31/03/2026

26. Surga Merupakan Tempat Kembali Yang Baik Bagi Orang Bertakwa Di Dalamya Diberi Kenikmatan-Kenikmatan

26. Surga Merupakan Tempat Kembali Yang Baik Bagi Orang Bertakwa Di Dalamya Diberi Kenikmatan-Kenikmatan

Keistimewaan takwa ke dua puluh enam “Surga merupakan tempat kembali yang baik bagi orang bertakwa” di dalamya diberi kenikmatan-kenikmatan, di dalam Al Quran surat Shad (38): 49 dinyatakan bahwa sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwabertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik;

هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ

Artinya: Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwabertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,,(QS. Shad (38): 49)

Di dalam Al Quran surat Ar-Ra'd (13): 29 dinyatakan Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik;

الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS. Ar-Ra'd (13): 29)

Di dalam Al Quran surat Al-Furqan (25): 15 digambarkan bahwa surga merupakan tempat kembali bagi orang bertakwa

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا

Artinya: Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?".(QS. Al-Furqan (25): 15)

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran (3): 198 digambarkan bahwa surga merupakan tempat tinggal bagi orang bertakwa;

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

Artinya: Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (QS. Ali-'Imran (3): 198)

Di dalam Al Quran disebutkan beberapa gambaran tentang Surga, yang di dalam penuh dengan kenikmatan, yang diberikan kepada orang-orang bertakwa;

1.   Penuh Kenikmatan

Orang bertakwa berada di Surga yang penuh kenikmatan, digambarkan di dalam Al Quran surat Ath-Thur/ 52: 17 dan Al Quran surat Al-Qalam/ 68: 34

 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, (QS. Ath-Thur/ 52: 17)

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Artinya: Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.(QS. Al-Qalam/ 68: 34)

2. Sungai Yang Mengalir Dibawahnya, Pasangan Yang Disucikan dan Keridhaan Allah

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 15 digambarkan kenikmatan surga yang diberikan kepada orang bertakwa;

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Artinya: Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Ali-'Imran/ 3: 15)

3.  Berada Di Bawah Naungan Dan Banyak Mata Air

Di dalam Al Quran surat Al-Hijr/ 15: 45, Adz-Dzariyat/ 51: 15 dan Al-Mursalat/ 77: 41 digambarkan surga yang diberikan kepada orang bertakwa banyak mata air;

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.(QS. Al-Mursalat/ 77: 41)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwabertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (QS. Al-Hijr/ 15: 45)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwabertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, (QS. Adz-Dzariyat/ 51: 15)

4. Memakai Sutera yang Halus dan Tebal, Bidadari, Dan Buah-Buahan Serta Tidak Akan Mati

Di dalam Al Quran surat Ad-Dukhan/ 44: 51-56 digambarkan kenikmatan Surga yang diberikan kepada Orang-orang bertakwa;

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ , فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ, كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ, يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ, لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (51) (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (52) mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, (53) demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), (55) mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, (QS. Ad-Dukhan (44): 51-56)

5. Taman-Taman, Sungai Dan Tempat Yang Disenangi Di Sisi Allah

Di dalam Al Quran surat Al-Qamar (54):/ 54: 54-55 digambarkan kenikmatan Surga yang diberikan kepada Orang-orang bertakwa

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ, فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwabertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.

6. Doa Mohon Tambahan Ketakwaan

6.  Doa Mohon Tambahan Ketakwaan

Di dalam kitab Doa Thabarani hadits nomor 805 di sebutkan do’a mohon ditambahkan ketakwaan;

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْأَصْبَهَانِيِّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُحَارِبِيُّ، عَنْ عُمَرَ بْنِ مُسَاوِرٍ الْعِجْلِيِّ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رضي الله عنه قَالَ: لَمْ يُرِدْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ سَفَرًا قَطُّ إِلَّا قَالَ: «اللَّهُمَّ بِكَ انْتَشَرْتُ، وَإِلَيْكَ تَوَجَّهَتْ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ ثِقَتِي، وَأَنْتَ رَجَائِي، اللَّهُمَّ اكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَا لَا أَهْتَمُّ بِهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَوَجِّهْنِي لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتُ» قَالَ: ثُمَّ يَخْرُجُ ﷺ [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sa'id bin al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Abdul Rahman bin Muhammad al-Muharibi, dari Umar bin Masawir al-Ajli, dari Al-Hasan, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah bermaksud untuk bepergian ke suatu tempat pun, kecuali beliau mengucapkan, 'Ya Allah, dengan-Mu aku berangkat, kepada-Mu aku bermaksud, dan dengan-Mu aku berlindung. Ya Allah, Engkau adalah tempat bergantungku dan harapanku. Ya Allah, cukupkanlah aku dari apa yang membuatku merisaukan dan dari apa yang tidak aku pedulikan. Engkau lebih mengetahui tentang keadaanku daripada diriku sendiri. Ya Allah, tambahkanlah aku takwa, ampunilah dosaku, dan tunjukkanlah aku kepada kebaikan di mana pun aku berada.' Kemudian beliau berangkat."

Doa ini juga memberi gambaran bahwa takwa bertingkat, terbukti dengan permohonan untuk bertambah atau meningkat ketakwaannya.



[1] Abu Al Qasim Sulaiman ibn Ahmad Al-Thabari, Al-Du’a Li Al-Thabarani, Dar Al-Kitab Al-‘Ilmiyah, Beirut, Jilid 1, Halaman 255, Hadits nomor 805.

25. Orang Bertakwa Merupakan Perutusan Yang Terhormat

25. Orang Bertakwa Merupakan Perutusan Yang Terhormat

Keistimewaan takwa ke dua puluh lima “Orang bertakwa merupakan perutusan yang terhormat”, di dalam Al Quran surat Maryam/ 19: 85 dinyatakan bahwa Kami mengumpulkan orang-orang yang takwatakwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا

Artinya: (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwatakwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,(QS. Maryam/ 19: 85)

Di dalam Al Quran surat Az-Zumar/ 39: 73 digambarkan bahwa penjaga surga memberi penghormatan kepada rombongan orang-orang bertakwa kepada Allah yang dibawa ke dalam Surga, dengan mengatakan "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya";

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Artinya: Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".(QS. Az-Zumar/ 39: 73)

30/03/2026

24. Surga Didekatkan Kepada Orang-Orang Yang Bertakwa

24.  Surga Didekatkan Kepada Orang-Orang Yang Bertakwa

Keistimewaan ke dua puluh empat “Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa”, di dalam Al Quran surat Asy-Syu'ara' /26: 90 dan surat Qaf/ 50: 31 disebutkan bahwa surga didekatkan kepada orang yang bertakwa;

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwabertakwa, (QS. Asy-Syu'ara'/ 26: 90)

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

Artinya: Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwabertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (QS. Qaf/ 50: 31)

5. Susunan Hierarki Tingkatan Takwa “Cermin Qalbu”

5. Susunan Hierarki Tingkatan Takwa “Cermin Qalbu”

Setelah dikemukakan beberapa tingkatan manusia berdasar ilmu Tasawuf, ilmu Psikologi, ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW, dapat diperoleh pengertian bahwa realitanya manusia berada pada tingkatan yang berbeda-beda, berdasar beberapa data mengenai tingkatan di atas, maka penulis menilai bahwa tingkatan-tingkatan tersebut merupakan bagian dari hierarki tingkatan takwa.

Dari beberapa susunan tingkatan manusia tersebut, akan dikombinasikan, dimodifikasi dan disusun kembali menjadi hierarti tingkat kesadaran takwa, yang selanjutnya disebut sebagai “Cermin Qalbu”, dinamakan Cermin Qalbu dengan tujuan agar susunan tingkat kesadaran manusia tersebut dapat digunakan sebagai cermin, untuk dapat melihat keadaan qalbunya diri sendiri, sehingga dapat mengetahui qalbunya sedang berada dikelompok fujur atau takwa dan sedang berada di level nilai kesadaran spiritual tingkat ketakwaan berapa ?

Di sini akan dikemukakan “Cermin Qalbu” yang terdiri dari dua puluh satu level tingkatan, sebelas tingkatan di dalam kelompok takwa dan sepuluh tingkatan berada di tingkat fujur. Cermin qalbu ini juga dilengkapi dengan beberapa perspektif; tasawuf, taqarub, amal, psikologi dan Islam, dikemukakannya perspektif ini memiliki dua tujuan, tujuan pertama untuk menguji akurasi susunan tingkatan takwa dan fujur, tujuan kedua untuk mengetahui bahwa beberapa tingkatan level takwa atau fujur tersebut berdasar perspektif berada di kelompok mana.

 

Gambar 5. Cermin Qalbu Dan Perspektif

 

Di dalam bab ini hanya dikemukakan keterangan singkat dari komponen yang ada di dalam gambar Cermin Qalbu, adapaun keterangan rinci akan dikemukakan pada buku berikutnya, sedangkan keterangan singkat dari cermin qalbu adalah sebagai berikut;

1.   Kolom Level : pada kolom ini tertera angka  +10 sampai dengan –10, angka minus satu sampai angka minus sepuluh menggambarkan kondisi qalbu yang negatif, dapat merusak diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, sedangkan nol merupakan batu pijakan menuju angka plus satu sampai plus sepuluh, yang menggambarkan kondisi qalbu yang positif, dapat memperbaiki diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, Angka yang besar menghimpun angka yang lebih kecil, misal; seseorang sudah berada di kondisi qalbu di angka plus lima, maka dia sudah memiliki kondisi kesadaran nol, plus satu, plus dua, plus tiga dan plus empat. Demikian juga seseorang saat berada dalam kondisi qalbu minus lima, maka dia juga menghimpun kondisi kesadaran minus satu, minus dua, minus tiga dan minus empat.

2. Kolom Energi: pada kolom ini tertera bilangan 0 sampai dengan ∞ (tak terbatas), bahwa bilangan yang tertera merupakan bilangan logaritma bukan desimal, bilangan tersebut menggambarkan gelombang energi yang tercipta dari kondisi qalbu, baik kepada diri sendiri maupun lingkungan, energi gelombang membangun “kebaikan” dimulai pada angka 190 ke atas, sedangkan energi gelombang merusak “keburukan” berada di bawah 190, angka yang tertera merupakan ambang batas minimal yang dapat menggambarkan energi kondisi qalbu hingga mencapai ambang angka maksimal, misal kondisi qalbu 250 maka akan mencakup angka 250 sampai dengan 309. Sedangkan untuk bilangan minimal 700 akan dapat meningkat hingga tak terbatas, karena hidayah sudah masuk di wilayah ilahiyah.

Pembahasan pemanfaatan gelombang untuk membantu menumbuhkan kesadaran takwa, akan dikemukan di buku seri ketiga tentang metode Tazkiyatun Nafs, yang dikaitkan dengan pembahasan Solfegio frekwensi dan energi gelombang otak; delta, theta, alpha, betha, gama dll.

3. Kolom Spiritual: pada kolom ini tertera keterangan bahwa level spiritual positif dimulai dari taubat sampai dengan Jannah, sedangkan di level spiritual negatif dimulai dari anananiyah; ego sampai dengan Jahannam, kolom ini menggambarkan level spiritual qalbu sedang berada dimana, di sini berlaku angka yang besar menghimpun angka yang lebih kecil, misalnya; seorang yang berada di di level spiritual iman, juga berada di level spiritual taubat, ikhlas dan Islam, demikian juga sebaliknya ketika berada di di level spiritual negatif, ketika seseorang berada di di level spiritual khauf maka dia juga berada di di level spiritual ananiyah, ghadab dan nafsu. keterangan terperinci masing-masing di level spiritual akan di jelaskan di bab berikutnya.

4. Kolom Kesadaran: pada kolom ini tertera nilai kesadaran positif dimulai dari nol (Kesadaran) sampai dengan plus sepuluh (husnul khatimah), sedangan nilai kesadaran negatif dimulai dari minus satu (keakuan;ego) sampai dengan minus sepuluh (su’ul khatimah). Kesadaran tersebut dapat menggambarkan kondisi qalbu pada waktu tertentu, karena kondisi qalbu dapat berubah-ubah sesuai permasalahan yang dihadapi, waktu dan keadaanya. Penjelasan tentang level kesadaran ini akan dijelaskan bersamaan dengan level spiritual pada buku berikutnya.

5. Kolom Tasawuf; menggambarkan tingkat keyakinannya kepada Allah, pada kolom ini terdiri dari kelompok ma’rifat yang meliputi level spiritual; jannah, hidayah dan ridla, kelompok haqiqat meliputi; rahmah dan mahabah, kelompok thariqah meliputi; ikhsan dan iman, kelompok syariat meliputi level spiritual islam, ikhlas, sabar dan taubat. Sedangkan pada kelompok negatif kelompok ma’siyat meliputi level spiritual; ananiyah, ghadab dan syahwat, kelompok ghawa (terpedaya) meliputi; khauf, huzn dan taiasu, sedangkan kelompok tagha (melampaui batas); fasik, dhalim, kafir dan jahannam.

