50. Pesan Terakhir Rasulullah SAW Bertakwalah Kepada Allah
Keistimewaan takwa ke lima
puluh “Pesan terakhir Rasulullah SAW bertakwalah kepada Allah”, keistimewaan
ini di dasari hadits nomor 11054 dalam kitab Syuabul
Iman Baihaqi, di dalamnya digambarkan bahwa pesan terakhir Rasulullah sebelum wafat
adalah “bertakwalah kepada Allah dalam shalat, bertakwalah kepada Allah dalam shalat
(diulang tiga kali)”;
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ السَّرَّاجُ،
أَنَا الْقَاسِمُ بْنُ غَانِمِ بْنِ حَمَوَيْهِ الطَّوِيلِ، ثَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ
الْبُوشَنْجِيُّ، حَدَّثَنِي أَبُو الْقَاسِمِ عَامِرُ بْنُ زَرْبِيُّ، ثَنَا بِشْرُ
بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ، قَالَ: فَقَالَ لَنَا: "
اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ، اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ ثَلَاثًا، اتَّقُوا
اللهَ فِيمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ، اتَّقُوا اللهَ فِي الضَّعِيفَيْنِ الْمَرْأَةِ
الْأَرْمَلَةِ وَالصَّبِيِّ الْيَتِيمِ، اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ " فَجَعَلَ
يُرَدِّدُهَا وَهُوَ يَقُولُ: " الصَّلَاةَ " وَهُوَ يُغَرْغِرُ حَتَّى فَاضَتْ
نَفْسُهُ [1]
Artinya: Diriwayatkan
oleh Abdul Rahman bin Muhammad bin Abdullah As-Sarraj, dari Al-Qasim bin Ghanim
bin Hamawaih At-Tawil, dari Abu Abdullah Al-Bushanji, dari Abu Al-Qasim Amir bin
Zarbi, dari Bisyr bin Mansur, dari Tsabit, dari Anas, yang berkata: “Kami berada
di sisi Rasulullah SAW ketika beliau mendekati wafatnya. Beliau berkata kepada kami:
‘Bertakwalah kepada Allah dalam shalat, bertakwalah kepada Allah dalam shalat (diulang
tiga kali), bertakwalah kepada Allah terhadap apa yang dimiliki oleh tangan kananmu,
bertakwalah kepada Allah terhadap dua orang yang lemah, yaitu wanita janda dan anak
yatim, bertakwalah kepada Allah dalam shalat.’ Beliau terus mengulanginya sambil
berkata: ‘Shalat, shalat,’ hingga ruhnya keluar.”
Di dalam kitab Sunan
Abu Daud hadits nomor 5156 digambarkan bahwa kalimat terakhir sebelum wafatnya adalah
shalat, shalat , bertakwalah kepada Allah terhadap budak-budak kalian;
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ
أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ
أُمِّ مُوسَى عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كَانَ آخِرُ كَلَامِ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ [2]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Utsman bin Abi Syaibah, keduanya berkata:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Fudail dari Mughirah dari Umm Musa
dari Ali, beliau berkata: 'Kata-kata terakhir Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
adalah: Shalat, shalat. Bertakwalah kepada Allah terhadap apa yang dimiliki oleh
tangan kananmu (budak).
Sedangkan di dalam
kitab Shahih Muslim hadits nomor 2877 digambarkan bahwa tiga hari menjelang wafatnya,
Rasulullah berpesan untuk khusnu dhan terhadap Allah sebelum kematiannya;
و حَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمٌ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا
وَاصِلٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ
قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ
بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ
بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ [3]
Artinya: Telah
menceritakan kepadaku Abu Dawud Sulaiman bin Ma'bad, telah menceritakan kepada kami
Abu Nu'man 'Arim, telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun, telah menceritakan
kepada kami Washil dari Abu az-Zubair dari Jabir bin Abdullah al-Ansari, ia berkata:
'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiga hari sebelum wafatnya
berkata: 'Janganlah salah seorang dari kalian mati kecuali dalam keadaan berbaik
sangka kepada Allah Azza wa Jalla.'
Di dalam kitab Shahih
Bukhari hadits nomor 4086 digambarkan bahwa doa terakhir Rasulullah menjelang wafatnya
adalah 'Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku serta pertemukanlah aku dengan
teman yang luhur.';
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ
الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْغَتْ إِلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ وَهُوَ
مُسْنِدٌ إِلَيَّ ظَهْرَهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي
بِالرَّفِيقِ [4]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad, telah menceritakan kepada kami Abdul
Aziz bin Mukhtar, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah, dari Abbad bin
Abdullah bin Az-Zubair bahwa Aisyah menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam dan memperhatikannya sebelum beliau wafat, saat beliau
bersandar kepadanya, beliau berkata: 'Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku
serta pertemukanlah aku dengan teman yang luhur.'"
Allah dengan
tegas memberi peringatan kepada orang beriman untuk benar-benar bertakwa kepada
Allah dan jangan sampai mati kecuali dalam keadaan takwa di tingkat islam,
pernyataan tersebut di muat di dalam Al Quran surat Ali-'Imran (3): 102;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali-'Imran
(3): 102)
Di akhir hayat
Rasulullah Muhammad SAW tetap memberi pesan kepada umatnya untuk bertaqwa
kepada Allah dalam berbagai hal, terutama dalam shalat, juga doa terakhir
beliau menggambarkan ketaqwaan yaitu memohon ampunan, memohon rahmat dan ingin
diperjumpakan dengan teman yang luhur.
[1] Abu
Bakar Ahmad Al Husain Al Baihaqi, Syuabul Iman
Baihaqi, Dar al Kitab Al Ilmiyah, Beirut,
2000, jilid 7 halaman 477, Hadits nomor 11054
[2] Abu
Daud, Sunan Abu Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah,
Beirut, jilid 4, Halaman 340, Hadits nomor 5156
[3] Imam
Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 4 , Halaman 2205, Hadits No. 2877
[4] Imam Bukhari, Shahih Bukhari, Dar al Yamamah,
Damsyiq, 1993, Jilid 4, halaman 1613, nomor Hadits: 4176.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar