12/04/2026

49. Orang Yang Bertakwa Mendapatkan Kesudahan Yang Baik

49. Orang Yang Bertakwa Mendapatkan Kesudahan Yang Baik 

Keistimewaan takwa ke empat puluh sembilan “Orang bertakwa mendapatkan kesudahan yang baik”, keitimewaan takwa ini didasari Al Quran Surat Thaha/20: 132, Al-A'raf/ 7: 128, Al-Qashash/ 28: 83 dan Surat Hud/ 11: 49, di dalamnya dinyatakan bahwa akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa;

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(QS. Thaha/20: 132)

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-A'raf/ 7: 128)

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Qashash/ 28: 83)

تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Surat Hud/ 11: 49)

Di dalam kitab Al-Adab Li Al-Baihaqi hadits nomor 791 dinyatakan bahwa tidak ada masalah dengan kekayaan bagi orang yang bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla;

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ مَدِينِيٌّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ قَالَ كُنَّا فِي مَجْلِسٍ فَطَلَعَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى رَأْسِهِ أَثَرُ مَاءٍ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرَاكَ طَيِّبَ النَّفْسِ قَالَ أَجَلْ قَالَ ثُمَّ خَاضَ الْقَوْمُ فِي ذِكْرِ الْغِنَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنْ اتَّقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالصِّحَّةُ لِمَنْ اتَّقَى اللَّهَ خَيْرٌ مِنْ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنْ النِّعَمِ [1]

Artinya: Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Abdillah al-Hafizh, Abu Muhammad ‘Abdurrahman bin Abi Hamid al-Muqri’, dan Abu Shadiq bin Abi al-Fawaris al-‘Aththar, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu al-‘Abbas Muhammad bin Ya‘qub, telah menceritakan kepada kami ar-Rabi‘ bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb, telah memberitakan kepada kami Sulaiman bin Bilal, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdullah bin Sulaiman bin Abi Salamah, bahwa ia mendengar Mu‘adz bin ‘Abdillah al-Juhani menceritakan dari ayahnya, dari pamannya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:Tidak mengapa menjadi kaya bagi orang yang bertakwa kepada Allah; dan sesungguhnya kesehatan bagi orang yang bertakwa lebih baik daripada kekayaan; dan kelapangan hati (ketenangan jiwa) adalah bagian dari kenikmatan.” Dan telah diriwayatkan pula dari ‘Amr bin al-‘Ash, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda:Wahai ‘Amr, sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang saleh.”

Hadits ini memberi gambaran bahwa harta tidak mebahayakan bagi orang bertakwa, sehingga menjadi kaya tidak mengapa, karena kekayaannya juga akan mendatangkan ketakwaan, tetap memilki kesudahan yang baik bagi orang yang bertakwa.



[1] Abu Bakr Al Baihaqi, Al-Adab Li Al-Baihaqi, Muassasah Al Kitab Al Tsaqafah, Beirut, 1988, Halaman 320, Hadits nomor 791

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post