
6.13
Al Quran Surat An Nahl/ 16: 8
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا
وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ
Artinya: Sungguh, Allah
beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS.
An-Nahl/16:128)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa Allah membersamai orang yang bertakwa di tingkat + 6; ihsan
6.14
Al Quran Surat Al-Ahzab/33:70
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang
benar, (QS. Al-Ahzab/33:70)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa berkata dengan perkataan yang benar merupakan ketakwaan di tingkat + 6;
ihsan
6.15
Al Quran Surat Az-Zumar/39:10
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا
رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ
ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ
بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.”
Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan
bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan
pahalanya tanpa batas. (QS. Az-Zumar/39:10)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa berbuat baik di dunia merupakan ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.16
Al Quran Surat Az-Zumar/39:33
وَالَّذِيْ جَاۤءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖٓ
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Artinya: Dan orang yang membawa
kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang
bertakwa. (QS. Az-Zumar/39:33)
Ayat ini memberi gambaran bahwa membawa dan
membenarkan kebenaran merupakan ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.17
Al Quran Surat Al-Mujadalah/58:9
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا
تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ
الرَّسُوْلِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ
الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu
membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi
bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada
Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali. (QS. Al-Mujadalah/58:9)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa membicarakan tentang perbuatan baik dan ketakwaan merupakan
ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.18
Al Quran Surat At-Taubah/9:119
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang
yang benar. (QS. At-Taubah/9:119)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa menjadi orang yang sidq/ benar merupakan ketakwaan di tingkat + 6;
ihsan
6.19
Al Quran Surat Al-An'am/6:69
وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ
حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
69. Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung
jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan
agar mereka (juga) bertakwa. (QS. Al-An'am/6:69)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa mengingatkan untuk bertakwa merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+ 6; ihsan
6.20
Al Quran Surat Al-Hajj/22:37
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا
دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا
لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Daging (hewan
kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi
yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya
untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS.
Al-Hajj/22:37)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa melaksanakan qurban (pendekatan diri) harus dilakukan dengan
ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.21
Al Quran Surat Al-Hasyr/59:7
مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ
اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى
وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ
الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا
نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ
الْعِقَابِۘ
Artinya: Harta rampasan
(fai') dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari
penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak
yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar
harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat
keras hukuman-Nya. (QS. Al-Hasyr/59:7)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa melaksanakan apa saja yang datang dari Rasulullah dan meninggalkan
apa yang dilarangnya merupakan ketakwaan di tingkat + 6; ihsan.
6.22
Al Quran Surat Al-Hasyr/59:18;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ
اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada
Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr/59:18)
Ayat ini memberi gambaran bahwa muhasabah diri Merupakan
ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
6.23
Al Quran Surat Al-'Alaq/ 96: 12
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى
Artinya: atau dia menyuruh
bertakwa (kepada Allah)?(QS. Al-'Alaq/ 96: 12)
Ayat ini memberi gambaran bahwa memerintah kepada ketakwaan
merupakan ketakwaan di tingkat + 6; ihsan
Ditemukan 4 ayat Al Quran yang di dalamnya
terdapat kata yuhibbu atau kata lain
yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan yuhibbu yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi
takwa di tingkat + 7: mahabbah, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
7.1
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:76
بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى
فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sebenarnya
barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai
orang-orang yang bertakwa. (Ali 'Imran/3:76)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa Allah mencintai orang yang takwa di tingkat + 7: mahabbah. Penjelasan
tentang takwa di tingkat + 7: mahabbah akan diperkuat dengan hadits-hadits Nabi
SAW, akan di bahas di buku berikutnya.
7.2
Al Quran surat At-Taubah/9:4
اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ
الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا
عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ
اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: kecuali orang-orang musyrik yang telah
mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi
perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu,
maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh,
Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah/9:4)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa Allah mencintai orang yang takwa di tingkat + 7: mahabbah.
7.3
Al Quran Surat At-Taubah/9:7
كَيْفَ يَكُوْنُ لِلْمُشْرِكِيْنَ عَهْدٌ عِنْدَ
اللّٰهِ وَعِنْدَ رَسُوْلِهٖٓ اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۚ
فَمَا اسْتَقَامُوْا لَكُمْ فَاسْتَقِيْمُوْا لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ
الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Bagaimana mungkin
ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik,
kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan
mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah), maka selama mereka berlaku jujur
terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh, Allah
menyukai orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah/9:7)
Ayat ini memberi gambaran
bahwa Allah mencintai orang yang takwa di tingkat + 7: mahabbah.
7.4
Al Quran Surat Al-Hujurat /49: 12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا
كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا
يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ
أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ
تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian
dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat /49: 12
Ayat ini memberi gambaran
bahwa meninggalkan prasangka buruk kepada saudara merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat + 7: mahabbah
Ditemukan 13 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata rahima atau kata lain yang menunjukkan
pada pengertian yang sama dengan rahima yang berdampingan dengan kata takwa di
dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi
takwa di tingkat + 8: rahmah, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
8.1
Al Quran Surat An-Nisa'/4:1
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ
تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
Artinya: Wahai manusia!
Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu
(Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan
(peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasimu. (QS. An-Nisa'/4:1)
Bertakwa kepada rab yang
telah menciptakan manusia dan pasangannya, merupakan bentuk ketakwaan kepada
Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.2
Al Quran Surat Al-An'am/6:155
وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ مُبٰرَكٌ
فَاتَّبِعُوْهُ وَاتَّقُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۙ
Artinya: Dan ini adalah
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan
bertakwalah agar kamu mendapat rahmat, (QS. Al-An'am/6:155)
Mengikuti kitab Al quran
dengan rasa syukur atas diturunkannya Al Quran sebagai berkah, merupakan bentuk
ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.3
Al Quran Surat Al-A'raf/7:63
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَاۤءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ
رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوْا
وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: Dan herankah kamu
bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari
kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa,
sehingga kamu mendapat rahmat? (QS. Al-A'raf/7:63)
bersyukur atas diturunkannya
Al Quran kepada seorang Rasul untuk menjadi peringatan baginya, merupakan
bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.4
Al Quran Surat Al-A'raf/7:156
وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ
مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا
لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ
بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ
Artinya: Dan tetapkanlah
untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali
(bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada
siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku
tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan
orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A'raf/7:156)
Rahmat Allah akan dilimpahkan
kepada orang yang bertakwa di tingkat + 8: rahmah.
8.5
Al Quran Surat Al-A'raf/7:164
وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ
قَوْمًاۙ ۨاللّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًاۗ قَالُوْا
مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah)
ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang
akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka
menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu,
dan agar mereka bertakwa.” (QS. Al-A'raf/7:164)
Tetap memberikan peringatan
kepada orang yang dhalim agar bertakwa,
merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.6
Al Quran Surat Maryam/19:13
وَّحَنَانًا مِّنْ
لَّدُنَّا وَزَكٰوةً ۗوَكَانَ تَقِيًّا
Artinya: dan (Kami
jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa).
Dan dia pun seorang yang bertakwa, (QS.
Maryam/19:13)
Memiliki rasa kasih sayang
dan menjaga diri dari dosa, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat
+ 8: rahmah.
8.7
Al Quran Surat Maryam/19:18
قَالَتْ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِالرَّحْمٰنِ
مِنْكَ اِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
Artinya: Dia (Maryam)
berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu,
jika engkau orang yang bertakwa.” (QS. Maryam/19:18)
Percaya kepada orang bertakwa
dan menyerahkan perlindungan kepada yang Maha Rahman, merupakan bentuk
ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.8
Al Quran Surat Maryam/19:85
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِيْنَ اِلَى
الرَّحْمٰنِ وَفْدًا
Artinya: (Ingatlah) pada
hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang
Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat, (QS. Maryam/19:85)
Orang yang bertakwa ditingkat
+ 8: rahmah akan dipertemukan dengan yang Maha Rahmah.
8.9
Al Quran Surat Yasin/36: 45
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ
اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: Dan apabila
dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia)
dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.” (QS.
Yasin/36:45)
Menjaga diri dari yang sedang
dihadapi dan yang akan dihadapi, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di
tingkat + 8: rahmah.
8.10
Al Quran Surat Gafir/40: 9
وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِۗ وَمَنْ تَقِ
السَّيِّاٰتِ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗوَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِيْمُ
Artinya: dan peliharalah mereka dari (bencana)
kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada
hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan
demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Gafir/40:9)
Menjaga orang lain dari
keburukan/ kejahatan, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8:
rahmah.
8.11
Al Quran Surat Al-Hujurat/49:10
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا
بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua
saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat
rahmat. (QS. Al-Hujurat/49:10)
Mendamaikan (Memperbaiki)
hubungan persaudaraan, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8:
rahmah.
8.12
Al Quran Surat Al-Hadid/57:28
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ
وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ
غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya
(Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan
menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia
mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, (QS. Al-Hadid/57:28)
Bertakwa kepada Allah dengan
cara percaya kepada Rasul-Nya yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam,
merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
8.13
Al Quran Surat Al-Hujurat/49:13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ
ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: Wahai manusia!
Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar
kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha mengetahui,
Mahateliti. (QS. Al-Hujurat/49:13)
Berbuat ‘arif kepada sesama
manusia, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 8: rahmah.
Di
dalam Al Quran terdapat 2 ayat yang didalamnya ditemukan kata ridha atau
kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan ridha yang
berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan klasifikasi takwa tingkat + 9; ridha, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
9.1
Al Quran Surat At-Taubah/9:109
اَفَمَنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى تَقْوٰى
مِنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ اَمْ مَّنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى شَفَا
جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهٖ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ
الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Maka apakah
orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan
keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya
di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia
ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim. (QS. At-Taubah/9:109)
Membangun kehidupan yang di
dasari ketakwaan dengan mengharap keridhaan kepada Allah, merupakan bentuk
ketakwaan kepada Allah di tingkat + 9; ridha.
9.2
Al Quran Surat Ali Imran/3 : 2
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا
شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا
الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا
مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا
يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا
تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ
اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan
(melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu
(hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan
jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka
mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan
ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu
kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat
melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat
dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat
siksaan-Nya. (QS. Al-Ma'idah/5:2)
Melakukan amal ibadah dengan
harapan memperoleh kemuliaan dan keridhaan Allah SWT, merupakan bentuk
ketakwaan kepada Allah di tingkat + 9; ridha.
Ditemukan 14 ayat Al Quran
yang di dalamnya terdapat kata hidayah atau kata lain yang menunjukkan pada
pengertian yang sama dengan hidayah yang berdampingan dengan kata takwa di
dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa
di tingkat + 10: hidayah, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
10.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 2
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى
لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: Kitab (Al-Qur'an)
ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (QS.
Al-Baqarah/2:2)
Kesadaran untuk menggunakan
Al Quran sebagai petunjuk merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat +
10: hidayah.
10.2
Al Quran Surat Ali Imran/ :138
هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى
وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Inilah
(Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi
petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali 'Imran/3:138)
Kesadaran untuk menggunakan
Al Quran sebagai petunjuk merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat +
10: hidayah.
10.3
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:46
وَقَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ
مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ ۖواٰتَيْنٰهُ
الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌۙ وَّمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ
التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَۗ
Artinya: Dan Kami teruskan
jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang
sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya
terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu
Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-Ma'idah/5:46)
Kesadaran untuk menggunakan
Al Quran sebagai petunjuk merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat +
10: hidayah.
10.4
Al Quran Surat At-Taubah/9:115
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ
هَدٰىهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَۗ اِنَّ اللّٰهَ
بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: Dan Allah
sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya
petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taubah/9:115)
Kesadaran telah memperoleh
petunjuk Allah, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 10:
hidayah.
10.5
Al Quran Surat Yunus/10:6
اِنَّ فِى اخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا
خَلَقَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَّقُوْنَ
Artinya: Sesungguhnya pada
pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di
bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang
bertakwa. (Yunus/10:6)
Apa saja ciptaan Allah yang
ada di langit maupun di bumi dapat menjadi petunjuk kekuasaan Allah, bagi orang-orang yang bertakwa di tingkat +
10: hidayah.
10.6
Al Quran Surat Yunus/10:31
قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ
وَالْاَرْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَمَنْ يُّخْرِجُ
الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ
الْاَمْرَۗ فَسَيَقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚفَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau
siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah
yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari
yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan
menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
(Yunus/10:31)
Kesadaran bahwa mata dan
telinga dapat melihat dan mendengar, rizki, kehidupan dan kematian, serta
mengatur segala urusan adalah berada di dalam kekuasaan Allah, merupakan bentuk
ketakwaan kepada Allah di tingkat + 10: hidayah
10.7
Al Quran Surat An-Nur/24:34
وَلَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ اٰيٰتٍ
مُّبَيِّنٰتٍ وَّمَثَلًا مِّنَ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً
لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Dan sungguh, Kami
telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan
contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai
pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. An-Nur/24:34)
Kesadaran menjadikan Al Quran
sebagai penjelasan, contoh dan pelajaran dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan
kepada Allah di tingkat + 10: hidayah
10.8
Al Quran Surat Al-Hajj/22:37
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا
دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا
لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ
الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Daging (hewan
kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi
yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya
untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS.
Al-Hajj/22:37)
Kesadaran pada adanya
kebesaran Allah dalam pelaksanaan qurban, merupakan bentuk ketakwaan kepada
Allah di tingkat + 10: hidayah.
10.9
Al Quran Surat Az-Zumar/39:28
قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِيْ عِوَجٍ
لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya: (Yaitu) Al-Qur'an
dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
(Az-Zumar/39:28)
Mengakui kesempurnaan Al
Quran yang diturunkan dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan di dalamnya,
merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 10: hidayah.
10.10
Al Quran Surat Az-Zumar/39:57
اَوْ تَقُوْلَ لَوْ اَنَّ اللّٰهَ هَدٰىنِيْ
لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: atau (agar
jangan) ada yang berkata, ‘Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah
aku termasuk orang-orang yang bertakwa,’ (Az-Zumar/39:57)
Kesadaran menjadikan Al Quran
sebagai hidayah Allah, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 10:
hidayah.
10.11
Al Quran Surat Muhammad/47:17
وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى
وَّاٰتٰىهُمْ تَقْوٰىهُمْ
Artinya: Dan orang-orang
yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan
menganugerahi ketakwaan mereka. (Muhammad/47:17)
Kesadaran memerlukan, mencari
dan memperoleh hidayah dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di
tingkat + 10: hidayah.
10.12
Al Quran Surat QS. Al Hujurat/ 49 :1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ
اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. Al
Hujurat 49 :1)
Kesadaran untuk
memprioritaskan petunjuk dari Allah dan Rasulullah dari pendapat lainnya,
merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah di tingkat + 10: hidayah.
10.13
Al Quran Surat Al-Haqqah/69:48
وَاِنَّهٗ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Dan sungguh,
(Al-Qur'an) itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Haqqah/69:48)
Kesadaran menjadikan Al Quran
sebagai pelajaran/ peringatan dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan kepada
Allah di tingkat + 10: hidayah.
10.14
Al Quran Surat Al-Muddassir/74:56
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ
اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ࣖ
Artinya: Dan mereka tidak
akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah
menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang
berhak memberi ampunan. (QS.
Al-Muddassir/74:56).
Kesadaran menjadikan Al Quran
sebagai pelajaran/ peringatan dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan kepada
Allah di tingkat +10: hidayah.
Adanya
tingkatan takwa paling tinggi, yaitu takwa tingkat Jannah adalah untuk
memberikan gambaran mengenai karakter takwa ahli jannah, bukan yang menjadikan
jannah sebagai tujuan, sebenarnya dari semua tingkat ketakwaan mulai taubat
hingga hidayah yang diamalkan akan mendapatkan balasan jannah sesuai
tingkatannya, namun kedudukan jannah tertinggi disiapkan untuk orang yang
memiliki karakter takwa secara menyeluruh dari taubat hingga hidayah, dapat
mengamalkannya secara istiqamah dan dapat menjaganya hingga akhir hayat.
Di dalam Al Quran Ditemukan 18 ayat yang di
dalamnya terdapat kata Jannah atau kata lain yang memiliki pengertian
yang sama dengan jannah yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa di
tingkat + 11; Jannah, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
11.1
Al Quran Surat Ali Imran/3 : 15
قُلْ اَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰلِكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ
اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ
خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَاَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗ
وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِۚ
Artinya: Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa
yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa
(tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta
rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya (QS. Ali Imran/ 3: 15)
Sesuatu yang lebih baik dari
kesenangan dunia disediakan bagi orang yang bertakwa sampai dengan tingkat +
11; Jannah.
11.2
Al Quran Surat Ali Imran/3 : 133
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: Dan bersegeralah
kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas
langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali
'Imran/3:133)
Segera memohon ampunan kepada
Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 11; jannah.
11.3
Al Quran Surat Ali Imran/3 : 198
لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ
لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا
نُزُلًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّلْاَبْرَارِ
Artinya: Tetapi
orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai
karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang
berbakti. (QS. Ali 'Imran/3:198)
Berbakti kepada Allah,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 11; jannah.
11.4
Al Quran Surat Al-An'am/6:32
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ
وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ
اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya: Dan kehidupan
dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu,
sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? (QS.
Al-An'am/6:32)
Meyakini bahwa kehidupan
akhirat lebih baik dari kehidupan dunia, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+ 11; jannah.
11.5
Al Quran Surat Ar-Ra'd/13:35
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ
تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ تِلْكَ
عُقْبَى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا ۖوَّعُقْبَى الْكٰفِرِيْنَ النَّارُ
Artinya: Perumpamaan surga
yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di
bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan
bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada
Tuhan ialah neraka. (QS. Ar-Ra'd/13:35)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.6
Al Quran Surat Maryam/19:63
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْ نُوْرِثُ مِنْ
عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا
Artinya: Itulah surga yang
akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (QS.
Maryam/19:63)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.7
Al Quran Surat Al-Hijr/15:45
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ
وَّعُيُوْنٍۗ
Artinya: Sesungguhnya
orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat)
mata air (yang mengalir). (QS. Al-Hijr/15:45)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.8
Al Quran Surat Al-Furqan/25:15
قُلْ اَذٰلِكَ خَيْرٌ اَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ
الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاۤءً وَّمَصِيْرًا
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang
dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali
bagi mereka?” (QS. Al-Furqan/25:15)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.9
Al Quran Surat Asy-Syu'ara'/26:90
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ
dan
surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, (QS. Asy-Syu'ara'/26:90)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.10
Al Quran Surat Az-Zumar/39:20
لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ
غُرَفٌ مِّنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ ۙتَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ
ەۗ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ الْمِيْعَادَ
Artinya: Tetapi
orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di
surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun
(bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji
Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya). (QS. Az-Zumar/39:20)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.11
Al Quran Surat Az-Zumar/39:73
وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ
اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ
اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ
فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ
Artinya: Dan orang-orang
yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan.
Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah
dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan
(dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di
dalamnya.” (QS. Az-Zumar/39:73)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.12
Al Quran Surat Muhammad/47:15
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ
ۗفِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ
يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ ۚوَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ ەۚ
وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۗوَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ
وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِى النَّارِ وَسُقُوْا
مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْ
Artinya: Perumpamaan taman
surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada
sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak
berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang
lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya
mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka.
Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan
air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong? (QS. Muhammad/47:15)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.13
Al Quran Surat Qaf/50:31
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
غَيْرَ بَعِيْدٍ
Artinya: Sedangkan surga
didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari
mereka). (QS. Qaf/50:31)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.14
Al Quran Surat Az-Zariyat/51:15
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ
وَّعُيُوْنٍۙ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,
(QS. Az-Zariyat/51:15)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.15
Al Quran Surat At-Tur/52:17
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ
وَّنَعِيْمٍۙ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, (QS. At-Tur/52:17)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.16
Al Quran Surat Al-Qamar/54:54
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ
وَّنَهَرٍۙ
Artinya: Sungguh,
orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai, (QS.
Al-Qamar/54:54)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.17
Al Quran Surat Al-Qalam/68:34
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ
النَّعِيْمِ
Artinya: Sungguh, bagi
orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi
Tuhannya. (QS. Al-Qalam/68:34)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat + 11; Jannah.
11.18
Al Quran Surat An-Nahl/16:31
جَنّٰتُ عَدْنٍ
يَّدْخُلُوْنَهَا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ لَهُمْ فِيْهَا مَا
يَشَاۤءُوْنَ ۗ كَذٰلِكَ يَجْزِى اللّٰهُ الْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: (yaitu) surga-surga
‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga)
itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi
balasan kepada orang yang bertakwa, (QS. An-Nahl/16:31)
Jannah disediakan bagi orang
yang bertakwa sampai dengan tingkat +11; Jannah.
Ananiyah merupakan tingkat
pertama takwa level minus satu, maksudnya apabila dalam diri seseorang terdapat
sikap ananiyah, maka orang tersebut mulai masuk pada kategori tidak bertakwa
level minus satu, atau fujur level satu.
Di dalam Al Quran ditemukan 4
ayat yang di dalamnya terdapat kata yang menunjukkan pada pengertian ananiyah
(ego: takabur, ria, ujub) yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak
bertakwa level -1; ananiyah, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
12.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:206
وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ
الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: Dan apabila dikatakan kepadanya,
“Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka
pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang
terburuk. (QS. Al-Baqarah/2:206)
Kesombongan merupakan bentuk ketidak takwaan level
-1; ananiyah.
12.2
Al Quran Surat Al-Hujurat/49:12
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا
كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا
وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ
اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ
رَّحِيْمٌ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka
itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada
di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang
suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha
Penyayang. (QS. Al-Hujurat/49:12)
Prasangka buruk, mencari-cari
kesalahan dan menggunjing merupakan perbuatan yang didorong dari adanya
ananiyah, sehingga hal tersebut merupakan bentuk ketidak takwaan level -1; ananiyah
12.3
Al Quran Surat Al-Qasas/28:83
تِلْكَ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ نَجْعَلُهَا
لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَرْضِ وَلَا فَسَادًا
ۗوَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Negeri akhirat
itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak
berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang
bertakwa. (Al-Qasas/28:83)
Kesombongan merupakan bentuk
ketidak takwaan level -1; ananiyah
12.4
Al Quran Surat Al-Fath/48:26
اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ
قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ
سَكِيْنَتَهُ عَلٰى رَسُوْلِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ
التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ
شَيْءٍ عَلِيْمًا
Artinya: Ketika
orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu)
kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan
kepada orang-orang mukmin; dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat
menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut
memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Fath/48:26)
Kesombongan merupakan bentuk
ketidak takwaan level -1; ananiyah
Di dalam Al Quran ditemukan 2
ayat yang di dalamnya terdapat kata yang menunjukkan pada pengertian ghadab
yang berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak bertakwa level -2; ghadab,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
13.1
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:133-134
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ
وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ,
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ
الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya: Dan bersegeralah
kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas
langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang
yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang
berbuat kebaikan, (QS. Ali 'Imran/3:133-134)
Salah satu bentuk ketakwaan
adalah menahan marah, maka bagi orang yang tidak dapat menahan marah berarti
sedang tidak bertakwa level -2; ghadab.
13.2
Al Quran Surat Al-Qasas/28:83
تِلْكَ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ نَجْعَلُهَا
لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَرْضِ وَلَا فَسَادًا
ۗوَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Negeri akhirat
itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak
berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. Al-Qasas/28:83)
Orang bertakwa tidak sombong
karena kesombongan merupakan bentuk ketidak takwaan level satu atau fujur level
satu dan tidak berbuat kerusakan (didorong karena kemarahan atau hawa nafsu),
merupakan bentuk tidak bertakwa level -2; ghadab.
Di dalam Al Quran Ditemukan 8
ayat yang di dalamnya terdapat kata syahwat atau kata lain yang
menunjukkan pada pengertian yang sama dengan syahwat yang berdampingan
dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak bertakwa level -3; syahwat,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
14.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:278
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum
dipungut) jika kamu orang beriman. (QS. Al-Baqarah/ 2: 278)
Meninggalkan riba merupakan
bentuk ketakwaan level + 4; di tingkat + 4; Islam, sedangkan menggunakan riba
(karena dorongan hawa nafsu) merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3;
syahwat.
14.2
Al Quran Surat An-Nisa'/4:77
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ
كُفُّوْٓا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۚ فَلَمَّا
كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ
كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ
عَلَيْنَا الْقِتَالَۚ لَوْلَآ اَخَّرْتَنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۗ قُلْ
مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا
تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Artinya: Tidakkah engkau
memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ”Tahanlah tanganmu
(dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka
diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada
manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu).
Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?
Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu
lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia
ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa
(mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”
(QS. An-Nisa'/4:77)
Terpedaya dengan kesenangan
dunia merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.3
Al Quran Surat Al-An'am/6:32
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ
وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا
تَعْقِلُوْنَ
Artinya: Dan kehidupan
dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu,
sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
(Al-An'am/6:32)
Terpedaya dengan kesenangan
dunia merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.4
Al Quran Surat Al-A'raf/7:169
فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَّرِثُوا
الْكِتٰبَ يَأْخُذُوْنَ عَرَضَ هٰذَا الْاَدْنٰى وَيَقُوْلُوْنَ سَيُغْفَرُ لَنَاۚ
وَاِنْ يَّأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهُ يَأْخُذُوْهُۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَاقُ
الْكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوْا مَا
فِيْهِۗ وَالدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا
تَعْقِلُوْنَ
Artinya: Maka setelah
mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil
harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, “Kami akan diberi
ampun.” Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu
(pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat
perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap
Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut
di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka
tidakkah kamu mengerti? (QS. Al-A'raf/7:169)
Terpedaya dengan kesenangan
dunia merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.5
Al Quran Surat Ar-Ra'd/13:37
وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ
وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ
مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ
Artinya: Dan demikianlah
Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam
bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang
pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau
dari (siksaan) Allah. (QS. Ar-Ra'd/13:37)
Meninggalkan aturan-aturan
yang ada di dalam Al Quran dan mengikuti hawa nafsu (keinginan diri) merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.6
Al Quran Surat Luqman/31:33
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ
وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهِۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ
عَنْ وَّالِدِهِ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ
الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
Artinya: Wahai manusia!
Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang
bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula)
menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah
sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu
teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (QS. Luqman/31:33)
Takut dengan hari akhir
merupakan bentuk ketakwaan di level +4; tingkat + 4; iman, sedangkan Terpedaya
dengan kesenangan dunia merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; di
tingkat syahwat.
14.7
Al Quran Surat Az-Zukhruf/43:35
وَزُخْرُفًاۗ وَاِنْ كُلُّ ذٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ
الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَالْاٰخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: dan (Kami buatkan
pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah
kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu
disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Az-Zukhruf/43:35)
Terpedaya dengan kesenangan
dunia merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.8
Al Quran Surat At-Tagabun/64:16
فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ
يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: Maka bertakwalah
kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan
infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari
kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At-Tagabun/64:16)
Terpedaya dengan kesenangan
dunia sehingga pelit dan tidak mau menginfaqkan yang baik untuk dirinya
sendiri, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
Khauf di dalam tingkatan ini untuk
menggambarkan adanya kondisi khauf dalam pengertian negatif, di dalam Al Quran
terdapat 7 ayat yang di dalamnya ditemukan kata khauf atau kata lain yang menunjukkan pada
pengertian yang sama dengan khauf
yang berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang
dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak bertakwa level -4; khauf,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
15.1
Al Quran Surat An-Nisa'/4:9
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ
خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ
وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya: Dan hendaklah
takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan
yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka
berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa'/4:9)
Khauf ; takut; khawatir
terhadap kesejahteraan/ duniawi merupakan ketidak takwaan di level -4; khauf,
sedangkan khasyah; takut kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan di level +4; iman.
15.2
Al Quran Surat An-Nisa'/4:77
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ
كُفُّوْٓا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۚ فَلَمَّا
كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ
كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ
عَلَيْنَا الْقِتَالَۚ لَوْلَآ اَخَّرْتَنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۗ قُلْ
مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا
تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Artinya: Tidakkah engkau
memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ”Tahanlah tanganmu
(dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka
diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada
manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu).
Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?
Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu
lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia
ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa
(mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”
(An-Nisa'/4:77)
Khasyah; takut kepada manusia
merupakan ketidak takwaan di level -4; tingkat khauf, sedangkan khasyah; takut
kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan di level +4; iman.
15.3
Al Quran Surat Al-A'raf/7:35
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ
مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَاَصْلَحَ فَلَا
خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Artinya: Wahai anak cucu
Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang
menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan
perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih
hati. (Al-A'raf/7:35)
Beriman; percaya kepada Rasul
dan ayat-ayat Allah merupakan ketakwaan di level + 4; iman, sedangkan khauf;
takut, merupakan ketidak takwaan di level -4; tingkat khauf.
15.4
Al Quran Surat Al-An'am/6:51
وَاَنْذِرْ بِهِ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْ
يُّحْشَرُوْٓا اِلٰى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ
لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya: Peringatkanlah
dengannya (Al-Qur'an) itu kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap
Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi
syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa. (Al-An'am/6:51)
Khauf; takut pada hari akhir
yang tidak ada pelindung maupun penolong merupakan bentuk ketakwaan di level
+4; iman, sedangkan tidak takut kepada hari akhir merupakan ketidak takwaan di
level -4; khauf.
15.5
Al Quran Surat Al-Ahzab/33:37
وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْٓ اَنْعَمَ اللّٰهُ
عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ
وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَۚ وَاللّٰهُ
اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰىهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًاۗ زَوَّجْنٰكَهَا
لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْٓ اَزْوَاجِ
اَدْعِيَاۤىِٕهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ
مَفْعُوْلًا
Artinya: Dan (ingatlah),
ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh
Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, “Pertahankanlah terus
istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang engkau menyembunyikan di dalam
hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia,
padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri
keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia
(Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi)
istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah
menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti
terjadi. (Al-Ahzab/33:37)
Khasyah; takut kepada manusia
merupakan ketidak takwaan di level -4; tingkat khauf, sedangkan khasyah; takut
kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan di level +4; iman.
15.6
Al Quran Surat Luqman/31:33
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ
وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهِۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ
عَنْ وَّالِدِهِ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ
الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
Artinya: Wahai manusia!
Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang
bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula)
menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah
sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu
teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31:33).
Khasyah; takut pada hari
akhir yang tidak ada tolong-menolong terhadap keluarga, merupakan bentuk
ketakwaan di level +4; iman, sedangkan terpedaya dengan kehidupan dunia
merupakan ketidak takwaan di level -4; tingkat khauf.
15.7
Al Quran Surat
Az-Zumar/39:16
لَهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ
وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۗذٰلِكَ يُخَوِّفُ اللّٰهُ بِهِ عِبَادَه ۗيٰعِبَادِ فَاتَّقُوْنِ
Artinya: Di atas mereka
ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang
disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan
azab itu). “Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Az-Zumar/39:16)
Khauf; takut pada hari akhir
yang tidak ada pelindung maupun penolong merupakan bentuk ketakwaan di level
+4; iman, sedangkan tidak takut kepada hari akhir merupakan ketidak takwaan di
level -4; tingkat khauf.
Di dalam Al Quran terdapat 4
ayat yang di dalamnya ditemukan kata huzn atau kata lain yang
menunjukkan pada pengertian yang sama dengan huzn yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak
bertakwa level -5; huzn, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
16.1
Al Quran Surat Al-A'raf/7:35
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ
مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَاَصْلَحَ فَلَا
خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Artinya: Wahai anak cucu
Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang
menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan
perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih
hati. (Al-A'raf/7:35)
Beriman; percaya kepada Rasul
dan ayat-ayat Allah merupakan ketakwaan di level + 4; iman, sedangkan huzn;
sedih merupakan ketidak takwaan di level -5; huzn.
وَجَاۤءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِۗ وَمِنْ
قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۗ قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنَاتِيْ
هُنَّ اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْۗ
اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ
Artinya: Dan kaumnya
segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan
keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih
suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan
(nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?”
(Hud/11:78)
Berperilaku menyedihkan
(LGBT), sedih atau membuat sedih merupakan ketidak takwaan di level -5; huzn.
16.3
Al Quran Surat Al-Hijr/15:69
وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ
Artinya: Dan bertakwalah
kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (Al-Hijr/15:69)
Berperilaku hina atau membuat
terhina(sedih) merupakan ketidak takwaan di level -5; huzn.
16.4
Al Quran Surat Az-Zumar/39:61
وَيُنَجِّى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا
بِمَفَازَتِهِمْۖ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوْۤءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Artinya: Dan Allah
menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak
disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati. (Az-Zumar/39:61)
Orang yang bertakwa akan
memperoleh kemenangan, tidak tersentuh keburukan dan kesedihan, sedangkan orang
yang tidak bertakwa akan menemui kekalahan, keburukan dan kesedihan, dengan
demikian huzn; kesedihan merupakan bentuk ketidak takwaan di level -5; huzn.
Di dalam Al Quran ditemukan 6
ayat yang di dalamnya terdapat kata taiasu (putus asa) atau kata lain
yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan taiasu yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi tidak
bertakwa level -6; taiasu, ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
17.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:48
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ
نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا
عَدْلٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Artinya: Dan takutlah kamu
pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun.
Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak
akan ditolong. (Al-Baqarah/2:48)
Kesadaran menjaga diri dengan
amal shalih agar di hari akhir mendapatkan pembelaan, bantuan, tebusan maupun
pertolongan dari Allah dan Rasulnya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 7;
mahabbah, sedangkan ketidak sadaran untuk menjaga diri dengan amal shalih agar
di hari akhir mendapatkan pembelaan, bantuan, tebusan maupun pertolongan dari
Allah dan Rasulnya, merupakan bentuk ketidak takwaan di tingkat -6;
taiasu.
17.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:123
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ
نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ
وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Artinya: Dan takutlah kamu
pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain
sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka
tidak akan ditolong. (Al-Baqarah/2:123).
Kesadaran menjaga diri dengan
amal shalih agar di hari akhir mendapatkan pembelaan, syafaat, bantuan maupun
pertolongan dari Allah dan Rasulnya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 7;
mahabbah, sedangkan ketidak sadaran untuk menjaga diri dengan amal shalih agar
di hari akhir mendapatkan pembelaan, bantuan, tebusan maupun pertolongan dari
Allah dan Rasulnya, merupakan bentuk ketidak takwaan di tingkat -6;
taiasu.
17.3
Al Quran Surat Yunus/10:31
قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ
وَالْاَرْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَمَنْ يُّخْرِجُ
الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ
الْاَمْرَۗ فَسَيَقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚفَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
Artinya: Katakanlah
(Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau
siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah
yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari
yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan
menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
(Yunus/10:31).
Kesadaran untuk mentaati
Allah yang memberikan rizqi, yang menguasai pendengaran dan penglihatan,
mengendalikan kehidupan serta mengatur segala urusan, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat + 7: mahabbah maupun rahmah, sedangkan ketidak sadaran
untuk mentaati Allah yang memberikan rizqi, yang menguasai pendengaran dan
penglihatan, mengendalikan kehidupan serta mengatur segala urusan, merupakan
bentuk ketidak takwaan di tingkat -6; taiasu.
17.4
Al Quran Surat Ar-Ra'd/13:34
لَهُمْ عَذَابٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا
وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَقُّۚ وَمَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ وَّاقٍ
Artinya: Mereka mendapat
siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada
seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah. (Ar-Ra'd/13:34)
Orang yang tidak menjaga diri
(bertakwa) karena Allah, maka di hari akhir Allah tidak menjaganya dari adzab
yang lebih keras.
17.5
Al Quran Surat Ar-Ra'd/13:37
وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ
وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ
مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ
Artinya: Dan demikianlah
Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam
bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang
pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau
dari (siksaan) Allah. (Ar-Ra'd/13:37)
Orang yang tidak menjaga diri
(bertakwa) dengan menjadikan Allah sebagai pelindung dan penolong, tetapi
justru mengikuti hawa nafsunya, maka di hari akhir Allah tidak melindungi,
menolong atau menjaganya.
17.6
Al Quran Surat Al-Muzzammil/73:17
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا
يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ
Artinya: Lalu bagaimanakah
kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang
menjadikan anak-anak beruban. (QS. Al-Muzzammil/73:17)
Jika tidak menjaga diri
(mengingkari) dari hari akhir yang membuat putus asa (anak hingga beruban),
maka tidak dijaga Allah saat hari akhir terjadi.
Di dalam Al Quran terdapat 6
ayat yang di dalamnya ditemukan kata fasiq atau kata lain yang
menunjukkan pada pengertian yang sama dengan fasiq yang berdampingan
dengan kata takwa di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke
dalam klasifikasi takwa -7; fasiq, ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
18.1
Al Quran Surat Al Baqarah/2: 197
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ
فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا
تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ
الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya: (Musim) haji
adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam
bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan
berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan
berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang
berakal (QS. Al Baqarah/2: 197)
Melakukan rafats(fikiran
porno), kefasikan dan perdebatan merupakan bentuk ketidak takwaan ditingkat -7;
fasiq, sedangkan meninggalkan rafats, kefasikan dan perdebatan
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 7: mahabbah dan rahmah, sehingga
bekal ketakwaan di tingkat ini harus dibawa ke mana saja, karena bekal tersebut
merupakan bekal terbaik yang dapat dibawa hingga akherat.
18.2
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2 : 282
وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا
يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: Dan
persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi
saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya
hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah
mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Al Baqarah/ 2 : 282)
Menimbulkan kesulitan bagi
saksi dan penulis dalam jual beli adalah bentuk ketidak takwaan di level – 7;
fasiq, maka usaha untuk membuat kemudahan bagi saksi maupun penulis dalam
perdagangan dapat menjadi bentuk ketakwaan di tingkat + 8: rahmah.
18.3
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:108
ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِالشَّهَادَةِ
عَلٰى وَجْهِهَآ اَوْ يَخَافُوْٓا اَنْ تُرَدَّ اَيْمَانٌۢ بَعْدَ اَيْمَانِهِمْۗ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاسْمَعُوْا ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Artinya: Dengan cara itu
mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka
merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka
bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. Al-Ma'idah/5:108)
Kesaksian yang tidak benar
merupakan bentuk ketidaktakwaan di level -7; fasiq, kesaksian yang jujur
dapat menjadi bentuk ketakwaan di tingkat + 8: rahmah.
18.4
Al Quran Surat Al-Anfal/8:56
الَّذِيْنَ عَاهَدْتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ
يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِيْ كُلِّ مَرَّةٍ وَّهُمْ لَا يَتَّقُوْنَ
Artinya: (Yaitu)
orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji
mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah). (QS.
Al-Anfal/8:56)
Mengkhianati janji merupakan
bentuk ketidaktakwaan di level -7; fasiq, menepati janji dapat merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 8: rahmah.
18.5
Al Quran Surat Maryam/19:97
فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ
بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُّدًّا
Artinya: Maka sungguh,
telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu
engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar
engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang. (QS.
Maryam/19:97)
Al Quran menjadi khabar
gembira bagi orang yang bertakwa dan menjadi peringatan/ ancaman bagi orang
yang membangkang, membangkang merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.6
Al Quran Surat An-Najm/53:32
اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ
وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ
اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ
فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ
بِمَنِ اتَّقٰى
Artinya: Yaitu) mereka
yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan
kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu,
sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut
ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang
yang bertakwa. (QS. An-Najm/53:32)
Menganggap diri sendiri suci
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
Di dalam Al Quran
terdapat 7 ayat yang di dalamnya
ditemukan kata dhalim atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian
yang sama dengan dhalim yang berdampingan dengan kata takwa di dalam
satu ayat, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -8; dhalim,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
19.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:231
وَاِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَبَلَغْنَ
اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ سَرِّحُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍۗ
وَلَا تُمْسِكُوْهُنَّ ضِرَارًا لِّتَعْتَدُوْا ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَقَدْ
ظَلَمَ نَفْسَهُ ۗ وَلَا تَتَّخِذُوْٓا اٰيٰتِ اللّٰهِ هُزُوًا وَّاذْكُرُوْا نِعْمَتَ
اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتٰبِ وَالْحِكْمَةِ
يَعِظُكُمْ بِهِ ۗوَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: Dan apabila kamu
menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) idahnya, maka tahanlah
mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik
(pula). Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi
mereka. Barangsiapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya
sendiri. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan.
Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada
kamu yaitu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), untuk memberi pengajaran
kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah/2:231)
Menahan istri yang telah
diceraikan yang telah habis masa idahnya dengan maksud tidak baik merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -8; dhalim. Sedangkan menahanya dengan
cara yang baik atau menceraikan dengan cara yang baik dapat menjadi bentuk
ketakwaan di tingkat + 9; ridla.
Demikian juga menjadikan
ayat-ayat Allah sebagai ejekan merupakan bentuk ketidak takwaan di level -8; dhalim,
sedangkan mengakui nikmat Allah yang telah menurunkan Al Quran dan hikmah
sebagai pengajaran dapat menjadi bentuk ketakwaan di tingkat + 9; ridla.
19.2
Al Quran Surat Al-Anfal/8:25
وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ
ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: Dan peliharalah
dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di
antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al-Anfal/8:25)
19.3
Al Quran Surat Maryam/19:72
ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ
الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
Artinya: Kemudian Kami
akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang
zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam/19:72)
Orang bertakwa akan
diselamatkan Allah, sedang orang yang tidak betakwa di level -8; dhalim di
akhirat akan dibiarkan Allah meski sudah dalam keadaan berlutut.
19.4
Al Quran Surat Az-Zumar/39:24
اَفَمَنْ يَّتَّقِيْ بِوَجْهِهِ سُوْۤءَ الْعَذَابِ
يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗوَقِيْلَ لِلظّٰلِمِيْنَ ذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ
Artinya: Maka apakah
orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari
Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada
orang-orang yang zalim, “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu
kerjakan.” (QS. Az-Zumar/39:24)
Orang yang di dunia tidak
bertakwa (menjaga diri) hingga di level -8; dhalim, di akhirat harus menjaga
wajahnya (dan seluruh tubuhnya) dari adzab di hari qiyamat.
19.5
Al Quran Surat Al-Jasiyah/45:19
اِنَّهُمْ لَنْ يُّغْنُوْا عَنْكَ مِنَ اللّٰهِ
شَيْـًٔا ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۚ وَاللّٰهُ
وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sungguh, mereka
tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Dan
sungguh, orang-orang yang zalim itu sebagian menjadi pelindung atas sebagian
yang lain, sedangkan Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.
Al-Jasiyah/45:19)
Sesama orang yang
tidak bertakwa di level -8; dhalim saling melindungi, sedangkan Allah menjadi
pelindung bagi orang-orang bertakwa.
19.6
Al Quran Surat At-Taubah/9:36
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا
عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ
مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا
فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا
يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya
jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan
Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan
haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi
dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya
sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah
beserta orang-orang yang takwa. (QS. At-Taubah/9:36)
Janganlah berbuat dhalim;
tidak memerangi orang musyrik dengan sempurna; tidak bertakwa level -8, karena
sesungguhnya Allah bersama dengan orang bertakwa.
19.7
Al Quran Surat At-Talaq/65:1
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا طَلَّقْتُمُ
النِّسَاۤءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحْصُوا الْعِدَّةَۚ وَاتَّقُوا
اللّٰهَ رَبَّكُمْۚ لَا تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْۢ بُيُوْتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ
اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ
ۗوَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۗ لَا تَدْرِيْ لَعَلَّ
اللّٰهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ اَمْرًا
Artinya: Wahai Nabi!
Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada
waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah
itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka
dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan
perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar
hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya
sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu
ketentuan yang baru. (QS. At-Talaq/65:1)
Melanggar hukum-hukum Allah
adalah perbuatan tidak bertakwa level -8; dhalim.
Di dalam Al Quran ditemukan 8
ayat yang di dalamnya terdapat kata
kafir atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan kafir
yang berdampingan dengan kata takwa di dalam satu ayat, yang dapat diklasifikasikan
ke dalam klasifikasi takwa level -9; kafir, ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
20.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2: 23-24
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا
عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ
دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ
تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ
اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
Artinya: Dan jika kamu
(tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu
tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan
api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi
orang-orang kafir. (Al-Baqarah/2: 23-24)
Meragukan Al Quran termasuk
ketidak takwaan di level -9: kafir, sedangkan meyakini Al Quran sebagai hidayah
merupakan ketakwaan di tingkat + 10; Hidayah.
20.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:41
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا
مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا
بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖوَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ ٤١ ( البقرة/2: 41)
Artinya: Dan berimanlah kamu
kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat)
yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir
kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan bertakwalah
hanya kepada-Ku. (Al-Baqarah/2: 41)
Tidak mempercayai Al Quran
termasuk ketidak takwaan di level -9: kafir, sedangkan meyakini Al Quran
sebagai hidayah merupakan ketakwaan di tingkat + 10; Hidayah.
20.3
Al Quran Surat At-Taubah/9:36
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا
عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ
مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا
فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا
يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ
الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya
jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan
Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan
haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi
dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya
sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah
beserta orang-orang yang takwa. (At-Taubah/9:36)
Memerangi orang musyrik
secara menyeluruh (secara fisik/budaya/pemikiran, opini) karena kemusrikan
merupakan ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.4
Al Quran Surat At-Taubah/9:123
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَاتِلُوا
الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةًۗ
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Wahai orang yang
beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah
mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang
yang bertakwa. (At-Taubah/9:123)
20.5
Al Quran Surat Al-Ma'idah/5:57
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا
الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا
الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ اَوْلِيَاۤءَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ
كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat
agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang
telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman. (Al-Ma'idah/5:57)
Menjadikan orang yang
memperolok-olok agama baik dari ahli kitab maupun orang kafir akan
mempengaruhi seseorang untuk tidak bertakwa di level -9; kafir.
20.6
Al Quran Surat An-Nisa'/4:131
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى
الْاَرْضِۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ
وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى
السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا
Artinya: Dan milik
Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami
telah memerintahkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga)
kepadamu agar bertakwa kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar, maka
(ketahuilah), milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi,
dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (An-Nisa'/4:131)
Mengingkari bumi dan langit
milik Allah merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir, meyakini bahwa
bumi dan langit adalah milik Allah, yang di dalamnya terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah, merupakan ketakwaan di tingkat + 10; hidayah.
20.7
Al Quran Surat Al-Ahzab/33:1
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا
تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا
حَكِيْمًاۙ
Artinya: Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan
janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang
munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana, (Al-Ahzab/33:1)
Mengikuti atau menuruti
kekafiran dan kemunafiqan merupakan bentuk ketidak takwaan di level – 9; kafir.
20.8
Al Quran Surat Al-Muzzammil/73:17
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا
يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ
Artinya: Lalu bagaimanakah
kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang
menjadikan anak-anak beruban. (Al-Muzzammil/73:17)
Mengingkari hari akhir (yang
menjadikan anak kecil beruban) termasuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
21.
JAHANNAM
(Fujur Level -10)
Kata jahannam atau kata lain
yang menunjukkan pada pengertian yang sama dengan jahannam yang berdampingan
dengan kata takwa di dalam satu atau dua ayat Al Qur’an, terdapat 9 ayat yang
dapat diklasifikasikan sesuai kategori tersebut yakni;
21.1
Al Quran Surat Al-Baqarah/2: 23-24
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا
عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ
دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ
تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ
اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
Artinya: Dan jika kamu
(tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu
tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan
api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi
orang-orang kafir. (Al-Baqarah/2:24)
Tidak mengakui kehebatan Al
Quran sebagai kebenaran termasuk ketidak takwaan di level -10: jahannam.
21.2
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:48
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ
نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا
عَدْلٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Artinya: Dan takutlah kamu
pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun.
Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak
akan ditolong. (Al-Baqarah/2:48)
Tidak mengakui hari akhir
yang benar-benar akan terjadi termasuk ketidak takwaan di level -10: jahannam.
21.3
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:123
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ
نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ
وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Artinya: Dan takutlah kamu
pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain
sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka
tidak akan ditolong. (Al-Baqarah/2:123)
Tidak mengakui hari akhir
yang benar-benar akan terjadi termasuk ketidak takwaan di level -10: jahannam.
21.4
Al Quran Surat Al-Baqarah/2:206
وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ
الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: Dan apabila
dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya
untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam
itu) tempat tinggal yang terburuk. (Al-Baqarah/2:206)
Sombong dengan dosanya
termasuk ketidak takwaan di level -10: jahannam.
21.5
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:16
اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ
اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ
Artinya: (Yaitu)
orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka
ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali
'Imran/3:16)
Keyakinan adanya adzab neraka
menjadi balasan bagi orang yang mendurhakai Allah dan adanya kenikmatan surga
bagi orang yang mentaatinya, menimbulkan kesadaran menjaga diri untuk taat
kepada Allah dan kesadaran untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah agar
dijaga dari adzab neraka dan mohon dimasukkan surga, merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat + 11; jannah.
Sedangkan keyakinan tidak
adanya adzab neraka dan kenikmatan surga, sehingga menimbulkan kesadaran
durhaka atau tidak perlu mentaai Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level – 10; jahannam.
21.6
Al Quran Surat Ali 'Imran/3:131
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ
لِلْكٰفِرِيْنَ ۚ
Artinya: Dan peliharalah
dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang kafir. (Ali 'Imran/3:131)
Keyakinan adanya neraka yang
disediakan bagi orang yang mengingkarinya dan adanya surga yang disediakan bagi
orang yang mentaatinya, akan menimbulkan kesadaran menjaga diri untuk taat
kepada Allah, kesadaran ini merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat + 11; jannah, Sedangkan keyakinan tidak adanya
neraka dan surga sehingga menimbulkan kesadaran untuk mengingkari dan
mendurhakai Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level – 10; jahannam.
21.7
Al Quran Surat Yusuf/12:109
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا
نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ مِّنْ اَهْلِ الْقُرٰىۗ اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ
فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ وَلَدَارُ
الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ اتَّقَوْاۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya: Dan Kami tidak
mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan
wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi
lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan
rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa.
Tidakkah kamu mengerti? (Yusuf/12:109)
Keyakinan bahwa kehidupan di
hari akhir itu lebih baik sehingga menimbulkan kesadaran untuk meraihnya dengan
ketaatan kepada Allah dan Rasulnya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 11;
jannah, sedangkan tidak meyakini bahwa kehidupan hari akhir yang lebih baik itu
tidak ada, sehingga tidak menimbulkan kesadaran untuk meraihnya dengan ketaatan
kepada Allah dan Rasulnya sebagaimana orang-orang terdahulu, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.8
Al Quran Surat Az-Zumar/39:16
لَهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ
وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۗذٰلِكَ يُخَوِّفُ اللّٰهُ بِه عِبَادَهُ ۗيٰعِبَادِ
فَاتَّقُوْنِ
Artinya: Di atas mereka ada
lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang
disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan
azab itu). “Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Az-Zumar/39:16)
Keyakinan pada adanya neraka
dan surga yang yang berlapis lapis, sehingga menimbulkan kesadaran takut kepada
Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat + 11; jannah, sedangkan tidak
mempercayai adanya neraka dan surga yang yang berlapis lapis, sehingga tidak
menimbulkan kesadaran takut kepada Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -10; jahannam.
21.9
Al Quran Surat At-Tur/52:18
فٰكِهِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۚ
وَوَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
Artinya: mereka bersuka
ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka
dari azab neraka. (At-Tur/52:18)
Berharap kepada Allah untuk
memberikan kebahagiaan di dalam surga dan berharap Allah menjaga dari adzab
neraka jahim, sehingga menimbulkan ketaatan kepada Allah, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat + 11; jannah, sedangkan tidak memiliki harapan kepada Allah
untuk memberikan kebahagiaan di dalam surga dan tidak berharap Allah menjaga
dari adzab neraka jahim, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10;
jahannam.
21.10
Al Quran Surat At-Tahrim/66:6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا
اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang
yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan
keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim/66:6)
Meyakini adanya neraka yang
bahan bakarnya dari manusia dan batu yang dijaga malaikat yang kasar, keras dan
tidak pernah mengingkari perintah Allah, sehingga menimbulkan kesadaran menjaga
diri dan keluarga untuk taat kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat + 11; jannah.
Sedangkan tidak meyakini
adanya neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu yang dijaga malaikat
yang kasar, keras dan tidak pernah mengingkari perintah Allah, sehingga
menimbulkan kesadaran tidak perlu menjaga diri dan keluarga untuk taat kepada
Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10
Rangkuman jumlah ayat di setiap klasifikasi adalah sebagai berikut;
taubat 7 ayat, sabar 10 ayat, ikhlas 10 ayat, islam 28 ayat, iman 35 ayat, ihsan 23, mahabbah 4 ayat,
rahmah 13 ayat, ridha 2 ayat, hidayah 14 ayat,
jannah 18 ayat, ananiyah 4 ayat, ghadab 2 ayat, syahwat 8 ayat, khauf 7
ayat, huzn 4 ayat, taiasu 6 ayat, fasiq 6 ayat, dhalim 7 ayat, kafir 8 ayat dan
jahannam 10 ayat.
Dari 238 ayat yang di dalamnya terdapat kata yang terbentuk dari kata
dasar takwa, ditemukan 226 ayat yang berdampingan dengan kata yang sesuai
dengan kata-kata yang dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi “Cermin Qalbu”,
berdasar bukti tersebut maka tingkatan takwa yang tersusun menjadi cermin qalbu
memiliki bukti yang kuat.
Bukti kebenaran susunan tingkatan takwa “Cermin Qalbu” tersebut di
atas, masih akan diperkuat lagi dengan bukti lainnya, yaitu ayat- ayat yang di
dalamnya terdapat kata-kata yang memiliki kaitan erat dengan ketakwaan, yaitu
kata qalbu, nafs, sudur, fuad dan taubat,
apakah kata-kata tersebut juga dapat diklasifikasikan ke dalam cermin qalbu,
berdasar kata yang mengiringinya ? pembahasannya akan dikemukakan di bab-bab
berikutnya.
[1] Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 5 halaman 309, Hadits nomor 3270.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar