KLASIFIKASI KATA “QALBU, SADR DAN FUAD”
KE DALAM TINGKATAN TAKWA “CERMIN QALBU”
Barangsiapa yang menjaga diri “bertakwa” dari yang syubhat
berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya, syubhat merupakan perkara yang ada di
antara yang halal dan haram, perkara yang haram telah jelas dan
perkara yang halal juga telah jelas, halal merupakan hal yang
boleh dilakukan, sedangkan haram merupakan batasan yang tidak boleh
dilakukan, adapun syubhat adalah hal yang sebaiknya ditinggalkan, karena
jika dilakukan akan menghantar kepada hal yang haram.
Di dalam setiap tubuh manusia terdapat alat yang dapat dijadikan
sebagai barometer untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kecenderungan
untuk melakukan yang halal; kebaikan, atau memiliki kecenderungan untuk
melakukan yang haram; keburukan, yaitu qalbu, jika qalbunya baik maka seluruh
jasad (amal perbuatannya) akan baik, jika rusak maka seluruh amal perbuatannya
rusak (tidak bernilai baik).
Pernyataan di atas di dasari
Hadits Rasulullah SAW yang tertuang di dalam kitab Shahih Bukhari Hadits nomor
50, berikut;
حَدَّثَنَا
أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ
بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لَا
يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ
لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ
الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا
إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ
مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ
الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ [1]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari
'Amir berkata; aku mendengar An Nu'man bin Basyir berkata; aku mendengar
Rasulullah ﷺ bersabda: "Yang halal sudah jelas dan
yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat
(samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjaga
diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan
barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat,
sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di
pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa
setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di
bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh
ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila
rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati".
Hadits di atas menjadi dasar untuk melengkapi pemahaman tentang takwa,
melalui pencarian kata qalbu yang ada di dalam Al Quran, Pencarian kata qalbu
berdasar kata dasar qalaba menggunakan aplikasi Al Quran Zekr. 1.1.0
ditemukan 168 kata yang ditemukan di 155 ayat. ayat-ayat hasil pencarian
tersebut kemudian dianalisa berdasar kata yang bersanding dengan kata qalbu,
kedua kata yang bersanding tersebut dapat menunjukan informasi, perintah atau
larangan yang berkaitan dengan fujur dan takwa, 155 ayat tersebut kemudian
diklasifikasikan ke dalam tingkatan takwa “cermin qalbu”.
Untuk dapat memperoleh pemahaman yang lengkap tentang takwa, maka di
sini akan dikemukakan hasil pencarian kata Sadr dan Fuad yang ada
di dalam Al Quran, pencarian kata sadr perlu dilakukan didasari hadits
nomor 7402 dalam kitab Musnad Ahmad, di dalamnya dijelaskan secara tegas bahwa
takwa itu ada di sadr (dada) ;
حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ مَوْلَى
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحَاسَدُوا وَلَا
تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ أَحَدُكُمْ عَلَى
بَيْعِ أَخِيهِ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو
الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى
هَاهُنَا وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ حَسْبُ امْرِئٍ
مُسْلِمٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ
عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ[2]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Dawud bin
Qois dari Abu Sa'id pembantu Abdullah bin 'Amir, berkata; aku mendengar Abu
Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda:
"Janganlah kalian saling dengki, saling tipu, saling benci, saling
membelakangi dan janganlah membeli/menjual barang yang hendak dibeli/dijual
oleh orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.
Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak
menelantarkannya, tidak membohonginya dan tidak menghinanya. Takwa itu ada di
sini -seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-. Cukuplah seseorang dinilai
buruk jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya
diharamkan darahnya, hartanya dan kehormatannya."
Sedangkan pencarian kata fuad perlu dilakukan didasari hadits
nomor 1855 dalam kitab Musnad Ahmad, di dalamnya digambarkan bahwa bahwa Fuad
adalah Qalbu;
حَدَّثَنَا
أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ زِيَادِ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ
أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ " مَا
كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى" قَالَ
رَأَى مُحَمَّدٌ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِقَلْبِهِ مَرَّتَيْنِ[3]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Al A'masy
dari Ziyad bin Al Hushain dari Abu Al 'Aliyah dari Ibnu Abbas tentang firman
Allah Azza Wa Jalla; (Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya) dia
berkata; Muhammad melihat Rabbnya Azza Wa Jalla dengan hatinya dua kali.
Pencarian kata sadr menggunakan aplikasi Al Quran Zekr. 1.1.0
ditemukan 46 kata di 43 ayat, sedangkan pencarian kata fuad ditemukan 16 kata di 15 ayat. Ayat-ayat
tersebut kemudian dianalisa berdasar kata yang bersanding Sadr dan Fuad,
kata-kata yang bersanding tersebut dapat menunjukan informasi, perintah atau
larangan yang berkaitan dengan fujur dan takwa, 43 ayat “Sadr” dan 15
ayat “Fuad” tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam tingkatan takwa
“cermin qalbu” secara bersamaan dengan 155 ayat “Qalb” di atas, ke dalam
klasifikasi berikut;
Di dalam Al Quran ditemukan 5 kata taubat
atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan taubat yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa
level 0+; Taubat, ayat-ayat tersebut
adalah sebagai berikut;
1.1
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 60
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ
وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ
وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ
فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya
zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk
(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk
mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan
Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. At Taubah/ 9: 60)
Muallaf merupakan proses
ketakwaan di tingkat 0+; taubat; takwa tingkat dasar tetapi sudah bernilai
positif.
1.2
Al Quran Surat At Tahrim/66 : 4
إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ
قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ
وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
Artinya: Jika kamu berdua
bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk
menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka
sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang
mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya
pula.(QS. At Tahrim/66 : 4)
Kecondongan hati kepada agama
Allah merupakan proses ketakwaan di tingkat 0+; taubat.
1.3
Al Quran Surat Qaf/50 : 33
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ
بِقَلْبٍ مُنِيبٍ
Artinya: (Yaitu) orang
yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya)
dan dia datang dengan hati yang bertaubat,(QS. Qaf/50 : 33)
Takut kepada yang Maha
Pengasih dan hatinya ingin kembali kepada-Nya, merupakan proses ketakwaan di
tingkat 0+; taubat.
1.4
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 125
قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
Artinya: Ahli-ahli sihir
itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali. (7: 125).
Kesadaran untuk kembali
kepada-Nya, merupakan proses ketakwaan di tingkat 0+; taubat.
1.5
Al Quran Surat Asy Syu’ara/ 26: 50
قَالُوا لَا ضَيْرَ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا
مُنقَلِبُونَ ﴿الشعراء: ٥٠﴾
Artinya: Mereka berkata:
"Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada
Tuhan kami, (Asy Syu’ara/ 26: 50)
Kesadaran akan kembali
kepada-Nya, merupakan proses ketakwaan di tingkat 0+; taubat.
Di dalam Al Quran ditemukan 2
kata sabar atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan sabar yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +1; sabar,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
2.1
Al Quran Surat Al Hujurat/ 49: 3;
إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ
رَسُولِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ
ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ,
إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا
يَعْقِلُونَ, وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ
خَيْرًا لَهُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya
orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang
yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan
pahala yang besar. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar
kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti. Dan kalau sekiranya mereka bersabar
sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hujurat/ 49: 3)
Kesadaran menahan diri untuk
merendahkan suara ketika di sisi Rasulullah SAW, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +1; sabar.
2.2
Al Quran Surat At Taghabun/ 64: 11
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ
اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ
Artinya: Tidak ada suatu
musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa
yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. At Taghabun/ 64: 11)
Kesadaran untuk menerima
musibah sebagai ketentuan Allah merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +1;
sabar.
Di dalam Al Quran ditemukan 3
kata ikhlas atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan ikhlas
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di
dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi
takwa level +2; ikhlas, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
3.1
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 24
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا
لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ
اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru
kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya
kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.(QS. Al Anfal/ 8: 24)
Memenuhi seruan Allah dan
Rasul-nya dengan hati yang taat merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +2;
ikhlas.
3.2
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 225
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي
أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ
غَفُورٌ حَلِيمٌ
Artinya: Allah tidak
menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah),
tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk
bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.(QS. Al
Baqarah/ 2: 225)
Kesadaran/ kesengajaan hati
dalam melakukan amal perbuatan yang baik merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+2; ikhlas.
3.3
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 104
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّن بَعْدِ الْغَمِّ
أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ
أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ
يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ الْأَمْرِ مِن شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ
لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ
كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ
فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ
ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ
ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya: Kemudian setelah
kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang
meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan
oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah
seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang
sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?". Katakanlah:
"Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka
menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu;
mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur
tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di
sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya
orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke
tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa
yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah
Maha Mengetahui isi hati. (QS. Ali Imran/ 3: 104)
Orang yang melaksanakan
perintah Allah dengan penuh kesadaran bahwa perintah tersebut merupakan ujian
dan sarana Allah untuk membersihkan hati, maka kesadaran tersebut merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +2; ikhlas.
Di dalam Al Quran ditemukan 4
kata islam atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan islam yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +3; islam,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
4.1
Al Quran Surat Ash Shafat/ 37: 84
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: (lngatlah) ketika
ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (Ash Shafat/ 37: 84)
Kesadaran untuk datang
(ibadah/mengabdi) berserah diri kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +3; islam.
4.2
Al Quran Surat Asy Syu’ara/ 26: 89
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Asy Syu’ara/ 26: 89)
Kesadaran untuk datang
(ibadah/mengabdi) berserah diri kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +3; islam.
4.3
Al Quran Surat Al An’am/ 6: 125
فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ
صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ
ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ
اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah
menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya
untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah
kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah
ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang
yang tidak beriman. (QS. Al An’am/ 6: 125)
Lapang dada (hati) untuk
memeluk dan melaksanakan ajaran islam, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+3; islam.
4.4
Al Quran Surat Az Zumar/ 39: 22
أَفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن
ذِكْرِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿الزمر: ٢٢﴾
Artinya: Maka apakah
orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia
mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka
kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat
Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az Zumar/ 39: 22)
Lapang dada (hati) untuk
memeluk dan melaksanakan ajaran islam, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+3; islam.
Di dalam Al Quran ditemukan
16 kata iman atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan iman yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +4; iman,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
5.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2 : 260
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ
تُحْيِي الْمَوْتَىٰ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن
لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ
إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ
يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Dan (ingatlah)
ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana
Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum
yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan
tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau
demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah
berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari
bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu
dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (QS Al Baqarah/ 2 : 260)
Ketenangan hati (yathmainnu
qalb) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+4; iman.
5.2
Al Quran Surat (Al Baqarah/ 2 : 283)
وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا
كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ
الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا تَكْتُمُوا
الشَّهَادَةَ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ وَاللَّهُ بِمَا
تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Artinya: Jika kamu dalam
perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh
seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang
berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain,
maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan
hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi)
menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka
sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Baqarah/ 2: 283).
Kesadaran untuk bersikap
amanah terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.3
Al Quran Surat Ali Imran /3 : 126
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ
قُلُوبُكُم بِهِ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ الْعَزِيزِ
الْحَكِيمِ
Artinya: Dan Allah tidak
menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi
(kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu
hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran /3 : 126)
Ketenangan hati (tathmainnu
qulub) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +4; iman.
5.4
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 13
قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ
قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ
الشَّاهِدِينَ
Artinya: Mereka berkata:
"Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya
kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi
orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".(QS. Al Maidah/ 5: 13)
Ketenangan hati (tathmainnu
qulub) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +4; iman.
5.5
Al Quran Surat Ar Ra’d/ 13: 28
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ
بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: (yaitu) orang-orang
yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(QS. Ar Ra’d/ 13: 28)
Ketenangan hati (tathmainnu
qulub) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +4; iman.
5.6
Al Quran Surat Al Hujurat/ 49: 14
قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ
تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ
فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ
أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: Orang-orang Arab
Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum
beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke
dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan
mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang". (Al Hujurat/ 49: 14)
Aslamna; berserah diri; tunduk
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +3; islam, sedangkan amanna;
kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.7
Al Quran Surat Al Mujadilah/ 58 : 22
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا
آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ
أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ
مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ
فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ
أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: Kamu tak akan
mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang
dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang
itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa
puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (Al Mujadilah/
58 : 22)
Ketetapan hati untuk beriaman
kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.8
Al Quran Surat An-Nur/ 24 : 37
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ
عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ
يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ
Artinya: laki-laki yang
tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan
zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan
menjadi goncang.( An-Nur/ 24 : 37)
Selalu mengingat Allah dan
Takut dengan hari akhir yang saat itu hati dan penglihatan guncang, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.9
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 10
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ
بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ
اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Dan Allah tidak
menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan
agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Anfal/ 8:
10)
Ketenangan hati (tathmainnu
qulub) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +4; iman.
5.10
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 280
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ
تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ
قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ
اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ
سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Dan (ingatlah)
ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana
Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum
yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan
tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau
demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah
berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari
bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu
dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.( Al Baqarah/ 2: 280)
Ketenangan hati (yathmainnu
qalb) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +4; iman.
5.11
Al Quran Surat Al Anfal/ 16: 106
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ
إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ
بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Barangsiapa yang
kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali
orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak
berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka
kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.( Al Anfal/ 16: 106)
Ketenangan hati (qalbun
muthmainnun) atas kepercayaannya kepada Allah, merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat +4; iman.
5.12
Al Quran Surat Al Qashash/ 28: 10
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِنْ
كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan menjadi
kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang
Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang
yang percaya (kepada janji Allah).( Al Qashash/ 28: 10)
Keteguhan/ kekuatan hati
untuk percaya kepada Allah merupakan, bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.13
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 2
كِتَابٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِي
صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿الأعراف:
٢﴾
Artinya: Ini adalah sebuah
kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu
karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang
kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al A’raf/ 7:
2)
Kelapangan hati mempercayai
Allah, Kitab dan Rasul-Nya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.14
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 14
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ
وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
﴿التوبة: ١٤﴾
Artinya: Perangilah
mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan)
tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap
mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (At Taubah/ 9: 14)
Kelapangan hati berkat
pertolongan Allah dalam memerangi dan menghancurkan musuh, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.15
Al Quran Surat An-Najm/ 53: 11
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
Artinya: Hatinya tidak
mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Kejujuran dalam mengakui dan
mengikuti kebenaran merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
5.16
Al Quran Surat Yunus/ 10: 57
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ
مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman.(QS. Yunus/ 10: 57)
Kesadaran untuk mempercayai
dan menggunakan Al Quran sebagai obat/ penyembuh penyakit hati, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +4; iman.
Di dalam Al Quran ditemukan
11 kata ikhsan atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan ikhsan
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +5; ikhsan,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
6.1
Al Quran Surat Asy Syuara’: 192-194
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ,
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ, عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya
Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun
oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi
salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,(QS. Asy Syuara’:
192-194)
Kesadaran hati untuk
menjadikan Al Quran sebagai peringatan (pelajaran), merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat +5; ikhsan.
6.2
Al Quran Surat Al Anfal/8 : 63
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ
مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ
أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: dan Yang
mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu
membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat
mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.(QS. Al Anfal/8 : 63)
Bersatunya hati sesama orang
beriman, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +5; ikhsan.
6.3
Al Quran Surat Al Anfal /8 : 11
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ
عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ
الْأَقْدَامَ
Artinya: (Ingatlah), ketika
Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan
Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan
itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan
hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).(QS. Al Anfal /8 : 11)
Kesadaran untuk menguatkan
dan meneguhkan hati agar selalu tetap dalam kebaikan dan kesadaran untuk selalu
waspada dari gangguan setan merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +5;
ikhsan.
6.4
Al Quran Surat Saba’/34 : 23
وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا
لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا
قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Artinya: Dan tiadalah
berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya
memperoleh syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati
mereka, mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?"
Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi
Maha Besar.(QS. Saba’/34 : 23)
Kesadaran qalbu tidak ada
yang ditakuti selain Allah dan keyakinan pada kebenaran Al Quran, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +5; ikhsan.
6.5
Al Quran Surat Al Hajj/22 : 54
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ
اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Artinya: dan agar
orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang
hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan
sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada
jalan yang lurus.(QS. Al Hajj/22 : 54)
Kesadaran meyakini kebenaran
Al Quran dan ketundukan hati kepadanya, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+5; ikhsan.
6.6
Al Quran Surat Al Fath/ 48 : 4
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ
الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Artinya: Dialah yang telah
menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka
bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah
tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(QS.
Al Fath/ 48 : 4)
Ketenangan dalam hati;
keyakinan; kemantapan pada kebenaran ajaran Islam, merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat +5; ikhsan.
6.7
Al Quran Surat Qaf / 50 : 37
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ
قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
Artinya: Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia
menyaksikannya.(QS. Qaf / 50 : 37)
Kesadaran di dalam qalbu
bahwa kejadian masa lalu merupakan pelajaran/ peringatan, adalah bentuk
ketakwaan di tingkat +5; ikhsan.
6.8
Al Quran Surat Al-Isra' /17 : 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ
السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Artinya: Dan janganlah
kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya.(QS. Al-Isra' / 17: 36)
Mengikuti atau mengamalkan
keyakinan yang terbentuk pengetahuan, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +5;
ikhsan.
6.9
Al Quran Surat Hud/ 11: 120
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ
الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ
وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan semua kisah
dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami
teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta
pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.( QS. Hud/ 11: 120)
Keteguhan hati yang terbentuk
dari ceritera Rasul-Rasul yang mengandung kebenaran, pelajaran dan peringatan,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +5; ikhsan.
6.10
Al Quran Surat Al-Furqan/ 25: 32
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ
عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ
وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Artinya: Berkatalah
orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya
sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan
Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).(QS. Al-Furqan/ 25: 32)
6.11
Al Quran Surat Al-Hasyr/ 59: 9
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ
مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي
صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ
كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ
Artinya: Dan orang-orang
yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang
berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh
keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka
(Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka
sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung(QS. Al-Hasyr/ 59:
9)
Kesadaran untuk berlapang
hati dan mengutamakan orang lain dari pada dirinya sendiri, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +5; ikhsan.
Di dalam Al Quran ditemukan 6
kata yuhibbu atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan yuhibbu
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +6; mahabbah,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
7.1
Al Quran Surat Al Mu’minun/23 : 60
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ
وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
Artinya: Dan orang-orang
yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena
mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,( Al
Mu’minun/23 : 60)
Bersegera berbuat kebaikan
karena hati yang takut/ gemetar (mengharapkan cinta Allah), merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +6; mahabbah.
7.2
Al Quran Surat Al Hajj/22 : 35
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ
قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ
وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: (yaitu)
orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang
yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan
sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami
rezekikan kepada mereka.(QS. Al Hajj/22 : 35)
Gemetar hati ketika disebut
nama Allah (karena cinta kepada Allah), merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+6; mahabbah.
7.3
Al Quran Surat Al Hadid/57 : 16
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ
قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا
كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ
فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat
Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah
mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya,
kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi
keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Al
Hadid/57 : 16)
Hati yang khusyu’ (tunduk)
ketika mengingat Allah karena cinta, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +6;
mahabbah.
7.4
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 2
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ
اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ
إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah
hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Gemetar hati ketika disebut
nama Allah (karena cinta kepada Allah), merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+6; mahabbah.
7.5
Al Quran Surat Al Hujurat/49 : 7
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ
يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ
إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ
الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Artinya: Dan ketahuilah
olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam
beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan
kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di
dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan
kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(QS. Al
Hujurat/49 : 7)
Hati memandang indah dalam
mencintai Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +6; mahabbah.
7.6
Al Quran Surat Ibrahim/ 14: 37
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي
بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا
الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ
وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Artinya: Ya Tuhan kami,
sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak
mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya
Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah
hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari
buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.(QS. Ibrahim/ 14: 37)
Kecenderungan hati ke baitul
haram (untuk melaksanakan haji dan umrah) karena kecintaan kepada Allah,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +6; mahabbah.
Di dalam Al Quran ditemukan 6
kata rahima atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan rahima
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +7; rahmah,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
8.1
Al Quran Surat Al Hadid/57 : 27
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا
وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي
قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً
ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ
فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ
أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: Kemudian Kami
iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan
Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati
orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka
mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka
tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan
Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.
Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya
dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.( QS. Al Hadid/57 : 27)
Kesadaran hatu untuk berbuat
santun dan kasih sayang, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +7; rahmah
8.2
Al Quran Surat Al-Ahzab/33 : 53
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا
بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ
إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا
وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ
فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا
سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ
أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا
رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ
ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu
diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya),
tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah
kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan
mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah
tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan)
kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara
yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu
menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya
selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar
(dosanya) di sisi Allah.(QS. Al-Ahzab/33 : 53)
Kesadaran untuk menjaga
kesucian hati dengan cara menghormati privasi keluarga Nabi atau tidak
membuatnya menjadi malu, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +7; rahmah.
8.3
Al Quran Surat Qaf/50 : 33
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ
بِقَلْبٍ مُنِيبٍ
Artinya: (Yaitu) orang
yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya)
dan dia datang dengan hati yang bertaubat,(QS. Qaf/50 : 33)
Kesadaran merasa takut kepada
yang Maha Pengasih karena adanya harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari
yang Maha Pengasih, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +7; rahmah
8.4
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 63
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا
فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ
أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
dan Yang mempersatukan hati
mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan)
yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan
tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi
Maha Bijaksana. (QS. Al Anfal/ 8: 63)
Kesadaran berakhlaq lembut
yang didasari kasih sayang karena Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+7; rahmah.
8.5
Al Quran Surat An-Nahl/ 16: 78
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ
أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ
وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: Dan Allah
mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun,
dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur.(QS. An-Nahl/ 16: 78)
Kesadaran bersyukur;
berterimakasih atas nikmat dapat melihat, mendengar, dan memilki perasaan
karena kasih sayang Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +7; rahmah.
8.6
Al Quran Surat Yunus/ 10: 57
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم
مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman. (QS. Yunus/ 10: 57)
Kesadaran dalam hati bahwa Al
Quran merupakan rahmat; bukti kasih sayang Allah, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +7; rahmah
Di dalam Al Quran ditemukan 3 kata ridha
atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan ridha yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +8; ridha,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
9.1
Al Quran Surat Al-Fath/48 : 18
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ
يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ
السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Artinya: Sesungguhnya
Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia
kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka
lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan
kemenangan yang dekat (waktunya).( QS. Al-Fath/48 : 18)
Kesadran melakukan janji
setia kepada Rasulullah hanya mengharap ridha Allah, merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat +9; ridha.
9.2
Al Quran Surat Al Hadid/57 : 27
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا
وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي
قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً
ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ
فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ
أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Kemudian Kami iringi di
belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra
Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati
orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka
mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka
tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan
Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.
Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya
dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (Al
Hadid/57 : 27)
Kesadaran berakhlaq baik,
santun dan kasih sayang karena mengharap ridha Allah, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +9; ridha.
9.3
Al Quran Surat Yunus/ 10: 57
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم
مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman. (QS. Yunus/ 10: 57)
Kesadaran dalam hati bahwa Al
Quran merupakan syifa’u lima fi sudur; obat bagi sakit hati;
menyembuhkan hati; menyenangkan hati, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +8;
ridha
Di dalam Al Quran ditemukan 14 kata hidayah atau
kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan hidayah yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +9; hidayah,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
10.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 97
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ
عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى
وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Katakanlah:
"Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah
menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi
orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah/ 2: 97)
Kesadaran dalam hati meyakini
dan menggunakan Al Quran sebagai hidayah; petunjuk, merupakan bentuk ketakwaan
di tingkat +9; hidayah
10.2
Al Quran Surat At Thaghabun/ 64: 11
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: Tidak ada suatu
musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa
yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. At Thaghabun/ 64: 11)
Kesadaran dalam hati
memperoleh hidayah dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9;
hidayah.
10.3
Al Quran Surat An Nisa/ 2: 63
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي
قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ
قَوْلًا بَلِيغًا
Artinya: Mereka itu adalah
orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu
berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah
kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.(QS. An Nisa/ 4: 63)
Allah mengetahui hati orang
yang memperoleh hidayah atau pura-pura seperti orang yang memperoleh hidayah.
10.4
Al Quran Surat Ali Imran/3: 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ
الْوَهَّابُ
Artinya: (Mereka berdoa):
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada
kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada
kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi
(karunia)".(QS. Ali Imran/3: 8)
Kesadaran telah berada dalam
hidayah kemudian memohon kepada Allah untuk menjaga qalbunya tidak congong
kepada kesesatan; merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9; hidayah
10.5
Al Quran Surat Yunus/ 10: 57
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم
مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman. (QS. Yunus/ 10: 57)
Kesadaran dalam hati bahwa Al
Quran merupakan hidayah; petunjuk Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+9; hidayah
10.6
Al Quran Surat Al Kahfi/18 : 14
وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ
نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
Artinya: Dan Kami meneguhkan
hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami
adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan
selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang
amat jauh dari kebenaran".( Al Kahfi/18
: 14)
Hati yang teguh meyakini
tidak akan menyeru selain Allah yang telah menciptakan langit dan bumi,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9; hidayah.
10.7
Al Quran Surat Az Zumar/ 39: 23
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا
مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ
رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ
هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا
لَهُ مِنْ هَادٍ
Artinya: Allah telah
menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu
ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu
mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa
yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada
baginya seorang pemimpinpun. (Az Zumar/ 39: 23)
10.8
Al Quran Surat Asy Syu’ara/26 : 192
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ,
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ, عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya
Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun
oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi
salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,(QS. Asy Syu’ara/26 : 192)
Kesadaran di dalam hati
meyakini dan menggunakan Al Quran sebagai peringatan; pelajaran, merupakan
bentuk ketakwaan di tingkat +9; hidayah.
10.9
Al Quran Surat Al Hajj/22 : 46
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ
لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي
الصُّدُورِ
Artinya: maka apakah
mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu
mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat
mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al Hajj/22 : 46)
Kesadaran hati untuk dapat
memahami apa yang terjadi dalam kehidupan, merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +9; hidayah.
10.10
Al Quran Surat Al Ankabut/ 29: 49
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ
الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
Artinya: Sebenarnya, Al
Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi
ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim. (Al Ankabut/ 29: 49)
Kesadaran hati bahwa Al Quran
merupakan tanda-tanda yang nyata bagi orang yang mengetahui, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +9; hidayah.
10.11
Al Quran Surat Al An’am/ 6: 125
فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ
صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ
صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَٰلِكَ
يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah
menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya
untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah
kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah
ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang
yang tidak beriman. (QS. Al An’am/ 6: 125)
Kesadaran hati yang lapang
menerima petunjuk dari Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9;
hidayah.
10.12
Al Quran Surat Al-A'raf/ 7: 43
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي
هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ
لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ
أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Dan Kami cabut
segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka
sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah
menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat
petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang
rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka:
"ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu
kerjakan".(QS. Al-A'raf/ 7: 43)
Kesadaran untuk menghilangkan
dendam di dalam hati dan meyakini bahwa hidayah hanya datang dari Allah,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9; hidayah.
10.13
Al Quran Surat Az-Zumar/ 39: 22
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ
لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Artinya: Maka apakah
orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia
mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka
kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat
Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
Kesadaran untuk berlapang
dada berada dalam cahaya Allah (kebenaran), merupakan bentuk ketakwaan di
tingkat +9; hidayah.
10.14
Al Quran Surat Qaf/ 50: 37
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ
قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
Artinya: Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
Kesadaran untuk menjadikan
kejadian atas orang-orang terdahulu sebagai pelajaran, peringatan maupun
peringatan bagi qalbu, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +9; hidayah.
Di dalam Al Quran ditemukan 7
kata jannah atau kata lain yang memiliki pengertian yang sama dengan jannah
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level +10; jannah,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
11.1
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 103
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا
تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ
بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ
شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya: Dan berpeganglah
kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali
Imran/ 3: 103)
Kesadaran untuk selalu
berpegang teguh pada agama Allah, hatinya bersatu dan bersaudara karena Allah,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +10; jannah.
11.2
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 43
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ
تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ وَقَالُوا
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا
أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَن
تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya:Dan Kami cabut segala
macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka
sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah
menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk
kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul
Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah
surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".
(QS. Al A’raf/ 7: 43)
Kesadaran untuk tidak ada
dendam di hati, bersyukur atas hidayah Allah, mengerjakan amal shalih,
merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +10; jannah.
11.3
Al Quran Surat Al Hijr/ 15: 47
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ
إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ
Artinya: Dan Kami lenyapkan
segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa
bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (QS. Al Hijr/ 15: 47)
Kesadaran untuk tidak ada
dendam di hati, merasa bersaudara, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +10;
jannah.
11.4
Al Quran Surat Al Hajj/ 22 : 32
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ
فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Artinya: Demikianlah
(perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj/ 22: 32)
Kesadaran untuk terus
mengagungkan syi’ar Allah, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +10; jannah.
11.5
Al Quran Surat Asy Syuara/26 : 192-194
وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, نَزَلَ
بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ, عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ,
Artinya: Dan sesungguhnya Al
Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh
Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah
seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,(QS. Asy Syuara/26 :
192-194)
Kesadaran untuk meyakini
bahwa Al Quran adalah kitab yang diturunkan Allah pencipta semesta alam,
kesadaran untuk menanamkan Al Quran ke dalam qalbu dan menjadikannya sebagai
orang yang memberi peringatan atau pelajaran, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+10; jannah.
11.6
Al Quran Surat Saba/ 34: 23
وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ
أَذِنَ لَهُ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ
رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Artinya: Dan tiadalah berguna
syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh
syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka,
mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka
menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha
Besar. (QS. Saba/ 34: 23)
Kesadaran bahwa syafaat hanya
dari Allah dan orang yang diizikan (Muhammad SAW), hilang rasa takut di dalam
hati dan meyakini Al Quran adalah haq, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat
+10; jannah.
11.7
Al Quran Surat Muhammad/ 47: 19
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Artinya: Maka ketahuilah,
bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah
ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan
perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (QS.
Muhammad/ 47: 19)
Meyakini Tiada Tuhan selain
Allah, memohon ampun kepada-Nya untuk dirinya dan juga kepada orang-orang
beriman, merupakan bentuk ketakwaan di tingkat +10; jannah.
12.
ANANNIYAH
(Fujur Level -1)
Di dalam Al Quran ditemukan 7
kata yang menunjukkan pada pengertian ananiyah (Ego, ujub, riya, kibr) yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -1; ananiah,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
12.1
Al Quran Surat At-Taubah/ 9: 117
لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ
وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ
مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ
عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya
Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar
yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka
hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,(QS. At-Taubah/ 9: 117)
Hati yang berpaling dari
kebenaran karena mengikuti ego, merupakan bentuk ketidak takwaan level -1:
ananiyah
12.2
Al Quran Surat At-Taubah/ 9: 127
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ
إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ
قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Artinya: Dan apabila
diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil
berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat
kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka
disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.( QS. At-Taubah/ 9: 127)
Hati yang berpaling dari
kebenaran karena mengikuti ego, merupakan bentuk ketidak takwaan level -1:
ananiyah
12.3
Al Quran Surat Al Fath/48 : 26
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي
قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ
سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ
التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ
شَيْءٍ عَلِيمًا
Artinya: Ketika
orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan
jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada
orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah
mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu.( Al Fath/48
: 26)
Hati yang sombong dengan
kesombongan jahiliyah, merupakan bentuk ketidak takwaan level -1: ananiyah.
12.4
Al Quran Surat Al Ahzab/ 33: 5
ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ
اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ
وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ
مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya: Panggilah mereka
(anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang
lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka,
maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.
Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi
(yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Ahzab/ 33 : 5)
Ketidak taatan yang
disebabkan karena mengikuti kemauan sendiri; dengan sengaja dan sadar;
merupakan bentuk ketidak takwaan level -1: ananiyah.
12.5
Al Quran Surat An Nahl/ 16: 22
إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ فَالَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ
Artinya: Tuhan kamu adalah
Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati
mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah
orang-orang yang sombong.(QS. An Nahl/ 16: 22).
Hati yang mengingkari hari
akhir karena kesombongan, merupakan bentuk ketidak takwaan level -1: ananiyah.
12.6
Al Quran Surat Al Mu’min/ 40: 35
الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ
بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ
آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ
جَبَّارٍ
Artinya: (Yaitu)
orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada
mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi
orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang
sombong dan sewenang-wenang.(QS. Al Mu’min/ 40: 35)
Menentang; mendebat ayat-ayat
Al Quran tanpa dasar adalah bentuk kesombongan dan kesewenang-wenangan qalbu,
hal ini merupakan bentuk ketidak takwaan level -1: ananiyah.
12.7
Al Quran Surat Al Mu’min/ 40: 56
إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ
بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم
بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: Sesungguhhnya
orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang
sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan
akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah
perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. Al Mu’min/ 40: 56)
Menentang; mendebat ayat-ayat
Al Quran karena di dalam hati terdapat kesombongan, merupakan bentuk ketidak
takwaan level -1: ananiyah.
Di dalam Al Quran ditemukan 2
kata yang menunjukkan pada pengertian ghadab (marah) yang berdampingan dengan
kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -2; ghadab,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
13.1
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 15
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ
اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: dan menghilangkan
panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang
dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. At Taubah/ 9:
15)
Hati yang panas karena marah,
merupakan bentuk ketidak takwaan, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -2;
ghadab.
13.2
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا
عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: Maka disebabkan
rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran/ 3: 159)
Hati yang keras dan kasar
karena ada kemarahan, merupakan bentuk ketidak takwaan, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -2; ghadab.
Di dalam Al Quran ditemukan 9
kata yang menunjukkan pada pengertian syahwat (hawa nafsu) yang berdampingan
dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -3; syahwat,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
14.1
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 7
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ
آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ
فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ
الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا
اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ
عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya: Dialah yang
menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat
yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat)
mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan,
maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya
untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang
mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya
berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu
dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)
melainkan orang-orang yang berakal.(QS. Ali Imran/ 3: 7)
Hati yang condong kepada
kesesatan, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.2
Al Quran Surat Al-An'am/ 6: 113
وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا
هُمْ مُقْتَرِفُونَ
Artinya: Dan (juga) agar
hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung
kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka
mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.(QS. Al-An'am/ 6: 113)
Tidak percaya dengan akhirat,
hati cenderung dan senang pada kesenangan dunia, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -3; syahwat.
14.3
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 125
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ
فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Artinya: Dan adapun
orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu
bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka
mati dalam keadaan kafir.(QS. At Taubah/ 9: 125)
Di dalam hati ada penyakit
dan semakin bertambah kekejiannya, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-3; syahwat.
14.4
Al Quran Surat Al-Ahzab/ 33: 32
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ
النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ
الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Artinya: Hai isteri-isteri
Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka
janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,(QS. Al-Ahzab/ 33: 32)
Orang yang dalam hatinya
adanya penyakit sangat ingin, bernafsu, thama’, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -3; syahwat.
14.5
Al Quran Surat Muhammad/ 47 : 16
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّىٰ
إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ
آنِفًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا
أَهْوَاءَهُمْ
Artinya: Dan di antara
mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar
dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan
(sahabat-sahabat Nabi): "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka
itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa
nafsu mereka.(QS. Muhammad/ 47 : 16)
Orang yang mengikuti hawa
nafsunya dan hatinya terkunci dari menerima kebenaran, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -3; syahwat.
14.6
Al Quran Surat Muhammad/ 47 : 29
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ
أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ
Artinya: Atau apakah
orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan
menampakkan kedengkian mereka?(QS. Muhammad/ 47 : 29)
Orang yang dalam hatinya
adanya penyakit; memiliki kedengkian, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-3; syahwat.
14.7
Al Quran Surat Al Jatsiyah/ 45 : 23
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ
وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ
وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Artinya: Maka pernahkah
kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah
membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran
dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan
memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu
tidak mengambil pelajaran? (QS. Al Jatsiyah/ 45 : 23)
Orang yang mengikuti hawa
nafsunya (dijadikan sebagai tuhannya), pendengaran dan hatinya terkunci,
penglihatannya tertutup untuk mengetahui
kebenaran, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.8
Al Quran Surat Al Hasyr/ 59 : 10
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ
رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya: Dan orang-orang
yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb
kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu
dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap
orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi
Maha Penyayang".(QS. Al Hasyr/ 59 : 10)
Kedengkian di dalam hati
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
14.9
Al Quran Surat Al Muthafifin/ 83 :14
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: Sekali-kali tidak
(demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati
mereka.(QS. Al Muthafifin/ 83 :14)
Hati yang tertutup oleh
aktifitas kehidupan dunia, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -3; syahwat.
Di dalam Al Quran ditemukan 9
kata yang menunjukkan pada pengertian khauf (takut dalam pengertian negatif)
yang berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -4; khauf,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
15.1
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 45
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ
فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ
Artinya: Sesungguhnya yang
akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada
Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu
bimbang dalam keraguannya.( At Taubah/ 9: 45)
Hati yang ragu-ragu dan
selalu bimbang pada keragu-raguan untuk berjuang di jalan Allah, merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -4: khauf.
15.2
Al Quran Surat At Taubah/9 : 110
لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا
رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ
عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: Bangunan-bangunan
yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka,
kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.( At Taubah/9 : 110)
Kehancuran hati karena
keragu-raguan dalam hati, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -4: khauf.
15.3
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 52
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ
يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ
فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ
فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Artinya: Maka kamu akan
melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik)
bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami
takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan
kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka
karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam
diri mereka.( Al Maidah/ 5: 52)
Orang yang di dalam hatinya
ada penyakit, merasa takut hilangnya
kesenangan dunia (mendapat bencana), merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-4: khauf.
15.4
Al Quran Surat An Nur/ 24: 50
أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ
يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ ۚ
بَلْ أُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya: Apakah (ketidak
datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena)
mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku
zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.( An Nur/
24: 50)
Orang yang di dalam hatinya
ada penyakit, ragu-ragu, merasa takut untuk mentaati Allah dan Rasulullah
(karena tukut mengalami kerugian di dunia), merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -4: khauf.
15.5
Al Quran Surat Al Hasyr/ 59: 13
لَأَنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِي صُدُورِهِمْ مِنَ
اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Artinya: Sesungguhnya kamu
dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena
mereka adalah kaum yang tidak mengerti.( Al Hasyr/ 59: 13)
Lebih takut kepada manusia
dari pada takut kepada Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -4:
khauf.
15.6
Al Quran Surat Al Hasyr/ 59: 2
هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ
أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ
يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ
فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ
الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ
فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
Artinya: Dialah yang
mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka
pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan
keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan
mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari
arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam
hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri
dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi
pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
Merasa aman dengan kehidupan
dunia dan merasa takut kehilangan dunia, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -4: khauf.
15.7
Al Quran Surat Asy Syuara’/ 26: 2
وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا
يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ
Artinya: Dan (karenanya)
sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.
(Asy Syuara’/ 26: 2)
Dada yang sempit dalam
menghadapi permasalahan dan tidak mempercayai adanya pertolongan Allah,
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -4: khauf.
15.8
Al Quran Surat Al-Qashash/ 28: 10
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى فَارِغًا
إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَى قَلْبِهَا لِتَكُونَ
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan menjadi
kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang
Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang
yang percaya (kepada janji Allah).( Al-Qashash/ 28: 10)
Hati yang kosong akibat rasa
takut yang kuat dan tidak mempercayai adanya pertolongan Allah, merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -4: khauf.
15.9
Al Quran Surat An Nas/ 114: 5
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
Artinya: yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia, (114: 5)
Hati yang was-was; khawatir
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -4: khauf.
Di dalam Al Quran ditemukan 4
kata yang menunjukkan pada pengertian huzn (kesedihan) yang berdampingan
dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an, yang dapat
diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -5; huzn,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
16.1
Al Quran Surat Al-Hijr/ 15: 97
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا
يَقُولُونَ
Artinya: Dan Kami
sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang
mereka ucapkan,(QS. Al-Hijr/ 15: 97)
Dada; hati yang sempit karena
argumentasi orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan tidak mempercayai
kekuasaan Allah, merupakan bentuk ke tidak takwaan di level -5; huzn.
16.2
Al Quran Surat Asy-Syu'ara'/ 26: 13
وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي
فَأَرْسِلْ إِلَى هَارُونَ
Artinya: Dan (karenanya)
sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada
Harun.(QS. Asy-Syu'ara'/ 26: 13)
Dada; hati yang sempit karena
kekurangan diri dalam menghadapi masalah duniawi, merupakan bentuk ke tidak
takwaan di level -5; huzn.
16.3
Al Quran Surat Al Mu’min/ 40: 18
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ
الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ
وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
Artinya: Berilah mereka
peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak)
sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak
mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi
syafa'at yang diterima syafa'atnya.(QS. Al Mu’min/ 40: 18)
Hari akhir bagi orang yang
tidak beriman merupakan hari ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan
dengan menahan kesedihan.
16.4
Al Quran Surat Al Fath/48 : 12
بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ
وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي
قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا
Artinya: Tetapi kamu
menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali
kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu
memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan
sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.(QS. Al Fath/48 : 12)
Kesedihan atau kekhawatiran
orang yang tidak mengikuti seruan berjihad di jalan Allah karena disibukkan
dengan harta benda mereka, hati mereka dihiasi dengan prasangka buruk terhadap
Rasulullah SAW dan orang-orang beriman, merupakan bentuk ke tidak takwaan di
level -5; huzn.
Di dalam Al Quran ditemukan 7
kata yang menunjukkan pada pengertian taiasu (putus asa) yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al Qur’an,
yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -6; taiasu,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
17.1
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 110
لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا
رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ
عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: Bangunan-bangunan
yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka,
kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.(QS. At Taubah/ 9: 110)
Hati yang telah putus; yang
telah mati; yang telah putus asa, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -6;
taiasu.
17.2
Al Quran Surat Muhammad/47: 20
وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ
سُورَةٌ ۖ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ ۙ
رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ
الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ
Artinya: Dan orang-orang
yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka
apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya
(perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya
memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan
kecelakaanlah bagi mereka.(Muhammad/47: 20)
Orang yang di dalam hatinya
ada penyakit apabila diperintahkan untuk berperang (berjuang) maka pandangannya
seperti orang pingsan karena takut mati;
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -6; taiasu.
17.3
Al Quran Surat Al Ahzab/ 33: 10
إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ
مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ
وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا
Artinya: (Yaitu) ketika
mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi
penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu
menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.(Al Ahzab/ 33: 10)
Ketika qalbu sudah menyesak
sampai ke tenggorokan dan berprasangka terhadap Allah tidak memberi
pertolongan, hal tersebut merupakan keadaan tidak bertakwa level -6; taiasu.
17.4
Al Quran Surat Al Isra’/ 17: 51
أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ
فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ
فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ قُلْ عَسَىٰ أَن
يَكُونَ قَرِيبًا
Artinya: atau suatu
makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka
mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?"
Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama".
Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata:
"Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu
berbangkit itu dekat", (QS. Al Isra’/ 17: 51)
Meyakini bahwa makhluk yang
telah mati tidak mungkin hidup lagi, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-6; taiasu.
17.5
Al Quran Surat Al-Mu'minun/23: 78
وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ
وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Artinya: Dan Dialah yang
telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat
sedikitlah kamu bersyukur.(QS. Al-Mu'minun/23: 78)
Tidak mensyukuri nikmat
pendengaran, penglihatan dan perasaan, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -6; taiasu.
17.6
Al Quran Surat As-Sajdah/ 32: 9
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ
وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا
تَشْكُرُونَ
Artinya: Kemudian Dia
menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan
bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali
bersyukur.(QS. As-Sajdah/ 32: 9)
Tidak mensyukuri nikmat
pendengaran, penglihatan dan perasaan, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -6; taiasu.
17.7
Al Quran Surat Al-Mulk/ 67: 23
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ
السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Artinya: Katakanlah:
"Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.(QS. Al-Mulk/
67: 23)
Tidak mensyukuri nikmat
pendengaran, penglihatan dan perasaan, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -6; taiasu.
Di dalam Al Quran ditemukan
23 kata fasiq atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian fasiq yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa
level -7; fasiq, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
18.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 10
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ
مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا
يَكْذِبُونَ
Artinya: Dalam hati mereka
ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang
pedih, disebabkan mereka berdusta.( QS. Al Baqarah/ 2: 10)
Orang yang hatinya
berpenyakit dan berdusta, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.2
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 283
وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا
كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ
الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا
الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Artinya: Jika kamu dalam
perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh
seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang
berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain,
maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan
hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi)
menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka
sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.( Al Baqarah/ 2: 283)
Dosa dalam qalbu
menyembunyikan persaksian, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.3
Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 167
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ
وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ
قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ
يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ
مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ
Artinya: Dan supaya Allah
mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan:
"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)".
Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan,
tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada
kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak
terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah
lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.(QS. Ali 'Imran/ 3: 167)
Orang-orang yang munafiq
mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung di dalam hatinya, mereka
lebih dekat kepada kekafiran, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7;
fasiq.
18.4
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 13
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا
قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا
حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ
مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: (Tetapi) karena
mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka
keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan
mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan
dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka
kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka
dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat
baik.(QS. Al Maidah/ 5: 13)
Suka melanggar janji, berhati
keras dan senantiasa berkhianat, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7;
fasiq.
18.5
Al Quran Surat Al-Ma'idah/ 5: 41
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Hari Rasul,
janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera
(memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan
dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum
beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat
suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar
perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka
merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan:
"Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu,
maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah".
Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak
akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah
orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh
kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.(QS.
Al-Ma'idah/ 5: 41)
Mulutnya mengatakan beriman
tetapi hatinya tidak beriman, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7;
fasiq.
18.6
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 41
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ
يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ
وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ
لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ
الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ
وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ
تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ
اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ
وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Hari Rasul,
janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera
(memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan
dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum
beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat
suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar
perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka
merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan:
"Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu,
maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah".
Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak
akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah
orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh
kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.(QS. Al
Maidah/ 5: 41).
Mengatakan telah beriman
dengan mulutnya, tetapi qalbunya belum beriman, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -7; fasiq.
18.7
Al Quran Surat Al Anfal/ 8: 49
إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي
قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى
اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: (Ingatlah),
ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya
berkata: "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya".
(Allah berfirman): "Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(Al Anfal/ 8: 49)
Orang-orang yang munafiq,
orang yang hatinya berpenyakit yang menganggap agama adalah tipu daya,
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.8
Al Quran Surat At Taubah/ 9: 8
كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا
يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ
وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: Bagaimana bisa
(ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin),
padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak
memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan)
perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak.
Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati
perjanjian).(QS. At Taubah/ 9: 8)
Menyenangkan hati dengan
mulut sedangkan hatinya menolak, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7;
fasiq.
18.9
Al Quran Surat At Taubah/ 9 : 64
يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ
عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ
ۚ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ
Artinya: Orang-orang yang
munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang
menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka:
"Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)".
Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.(QS. At Taubah/ 9 :
64)
Takut diketahui orang lain
apa yang disembunyikan di dalam hatinya, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -7; fasiq.
18.10
Al Quran Surat At Taubah/ 9 : 77
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ
يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا
وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Artinya: Maka Allah
menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui
Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka
ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.(QS. At Taubah/ 9 :
77)
Kemunafikan, memungkiri apa
yang telah mereka ikrarkan dan berbuat dusta, merupakan bentuk ketidak takwaan
di level -7; fasiq.
18.11
Al Quran Surat At Taubah/ 9 : 87
رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ
وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
Artinya: Mereka rela
berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci
mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).(QS. At
Taubah/ 9 : 87)
Merasa rela bersama dengan
orang-orang yang tidak ikut berjuang dan hatinya telah dikunci, merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.12
Al Quran Surat At Taubah/ 9 : 93
إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ
يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ
الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Sesungguhnya
jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin
kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama
orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati
mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS. At Taubah/
9 : 93)
Merasa rela bersama dengan
orang-orang yang tidak ikut berjuang dan hatinya telah dikunci, merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.13
Al Quran Surat Hud/ 11: 5
أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ
لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ
يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya: Ingatlah,
sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan
diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya
dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka
lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Hud/ 11: 5)
Memalingkan dada untuk
menyembunyikan diri dari mengikuti kebenaran, merupakan bentuk ketidak takwaan
di level -7; fasiq.
18.14
Al Quran Surat Ar Rum/ 30: 59
كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ
الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Demikianlah Allah
mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.(QS. Ar Rum/ 30: 59)
Qalbu yang terkunci dan tidak
mau memahami kebenaran, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.15
Al Quran Surat Al-Ahzab/ 33: 4
مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي
جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي
تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ
أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ
الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Artinya: Allah sekali-kali
tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak
menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak
menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian
itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya
dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).(Al-Ahzab/ 33: 4)
Tidak sesuai antara hati dan
perkataan, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.16
Al Quran Surat Al Ahzab/ 33: 12
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا
Artinya: Dan (ingatlah)
ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya
berkata: "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu
daya".
Orang-orang yang munafiq,
orang yang hatinya berpenyakit, yang menganggap janji Allah dan Rasul-Nya
sebagai tipu daya, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.17
Al Quran Surat Al Ahzab/ 33: 60
لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ
وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ
لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: Sesungguhnya jika
tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya
dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu),
niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak
menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,(QS. Al
Ahzab/ 33: 60)
Orang-orang yang munafiq,
orang yang hatinya berpenyakit, dan orang yang suka menyebar berita bohong,
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.18
Al Quran Surat Al Mu’min/ 40: 19)
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي
الصُّدُورُ
Artinya: Dia mengetahui
(pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. (QS. Al
Mu’min/ 40: 19)
Pandangan mata yang khianat
dan kedustaan yang disembunyikan di dalam hati, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -7; fasiq.
18.19
Al Quran Surat Al-Ahqaaf/ 46: 26
وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ
فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَى
عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ
إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ
يَسْتَهْزِئُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah
meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan
kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran,
penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak
berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat
Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka
memperolok-olokkannya.(QS. Al-Ahqaaf/ 46: 26)
Pendengaran, penglihatan dan
hati mereka itu tidak berguna sedikitpun, karena mereka selalu mengingkari
ayat-ayat Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.20
Al Quran Surat Muhammad/ 47: 24
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ
قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya: Maka apakah
mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?
