51. Orang Bertakwa Pemilik Kebahagiaan
Keistimewaan takwa ke lim puluh satu “Orang bertakwa pemilik kebahagiaan” keistimewaan ini didasari hadits nomor 4786 di dalam kitab Shahih Muslim di dalamnya terkandung pengertian bahwa orang yang bertakwa merupakan orang yang dimudahkan ke jalan kemudahan (kebaikan), orang yang dimudahkan ke jalan kebaikan adalah orang yang berhak memperoleh kebahagiaan;
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ
بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا
و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ كُنَّا فِي جَنَازَةٍ فِي بَقِيعِ
الْغَرْقَدِ فَأَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَعَدَ
وَقَعَدْنَا حَوْلَهُ وَمَعَهُ مِخْصَرَةٌ فَنَكَّسَ فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِمِخْصَرَتِهِ
ثُمَّ قَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ إِلَّا وَقَدْ كَتَبَ
اللَّهُ مَكَانَهَا مِنْ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ وَإِلَّا وَقَدْ كُتِبَتْ شَقِيَّةً
أَوْ سَعِيدَةً قَالَ فَقَالَ رَجَلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نَمْكُثُ عَلَى كِتَابِنَا
وَنَدَعُ الْعَمَلَ فَقَالَ مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَسَيَصِيرُ إِلَى
عَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ فَسَيَصِيرُ إِلَى
عَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ فَقَالَ اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ أَمَّا أَهْلُ السَّعَادَةِ
فَيُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَأَمَّا أَهْلُ الشَّقَاوَةِ فَيُيَسَّرُونَ
لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ ثُمَّ قَرَأَ { فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ
بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ
بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى } حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
وَهَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ مَنْصُورٍ بِهَذَا
الْإِسْنَادِ فِي مَعْنَاهُ وَقَالَ فَأَخَذَ عُودًا وَلَمْ يَقُلْ مِخْصَرَةً وَقَالَ
ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [1]
Artinya: Diriwayatkan
kepada kami oleh ‘Utsman bin Abi Syaibah, Zuhair bin Harb, dan Ishaq bin Ibrahim—dan
redaksi ini dari Zuhair—Ishaq berkata, "Telah mengabarkan kepada kami,"
sedangkan dua perawi lainnya berkata, "Telah menceritakan kepada kami Jareer
dari Manshur, dari Sa’d bin ‘Ubaidah, dari Abu ‘Abdurrahman, dari Ali bin Abi Thalib
radhiyallahu 'anhu, disebutkan bahwa suatu ketika mereka berada dalam sebuah jenazah
di Baqi' Al-Gharqad. Rasulullah ﷺ
datang, lalu duduk, dan kami pun duduk di sekeliling beliau. Beliau
membawa tongkat kecil dan menundukkan kepala sambil menggaris-garis tanah dengan
tongkat tersebut. Kemudian beliau bersabda: "Tidak ada seorang pun dari kalian,
tidak ada satu jiwa pun yang diciptakan, kecuali Allah telah menetapkan tempatnya
di surga atau di neraka, dan telah ditetapkan apakah ia termasuk yang sengsara atau
bahagia." Seorang laki-laki kemudian
bertanya, "Wahai Rasulullah, kalau begitu, apakah kita tidak perlu beramal,
cukup kita pasrah kepada ketetapan kita?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Barang siapa yang termasuk
golongan orang yang bahagia, maka dia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan orang-orang
yang bahagia, dan barang siapa yang termasuk golongan orang yang sengsara, maka
dia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan orang-orang yang sengsara." Kemudian
beliau bersabda: "Beramallah, karena setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan
apa yang telah ditetapkan baginya. Adapun orang-orang yang bahagia akan dimudahkan
untuk mengamalkan amalan orang-orang yang bahagia, dan orang-orang yang sengsara
akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan orang-orang yang sengsara." Kemudian
Rasulullah ﷺ membaca ayat: "Adapun
orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan
adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami akan memudahkan baginya jalan kemudahan
(kebahagiaan)." (QS. Al-Lail: 5-7) "Dan adapun orang yang kikir dan merasa
dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkan
baginya jalan kesulitan (kesengsaraan)." (QS. Al-Lail: 8-10)
Di antara
indikator kebahagiaan manusia adalah istikharahnya kepadaAllah sebagaimana
disebutkan di dalam kitab Musnad Ahmad hadits 1444, bahwa di antara kebahagiaan
anak Adam adalah istikharahnya kepada Allah, dan keridhaannya terhadap apa yang
telah Allah tetapkan;
حَدَّثَنَا رَوْحٌ أَمْلَاهُ عَلَيْنَا بِبَغْدَادَ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ
بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اسْتِخَارَتُهُ
اللَّهَ وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَاهُ اللَّهُ وَمِنْ شِقْوَةِ
ابْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةَ اللَّهِ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا
قَضَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ [2]
Artinya: Diriwayatkan
bahwa Rauh telah membacakan kepada kami di Baghdad, bahwa Muhammad bin Abi Humaid
meriwayatkan dari Ismail bin Muhammad bin Sa'd bin Abi Waqqas, dari ayahnya, dari
kakeknya, Sa'd bin Abi Waqqas, yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda: "Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya kepada
Allah, dan di antara kebahagiaan anak Adam adalah keridhaannya terhadap apa yang
telah Allah tetapkan. Dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah meninggalkan istikharah
kepada Allah, dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah ketidaksenangannya terhadap
apa yang telah Allah tetapkan."
Indikator
kebahagian lainya disebutkan di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 1368 bahwa
di antara kebahagiaan anak Adam adalah wanita yang saleh, tempat tinggal yang baik,
dan kendaraan yang baik;
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي
حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ
عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ ثَلَاثَةٌ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ ثَلَاثَةٌ مِنْ
سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ
الصَّالِحُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ الْمَرْأَةُ السُّوءُ وَالْمَسْكَنُ السُّوءُ
وَالْمَرْكَبُ السُّوءُ [3]
Artinya: Diriwayatkan
bahwa Rauh telah membacakan kepada kami, bahwa Muhammad bin Abi Humaid meriwayatkan
kepada kami, bahwa Ismail bin Muhammad bin Sa'd bin Abi Waqqas meriwayatkan dari
ayahnya, dari kakeknya, yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Di antara kebahagiaan anak Adam ada tiga, dan di antara kesengsaraan
anak Adam ada tiga: Di antara kebahagiaan anak Adam adalah wanita yang saleh, tempat
tinggal yang baik, dan kendaraan yang baik. Dan di antara kesengsaraan anak Adam
adalah wanita yang buruk, tempat tinggal yang buruk, dan kendaraan yang buruk."
[1] Imam
Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 4 , Halaman 2039, Hadits No. 2647.
[2] Imam
Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Dar Al Hadits, Kairo, 1995 M, Jilid 2,
Halaman 210, Hadits nomor 1444.
[3] Imam
Ahmad Ibnu Hambal, Musnad Imam Ahmad, Dar Al Hadits, Kairo, 1995 M, Jilid 2,
Halaman 210, Hadits nomor 1445.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar