12/04/2026

50. Pesan Terakhir Rasulullah SAW Bertakwalah Kepada Allah

50. Pesan Terakhir Rasulullah SAW Bertakwalah Kepada Allah

Keistimewaan takwa ke lima puluh “Pesan terakhir Rasulullah SAW bertakwalah kepada Allah”, keistimewaan ini di dasari hadits nomor 11054 dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi, di dalamnya digambarkan bahwa pesan terakhir Rasulullah sebelum wafat adalah “bertakwalah kepada Allah dalam shalat, bertakwalah kepada Allah dalam shalat (diulang tiga kali)”;

 أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ السَّرَّاجُ، أَنَا الْقَاسِمُ بْنُ غَانِمِ بْنِ حَمَوَيْهِ الطَّوِيلِ، ثَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْبُوشَنْجِيُّ، حَدَّثَنِي أَبُو الْقَاسِمِ عَامِرُ بْنُ زَرْبِيُّ، ثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ، قَالَ: فَقَالَ لَنَا: " اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ، اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ ثَلَاثًا، اتَّقُوا اللهَ فِيمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ، اتَّقُوا اللهَ فِي الضَّعِيفَيْنِ الْمَرْأَةِ الْأَرْمَلَةِ وَالصَّبِيِّ الْيَتِيمِ، اتَّقُوا اللهَ فِي الصَّلَاةِ " فَجَعَلَ يُرَدِّدُهَا وَهُوَ يَقُولُ: " الصَّلَاةَ " وَهُوَ يُغَرْغِرُ حَتَّى فَاضَتْ نَفْسُهُ [1]

Artinya: Diriwayatkan oleh Abdul Rahman bin Muhammad bin Abdullah As-Sarraj, dari Al-Qasim bin Ghanim bin Hamawaih At-Tawil, dari Abu Abdullah Al-Bushanji, dari Abu Al-Qasim Amir bin Zarbi, dari Bisyr bin Mansur, dari Tsabit, dari Anas, yang berkata: “Kami berada di sisi Rasulullah SAW ketika beliau mendekati wafatnya. Beliau berkata kepada kami: ‘Bertakwalah kepada Allah dalam shalat, bertakwalah kepada Allah dalam shalat (diulang tiga kali), bertakwalah kepada Allah terhadap apa yang dimiliki oleh tangan kananmu, bertakwalah kepada Allah terhadap dua orang yang lemah, yaitu wanita janda dan anak yatim, bertakwalah kepada Allah dalam shalat.’ Beliau terus mengulanginya sambil berkata: ‘Shalat, shalat,’ hingga ruhnya keluar.”

Di dalam kitab Sunan Abu Daud hadits nomor 5156 digambarkan bahwa kalimat terakhir sebelum wafatnya adalah shalat, shalat , bertakwalah kepada Allah terhadap budak-budak kalian;

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أُمِّ مُوسَى عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كَانَ آخِرُ كَلَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ [2]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Utsman bin Abi Syaibah, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Fudail dari Mughirah dari Umm Musa dari Ali, beliau berkata: 'Kata-kata terakhir Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah: Shalat, shalat. Bertakwalah kepada Allah terhadap apa yang dimiliki oleh tangan kananmu (budak).

Sedangkan di dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 2877 digambarkan bahwa tiga hari menjelang wafatnya, Rasulullah berpesan untuk khusnu dhan terhadap Allah sebelum kematiannya; 

و حَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمٌ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ [3]

Artinya: Telah menceritakan kepadaku Abu Dawud Sulaiman bin Ma'bad, telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man 'Arim, telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun, telah menceritakan kepada kami Washil dari Abu az-Zubair dari Jabir bin Abdullah al-Ansari, ia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiga hari sebelum wafatnya berkata: 'Janganlah salah seorang dari kalian mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah Azza wa Jalla.'

Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 4086 digambarkan bahwa doa terakhir Rasulullah menjelang wafatnya adalah 'Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku serta pertemukanlah aku dengan teman yang luhur.';

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْغَتْ إِلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ وَهُوَ مُسْنِدٌ إِلَيَّ ظَهْرَهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ [4]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Mukhtar, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah, dari Abbad bin Abdullah bin Az-Zubair bahwa Aisyah menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memperhatikannya sebelum beliau wafat, saat beliau bersandar kepadanya, beliau berkata: 'Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku serta pertemukanlah aku dengan teman yang luhur.'"

Allah dengan tegas memberi peringatan kepada orang beriman untuk benar-benar bertakwa kepada Allah dan jangan sampai mati kecuali dalam keadaan takwa di tingkat islam, pernyataan tersebut di muat di dalam Al Quran surat Ali-'Imran (3): 102;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali-'Imran (3): 102)

Di akhir hayat Rasulullah Muhammad SAW tetap memberi pesan kepada umatnya untuk bertaqwa kepada Allah dalam berbagai hal, terutama dalam shalat, juga doa terakhir beliau menggambarkan ketaqwaan yaitu memohon ampunan, memohon rahmat dan ingin diperjumpakan dengan teman yang luhur.



[1] Abu Bakar Ahmad Al Husain Al Baihaqi, Syuabul Iman Baihaqi, Dar al Kitab Al Ilmiyah, Beirut, 2000, jilid 7 halaman 477, Hadits nomor 11054

[2] Abu Daud, Sunan Abu Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah, Beirut, jilid 4, Halaman 340, Hadits nomor 5156

[3] Imam Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid  4 , Halaman 2205, Hadits No. 2877

[4] Imam Bukhari, Shahih Bukhari, Dar al Yamamah, Damsyiq, 1993, Jilid 4, halaman 1613, nomor Hadits: 4176.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post