6. Kolom Taqarub; menggambarkan kedekatan jalan menuju Allah, pada kolom ini terdiri dari kelompok sabil yang meliputi level spiritual; jannah, hidayah dan ridla, kelompok shirath meliputi; rahmah dan mahabah, kelompok thariq meliputi; ikhsan dan iman, kelompok syari’ meliputi level spiritual islam, ikhlas, sabar dan taubat. Sedangkan pada kelompok negatif kelompok ghafil (lalai)  meliputi level spiritual; ananiyah, ghadab dan syahwat, kelompok yukadzibu (mendustakan) meliputi; khauf, huzn dan taiasu, sedangkan kelompok dhalal (tersesat) meliputi; fasik, dhalim, kafir dan jahannam.

7. Kolom Amal; menggambarkan tingkat pengamalan ajaran Islam, mulai kolom ini masuk pada keterangan perspektif dari level cermin qalbu, pada kelompok positif kolom amal tertera kelompok akhlaq mencakup level spiritual; jannah, hidayah, ridla, rahmah dan mahabah, kelompok Aqidah mencakup level spiritual; ihsan dan iman, kelompok ibadah mencakup level spiritual islam, ikhlas, sabar dan taubat. Sedangkan pada kelompok negatif kelompok sahun (lalai) meliputi; ananiyah, ghadab dan syahwat, pada kelompok khadiun (tertipu) meliputi; khauf, huzn dan taiasu, adapun kelompok khasirun (rugi) meliputi; fasik, dhalim, kafir dan jahannam.

8. Kolom Faqih; menggambarkan tingkat pemahaman terhadap ajaran Islam, pada kolom ini terdiri dari kelompok ‘irfani yang terdiri dari; husnul khatimah, hidayah, ridha, rahmah dan mahabbah, kelompok burhani meliputi; ikhsan dan iman, sedangkan kelompok bayani meliputi; islam, ikhlas, sabar dan taubat. Sedangkan pada level spiritual negatif terdiri dari kelompok la ya’lamun (tidak mengetahui) meliputi; ananiyah, ghadab dan syahwat, kelompok la ya’qilun (tidak berfikir) yang meliputi; khauf, huzn dan taiasu, dan pada kelompok la yafqahun (tidak memahami) meliputi; fasiq, dhalim, kafir dan jahnnam.

9. Kolom Psikologi: tertera Kebenaran dan Kepalsuan, menggambarkan kondisi qalbu berada di dalam keadaan apa, jika dalam kondisi kebenaran maka qalbu dimulai berada di level spiritual taubat hingga jannah, sedangkan jika qalbu dalam kondisi kepalsuan, maka qalbu berada di level spiritual ananiyah turun hingga sampai pada jahannam.

10.Kolom Islam: menggambarkan qalbu mengikuti ilham yang mana, jika qalbu dalam kondisi takwa maka qalbu berada di level spiritual taubat hingga jannah, sedangkan dalam kondisi fujur, qalbu berada di level spiritual ananiyah turun hingga sampai pada jahannam.

 

Untuk membuktikan kebenaran dari tingkatan takwa dan fujur yang tertuang di dalam cermin qalbu tersebut di atas, akan dikemukakan bukti ayat-ayat Al Quran yang berkaitan dengan masing-masing tingkatan kesadaran spiritual, adapun kata yang akan dijadikan sebagai kata kunci untuk membuktikan kebenaran adanya tingkatan fujur dan takwa adalah kata yang terbentuk dari kata dasar waqa;takwa,  ayat-ayat Al Quran yang di dalamnya terdapat kata waqa;takwa dikumpulkan, kemudian ayat-ayat tersebut diklasifikasikan ke dalam sebelas tingkatan takwa dan sepuluh tingkatan fujur, berdasar kata yang berdampingan dengan kata takwa dalam satu ayat, misalnya kata takwa berdampingan dengan kata sabar, maka ayat tersebut dikategorikan ke dalam takwa di tingkatan sabar.

Selain kata kunci takwa yang ada di dalam ayat-ayat Al Quran, untuk memperkuat pembuktian juga akan dilakukan dengan cara yang sama terhadap kata-kata yang mengarah pada pengertian yang sama dengan takwa, yaitu kata; Nafs, Qalb, Sadr dan satu kata kunci khusus yaitu kata Taubat, pembahasannya akan dikemukakan di dalam bab-bab berikutnya.

23. Surga Diwariskan Kepada Orang-orang Yang Bertakwa

23. Surga Diwariskan Kepada Orang-orang Yang Bertakwa 

Keistimewaan takwa ke dua puluh tiga “Surga diwriskan kepada orang-orang bertakwa”, di dalam Al Quran surat Maryam 19: 63, dinyatakan bahwa surga diwariskan kepada orang-orang yang bertakwa;

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا  

Artinya: Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (bertakwa. (QS. Maryam/ 19: 63)

Di dalam Al Quran surat Al-'Ankabut/ 29: 16 digambarkan bahwa Nabi Ibrahim juga memerintahkan kepada umatnya untuk bertakwa kepada Allah; agar dijadikan orang yang mempusakai; mewarisi surga, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran surat Asy-Syu'ara' (26): 85;

وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-'Ankabut/ 29: 16)

وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

Artinya: dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,(QS. Asy-Syu'ara'/ 26: 85)

Di dalam kitab Mustadrak Hakim hadits nomor 8087 dinyatakan bahwa Barangsiapa yang tidak bertakwa kepada Allah, maka ia tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu pun;

حدثنا جعفر بن محمد الخلدي ثنا الحسن علي القطان ثنا إسماعيل بن العطار ثنا إسحاق بن بشر ثنا سفيان الثوري عن الأعمش عن شقيق عن سلمة عن حذيفة رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : من أصبح و الدنيا أكبر همه فليس من الله في شيء و من لم يتق الله فليس من الله في شيء و من لم يهتم للمسلمين عامة فليس منهم [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Muhammad al-Khuldi, telah menceritakan kepada kami al-Hasan Ali al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin al-'Atar, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Bishr, telah menceritakan kepada kami Sufyan al-Thawri, dari al-A'mash, dari Syuqaiq, dari Salim, dari Hudhaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa yang pagi hari kesibukannya adalah dunia, maka ia tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu pun. Barangsiapa yang tidak bertakwa kepada Allah, maka ia tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu pun. Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam secara umum, maka ia bukan bagian dari mereka."



[1] Abdullah Al Hakim An-Naisaburi, Al Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain, Dar Al Kitab Al-Alamiyah, Beirut, 1990, Jilid 8, Halaman 628, Hadits nomor 8087.

29/03/2026

22. Surga Disediakan; Dijanjikan Bagi Orang-orang Yang Bertakwa

22. Surga Disediakan; Dijanjikan Bagi Orang-orang Yang Bertakwa

Keistimewaan takwa ke dua puluh dua “Surga disediakan; dijanjikan bagi orang bertakwa”, di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 133, disebutkan bahwa surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwabertakwa;

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwabertakwa, (QS. Ali-'Imran/ 3: 133)

Di dalam Al Quran surat Ar-Ra'd/ 13: 35, disebutkan perumpamaan surga yang disediakan bagi orang bertakwa;

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ

Artinya: Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwatakwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwabertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Ra'd/ 13: 35)

Di dalam Al Quran surat Al-Furqan/ 25: 15, disebutkan tentang surga yang kekal, yang disediakan untuk orang-orang bertakwa;

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا

Artinya: Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwabertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?". (QS. Al-Furqan/ 25: 15)

Di dalam Al Quran surat Az-Zumar/ 39: 20 disebutkan janji Allah kepada orang yang bertakwa akan mendapatkan tempat yang tinggi;

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ

Artinya: Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (QS. Az-Zumar/ 39: 20)

4. Tingkatan Takwa Berdasar Kata Yang Berdampingan Dengan Kata Takwa Yang Tedapat Di Dalam Al Quran

4. Tingkatan Takwa Berdasar Kata Yang Berdampingan Dengan Kata Takwa Yang Tedapat Di Dalam Al Quran

Mengapa urutan yang terdapat di dalam sub bab 3. Tingkatan Manusia Dalam Al Quran Dan Sunnah di atas, dapat disebut sebagai tingkatan takwa, karena keberadaan kata, sabar, islam, iman, ihsan, juga disebutkan di dalam ayat lainnya berdampingan dengan kata takwa, yang dihubungkan dengan huruf waw ma’iyah, yang mengandung pengertian bersama, sehingga ketika kata sabar diikuti dengan kata takwa dapat dipahami sebagai satu perbuatan, yaitu sabar yang dilakukan dengan takwa, sehingga kata yang berdampingan dengan kata takwa tersebut dapat dipahami sebagai tingkatan takwa, yaitu takwa tingkat sabar, Dapat dikatakan demikian karena kata takwa juga berdampingan dengan kata-kata  lainnya; taubat, islam, iman, ikhsan, dengan demikian kata yang berdampingan dengan kata takwa tersebut menunjukkan sebagai tingkatan takwa, kata-kata tersebut antara lain adalah sebagai berikut; 

1.1.     Taubat/ Inabah Dan Takwa

Di dalam Al Quran surat Ar-Rum/30:31, terdapat kata munibiina ilaihi diikuti wattaquhu, yang dapat dipahami sebagai perbuatan taubat yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat taubat;

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ

Artinya: dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan  Allah,  (QS. Ar-Rum/30:31)

1.2.     Sabar Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran/ 3: 120, Ali-'Imran/ 3: 125 dan Ali-'Imran/ 3: 186 terdapat kata tashbiru diikuti kata wa tattaqu, yang dapat dipahami sebagai perbuatan sabar yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat sabar;

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Artinya: Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Artinya: Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.(QS. Ali-'Imran/ 3: 125)

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS. Ali-'Imran/ 3: 186)

1.3.     Ikhlas (Taat) Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran Surat Al Quran Surat An-Nur/24:52 disebutkan kalimat  yuthi’illaha wa rasulahu kemudian diikuti kata yattaqhi, merupakan gambaran pernyataan orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya dan bertakwa, dapat dipahami  sebagai taat (dengan ikhlas) kepada Allah dan Rasulnya karena takwa, atau juga dapat dipahami takwa di tingkat ikhlas;

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَه وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Artinya: Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. An-Nur/24:52)

Di dalam Al Quran Surat Asy Syu’ara/26 perintah taat kepada Allah dan Rasulnya diulang sebanyak delapan kali, yakni pada ayat; 108,110,126,131,144, 150, 163,179;

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy-Syu'ara'/26: 108,110,126,131,144,150,163,179)

1.4.     Islam Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/3:102 disebutkan perintah bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sesungguhnya,

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Ali 'Imran/3:102)

Perintah bertakwa di atas diikuti dengan penguatan (Taukid) dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa dan masih diperkuat lagi dengan catatan jangan sampai meninggal dunia kecuali dalam keadaan berserah diri (Islam), sehingg dapat dipahami bahwa takwa harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ketakwaan minimal yang harus dipegang sampai mati adalah takwa di tingkat Islam.

1.5.     Beriman dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 103, Al-Maidah/ 5: 65 dan Al-A'raf/ 7: 96, disebutkan kata amanu diikuti wattaqau yang dapat dipahami sebagai perbuatan beriman yang dilakukan atas dasar takwa, sehingga juga dapat dipahami sebagai bentuk takwa di tingkat iman;

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya: Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.(QS. Al-Baqarah/ 2: 103)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Artinya: Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.(QS. Al-Maidah/ 5: 65)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al-A'raf/ 7: 96)

1.6.     Ihsan Dan Bertakwa

Di dalam Al Quran surat Ali-'Imran 3/: 172, Al-Maidah/5: 93 dan An-Nisa'/4: 128 disebutkan kata ahsanu dan tuhsinu berdampingan dengan ittaqau yang artinya berbuat kebaikan (ihsan) dan bertakwa, yang dapat dipahami berbuat ihsan atas dasar takwa, atau takwa di tingkat takwa;

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.(QS. Ali-'Imran 3/: 172).

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(QS. Al-Maidah/5: 93).

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. An-Nisa'/4: 128).

Selain kata-kata yang berdampingan langsung dengan kata takwa tersebut juga terdapat banyak kata-kata lainnya yang tidak berdampingan secara langsung, tetapi beriringan disebut di dalam satu ayat yang sama yang dapat dipahami sebagai bagian dari tingkatan takwa, pembahasannya akan dikemukakan pada bab berikutnya.

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post