16/04/2026

58. Ketakwaan Kepada Allah Untuk Keuntungan Hamba Sendiri

58. Ketakwaan Kepada Allah Untuk Keuntungan Hamba Sendiri

Keistimewaan takwa ke lima puluh delapan “Ketakwaan kepada Allah untuk keuntungan hamba sendiri, keistimewaan takwa ini tergambar dari dalam kitab Musnad Ahmad Hadis nomor 21420 dinyatakan Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku;

 حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَعَبْدُ الصَّمَدِ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ وَقَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ الرَّحَبِيُّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنِّي حَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي الظُّلْمَ وَعَلَى عِبَادِي أَلَا فَلَا تَظَالَمُوا كُلُّ بَنِي آدَمَ يُخْطِئُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ وَلَا أُبَالِي وَقَالَ يَا بَنِي آدَمَ كُلُّكُمْ كَانَ ضَالًّا إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ عَارِيًا إِلَّا مَنْ كَسَوْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ جَائِعًا إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ ظَمْآنًا إِلَّا مَنْ سَقَيْتُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ وَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ وَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ وَاسْتَسْقُونِي أَسْقِكُمْ يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ وَعُسِيَّكُمْ وَبَنِيكُمْ عَلَى قَلْبِ أَتْقَاكُمْ رَجُلًا وَاحِدًا لَمْ تَزِيدُوا فِي مُلْكِي شَيْئًا وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ عَلَى قَلْبِ أَكْفَرِكُمْ رَجُلًا لَمْ تُنْقِصُوا مِنْ مُلْكِي شَيْئًا إِلَّا كَمَا يُنْقِصُ رَأْسُ الْمِخْيَطِ مِنْ الْبَحْرِ [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dan Abdushamad secara makna, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah. Abdushamad berkata: telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Qilabah dari Abu Asma`, Abdushamad Ar Rahabi berkata dari Abu Dzar dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza Wa Jalla: 'Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah itu kepada-Ku, niscaya Aku berikan hidayah itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian semua. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu Aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, kecuali seperti berkurangnya air samudera ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat)."

Di dalam kitab Musnad Ahmad  Hadis No. 21540 juga dinyatakan sekiranya orang yang masih hidup dan orang yang sudah mati dari kalian, yang pertama dicipta atau yang terakhir, yang kering atau yang basah, seluruhnya bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antaramu, maka itu tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun walau seperti sayap nyamuk;

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ الْمُسَيَّبِ الثَّقَفِيَّ عَنْ شَهْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ الْأَشْعَرِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ مُذْنِبٌ إِلَّا مَنْ عَافَيْتُ فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ وَمَنْ عَلِمَ مِنْكُمْ أَنِّي ذُو قُدْرَةٍ عَلَى الْمَغْفِرَةِ فَاسْتَغْفَرَنِي بِقُدْرَتِي غَفَرْتُ لَهُ وَلَا أُبَالِ وَكُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ فَسَلُونِي الْهُدَى أَهْدِكُمْ وَكُلُّكُمْ فَقِيرٌ إِلَّا مَنْ أَغْنَيْتُ فَسَلُونِي أَرْزُقْكُمْ وَلَوْ أَنَّ حَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ وَأُولَاكُمْ وَأُخْرَاكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا عَلَى قَلْبِ أَتْقَى عَبْدٍ مِنْ عِبَادِي لَمْ يَزِيدُوا فِي مُلْكِي جَنَاحَ بَعُوضَةٍ وَلَوْ أَنَّ حَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ وَأُولَاكُمْ وَأُخْرَاكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا فَسَأَلَ كُلُّ سَائِلٍ مِنْهُمْ مَا بَلَغَتْ أُمْنِيَّتُهُ وَأَعْطَيْتُ كُلَّ سَائِلٍ مَا سَأَلَ لَمْ يَنْقُصْنِي إِلَّا كَمَا لَوْ مَرَّ أَحَدُكُمْ عَلَى شَفَةِ الْبَحْرِ فَغَمَسَ إِبْرَةً ثُمَّ انْتَزَعَهَا ذَلِكَ لِأَنِّي جَوَادٌ مَاجِدٌ وَاجِدٌ أَفْعَلُ مَا أَشَاءُ عَطَائِي كَلَامِي وَعَذَابِي كَلَامِي إِذَا أَرَدْتُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [2]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Musa bin Musayyab Ats Tsaqafi dari Syahr dari Abdurrahman bin Ghanm Al Asy'ari dari Abu Dzar dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: 'Wahai hamba-Ku kalian semua berdosa kecuali yang Aku maafkan, maka mintalah ampun pada-KU niscaya Aku ampuni, Siapa saja di antara kalian yang mengetahui bila Aku Maha kuasa atas segala ampunan, maka mintalah ampunan dengan kuasa-Ku dan tentulah Aku mengampuninya tanpa memperdulikan dosa-dosanya. Dan sungguh kalian adalah sesat kecuali orang yang Aku tunjuki, oleh itu mintalah petunjuk pada-Ku niscaya Aku akan tunjuki. Dan kalian semua adalah fakir kecuali yang Aku kayakan, mintalah pada-Ku niscaya aku beri ia rezeki. Sekiranya orang yang masih hidup dan orang yang sudah mati dari kalian, yang pertama dicipta atau yang terakhir, yang kering atau yang basah, seluruhnya bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antaramu, maka itu tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun walau seperti sayap nyamuk. Dan apabila mereka semua baik yang telah mati atau yang masih hidup, yang pertama dicipta atau yang terakhir, yang kering atau yang basah, seluruhnya meminta setiap satunya dengan masing-masing masalah yang ia bawa di satu tempat, niscaya Aku berikan setiap mereka atas apa yang mereka pinta tanpa mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali seperti salah seorang kalian melewati tepi laut dan mencelupkan jarum lalu mengangkatnya, karena Aku adalah Maha Pemberi, Mulia lagi Mengetahui, Aku melakukan ap yang Aku kehendaki, pemberian dan siksa adalah ketetapan-Ku, dan jika Aku menghendaki seuatu maka Aku cukup mengatakan 'Jadi', maka jadilah ia."

Dua Hadits tersebut memberi gambaran bahwa takwa merupakan bentuk amal kebaikan seorang hamba kepada Allah, namun demikian meskipun ketakwaan ini dilakukan seluruh hambanya dengan sebaik-baik ketakwaan, tidak akan dapat menambah kebesaran Allah. Artinya kebaikan seorang hamba hanya akan kembali kepada hamba, bahkan akan dibalas lebih banyak lagi kebaikan oleh Allah di akherat. Sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Isra'/ 17: 7

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (QS. Al-Isra' (17): 7)

Ihsan; kebaikan meski ketika melakukannya harus dilakukan karena Allah, tetapi ihsan; kebaikan bukan untuk keuntungan Allah, tetapi sejatinya ihsan hanya hanya untuk keuntungan hamba sendiri, ihsan setara dengan takwa, pembahasannnya akan dikemukan di buku ke dua “Memahami Takwa Berdasar Al Quran Dan Hadits”.



[1] Imam Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Muassasah al-Risalah, tt, 2001 M, Jilid 35, Hal. 333, Hadits nomor 21420.

[2] Imam Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Muassasah al-Risalah, tt, 2001 M, Jilid 35, Hal. 428, Hadits nomor 21540.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post