Hati terkunci dan tidak dapat
memahami Al Quran, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.21
Al Quran Surat Al fath/ 48: 11
سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ
شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ
بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ
مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ
بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Artinya: Orang-orang Badwi
yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan
keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami";
mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah:
"Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah
jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat
bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al fath/
48: 11)
Mulutnya mengatakan apa yang
tidak ada dalam hatinya, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
18.22
Al Quran Surat Al hadid/57 : 16
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ
قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا
كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ
فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat
Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah
mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya,
kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi
keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.( Al
hadid/57 : 16)
Hati yang keras untuk
mengingat Allah dan menerima kebenaran, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -7; fasiq.
18.23
Al Quran Surat As-Saff /61: 5
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ
تُؤْذُونَنِي وَقَدْ تَعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا
زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ
الْفَاسِقِينَ
Artinya: Dan (ingatlah)
ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku,
sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah
kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah
memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang
fasik.
Berpaling dari kebenaran,
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -7; fasiq.
Di dalam Al Quran ditemukan 6
kata dhalim atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian dhalim yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa
level -8; dhalim, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
19.1
Al Quran Surat Al Hajj/22 : 53
لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً
لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ
الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ
Artinya: agar Dia
menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi
orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan
sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang
sangat,(QS. Al Hajj/22 : 53)
Orang-orang yang di dalam
hatinya ada penyakit, hatinya kasar dan dalam perselisihan yang jauh, merupakan
bentuk ketidak takwaan level -8; dhalim.
19.2
Al Quran Surat Al Anbiya/ 21: 3
لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ
ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ
مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
Artinya: (lagi) hati
mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan
mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu,
maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?"(QS. Al
Anbiya/ 21: 3)
Orang yang hatinya sudah
dalam keadaan lalai, menyembunyikan pembicaraan, tidak mengakui kerasulan
Muhammad dan menganggap Al Quran sebagai sihir, merupakan bentuk ketidak
takwaan level -8; dhalim.
19.3
Al Quran Surat Al Kahfi/ 18: 57
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ
ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ ۚ إِنَّا
جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ
وَقْرًا ۖ وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا
Artinya: Dan siapakah yang
lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya
lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh
kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati
mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan
di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya
mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.(QS. Al Kahfi/ 18: 57)
Berpaling dari peringatan/
pengajaran Al Quran, hati dan telinganya tertutup untuk memahaminya, merupakan
bentuk ketidak takwaan level -8; dhalim.
19.4
Al Quran Surat Al Hijr/ 15: 11
وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا
بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, كَذَٰلِكَ
نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ
Artinya: Dan tidak datang
seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Demikianlah,
Kami mamasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) kedalam hati
orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir),( Al Hijr/ 15: 11)
Hatinya selalu
memperolok-olok Rasulullah dan banyak berbuat dosa, merupakan bentuk ketidak
takwaan level -8; dhalim.
19.5
Al Quran Surat An-Nur/ 24: 50
أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ
يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُولَئِكَ هُمُ
الظَّالِمُونَ
Artinya: Apakah (ketidak
datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena)
mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku
zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.(QS. An-Nur/ 24: 50)
Orang yang di dalam hatinya
ada penyakit, ragu-ragu dan menganggap Allah dan Rasulullah berbuat dhalim,
merupakan bentuk ketidak takwaan level -8; dhalim.
19.6
Al Quran Surat Ibrahim/ 14: 42-43
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا
يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ
الْأَبْصَارُ, مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ
طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ
Artinya: Dan janganlah
sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat
oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka
sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang
bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata
mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.(QS. Ibrahim/ 14: 42-43)
Orang yang tidak bertakwa di
level -8; dhalim akan di bankitkan di hari yang pada waktu itu mata
terbelalak, mereka datang bergegas dengan mengangkat kepala dengan mata tidak
berkedip dan hati yang kosong.
Di dalam Al Quran ditemukan
23 kata kafir atau kata lain yang menunjukkan pada pengertian kafir yang
berdampingan dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam
satu ayat Al Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa
level -9; kafir, ayat-ayat
tersebut adalah sebagai berikut;
20.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 6-7
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ
أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ, خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ
عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu
beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati
dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa
yang amat berat. (QS. Al Baqarah/ 2: 7)
Tidak beriman, tidak menerima
peringatan, hati terkunci, mata dan telinga tertutup, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -9; kafir.
20.2
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 88
وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ
اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: Dan mereka
berkata: "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk
mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.( Al
Baqarah/ 2: 88)
Hati yang tertutup karena
keingkarannya kepada Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.3
Al Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 93
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا
فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا ۖ قَالُوا
سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ
ۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan (ingatlah),
ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di
atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami
berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar
tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu
(kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat
jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu
beriman (kepada Taurat).( Al-Baqarah/ 2: 93)
Mendengar tetapi tidak
mentaati rasul dan diresapkan ke dalam hatinya kemusyrikan karena kekafirannya,
merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.4
Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 196
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا
فِي الْبِلَادِ
Artinya: Janganlah
sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam
negeri.(QS. Ali Imran/ 3: 196)
Merasa bebas dalam menjani
kehidupan dunia tanpa perlu mentaati Allah dan Rasul-Nya, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.5
Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 156
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا
كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ
أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا
لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ يُحْيِي
وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik)
itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan
perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap
bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat
(dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa
penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan.
Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Ali 'Imran/ 3: 156)
Tidak mempercayai Allah yang
menghidupkan dan mematikan manusia, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-9; kafir.
20.6
Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 151
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا
الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ
وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
Artinya: Akan Kami
masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan
keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah
seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.(QS. Ali 'Imran/ 3: 151)
Mempersekutukan Allah dengan
sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.7
Al Quran Surat An Nisa’/ 4: 155;
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ
بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا
غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ
إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: Maka (Kami
lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar
perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan
Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan:
"Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati
hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali
sebahagian kecil dari mereka.(QS. An Nisa’/ 4: 155)
Melanggar perjanjian,
mengingkari ayat Allah, membunuh nabi tanpa alas an yang benar dan mengatakan
hatinya tertutup, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.8
Al Quran Surat Al An’am/ 6: 25
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا
عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ
وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا ۚ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوكَ
يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ
الْأَوَّلِينَ
Artinya: Dan di antara
mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan
tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami
letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda
(kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka
datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata:
"Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang
dahulu".(QS. Al An’am/ 6: 25)
Hati tertutup, telinga
tersumbat dari kebenaran dan menganggap bahwa Al Quran hanyalah ceritera orang
dahulu, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.9
Al Quran Surat Al-An'am/ 6: 110
وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا
لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ
وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Artinya: Dan (begitu pula)
Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah
beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka
bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. Al-An'am/ 6: 110).
Hati dan penglihatan
berpaling dari Al Quran, serta bergelimang dalam kesesatan, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.10
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 100
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ
مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ
عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
Artinya: Dan apakah belum
jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap)
penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena
dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat
mendengar (pelajaran lagi)?(QS. Al A’raf/ 7: 100)
Banyak berbuat dosa, hati
terkunci mati, tidak dapat menerima pelajaran, merupakan bentuk ketidak takwaan
di level -9; kafir.
20.11
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 101
تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ
أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا
لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ
قُلُوبِ الْكَافِرِينَ
Artinya: Negeri-negeri (yang
telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya
kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan
membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang
dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati
orang-orang kafir.(QS. Al A’raf/ 7: 101)
Mendustakan nabi-nabi
terdahulu dan mata hatinya telah terkunci dari kebenaran, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.12
Al Quran Surat Al Anfal/8 : 12
إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي
مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ
كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ
كُلَّ بَنَانٍ
Artinya: (Ingatlah),
ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama
kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak
akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka
penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.( Al
Anfal/8 : 12)
Allah meneguhkan keyakinan
orang beriman, menjatuhkan rasa takut ke dalam hati orang yang kafir.
20.13
Al Quran Surat An-Nahl/ 16: 106
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ
إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ
شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ
عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: Barangsiapa yang
kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali
orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak
berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan
Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An-Nahl/ 16: 106)
Hati yang ingkar setelah
beriman dan hatinya lapang kepada kekafiran, merupakan bentuk ketidak takwaan
di level -9; kafir.
20.14
Al Quran Surat An Nahl/ 16 : 108
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya: Mereka itulah
orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh
Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS. An Nahl/ 16 : 108)
Hati, pendengaran dan
penglihatan yang lalai dan telah dikunci mati oleh Allah, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.15
Al Quran Surat Al Isra’/ 17: 46
وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ
يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ
رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا
Artinya: dan Kami adakan
tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak
dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran,
niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,( QS. Al Isra’/ 17: 46)
Hati tertutup, telinga
tersumbat untuk dapat memahami kebenaran dan membenci Allah, merupakan bentuk
ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.16
Al Quran Surat Al Kahfi/ 18 : 28
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ
رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ
عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ
أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ
فُرُطًا
Artinya: Dan bersabarlah
kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja
hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari
mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti
orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti
hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.(QS. Al Kahfi/ 18 : 28)
Kesadaran untuk menyeru Allah
di pagi dan petang berharap untuk dapat bertemu dengan-Nya, merupakan bentuk
ketakwaan di tingkat +9; hidayah, sedangkan mengharap perhiasan dunia hingga lalai
mengingat Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.17
Al Quran Surat Al hajj/ 22 :46
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ
لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا
تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Artinya: maka apakah
mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu
mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat
mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada.(QS. Al hajj/ 22 :46)
Buta hati yang ada di dada
dan tidak dapat memahami kehidupan, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-9; kafir.
20.18
Al Quran Surat Al Mu’minun/ 23: 63
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَٰذَا
وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ
Artinya: Tetapi hati
orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka
banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka
tetap mengerjakannya.( Al Mu’minun/ 23: 63)
Hati yang sesat dan banyak
mengerjakan buruk, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.19
Al Quran Surat Asy Syu’araa/26 : 24
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
ۖ فَإِنْ يَشَإِ اللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ اللَّهُ
الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ
الصُّدُورِ
Artinya: Bahkan mereka
mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap
Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan
Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan
kalimat-kalimat-Nya (Al Quran). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi
hati.(QS. Asy Syu’araa/26 : 24).
Menuduh Rasul mengadakan
dusta terhadap Allah dan hati yang terkunci mati, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -9; kafir.
20.20
Al Quran Surat Fussilat/ 41: 5
وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا
تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ
حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ
Artinya: Mereka berkata:
"Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami
kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding,
maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".(QS. Fussilat/ 41:
5)
Hati tertutup, telinga
tersumbat dan ada batas dari kebenaran, merupakan bentuk ketidak takwaan di
level -9; kafir.
20.21
Al Quran Surat Al-Hasyr/ 59: 14
لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى
مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ ۚ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ
تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ
لَا يَعْقِلُونَ
Artinya: Mereka tidak akan
memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang
berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat
hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian
itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.(QS. Al-Hasyr/
59: 14)
Permusuhan dan hati yang
terpecah-belah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
20.22
Al Quran Surat AL Munafiqun/ 63: 3
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا
فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
Artinya: Yang demikian itu
adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir
(lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat
mengerti.(QS. Al Munafiqun/ 63: 3)
Orang yang telah beriman
kemudian kafir maka hatinya akan dikunci mati, karena merupakan ketidak
takwaan di level -9; kafir.
20.23
Al Quran Surat Al Mudatsir/74: 31
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا
مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا
لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا
إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ
وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا
أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ
وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا
هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ
Artinya: Dan tiada Kami
jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami
menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang
kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang
yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan
orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam
hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang
dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?"
Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi
petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui
tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah
peringatan bagi manusia.(QS. Al Mudatsir/74: 31)
Orang yang di dalam hatinya
ada penyakit dan orang kafir tidak dapat memahami perumpamaan dan dalam keadaan
tersesat, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -9; kafir.
21.
JAHANNAM
(Fujur Level -10)
Di dalam Al Quran ditemukan
12 kata yang menunjukkan pada pengertian jahannam yang berdampingan
dengan kata qalbu, sadr atau fuad di dalam satu ayat Al
Qur’an, yang dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi takwa level -8; jahannam,
ayat-ayat tersebut adalah sebagai
berikut;
21.1
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2: 74
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ
فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ
مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا
يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ
خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Kemudian setelah
itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal
diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan
diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan
diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan
Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.(Al Baqarah/ 2:
74)
Hati yang keras seperti batu
bahkan lebih keras, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.2
Al Quran Surat Al Baqarah/ 2:
204-206
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ
أَلَدُّ الْخِصَامِ, وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ
فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ,
وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ
فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: Dan di antara
manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan
dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah
penantang yang paling keras, Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan
di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan
binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan, Dan apabila dikatakan
kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang
menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan
sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.(QS. Al
Baqarah/ 2: 204-206)
Di dalam hatinya adalah
penentang yang paling keras, berbuat kerusakan, berbuat dosa karena
kesombongannya, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam
21.3
Al Quran Surat Al Maidah/ 5: 13
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا
قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا
حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ
مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: (Tetapi) karena
mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka
keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan
mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan
dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka
kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka
dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat
baik.(QS. Al Maidah/ 5: 13)
Melanggar janji, hati keras
membatu, mengubah perkataan Allah, melupakan peringatan dan khianat, hal
tersebut merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.4
Al Quran Surat Al An’am/ 6: 43
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا
وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
Artinya: Maka mengapa
mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika
datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan
syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka
kerjakan.(QS. Al An’am/ 6: 43)
Tidak mau memohon dengan
tunduk merendahkan diri kepada Allah, hatinya keras dan memandang bagus apa
yang mereka kerjakan, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.5
Al Quran Surat Al A’raf/ 7: 179
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ
الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ
أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ
أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya
Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia,
mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat
Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.(QS. Al A’raf/ 7: 179)
Memiliki hati tidak dapat
memahami, memiliki telinga tidak dapat mendengar, memilki mata tidak dapat
melihat kebenaran karena lalai, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.6
Al Quran Surat Yunus/ 10: 88
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ
فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا
لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ
عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
Musa berkata: "Ya Tuhan
kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka
kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami --
akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah
harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman
hingga mereka melihat siksaan yang pedih".(QS. Yunus/ 10:
88)
Tersesat dari jalan Allah
karena perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia yang dimiliki, hati
terkunci mati dan tidak beriman hingga melihat sisksa yang pedih, merupakan
bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.7
Al Quran Surat Yunus/ 10: 74
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَىٰ
قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا
كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ
الْمُعْتَدِينَ
Artinya: Kemudian sesudah
Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka
rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang
nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa)
mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui
batas.(QS. Yunus/ 10:
74)
Mendustakan Rasul, hatinya
terkunci mati dan melampaui batas, merupakan bentuk ketidak takwaan di level
-10; jahannam.
21.8
Al Quran Surat Asy Syu’ara’/ 26
:200-201
كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ
الْمُجْرِمِينَ, لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ
حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
Artinya: Demikianlah Kami
masukkan Al Quran ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman
kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,(QS. Asy Syu’ara’/ 26
:200-201)
Tidak beriman pada Al Quran
hingga melihat azab yang pedih, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
21.9
Al Quran Surat Az Zumar/39 : 45
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ
قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا
ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Artinya: Dan apabila hanya
nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada
kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang
disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.( QS. Az Zumar/39 : 45)
Hati yang kesal jika disebut
nama Allah dan tidak percaya kepada hari akhir, merupakan bentuk ketidak
takwaan di level -10; jahannam
21.10
Al Quran Surat Az Zumar/39 : 22
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ
ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Artinya: Maka apakah
orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia
mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka
kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat
Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS. Az Zumar/39 : 22)
Hatinya telah membatu untuk
mengingat Allah, merupakan bentuk ketidak takwaan di level -10; jahannam.
Rangkuman jumlah ayat di setiap
klasifikasi adalah sebagai berikut; taubat 5 ayat, sabar 2 ayat, ikhlas 3 ayat,
islam 4 ayat, iman 16 ayat, ihsan 11,
mahabbah 6 ayat, rahmah 6 ayat, ridha 3 ayat, hidayah 14 ayat, jannah 7 ayat, ananiyah 7 ayat, ghadab 2
ayat, syahwat 9 ayat, khauf 9 ayat, huzn 4 ayat, taiasu 7 ayat, fasiq 23 ayat,
dhalim 6 ayat, kafir 23 ayat dan jahannam 10 ayat.
Dari 213 ayat yang di dalamnya terdapat kata yang terbentuk dari kata
dasar qalb, sadr dan fuad ditemukan 177 ayat yang
berdampingan dengan kata yang sesuai dengan kata-kata yang dapat dimasukkan ke
dalam klasifikasi “Cermin Qalbu”, berdasar bukti tersebut maka tingkatan takwa
yang tersusun menjadi cermin qalbu memiliki bukti yang kuat.
[1] Muhammad bin
Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 1, Halaman 20, Hadits nomor 56.
[2] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 13, Halaman 159.Hadits nomor 7727.
[3] Al Imam Ahmad
bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah,
2001, Jilid 3, Halaman 325.Hadits nomor 1956.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar