+ 2. TAQWA LEVEL SABAR
Sabar berasal dari kata shabara-Yashbiru-Shabran artinya;
ketabahan, ketahanan diri, daya tahan, kekuatan, semangat, keberanian,
ketangguhan. pengertiannya adalah kesadaran spiritual untuk menerima;
ketentuan, ketetapan, hukum, taqdir, sunatullah dan kekuasaan Allah terhadap
dirinya, orang lain ataupun lingkungannya.
Menurut Imam al-Ghazali, sabar merupakan kekuatan jiwa yang
menahan diri dari dorongan hawa nafsu dan menjaga konsistensi dalam ketaatan.
Ia membagi sabar ke dalam tiga bentuk: sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi
maksiat, dan sabar menghadapi musibah. Bagi al-Ghazali, sabar bukanlah sikap
pasif, tetapi latihan jiwa (riyāḍah an-nafs)
untuk mengendalikan dorongan destruktif agar selaras dengan perintah Allah. Ia
menekankan bahwa kesempurnaan sabar terletak pada kemampuan menghadapi ujian
tanpa keluh kesah, karena hal itu menunjukkan kematangan spiritual dan
kejernihan hati.[1]
Sedangkan Ibn Qayyim al-Jauziyah memandang sabar sebagai fondasi semua
perjalanan spiritual, bahkan menegaskan bahwa “kedudukan sabar dalam iman
seperti kedudukan kepala bagi tubuh.” Ia menjelaskan bahwa sabar memiliki tiga
dimensi: sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar meninggalkan
larangan-Nya, dan sabar menerima takdir-Nya dengan lapang dada. Ibn Qayyim
menekankan bahwa sabar berakar pada kekuatan hati, kejujuran tawakal, dan
keyakinan bahwa seluruh urusan berada dalam kendali Allah. Oleh demikian, sabar
bukan sekadar menahan diri, tetapi kesungguhan dalam memerangi hawa nafsu dan
mempertahankan ketaatan hingga akhir.[2]
Berdasar pencarian kata dasar shabara menggunakan aplikasi Al
Quran Dzekr 1.1, Kata sabar di dalam Al
Quran ditemukan sebanyak 103 kali di 93 ayat yang berbeda, hal ini
menggambarkan bahwa pengamalan sabar sangat penting untuk dilaksanakan,
sebagaimana ditegaskan di dalam Al Quran
surat Ali Imran/ 3: 186 bahwa bersabar dan bertakwa termasuk urusan yang patut
diutamakan;
لَتُبْلَوُنَّ
فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا
الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِن
تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya:
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu
sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang
demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran/ 3: 186)
Kehidupan di dunia merupakan bentuk ujian Allah kepada hambanya, untuk
dapat mengetahui keadaan hamba yang sesungguhnya, apakah hambanya dapat melalui ujian dengan penuh
kesabaran atau tidak, seperti dijelaskan di dalam Al Quran surat Muhammad/ 47: 31;
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ
أَخْبَارَكُمْ
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan
(baik buruknya) hal ihwalmu. (QS. Muhammad/ 47: 31)
Adapun di dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 155 di tegaskan bahwa yang
akan mendapat hasil yang baik (kabar gembira) adalah orang-orang yang bersabar;
وَلَنَبْلُوَنَّكُم
بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah/ 2: 155)
Sedangkan di dalam Al Quran surat Ali Imran/3 :142 tergambar bahwa
kesabaran merupakan salah satu syarat untuk dapat masuk ke dalam Surga;
أَمْ
حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ
جَاهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi
Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang
sabar. (QS. Ali Imran/ 3: 142)
Dengan demikian kesabaran merupakan amal yang besar; berat (nilainya),
sehingga hanya akan dapat diamalkan oleh orang-orang yang khusyu’, sebagaimana
digambarkan di dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 2: 45;
وَاسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (2: 45)
Di dalam kitab Thabarani Awsath hadits nomor 7475 dinyatakan bahwa di
antara namaku adalah sesungguhnya Aku Maha Sabar;
حدثنا
محمد بن شعيب نا يعقوب بن إسحاق الدشتكي نا محمد بن إسماعيل بن أبي فديك عن علي بن
[ أبي ] ( 6 ) علي اللهبي عن محمد بن المنكدر عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ -
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: " «لَمَّا عُرِجَ بِإِبْرَاهِيمَ
رَأَى رَجُلًا يَفْجُرُ بِامْرَأَةٍ، فَدَعَا عَلَيْهِ فَأُهْلِكَ، ثُمَّ رَأَى
رَجُلًا عَلَى مَعْصِيَةٍ، فَدَعَا عَلَيْهِ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: إِنَّهُ
عَبْدِي، وَإِنَّ مَصِيرَهُ مِنِّي خِصَالٌ ثَلَاثٌ: إِمَّا أَنْ يَتُوبَ
فَأَتُوبَ عَلَيْهِ، وَإِمَّا أَنْ يَسْتَغْفِرَنِي فَأَغْفِرَ لَهُ، وَإِمَّا
أَنْ يَخْرُجَ مِنْ صُلْبِهِ مَنْ يَعْبُدُنِي، يَا إِبْرَاهِيمُ أَمَا عَلِمْتَ
أَنَّ مِنْ أَسْمَائِي أَنِّي أَنَا الصَّبُورُ؟» "[3]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Syuaib, telah mengabarkan
kepada kami Ya’qub ibnu Ishaq Ad Dustuki, telah mengabarkan kepada kami
Muhammad ibnu Ismail ibnu Abi Fudaik dari Ali (Ayahku) ibnu Al Habi dari
Muhammad ibnu Al Munkadir dari Jabir, dari Nabi SAW bersabda: Ketika Ibrahim
singgah dia melihat seorang laki-laki yang berdosa dengan seorang perempuan,
maka dia berdoa atasnya maka dibinasakan, kemudia dia melihat seorang laki-laki
dalam keadaan ma’siyat, maka dia berdoa atasnya, maka Allah memberi wahyu
kepadanya: Sesungguhnya dia adalah hambaku, dan sesungguhnya taqdirnya dariku
tiga penerapan: adakalanya bertaubat maka Aku terima taubatnya, adakalanya
memohon ampun maka Aku mengampuninya, dan adakalanya keluar dari sulbinya orang
yang menyembahku, Hai Ibrahim Apakah kamu mengetahui bahwa di antara namaku
adalah sesungguhnya Aku Maha Sabar ?
Di dalam kitab Mujam Thabarani Awsath hadits nomor 2852 dinyatakan
Sesungguhnya akhlaq ini dari Allah, maka siapa yang dikendaki Allah menjadi
baik diberinya dengan akhlaq yang baik;
حدثنا
مسعود بن محمد الرملي ثنا عمران بن هارون نا مسلمة بن علي عن بن عجلان عن سعيد
المقبري عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: " «إِنَّ هَذِهِ الْأَخْلَاقَ مِنَ اللَّهِ، فَمَنْ
أَرَادَ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا مَنَحَهُ خُلُقًا حَسَنًا، وَمَنْ أَرَادَ بِهِ
سُوءًا مَنَحَهُ سَيِّئًا»[4]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Mas’ud ibnu Muhammad Ar Ramli telah menceritakan
kepada kami Imran ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Maslamah ibnu Ali
dari ibnu Ajlan, dari Said Al Maqbari, dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah
SAW bersabda: Sesungguhnya akhlaq ini dari Allah, maka siapa yang dikendaki
Allah menjadi baik diberinya dengan
akhlaq yang baik, dan siapa yang dikehendaki buruk diberinya dengan akhlaq yang
buruk.”
Agar dapat mengamalkan taqwa di tingkat sabar dengan baik, terlebih
dahulu harus mengetahui dan memahami hakekat sabar, maka berikut ini akan
dikemukakan pembahasan sabar berdasar kajian ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi
Muhammad SAW, yang pembahasannya akan dikemukakan;
1. Hikmah Sabar,
2. Karakter Sabar,
3. Bentuk Amal Kesabaran,
4. Taqwa Di Tingkat Sabar
Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut;
Kesabaran
yang dilakukan oleh orang beriman akan mendatangkan banyak hikmah, antara lain
sebagai berikut;
Yang
dikatakan sebagai musibah adalah sesuatu yang tidak disenangi ketika menimpa
dirinya, tetapi di dalam kitab Musnad Ahmad hadis nomor 2803, disebutkan Nabi
Muhammad SAW menjelaskan, bahwa kesabaran terhadap hal yang engkau benci
terdapat banyak kebaikan. Bahwa pertolongan itu (datang) setelah kesabaran;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ
حَدَّثَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ الْفُرَافِصَةِ قَالَ
أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ وَأَنَا قَدْ
رَأْيَتُهُ فِي طَرِيقٍ فَسَلَّمَ عَلَيَّ وَأَنَا صَبِيٌّ رَفَعَهُ إِلَى ابْنِ
عَبَّاسٍ أَوْ أَسْنَدَهُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ وَحَدَّثَنِي هَمَّامُ بْنُ
يَحْيَى أَبُو عَبْدِ اللَّهِ صَاحِبُ الْبَصْرِيِّ أَسْنَدَهُ إِلَى ابْنِ
عَبَّاسٍ وَحَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ وَنَافِعُ بْنُ يَزِيدَ
الْمِصْرِيَّانِ عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَجَّاجِ عَنْ حَنَشٍ الصَّنْعَانِيِّ عَنِ
ابْنِ عَبَّاسٍ وَلَا أَحْفَظُ حَدِيثَ بَعْضِهِمْ عَنْ بَعْضٍ أَنَّهُ قَالَ
كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ
أَوْ يَا غُلَيِّمُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ
فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ
أَمَامَكَ تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ وَإِذَا
سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ قَدْ جَفَّ
الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا
أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ
يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ
اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى
مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ
الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
[5]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] telah menceritakan kepada
kami [Kahmasy bin Al Hasan] dari [Al Hajjaj bin Al Furafishah], Abu Abdurrahman
yaitu Abdullah bin Yazid, berkata; dan aku telah melihatnya di jalan lalu ia
memberi salam kepadaku, saat itu aku masih kecil, ia merafa'kan (riwayat)
kepada [Ibnu Abbas] atau menyandarkannya kepada Ibnu Abbas. Ahmad bin Hambal
berkata; dan telah menceritakan kepadaku [Hammam bin Yahya Abu Abdullah]
sahabat Al Bashri, ia menyandarkannya kepada [Ibnu Abbas]. Dan telah
menceritakan kepadaku [Abdullah bin Lahi'ah] dan [Nafi' bin Yazid Al Misriyyan]
dari [Qais bin Al Hajjaj] dari [Hanasy Ash Shan'ani] dari [Ibnu Abbas], dan aku
tidak hafal (detail) hadis sebagian mereka dari sebagian lainnya, bahwa ia
berkata; Aku dibonceng oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu beliau
bersabda: "Wahai anak." Atau beliau mengatakan: "Wahai anak
kecil, maukah kamu aku ajari beberapa kalimat yang Allah akan memberimu
manfaat." Aku menjawab; "Ya." Lalu beliau bersabda:
"Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya engkau
mendapatiNya di hadapanmu. Ingatlah Dia di waktu lapang niscaya Dia akan ingat
kepadamu di waktu sempit. Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah, dan
jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Telah
kering pena dengan apa yang telah terjadi. Seandainya seluruh makhluk hendak
memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu yang Allah tidak menetapkan padamu,
niscaya mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kepadamu. Dan seandainya
mereka hendak mencelakakan dirimu dengan sesuatu yang Allah tidak menetapkan
padamu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu. Dan ketahuilah bahwa di
dalam kesabaran terhadap hal yang engkau benci terdapat banyak kebaikan. Bahwa
pertolongan itu (datang) setelah kesabaran, dan kelapangan itu (datang) setelah
kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan."
1.2. Sabar dan Tawakal Merupakan Bentuk Keimanan dan Amal Shalih
Al
Quran Surat Al-'Ankabut Ayat 58-59, menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shalih dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah
akan ditempatkan di Surga;
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya
akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang
mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah
sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan
bertawakkal kepada Tuhannya.
1.3. Seratus Orang Yang Sabar Dapat Mengalahkan Seribu Orang Kafir
Al
Quran Surat Al-Anfal/ 8: 65, memberikan penjelasan bahwa kesabaran orang-orang
beriman dapat mengalahkan sepuluh kali lipat orang kafir;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ
عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا
مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ
كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Artinya:
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh
orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus
orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka
akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang
kafir itu kaum yang tidak mengerti.
1.4. Tidak Ada Pemberian Yang Lebih Baik Dan Lebih Luas Daripada Kesabaran
Di
dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 1469, disebutkan bahwa tidak ada suatu
pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas
daripada (diberikan) kesabaran;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ نَاسًا مِنْ
الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ مَا يَكُونُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ
أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ
يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ
عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ
[6]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada
kami [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari ['Atha' bin Yazid Al Laitsiy] dari [Abu
Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu] bahwa ada beberapa orang dari kalangan
Anshar meminta (pemberian shodaqah) kepada Rasulullah SAW, maka Beliau memberi.
Kemudian mereka meminta kembali, lalu Beliau memberi. Kemudian mereka meminta
kembali lalu Beliau memberi lagi hingga habis apa yang ada pada Beliau.
Kemudian Beliau bersabda: "Apa-apa yang ada padaku dari kebaikan (harta)
sekali-kali tidaklah aku akan meyembunyikannya dari kalian semua. Namun
barangsiapa yang menahan (menjaga diri dari meminta-minta), maka Allah akan
menjaganya dan barangsiapa yang meminta kecukupan maka Allah akan mencukupkannya
dan barangsiapa yang mensabar-sabarkan dirinya maka Allah akan memberinya
kesabaran. Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang
lebih baik dan lebih luas daripada (diberikan) kesabaran".
Di dalam kitab Shahih Muslim hadis nomor 328,
disebutkan bahwa shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti kebenaran,
kesabaran adalah sinar;
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا
حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ زَيْدًا
حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ
الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ
نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
[7]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah menceritakan kepada
kami [Habban bin Hilal] telah menceritakan kepada kami [Aban] telah
menceritakan kepada kami [Yahya] bahwa [Zaid] telah menceritakan kepadanya,
bahwa [Abu Sallam] telah menceritakan kepadanya dari [Abu Malik al-Asy'ari] dia
berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersuci
adalah setengah dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan
alhamdulillah keduanya memenuhi, atau salah satunya memenuhi apa yang ada
antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti kebenaran,
kesabaran adalah sinar, dan al-Qur'an adalah hujjah untuk amal kebaikanmu dan
hujjah atas amal kejelekanmu. Setiap manusia adalah berusaha, maka ada orang
yang menjual dirinya sehingga membebaskannya atau menghancurkannya."
1.6. Allah Membersamai Orang-Orang Yang Sabar
Di
dalam Al Quran surat Al Anfal/ 8: 46, 66 juga di surat Al Baqarah/ 2: 153,
249 ditegaskan bahwa Allah membersamai
orang-orang sabar;
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا
تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ
الصَّابِرِينَ
Artinya:
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al
Anfal/ 8: 46)
الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ
فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ
وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ
مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa
padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika
diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan
dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Anfal/ 8: 66)
1.7. Bersabar Dan Memberi Maaf Termasuk Hal Yang Diutamakan
Di
dalam Al Quran surat Asy Syura/ 42: 43 ditegaskan bahwa bersabar dan memaafkan
termasuk hal-hal yang diutamakan;
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ
عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya:
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS. Asy Syura/ 42: 43)
1.8. Tiada Yang Lebih Sabar Menghadapi Penghinaan Sebagaimana Yang Ia Dengar
Dari Allah
Di
dalam kitab Shahih Muslim Hadits nomor 642 dinyatakan bahwa Tiada yang lebih
sabar menghadapi penghinaan sebagaimana yang ia dengar dari Allah;
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ
بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، عَنْ يَحْيَى
الْقَطَّانِ، عَنِ الأَعْمَشِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنْ
أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَحَدٌ أَصْبَرَ
عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللهِ، يَجْعَلُونَ لَهُ نِدًّا وَيَجْعَلُونَ لَهُ
وَلَدًا، وَهُوَ فِي ذَلِكَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ وَيُعْطِيهِمْ. [8]
Artinya:
Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Musaddad bin
Musarhad menceritakan kepada kami, dari Yahya Al Qaththan, dari Al A’masy, ia
berkata, Sa’id bin Jubair menceritakan kepada kami, dari Abu Abdurrahman
As-Sulami, dari Abdullah bin Qais, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda, “Tiada yang lebih sabar menghadapi penghinaan sebagaimana
yang ia dengar dari Allah. Bahkan mereka menyekutukan Allah serta beranggapan
Dia mempunyai anak. Namun begitu Allah tetap melindungi dan mengaruniakan
rezeki kepada mereka. ”
1.9. Bahwa Iman Itu Dua Setengah: Setengahnya Dalam Kesabaran
Di
dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi hadits nomor 9866 dinyatakan bahwa iman itu
dua setengah: Setengahnya dalam kesabaran dan setengahnya dalam syukur
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ
عَبْدَانَ، أَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ الصَّفَّارُ، نَا تَمْتَامٌ، وَابْنُ أَبِي قِمَاشٍ قَالَا: نَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، نَا الْعَلَاءُ
بْنُ خَالِدٍ الْقُرَشِيُّ، نَا يَزِيدُ الرَّقَاشِيُّ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " الْإِيمَانُ نِصْفَانِ:
نِصْفٌ فِي الصَّبْرِ، وَنِصْفٌ فِي الشُّكْرِ
[9]
"
Artinya: Telah mengabarkan
kepada kami Ali ibnu Ahmad ibnu ‘Abdan, telah mengabarkan kepada kami Ahmad
ibnu Ubaid Ash Shafar, telah mengabarkan kepada kami Tamam (193)dan ibnu Abi
Qimas mereka berdua berkata: telah mengabarkan kepada kami muslim ibnu Irahim,
telah mengabarkan kepada kami Al ‘Ala’ ibnu Khalid Al Qurasi, telah mengabarkan
kepada kami Yazid Ar Raqasyi, dari Anas, berkata: Rasulullah SAW bersabda: iman
itu dua setengah: Setengahnya dalam kesabaran dan setengahnya dalam syukur.”
1.10. Kesabaran Adalah Setengah Iman
Di
dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi hadits nomor 9866 dinyatakan bahwa kesabaran
adalah setengah iman;
حدثنا أبو عبد الرحمن محمد بن الحسين السلمي أنا
محمد بن الحسن بن الحسين بن منصور أنا جعفر بن محمد بن سليمان الخلال نا يعقوب بن
حميد نا محمد بن خالد المخزومي عن سفيان الثوري عن (زبيد) (١) عن أبي وائل عن عبد
الله قال: قال رسول الله ﷺ الصبر نصف الإيمان واليقين الإيمان كله. تفرد به يعقوب
عن المخزومي. والمحفوظ عن ابن مسعود من قوله غير مرفوع كما. [10]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Muhammad bin
al-Husain as-Sulami; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Hasan bin
al-Husain bin Mansur; telah menceritakan kepada kami Ja‘far bin Muhammad bin
Sulaiman al-Khallāl; telah menceritakan kepada kami Ya‘qub bin Hamid; telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalid al-Makhzumi, dari Sufyān
ats-Tsauri, dari Zubayd, dari Abu Wā’il, dari Abdullah (Ibnu Mas‘ud) bahwa
Rasulullah ﷺ bersabda: “Kesabaran adalah separuh dari
iman, dan keyakinan (yakin) adalah seluruh iman.” Hadits ini hanya diriwayatkan
secara tunggal oleh Ya‘qub dari al-Makhzumi. Adapun riwayat yang lebih kuat (maḥfūẓ)
dari Ibnu Mas‘ud adalah maqtu’, berupa ucapan beliau sendiri, bukan marfu’
kepada Nabi ﷺ.
Orang-orang
yang mengamalkan kesabaran di dasari karena Allah, memiliki karakter yang baik
antara lain;
2.1. Apabila Ditimpa Musibah Mengucapkan: "Inna Lillaahi Wa Innaa
Ilaihi Raaji'uun
Al
Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 155-156, menjelaskan bahwa orang sabah adalah orang
yang mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun Ketika mendapatkan
musibah;
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ
وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun". (QS. Al-Baqarah/ 2: 155-156)
2.2. Tidak Menyimpan Perasaan Marah
Di
dalam Al Quran Surat Al-Qalam/ 68: 48, Allah mengingatkan untuk bersabar dalam
menjalankan ketetapan Allah dengan tidak menyimpan perasaan marah;
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ
كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah
kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia
dalam keadaan marah (kepada kaumnya).(QS. Al-Qalam/ 68: 48)
Di
dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits nomor 3564, digambarkan bahwa Nabi Muhammad
SAW memberi pelajaran terhadap Ali bin Abi thalib yang berkeluh kesah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ عَمْرِو
بْنِ مُرَّةَ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلِمَةَ، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: «كُنْتُ
شَاكِيًا، فَمَرَّ بِي رَسُولُ اللهِ ﷺ وَأَنَا أَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ
أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَارْفَعْنِي، وَإِنْ
كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: كَيْفَ قُلْتَ؟ قَالَ:
فَأَعَادَ عَلَيْهِ مَا قَالَ، قَالَ: فَضَرَبَهُ
بِرِجْلِهِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ عَافِهِ
أَوِ اشْفِهِ». شُعْبَةُ الشَّاكُّ، فَمَا اشْتَكَيْتُ وَجَعِي بَعْدُ. وَهَذَا حَدِيثٌ
حَسَنٌ صَحِيحٌ. [11]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsannā; ia berkata: telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja‘far; ia berkata: telah menceritakan
kepada kami Syu‘bah, dari ‘Amr bin Murrah, dari ‘Abdullah bin Salimah, dari Ali
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku sedang sakit, lalu Rasulullah ﷺ melewatiku sementara aku berdoa: ‘Ya Allah, jika
memang ajalku telah dekat maka ringankanlah (wafatkanlah) aku; jika masih
ditangguhkan maka angkatlah (hilangkanlah) penyakitku; dan jika ini adalah ujian
maka berilah aku kesabaran.’ Maka Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Apa yang engkau ucapkan?’ Lalu
aku mengulang perkataanku itu. Kemudian beliau menendangku dengan kakinya dan
berdoa: ‘Ya Allah, sembuhkanlah dia atau sehatkanlah dia.’ Syu‘bah—perawi—ragu
dalam lafaznya. Ali berkata: ‘Maka aku tidak pernah merasakan sakitku lagi
setelah itu.’” Ini adalah hadits hasan sahih.
2.4. Bertaqwalah Kepada Allah Dan Bersabarlah, Kesabaran Itu Ada Pada
Benturan/ Kesempatan Pertama
Di
dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 1283, 1223 disebutkan kisah yang
kesimpulannya menjelaskan bahwa Sesungguhnya kesabaran itu ada pada kesempatan
pertama saat terjadinya musibah;
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا
ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ
اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ
بِمُصِيبَتِي وَلَمْ تَعْرِفْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ
عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى[12]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami [Adam] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah]
telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas bin Malik radliallahu 'anhu]
berkata,: Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pernah berjalan melewati seorang
wanita yang sedang menangis di sisi kubur. Maka Beliau bersabda,:
"Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah". Wanita itu berkata,:
"Kamu tidak mengerti keadaan saya, karena kamu tidak mengalami mushibah
seperti yang aku alami". Wanita itu tidak mengetahui jika yang menasehati
itu Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu diberi tahu: "Sesungguhnya
orang tadi adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Spontan wanita tersebut
mendatangi rumah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam namun dia tidak
menemukannya. Setelah bertemu dia berkata; "Maaf, tadi aku tidak
mengetahui anda". Maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya sabar itu pada
kesempatan pertama (saat datang mushibah) "
2.5. Mengharapkan Pertolongan Allah Dengan Sabar dan Shalat
Al
Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 153, menjelaskan Bahwa Allah memerintahkan kepada
oang-oang beriman untuk meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan
shalat, karena Allah Bersama dengan orang yang sabar;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah/ 2: 153)
2.6. Sabar dalam Menghadapi Atsarah (Egois)
Di
dalam kitab Shahih Bukhari hadis nomor 3793 dijelaskan bahwa sepeninggalku nanti, akan kalian jumpai sikap
atsarah (sikap egoism, individualis, orang yang mementingkan dirinya sendiri).
Maka bersabarlah
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا
غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لِلْأَنْصَارِ إِنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً فَاصْبِرُوا
حَتَّى تَلْقَوْنِي وَمَوْعِدُكُمْ الْحَوْضُ
[13]
Artinya:
Telah bercerita kepadaku [Muhammad bin Basysyar] telah bercerita kepada kami
[Ghundar] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Hisyam] berkata, aku
mendengar [Anas bin Malik radliallahu 'anhu] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam berkata kepada kaum Anshar: " sepeninggalku nanti, akan kalian
jumpai sikap atsarah (sikap egoism, individualis, orang yang mementingkan
dirinya sendiri). Maka bersabarlah kalian hingga kalian berjumpa denganku dan
tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah telaga al-Haudl (di surga) ".
2.7. Jika Bertemu Musuh Bersabar
Di
dalam kitab Shahih Muslim hadis nomor 3275, dijelaskan bahwa Janganlah kalian
mengharap bertemu musuh, namun jika kalian bertemu mereka maka bersabarlah
(teguhkan hati kalian);
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ
الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ
الْعَقَدِيُّ عَنْ الْمُغِيرَةِ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِزَامِيُّ
عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ
فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا [14]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ali Al Khulwani] dan [Abd bin
Humaid] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi]
dari [Mughirah] -yaitu Ibnu Abdurrahman Al Hizami- dari [Abu Az Zinnad] dari
[Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Janganlah kalian mengharap bertemu musuh, namun jika kalian
bertemu mereka maka bersabarlah (teguhkan hati kalian)."
2.8. Bersabar Menerima Penyakit Tidak Akan Dihisab Kelak
Di
dalam kitab Musnad Ahmad hadis nomor 9312/26363, dijelaskan permintaan seorang
wanita yang terkena penyakit ayan, Jika
kamu mau maka akan aku doakan sehingga Allah memberikan kesembuhan, dan jika
kamu mau maka bersabarlah dan engkau tidak akan dihisab kelak;
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي
سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَا لَمَمٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ
اللَّهَ أَنْ يَشْفِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يَشْفِيَكِ
وَإِنْ شِئْتِ فَاصْبِرِي وَلَا حِسَابَ عَلَيْكِ قَالَتْ بَلْ أَصْبِرُ وَلَا
حِسَابَ عَلَيَّ [15]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] berkata; telah
menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu
Hurairah] berkata; Seorang wanita datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, dan ia mengidap penyakit lamam (semacam penyakit syaraf), lalu ia
berkata; "Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar aku disembuhkan dari
penyakit ini, " beliau bersabda: "Jika kamu mau maka akan aku doakan
sehingga Allah memberikan kesembuhan, dan jika kamu mau maka bersabarlah dan
engkau tidak akan dihisab kelak, " ia berkata; "Aku akan bersabar
agar tidak dihisab."
Kesabaran
harus diterapkan atau diamalkan dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, di
antara bentuk amal kesabaran yang digambarkan di dalam beberapa ayat Al Quran
dan Hadits adalah sebagai berikut;
Di
dalam Al Quran surat Al Mudatsir/ 74: 7 disebutkan perintah untuk melakukan
kesabaran karena Allah;
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
Artinya:
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (QS. Al Mudatsir/ 74: 7)
3.2. Sabar Dengan Kesabaran Yang Baik
Di
dalam Al Quran surat Al Ma’arij/ 70: 5 disebutkan perintah untuk bersabar
dengan kesabaran yang baik;
فَاصْبِرْ
صَبْرًا جَمِيلًا
Artinya:
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (QS. Al Ma’arij/ 70: 5)
Di
dalam kitab Mujam Thabarani Shaghir hadits nomor 1071 dinyatakan bahwa siapa
yang sabar dengan sekuat-kuatnya dengan kesabaran yang bagus Allah akan
menempatkannya di Firdaus sesuai yang dikehendakinya;
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ الْفَرَجِ
الأَصْبَهَانِيُّ ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ ،
حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ ، عَنِ
الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: مَنْ قَضَى نَهْمَتَهُ فِي الدُّنْيَا حِيلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ شَهْوَتِهِ فِي
الآخِرَةِ ، وَمَنْ مَدَّ عَيْنَهُ إِلَى زِينَةِ الْمُتْرَفِينَ كَانَ مُهِينًا
فِي مَلَكُوتِ السَّمَاءِ ، وَمَنْ صَبَرَ عَلَى الْقُوتِ الشَّدِيدِ صَبْرًا
جَمِيلا أَسْكَنَهُ اللهُ مِنَ الْفِرْدَوْسِ حَيْثُ شَاءَ لَمْ يَرْوِهِ عَنْ
عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ ، إِلَّافُضَيْلٌ ، تَفَرَّدَ بِهِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ
عَمْرٍو وَلاَ يُرْوَى عَنِ الْبَرَاءِ ، إِلَّابِهَذَا الإِسْنَادِ » "[16]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Al Faraj Al Asbahani, telah
menceritakan kepada kami Ismail ibnu Amri Al bajali, telah menceritakan kepada
kami Fuzail ibnu Marzuq, dari ‘Adi ibnu Tsabit, dari Al Bara’I ibnu ‘Azib,
berkata Rasulullah SAW bersabda; siapa yang menetapkan kerakusannya di dunia
terhalang antara dia dan keinginan
sahwatnya di akhirat, dan siapa yang meningkatkan kepentingannya kepada
perhiasan kehidupan mewah sebagai suatu yang hina di kerajaan langit, dan siapa
yang sabar dengan sekuat-kuatnya dengan kesabaran yang bagus, Allah akan
menempatkannya di Firdaus sesuai yang dikehendakinya.. (HR. Thabarani: 1071)
3.3. Sabar Dengan Kebenaran Janji Allah, Tidak Gelisah, Beristighfar dan
Bertasbih
Di
dalam Al Quran surat Ar-Rum/ 30: 60, Al Mukmin/ 40: 55, 77 disebutkan perintah
untuk bersabar dengan kebenaran janji Allah,
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا
يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ
Artinya:
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali
janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu
menggelisahkan kamu.
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan
mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu
petang dan pagi. (QS. Al Mukmin/ 40: 55)
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَإِمَّا
نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا
يُرْجَعُونَ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun
Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka
ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami
sajalah mereka dikembalikan. (QS. Al Mukmin/ 40: 77)
3.4. Bersabar Atas Apa Yang Menimpanya
Di
dalam Al Quran surat Luqman/ 31: 17 disebutkan perintah untuk bersabar atas apa
yang menimpanya;
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ
بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ إِنَّ
ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya:
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik
dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa
yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman/ 31: 17)
3.5. Bersabar Seperti Sabarnya Rasul Ulul Azmi Dan Tidak Minta Disegerakan
Adzab
Di
dalam Al Quran surat Al Ahqaf/ 46: 35 disebutkan perintah utuk bersabar
sebagaimana sabarnya rasul-rasul ulul azmi;
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ
الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ
لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِّن نَّهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا
الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi
mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa)
seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah)
suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
(QS. Al Ahqaf/ 46: 35)
3.6. Sabar, Tidak Bersedih Dan Sempit Dada Atas Tipu Daya Mereka
Di
dalam Al Quran surat An Nahl/ 16: 127 disebutkan perintah untuk bersabar, tidak
sedih dan sempit dada atas tipu daya;
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا
تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ
Artinya:
Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan
pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka
dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. (QS.
An Nahl/ 16: 127)
3.7. Puasa Adalah Setengah Kesabaran
Di
dalam kitab Sunan Tirmidzi 3519 dinyatakan bahwa puasa adalah setengah
kesabaran;
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ
عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ جُرَيٍّ النَّهْدِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ
قَالَ عَدَّهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِي
أَوْ فِي يَدِهِ التَّسْبِيحُ نِصْفُ الْمِيزَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَمْلَؤُهُ
وَالتَّكْبِيرُ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ
الصَّبْرِ وَالطُّهُورُ نِصْفُ الْإِيمَانِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ
حَسَنٌ وَقَدْ رَوَاهُ شُعْبَةُ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ [17]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Al
Ahwash dari Abu Ishaq dari Jurai An Nahdi dari seseorang dari Bani Sulaim ia
berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam menghitungnya pada tanganku
atau tangannya: "Tasbih adalah setengah timbangan Al Hamdulillah
memenuhinya, takbir memenuhi antara langit dan bumi, puasa adalah setengah
kesabaran, dan bersuci adalah setengah keimanan." Abu Isa berkata; hadits
ini adalah hadits hasan dan diriwayatkan oleh Syu'bah serta Sufyan Ats Tsauri
dari Abu Ishaq.
3.8. Berdoa Mohon Diberi Kelimpahan Kesabaran
Di
dalam Al Quran surat Al Baqarah/ 2: 250 dan Al A’raf/ 7: 126 disebutkan do’a
permohonan untuk diberi limpahan kesabaran, dikokohkan pendirian dan diberi
pertolongan dalam menghadapi orang kafir;
وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى
الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya:
Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan
tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,
dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang
kafir". (QS. Al Baqarah/ 2: 250)
3.9.
Sabar Dalam Mentaati Allah dan Rasulullah SAW
Di
dalam Al Quran surat Al-Anfal/ 8: 46 disebutkan perintah untuk bersabar dalam
mentaati Allah dan Rasulullah SAW;
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا
تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ
الصَّابِرِينَ
Artinya:
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS.
Al-Anfal/ 8: 46)
3.10. Sabar Bersama Orang Yang Menyeru Allah Di Pagi Dan Petang
Di
dalam Al Quran surat Al-Kahfi/ 18: 28 disebutkan perintah untuk bersabar
bersama dengan orang yang menyeru Allah di pagi hari maupun petang mengharapkan
pertemuan dengannya;
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ
رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ
عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا
قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Artinya:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya
di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan
janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati
Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
(QS. Al-Kahfi/ 18: 28)
3.11. Banyak Bersabar Dan Banyak Bersyukur
Di
dalam Al Quran surat Ibrahim/ 14: 5, Luqman/ 31: 31, Saba'/ 34: 19 dan Asy-Syura/ 42: 33 digambarkan bahwa orang
yang banyak bersabar dan bersyukur diberi kemampuan untuk memahami tanda-tanda
kebesaran Allah;
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآيَاتِنَا أَنْ
أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ
اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan
Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada
cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah".
Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. (QS. Ibrahim/ 14: 5)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِي فِي
الْبَحْرِ بِنِعْمَتِ اللَّهِ لِيُرِيَكُم مِّنْ آيَاتِهِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ
لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ ﴿لقمان: ٣١﴾
Artinya:
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut
dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari
tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.
(QS. Luqman/ 31: 31)
فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا
وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ
مُمَزَّقٍ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Artinya:
Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan
kami", dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka
buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang
yang sabar lagi bersyukur.(QS. Saba'/ 34: 19)
إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ
رَوَاكِدَ عَلَى ظَهْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Artinya:
Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal
itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak
bersyukur, (QS. Asy-Syura/ 42: 33)
3.12. Sabar Atas Perkataan Orang, Bertasbih dan Mumuji Allah
Di
dalam Al Quran surat Thaha/ 20: 130,
Shad/ 38: 17, Qaf/ 50: 39 dan Al Muzammil/ 73: 10, disebutkan untuk bersabar
atas perkataan orang lain;
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ
بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ
اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ
Artinya:
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan
memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih
pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari,
supaya kamu merasa senang, (QS. Thaha/ 20: 130)
اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ
عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Artinya:
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami
Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). (QS.
Shad/ 38: 17)
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ
بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah
sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (QS.
Qaf/ 50: 39)
وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ
هَجْرًا جَمِيلًا
Artinya:
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan
cara yang baik. (QS. Al Muzammil/ 73: 10)
3.13. Meningkatkan Kesabaran Dalam Beribadah
Di
dalam Al Quran surat Maryam/ 19: 65 dan Thaha/ 20: 132 disebutkan perintah
untuk menyembah Allah/ shalat dan meningkatkan kesabaran dalam beribadah
kepadanya;
رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا
بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
Artinya:
Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara
keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya.
Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
(QS. Maryam/ 19: 65)
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ
عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Artinya:
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu
dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi
rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
(QS. Thaha/ 20: 132)
3.14. Sabar Dengan Hukum/ Ketentuan/ Ketetapan Allah
Di
dalam Al Quran surat Yunus/ 10: 109 dan Ath Thur/ 52: 48, Al Qalam/ 68: 48 dan
Al Insan/ 76: 24 disebutkan untuk bersabar dengan ketetapan Allah;
وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَاصْبِرْ
حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Artinya:
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah
memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (QS. Yunus/ 10:
109)
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ
بِأَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ
Artinya:
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu
berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika
kamu bangun berdiri, (QS. Ath Thur/ 52: 48)
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ
الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan
janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa
sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). (QS. Al Qalam/ 68: 48)
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ
آثِمًا أَوْ كَفُورًا
Artinya:
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah
kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka. (QS. Al
Insan/ 76: 24)
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ
قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ
وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿الحج: ٣٥﴾
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka,
orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang
mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang
telah Kami rezekikan kepada mereka. (22: 35)
3.15. Sabar Untuk Mencari Keridhaan Allah
Di
dalam Al Quran surat Ar Ra’ad/ 13: 22 disebutkan orang-orang yang bersabar
karena mencari keridhaan Allah akan mendapat tempat kesudahan yang baik;
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ
وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً
وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
Artinya:
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan
shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara
sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan;
orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (13: 22)
Berikut
ini akan dikemukakan beberapa ayat Al Quran dan Hadits yang memberikan gambaran
hasil yang akan diperoleh, bagi seseorang yang melakukan kesabaran;
4.1.
Pahalanya Dicukupkan Tanpa Batas
Al
Quran Surat Az-Zumar/ 39: 10, menjelaskan bahwa kesabaran orang yang bertaqwa
dan berbuat kebaikan, akan mendapat pahala tanpa batas;
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ
اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada
Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.
Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah
yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(QS. Az-Zumar/ 39: 10)
4.2.
Mendapat Ampunan Dan Pahala Yang Besar
Di
dalam Al Quran surat Hud/ 11: 11, Al Furqan/ 25: 75, Al Qashash/ 28: 80 dan Al
Fushilat/ 41: 35 disebutkan bahwa orang
sabar dan beramal shalih akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar;
إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Artinya:
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal
saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. Hud/ 11: 11)
أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا
وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
Artinya:
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga)
karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan
selamat di dalamnya, (QS. Al Furqan/ 25: 75)
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ
ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا
الصَّابِرُونَ
Artinya:
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah
bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang
sabar". (QS. Al Qashash/ 28: 80)
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
Artinya:
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang
yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai
keuntungan yang besar. (QS. Al Fushilat/ 41: 35)
4.3. Mendapat Pahala Yang Lebih Baik Dari Apa Yang Mereka Kerjakan
Di
dalam Al Quran surat An Nahl/ 16: 96 di sebutkan bahwa orang yang bersabar akan
mendapatkan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan;
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya:
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl/ 16:
96)
4.4. Mendapat Pertolongan Lima Ribu Malaikat Saat Menghadapi Musuh
Di
dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 125 disebutkan jika bersabar dan bertaqwa
akan diberikan bantuan lima ribu malaikat dalam menghadai musuh;
بَلَىٰ إِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُم
مِّن فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِّنَ
الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ
Artinya:
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang
menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan
lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (3: 125)
Di
dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 146 disebutkan bahwa Allah mencintai
orang-orang yang sabar;
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ
رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا
ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar
dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana
yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah
(kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran/ 3: 146)
Di
dalam Al Quran surat Al Mu’minun/ 23: 111 digambarkan bahwa orang-orang yang
sabar adalah orang-orang yang menang;
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا
أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ
Artinya:
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran
mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang". (QS. Al
Mu’minun/ 23: 111)
4.7.
Diberikan Surga Dan Pakaian Sutera
Di
dalam Al Quran surat Al Insan/ 76: 12 ditegaskan bahwa orang-orang yang
bersabar akan memperoleh surga dan pakaian sutera;
وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Artinya:
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga
dan (pakaian) sutera, (QS. Al Insan/ 76: 12)
Di
dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 15050 dinyatakan bahwa Barangsiapa yang Aku ambil kedua anak
perempuan kesayangannya kemudian dia bersabar dan hanya mengharap dari Allah,
pahalanya surga;
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا نُوحُ بْنُ قَيْسٍ
حَدَّثَنَا الْأَشْعَثُ بْنُ جَابِرٍ الْحَدَّانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَبُّكُمْ عَزَّ
وَجَلَّ مَنْ أَذْهَبْتُ كَرِيمَتَيْهِ ثُمَّ صَبَرَ وَاحْتَسَبَ كَانَ ثَوَابُهُ
الْجَنَّةَ [18]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan
kepada kami Nuh Bin Qois Telah menceritakan kepada kami Al Asy'ats Bin Jabir Al
Haddani dari Anas bin Malik dari Nabi ﷺ bersabda: "Rob kalian Azzawajalla
berfirman: Barangsiapa yang Aku ambil kedua anak perempuan kesayangannya
kemudian dia bersabar dan hanya mengharap dari Allah, pahalanya
surga".(HR. Ahmad: 13510)
Di
dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 5291 dinyatakan bahwa sesungguhnya
orang-orang fakir muhajirin mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat ke
surga selama empat puluh tahun;
قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَجَاءَ ثَلَاثَةُ
نَفَرٍ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَنَا عِنْدَهُ
فَقَالُوا يَا أَبَا مُحَمَّدٍ إِنَّا وَاللَّهِ مَا نَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ لَا
نَفَقَةٍ وَلَا دَابَّةٍ وَلَا مَتَاعٍ فَقَالَ لَهُمْ مَا شِئْتُمْ إِنْ شِئْتُمْ
رَجَعْتُمْ إِلَيْنَا فَأَعْطَيْنَاكُمْ مَا يَسَّرَ اللَّهُ لَكُمْ وَإِنْ
شِئْتُمْ ذَكَرْنَا أَمْرَكُمْ لِلسُّلْطَانِ وَإِنْ شِئْتُمْ صَبَرْتُمْ فَإِنِّي
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ
فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الْأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى
الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا قَالُوا فَإِنَّا نَصْبِرُ لَا نَسْأَلُ
شَيْئًا [19]
Artinya: Berkata Abu Abdurrahman: Tiga orang mendatangi Abdullah bin
Amru bin Al Ash dan aku berada didekatnya, mereka berkata: Wahai Abu Muhammad,
sesungguhnya kami, demi Allah, tidak bisa apa-apa, tidak punya nafkah, binatang
dan barang. Ia berkata pada mereka: Terserah kalian, bila kalian mau, silahkan
kembali ke kami lalu kami memberi kalian sesuatu yang dimudahkan Allah untuk
kalian, bila kalian mau, aku akan melaporkan urusan kalian ke penguasa dan bila
kalian mau, bersabarlah karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya orang-orang fakir muhajirin
mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat ke surga selama empatpuluh
tahun." Mereka berkata: Kami bersabar saja, kami tidak minta apa pun.
4.9.
Dibangunkan 'Baitul Hamd' Rumah Di Surga
Di
dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 18893 digambarkan bahwa orang yang
bersabar akan dibangunkan baitul hamd; rumah di surga;
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ يَعْنِي السَّالَحِينِيَّ قَالَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ
سَلَمَةَ عَن أَبِي سِنَانٍ قَالَ دَفَنْتُ ابْنًا لِي وَإِنِّي لَفِي الْقَبْرِ
إِذْ أَخَذَ بِيَدَيَّ أَبُو طَلْحَةَ فَأَخْرَجَنِي فَقَالَ أَلَا أُبَشِّرُكَ
قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ حَدَّثَنِي الضَّحَّاكُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ
أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَا مَلَكَ الْمَوْتِ قَبَضْتَ وَلَدَ عَبْدِي
قَبَضْتَ قُرَّةَ عَيْنِهِ وَثَمَرَةَ فُؤَادِهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا قَالَ
قَالَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ قَالَ ابْنُوا لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ [20]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ishaq As Salahiniy ia berkata,
telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Abu Sinan ia berkata; Aku
menguburkan anakku, dan saat saya masih di kuburan, Abu Thalhah menarik
tanganku lalu mengeluarkanku (dari kuburan) lalu dia berkata, "Maukah kamu
aku berikan kabar gembira? Aku menjawab, "Ya." Dia berkata, Adl
Dlahak bin Abdurrahman telah berkata kepadaku dari Abu Musa Al Asy'ari ia
berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman: 'Wahai malakul maut engkau telah mencabut nyawa
anak hambaKu, engkau telah mencabut nyawa penyejuk mata dan buah hatinya? '
Malaikat menjawab: 'Ya.' Allah bertanya: 'Apa yang dia katakan? ' Malaikat
menjawab: 'Dia memuji-Mu dan mengucapkan Istirja ' Allah berfirman: 'Buatkanlah
untuknya suatu rumah di surga dan namakanlah rumah tersebut dengan 'Baitul
Hamd' (rumah pujian).'"
4.10. Diberi Ganti Dengan Yang Lebih Baik
Di
dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 25474 digambarkan bahwa orang yang sabar
akan diberikan ganti dengan yang lebih baik;
حَدَّثَنَا
يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ
الْبُنَانِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ بِمِنًى عَنْ
أَبِيهِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ فَلْيَقُلْ إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ عِنْدَكَ أَحْتَسِبُ مُصِيبَتِي
فَأْجُرْنِي فِيهَا وَأَبْدِلْنِي بِهَا خَيْرًا مِنْهَا فَلَمَّا مَاتَ أَبُو
سَلَمَةَ قُلْتُهَا فَجَعَلْتُ كُلَّمَا بَلَغْتُ وَأَبْدِلْنِي بِهَا خَيْرًا
مِنْهَا قُلْتُ فِي نَفْسِي وَمَنْ خَيْرٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ ثُمَّ قُلْتُهَا
فَلَمَّا انْقَضَتْ عِدَّتُهَا بَعَثَ إِلَيْهَا أَبُو بَكْرٍ يَخْطُبُهَا فَلَمْ
تَزَوَّجْهُ فَبَعَثَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَخْطُبُهَا عَلَيْهِ فَقَالَتْ أَخْبِرْ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي امْرَأَةٌ غَيْرَى وَأَنِّي امْرَأَةٌ
مُصْبِيَةٌ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَوْلِيَائِي شَاهِدًا فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ ارْجِعْ
إِلَيْهَا فَقُلْ لَهَا أَمَّا قَوْلُكِ إِنِّي امْرَأَةٌ غَيْرَى فَأَدْعُو
اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيُذْهِبُ غَيْرَتَكِ وَأَمَّا قَوْلُكِ إِنِّي امْرَأَةٌ
مُصْبِيَةٌ فَسَتُكْفَيْنَ صِبْيَانَكِ وَأَمَّا قَوْلُكِ إِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ
مِنْ أَوْلِيَائِكِ شَاهِدًا فَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَوْلِيَائِكِ شَاهِدٌ وَلَا
غَائِبٌ يَكْرَهُ ذَلِكَ [21]
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dia berkata; telah
mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit Al Bunani dia berkata;
telah menceritakan kepadaku Ibnu Umar bin Abu Salamah di Mina, dari Ayahnya
dari Ummu Salamah dia berkata; Rasulullah shalallhu'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang tertimpa mushibah, maka ucapkanlah: (Sesungguhnya kami
adalah milik Allah, dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, kepada-Mu saya
mengharap pahala pada mushibahku, maka berilah aku pahala padanya, dan gantilah
untukku yang lebih baik darinya). Tatkala Abu Salamah meninggal, saya
membacanya. Dan setiap kali aku sampai pada kata; (Gantilah untukku yang lebih
baik darinya). Saya berkata pada diri saya; "Siapakah orang yang lebih
baik dari Abu Salamah?" Lantas aku membacanya. Ketika telah selesai masa
iddahnya, Abu Bakar mengutus utusannya untuk meminangnya. Tapi ia tidak mau
menikah dengannya. Kemudian Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam mengutus
Umar bin Khattab untuk meminangnya. Ia berkata; "Kabarkanlah kepada
Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bahwa aku adalah seorang wanita yang
mudah cemburu, aku seorang wanita yang mempunyai anak kecil, dan tidak ada
seorang pun dari para waliku yang bisa menjadi saksi." Lantas ia mendatangi
Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu kepadanya. Maka
beliau bersabda: "Kembalilah kepadanya, dan katakan kepadanya: 'Adapun
perkataanmu; 'Sesungguhnya aku adalah wanita yang mudah cemburu.' maka aku akan
berdo'a kepada Allah Azzawajalla untuk menghilangkan kecemburuanmu. Adapun
perkataanmu; 'Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang memiliki anak kecil.'
Maka akan diberi kecukupan pada anakmu. Adapun perkataanmu; 'Sesungguhnya
diantara para walimu tidak ada seorangpun yang bisa menjadi saksi.' Maka tidak
ada seorang pun di antara para walimu yang hadir menjadi saksi ataupun tidak
hadir akan mebenci hal itu."
Gambaran kesabaran secara menyeluruh telah
dikemukakan berdasar ayat-ayat Al Quran dan hadits Nabi di atas, sedangkan
gambaran ketaqwaan di tingkat sabar adalah sebagai berikut;
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor
23098 digambarkan bahwa Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar
atas celaan mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada orang mukmin yang
tidak membaur dengan manusia dan tidak sabar atas celaan mereka;
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ
سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشَ وَقَالَ حَجَّاجٌ عَنِ الْأَعْمَشِ يُحَدِّثُ عَنْ
يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَأُرَاهُ ابْنَ عُمَرَ قَالَ حَجَّاجٌ قَالَ شُعْبَةُ
قَالَ سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ عُمَرَ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ
وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي لَا يُخَالِطُهُمْ
وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ قَالَ حَجَّاجٌ خَيْرٌ مِنْ الَّذِي لَا
يُخَالِطُهُمْ [22]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dan
Hajjaj keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Syu'bah Aku mendengar
Sulaiman Al A'masy dan Hajjaj menceritakan dari Al A'masy ia menceritakan dari
Yahya bin Watstsab dari seorang syaikh sahabat Nabi ﷺ, beliau
bersabda: "Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas
celaan mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada orang mukmin yang tidak
membaur dengan manusia dan tidak sabar atas celaan mereka." Hajjaj
menyebutkan, "Lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan
mereka."
5.2. Bertaqwa Kepada Allah Dan Bersabar
Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor
6286 disebutkan kisah yang panjang, yang di dalamnya disebutkan perintah untuk
bertaqwa dan bersabar;
حَدَّثَنَا
مُوسَى عَنْ أَبِي عَوَانَةَ حَدَّثَنَا فِرَاسٌ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ
حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ أُمُّ الْمُؤْمِنِيِنَ قَالَتْ إِنَّا كُنَّا أَزْوَاجَ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهُ جَمِيعًا لَمْ تُغَادَرْ
مِنَّا وَاحِدَةٌ فَأَقْبَلَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَام تَمْشِي لَا
وَاللَّهِ مَا تَخْفَى مِشْيَتُهَا مِنْ مِشْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَآهَا رَحَّبَ قَالَ مَرْحَبًا بِابْنَتِي ثُمَّ
أَجْلَسَهَا عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ سَارَّهَا فَبَكَتْ بُكَاءً
شَدِيدًا فَلَمَّا رَأَى حُزْنَهَا سَارَّهَا الثَّانِيَةَ فَإِذَا هِيَ تَضْحَكُ
فَقُلْتُ لَهَا أَنَا مِنْ بَيْنِ نِسَائِهِ خَصَّكِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالسِّرِّ مِنْ بَيْنِنَا ثُمَّ أَنْتِ تَبْكِينَ
فَلَمَّا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهَا
عَمَّا سَارَّكِ قَالَتْ مَا كُنْتُ لِأُفْشِيَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرَّهُ فَلَمَّا تُوُفِّيَ قُلْتُ لَهَا عَزَمْتُ
عَلَيْكِ بِمَا لِي عَلَيْكِ مِنْ الْحَقِّ لَمَّا أَخْبَرْتِنِي قَالَتْ أَمَّا
الْآنَ فَنَعَمْ فَأَخْبَرَتْنِي قَالَتْ أَمَّا حِينَ سَارَّنِي فِي الْأَمْرِ
الْأَوَّلِ فَإِنَّهُ أَخْبَرَنِي أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُهُ بِالْقُرْآنِ
كُلَّ سَنَةٍ مَرَّةً وَإِنَّهُ قَدْ عَارَضَنِي بِهِ الْعَامَ مَرَّتَيْنِ وَلَا
أَرَى الْأَجَلَ إِلَّا قَدْ اقْتَرَبَ فَاتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَإِنِّي
نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ قَالَتْ فَبَكَيْتُ بُكَائِي الَّذِي رَأَيْتِ
فَلَمَّا رَأَى جَزَعِي سَارَّنِي الثَّانِيَةَ قَالَ يَا فَاطِمَةُ أَلَا
تَرْضَيْنَ أَنْ تَكُونِي سَيِّدَةَ نِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ أَوْ سَيِّدَةَ
نِسَاءِ هَذِهِ الْأُمَّةِ [23]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musa dari Abu 'Awanah telah
menceritakan kepada kami Firas dari 'Amir dari Masruq telah menceritakan
kepadaku Ummul Mukminin Aisyah dia berkata; 'Suatu ketika kami para istri Nabi ﷺ sedang
berkumpul dan berada di sisi beliau, dan tidak ada seorang pun yang tidak hadir
saat itu. Lalu datanglah Fatimah 'alaihi salam dengan berjalan kaki. Demi
Allah, cara berjalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah ﷺ. Ketika
melihatnya, beliau menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai
puteriku!" Setelah itu beliau mempersilahkannya untuk duduk di sebelah
kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau bisikkan sesuatu kepadanya
hingga ia (Fatimah) menangis tersedu-sedu. Ketika melihat kesedihan Fatimah,
beliau sekali lagi membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia tersenyum gembira.
Lalu saya (Aisyah) bertanya kepadanya ketika aku masih berada di sekitar
isteri-isteri beliau-; 'Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah memberikan keistimewaan kepadamu
dengan membisikkan suatu rahasia di hadapan para istri beliau hingga kamu
menangis sedih.' -Setelah Rasulullah berdiri dan berlalu dari tempat itu-, saya
pun bertanya kepada Fatimah 'Sebenarnya apa yang dibisikkan Rasulullah
kepadamu? ' Fatimah menjawab; 'Sungguh saya tidak ingin menyebarkan rahasia
yang telah dibisikkan Rasulullah kepada saya.' 'Setelah Rasulullah ﷺ
meninggal dunia, saya bertanya kepadanya; 'Saya hanya ingin menanyakan kepadamu
tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau
menjelaskannya kepadaku.' Fatimah menjawab; 'Sekarang, saya akan
memberitahukan. Lalu Fatimah memberitahukan kepadaku, katanya; 'Dulu, ketika
Rasulullah ﷺ membisikkan sesuatu kepadaku, untuk yang pertama kali, beliau
memberitahukan bahwa Jibril biasanya bertadarus Al Qur'an satu atau dua kali
dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya sebanyak dua kali, maka
aku tahu bahwa ajalku telah dekat. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah
dan bersabarlah. Sesungguhnya sebaik-baik pendahulumu adalah aku.' Fatimah berkata;
'Mendengar bisikan itu, maka saya pun menangis, seperti yang kamu lihat dulu.
Ketika beliau melihat kesedihanku, maka beliau pun membisikkan yang kedua
kalinya kepadaku, sabdanya: 'Hai Fatimah, tidak maukah kamu menjadi pemimpin
para istri orang-orang mukmin atau menjadi sebaik-baik wanita umat ini?
5.3. Bersyukur Ketika Makan Kedudukannya Seperti Orang
Puasa Yang Sabar
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits nomor
2410 dinyatakan bahwa “orang yang makan dan pandai bersyukur seperti derajat
orang yang berpuasa dan penyabar”;
حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ
الْمَدَنِيُّ الْغِفَارِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ قَالَ أَبُو عِيسَى
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ [24]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Musa Al Anshari
telah bercerita kepada kami Muhammad bin Ma'nu Al Madani Al Ghifari telah
bercerita kepada kami bapakku dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi
Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Orang yang makan dan pandai
bersyukur seperti derajat orang yang berpuasa dan penyabar." Abu Isa
berkata: Hadits ini hasan gharib.
5.4. Sabar Merupakan Bagian Dari Iman, Dengan Kedudukan
Sebagai Kepala Dari Tubuh
Di dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi Atsar
nomor 40 disebutkan bahwa sabar merupakan bagian dari iman, dengan kedudukan
sebagai kepala dari tubuh;
أَخْبَرَنَا
أَبُو بَكْرٍ أحمد بن محمد الْأُشْنَانِيُّ، حدثنا أَبُو الْحَسَنِ
الطَّرَائِفِيُّ، حدثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، حدثنا أَبُو بَكْرِ
بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، حدثنا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ: قَالَ
عَلِيٌّ: " الصَّبْرُ مِنَ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ
الْجَسَدِ، وَإِذَا ذَهَبَ الصَّبْرُ ذَهَبَ الْإِيمَانُ
[25] "
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu Bakri Ahmad ibnu Muhammad
Al Usnany, telah menceritakan kepada kami Abu Hasan Ath Tharaifi, telah
menceritakan kepada kami Usman ibnu Said Addarimi, telah menceritakan kepada
kami Abu Bakri Ibnu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al
Ahmar, dari Amr ibnu Qais, dari Abi Ishaq berkata, berkata Ali RA; “Sabar
adalah bagian dari iman dengan kedudukan sebagai kepala dari tubuh, jika sabar
telah pergi maka pergilah iman.”
5.5. Sabar Merupakan Setengah Dari Iman
Di
dalam kitab Syuab Al-Iman hadits momor 9716 disebutkan bahwa sabar merupakan
setengah dari iman;
حَدَّثَنَا
الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ، ثنا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ، ثنا ابْنُ
كَاسِبٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ الْمَخْزُومِيُّ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ
زُبَيْدٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيمَانِ، وَالْيَقِينُ
الْإِيمَانُ كُلُّهُ» تَفَرَّدَ بِهِ الْمَخْزُومِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ بِهَذَا
الْإِسْنَادِ، وَرَوَاهُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ جَرِيرٍ
النَّهْدِيِّ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ [26]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Al hasan
ibnu Ali Al Waraqi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Shalih, telah
menceritakan kepada kamiIbnu Kasib, telah menceritakan kepada kami Muhammad
ibnu Khalid Al Makhzumi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Zaid dari
Wail dari Abdillah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sabar merupakan setengah
dari iman, dan yakin merupakan iman seluruhnya, Al mahzumi sendirian, dari
sufyan dengan sanad ini, dan diriwayatkan Ats Tsauri, dari Abi Ishaq, dari
Jarir An Nahdi, dari seorang laki-laki dari Bani Sulaim, dari Nabi Muhammad SAW
sama seperti itu.
5.6. Iman Adalah Kesabaran Dan Kemurahan Hati.
Di dalam kitab Syuab Al Iman li Al-Baihaqi disebutkan pertanyaan dan
jawaban Apakah itu iman?” Beliau menjawab: “Kesabaran dan kemurahan hati.”;
أخبرنا
أبو عبد الله بن عبد الله البيهقي أنا أحمد بن محمد بن الحسين البيهقي نا داود بن
الحسين البيهقي نا حميد بن زنجويه نا يعلي بن عبيد نا الحجاج بن دينار عن محمد ابن
ذكوان عن شهر بن حوشب عن عمرو بن عنبسة قال: أتيت النبي ﷺ فقلت: ما الإسلام؟ قال:
طيب الكلام وإطعام الطعام. قال: قلت: ما الإيمان؟ قال: الصبر والسماحة. قلت: أي الإسلام أفضل؟ قال: من سلم المسلمون من
لسانه ويده. قال: قلت: أي الإيمان أفضل؟ قال: الخلق الحسن. [27]
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdullah bin Abdullah
al-Bayhaqi; beliau berkata: telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad
bin al-Husain al-Bayhaqi; telah menceritakan kepada kami Dawud bin al-Husain
al-Bayhaqi; telah menceritakan kepada kami Humaid bin Zanjawaih; telah
menceritakan kepada kami Ya‘la bin ‘Ubaid; telah menceritakan kepada kami
al-Hajjāj bin Dīnār, dari Muhammad bin Zakwān, dari Syahr bin Hawsyab, dari
‘Amr bin ‘Anbasah. Ia berkata: Aku datang kepada Nabi ﷺ lalu
berkata: “Wahai Rasulullah, apakah itu Islam?” Beliau menjawab: “Perkataan yang
baik dan memberi makan.” Aku bertanya lagi: “Apakah itu iman?” Beliau menjawab:
“Kesabaran dan kemurahan hati.” Aku bertanya: “Amalan Islam apa yang paling
utama?” Beliau menjawab: “Yaitu seorang Muslim yang kaum Muslimin lainnya
selamat dari lisan dan tangannya.” Aku bertanya lagi: “Iman yang paling utama
itu apa?” Beliau menjawab: “Akhlak yang baik.”
Dari dalam hadits dan Atsar ini terkandung
pengertian bahwa sabar merupakan inti dari iman, jika hilang kesabaran
hilanglah iman, dengan demikian sangat penting bagi orang beriman untuk menjaga
kesabarannya, menjaga kesabaran yang dilakukan karena Allah inilah yang
dinamakan dengan taqwa di tingkat sabar, tanpa ada dasar dilakukannya kesabaran
karena Allah, kesabaran tidak bernilai sebagai ketaqwaan.
5.7. Bersabarlah, Sabar-Sabarkanlah, Kuatkan Kesabaran
dan Bertaqwalah
Di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3:
200, juga ditegaskan perintah kepada orang beriman untuk bersabar,
sabar-sabarkanlah dan menguatkan kesabaran yang dilakukan karena taqwa kepada
Allah SWT;
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
Ayat di atas menggambarkan perintah untuk
benar-benar bersabar yang didasari karena taqwa kepada Allah.
5.8. Berdoa Mohon Kepada Allah Agar Dilimpahi Kesabaran
Dan Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim
Di dalam Al A’raf/ 7: 126 disebutkan doa
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkan dalam keadaan
berserah diri;
وَمَا
تَنقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا رَبَّنَا
أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Artinya: Dan
kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada
ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka
berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan
wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (QS. Al A’raf/
7: 126)
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor 21044 Ya Allah! aku
meminta kesabaran kepadaMu. Rasulullah SAW bersabda; "Kau telah meminta
bencana, mintalah keselamatan pada Allah;
حَدَّثَنَا
عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ
حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي الْوَرْدِ عَنِ اللَّجْلَاجِ حَدَّثَنِي
مُعَاذٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى
رَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي وَهُوَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ الصَّبْرَ قَالَ سَأَلْتَ الْبَلَاءَ فَسَلْ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
قَالَ وَأَتَى عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَمَامَ
نِعْمَتِكَ فَقَالَ ابْنَ آدَمَ هَلْ تَدْرِي مَا تَمَامُ النِّعْمَةِ قَالَ يَا
رَسُولَ اللَّهِ دَعْوَةٌ دَعَوْتُ بِهَا أَرْجُو بِهَا الْخَيْرَ قَالَ فَإِنَّ
تَمَامَ النِّعْمَةِ فَوْزٌ مِنْ النَّارِ وَدُخُولُ الْجَنَّةِ وَأَتَى عَلَى
رَجُلٍ وَهُوَ يَقُولُ يَا ذَا الْجِلَالِ وَالْإِكْرَامِ فَقَالَ قَدْ اسْتُجِيبَ
لَكَ فَسَلْ [28]
Artinya: Telah bercerita kepada kami 'Abdullah telah bercerita
kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ibrohim telah
bercerita kepada kami Al Jurairi dari Abu Al Ward dari Al Lajlaj telah
bercerita kepadaku Mu'adz bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam
mendatangi seseorang yang tengah shalat, dalam doanya orang itu berkata; Ya
Allah! aku meminta kesabaran kepadaMu. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam
bersabda; "Kau telah meminta bencana, mintalah keselamatan pada
Allah." Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melintas seseorang, ia
berdoa; Ya Allah! Sesungguhnya aku meminta kesempurnaan nikmat padaMu.
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Hai anak cucu Adam!
Tahukah kamu apa itu kesempurnaan nikmat?" orang itu menjawab; Doa yang
aku panjatkan, dengannya saya berharap kebaikan. Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Sesungguhnya kesempurnaan nikmat
adalah selamat dari neraka dan masuk surga." Kemudian beliau mendatangi
seseorang yang tengah berdoa; Wahai Pemilik keluhuran dan kemuliaan. Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Doamu dikabulkan, mintalah."
Di dalam kitab Musnad Ahmad hadits nomor
23641 dinyatakan Sesunggunya Allah 'azza wajalla bila menyintai suatu kaum, Ia
menguji mereka maka barangsiapa yang bersabar maka baginya kesabaran;
حَدَّثَنَا
يُونُسُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ عَنْ عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ عَنْ
عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ صَبَرَ فَلَهُ
الصَّبْرُ وَمَنْ جَزِعَ فَلَهُ الْجَزَعُ
[29]
Artinya: Telah bercerita kepada kami Yunus telah bercerita kepada
kami Laits dari Yazid dari 'