Keistimewaan ke tiga puluh satu “Tingkat kebaikan manusia ditentukan berdasar tingkat ketakwaan”, di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 27434, Rasulullah memberikan gambaran siapa orang yang paling baik..
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا
شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرَةَ عَنْ زَوْجِ دُرَّةَ بِنْتِ
أَبِي لَهَبٍ عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ قَالَتْ قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ النَّاسِ
أَقْرَؤُهُمْ وَأَتْقَاهُمْ وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَأَنْهَاهُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ
وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ [1]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami
Syarik dari Simak dari Abdullah bin Umairah dari Suaminya Durrah binti Abu Lahab
dari Durrah binti Abu Lahab dia berkata, "Seorang laki-laki berdiri di hadapan
Nabi ﷺ, sedangkan beliau berada di atas mimbar. Laki-laki itu bertanya,
"Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?" Beliau bersabda:
"Manusia yang paling baik adalah yang paling mengerti (kitabullah), paling
bertakwa, paling sering amar ma'ruf nahi munkar, dan yang paling sering menjalin
tali silaturrahmi."
Di dalam kitab Musnad
Ahmad Hadits nomor 21407 juga dinyatakan
bahwa sesungguhnya kamu tidak lebih baik dari orang yang berkulit merah dan
tidak juga dari orang yang berkulit hitam kecuali jika kamu melebihi mereka
dalam bertakwa;
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أَبِي هِلَالٍ عَنْ
بَكْرٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لَهُ انْظُرْ فَإِنَّكَ لَيْسَ بِخَيْرٍ مِنْ أَحْمَرَ وَلَا أَسْوَدَ
إِلَّا أَنْ تَفْضُلَهُ بِتَقْوَى [2]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Waki' dari Abu Hilal dari Bakr dari Abu Dzar, bahwa
Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam berkata kepadanya: "Perhatikanlah!
Sesungguhnya kamu tidak lebih baik dari orang yang berkulit merah dan tidak
juga dari orang yang berkulit hitam kecuali jika kamu melebihi mereka dalam
bertakwa."
Senada dengan hadits
tersebut, di dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi hadits nomor 7950 juga dinyatakan
bahwa orang yang
paling baik adalah yang paling bertakwa kepada Rab di antara mereka :
أَخْبَرَنَا أَبُو حَامِدٍ أَحْمَدُ بْنُ أَبِي خَلَفِ
بْنِ أَحْمَدَ الصُّوفِيُّ الْمِهْرَجَانِيُّ بِهَا، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ
مُحَمَّدُ بْنُ يَزْدَادَ بْنِ مَسْعُودٍ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، ثَنَا يَحْيَى
بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، ثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ
بْنِ عَمِيرَةَ، عَنْ زَوْجِ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ مِنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي
لَهَبٍ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ خَيْرُ النَّاسِ؟ قَالَ: "
أَتْقَاهُمْ لِلرَّبِّ، وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ، وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ، وَأَنْهَاهُمْ
عَنِ الْمُنْكَرِ [3]
"
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Abu Hamid Ahmad ibnu Abi Khalaf ibnu Ahmad Ashufiyu Al Mihrajani, berkata:
telah menceritakan kepada kami Abu Bakri Muhammad ibnu Yazdad ibnu Masud, telah
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ayub, telah menceritakan kepada kami Yahya
ibnu Abdi Al Hamid, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Simak ibnu Harb,
dari Abdillah ibnu ‘Amirah, dari suami Durrah binti Abi Lahab dari Durrah binti
Abi Lahab, telah berkata: kami berkata: Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling
baik ? Rasulullah SAW bersabda: “ Yang paling bertakwa kepada Rab di antara mereka,
dan paling menyambung kasih saying, dan yang paling banyak menyuruh kepada yang
ma’ruf, dan yang paling banyak melarang dari yang munkar”
Sedangkan di dalam kitab Syuabul
Iman Baihaqi Hadits nomor 6605 juga disebutkan bahwa manusia yang paling baik adalah
yang bertakwa;
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ الْفَضْلِ الْقَطَّانُ،
أَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ جَعْفَرٍ النَّحْوِيُّ، نا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ، نا هِشَامُ
بْنُ عَمَّارٍ، نا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، نا زَيْدُ بْنُ وَاقِدٍ، حَدَّثَنِي مُغِيثُ
بْنُ سُمَيٍّ الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ:
قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ خَيْرُ النَّاسِ؟ قَالَ: " ذُو الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ،
وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ "، قُلْنَا: فَقَدْ عَرَفْنَا الصَّادِقَ، فَمَا ذُو
الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ؟ قَالَ: " هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ الَّذِي لَا إِثْمَ
فِيهِ وَلَا حَسَدَ "، [4]
Artinya: Telah mengabarkan
kepada kami Abu Al Husain ibnu al fadl al Qathan, telah mengabarkan kepada kami
Abdullah ibnu Ja’far an Nahwiu, telah mengabarkan kepada kami Sufyan, telah mengabarkan
kepada kami Hisyam Ibnu Umar, telah mengabarkan
kepada kami Shadaqah Ibnu Khalid, telah mengabarkan kepada kami Zaid Ibnu Waqidin,
telah berbicara denganku Mughis Ibnu Sumay al Auzai, dari Abdullah bin ‘Amr bin
‘Ash, berkata: “katakanlah kepada kami wahai Rasulullah, Siapa orang yang terbaik
?” beliau bersabda “ Orang yang memilik hati
yang bersih dan lisannya jujur”, kami berkata “kamu telah mengetahui orang yang
jujur”, tetapi siapa orang yang hatinya bersih ?”, Rasulullah bersabda “ adalah
orang yang takwa hatinya bersih dan tidak ada dosa di dalamnya dan hasad”
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits
nomor 26317 digambarkan bahwa orang terbaik di antara kalian adalah orang-orang yang jika dilihat, maka akan mengingatkan
kalian kepada Allah Ta'ala;
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ
عَنِ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ
قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ تَعَالَى
ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفْسِدُونَ
بَيْنَ الْأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ لِلْبُرَآءِ الْعَنَتَ [5]
Artinya: "Telah menceritakan
kepada kami Abdurrazzaq, memberitakan kepada kami Ma'mar dari Ibnu Khuthaym dari
Syahr bin Hawsyab dari Asma' binti Yazid bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: 'Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang-orang pilihan di antara
kalian?' Mereka menjawab, 'Tentu, ya Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Mereka adalah
orang-orang yang jika dilihat, maka akan mengingatkan kalian kepada Allah Ta'ala.'
Kemudian beliau bersabda, 'Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang-orang
yang paling buruk di antara kalian? Mereka adalah orang-orang yang suka berjalan
membawa berita (mengadu domba), yang merusak hubungan antara orang-orang yang saling
mencintai, dan yang mencari-cari kesalahan orang yang tidak bersalah.'"
Orang-orang yang jika
dilihat, maka akan mengingatkan kepada Allah Ta'ala, ini juga dapat dikatakan
sebagai gambaran orang bertakwa, orang
bertakwa orang yang taat kepada Allah, melihat orang yang taat kepada Allah
menjadikan orang yang melihatnya menjadi ingat pada yang ditaati orang
tersebut, yaitu ingat Allah.
Di dalam kitab Shahih
Bukhari hadits nomor 5027 dinyatakan bahwa 'Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an
dan mengajarkannya;
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ
قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ
أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى
كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا [6]
Artinya: “Telah menceritakan
kepada kami Hajjaj bin Minhal, menceritakan kepada kami Syu'bah, dia berkata: Telah
mengabarkan kepadaku Alqamah bin Martsad, aku mendengar Sa'd bin 'Ubaidah dari Abu
Abdurrahman as-Sulami dari Utsman radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam, beliau bersabda: 'Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an
dan mengajarkannya.' Abu Abdurrahman mengajarkan Al-Qur'an pada masa kekhalifahan
Utsman hingga masa Al-Hajjaj. Dia berkata: 'Itulah yang membuatku duduk di tempat
ini.'"
Orang yang mau belajar
Al-Qur'an dan mengajarkan Al Quran adalah orang yang bertakwa, karena Al Quran
adalah pedoman dan petunjuk bagi orang bertakwa.
[1] Al Imam
Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah
ar-Risalah, 2001, Jilid 45, Halaman 421.Hadits nomor 27434.
[2] Al Imam
Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah
ar-Risalah, 2001, Jilid 35, Halaman 321.Hadits nomor 21407.
[3] Abu
Bakar Ahmad Al Husain Al baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah,
Beirut, 2000, Jilid 6 Hal. 220, Hadits nomor 7950.
[4] Abu
Bakar Ahmad Al Husain Al baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah,
Beirut, 2000, Jilid 5 Hal. 264, Hadits nomor 6605.
[5] Al Imam
Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah
ar-Risalah, 2001, Jilid 29, Halaman 521.Hadits nomor 17998.
[6]
Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, Al-Sulthaniyah,
Mesir, 1404, Jilid 6, Halaman 194, Hadits nomor 5027.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar