53. Orang Bertakwa Adalah Orang Yang Benar
Keistimewaan takwa ke lima puluh tiga “Orang bertakwa adalah orang yang benar”, Keistimewaan ini didasari Al Quran surat Az-Zumar/ 39: 33 di dalamnya dinyatakan bahwa orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya adalah orang yang bertakwa;
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ
هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya: Dan orang
yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang
yang bertakwa.(QS. Az-Zumar/ 39: 33)
Di dalam Al Quran
surat Al-Baqarah/ 2: 177 dinyatakan bahwa orang-orang yang benar itulah orang yang
bertakwa;
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ
الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي
الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي
الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا
عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ
الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya: Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya
kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab,
nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta;
dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang
yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya);
dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/ 2: 177)
Di dalam Al Quran
Al-Hujurat/ 49: 15 ditegaskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya
yang berjuang di jalan Allah itulah orang yang benar;
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي
سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada
Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad)
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
(QS. Al-Hujurat/ 49: 15)
Orang yang
berjuang di jalan Allah merupakan orang yang menduduki tingkat ketakwaan
tertinggi, yaitu takwa tingkat jannah, penjelasan tingkatan takwa in syaa Allah
akan dikemukakan di buku ilmu takwa dua dan tiga.
Begitu pentingnya
menjaga kebenaran/kejujuran karena kebenaran akan membimbing kepada kebaikan,
sebagaimana ditegaskan di dalam kitab Shahih Muslim 2607;
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ ح و حَدَّثَنَا
أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ
يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ
حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ
يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ
الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا [1]
Artinya: Muhammad
bin Abdullah bin Numair meriwayatkan kepada kami, Abu Mu'awiyah dan Waki' meriwayatkan
kepada kami, Al-A'masy meriwayatkan dari Syaqiq, dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah
ﷺ bersabda: "Berpeganglah kalian pada kejujuran,
karena kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing kepada
surga. Seorang laki-laki yang terus berkata jujur dan menjaga kejujuran, maka dia
akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah kebohongan,
karena kebohongan akan membimbing kepada keburukan, dan keburukan akan membimbing
kepada neraka. Seorang laki-laki yang terus berbohong dan sengaja berbohong, maka
dia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
[1] Imam
Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M,
Jilid 4 , Halaman 2013, Hadits noor.
2607.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar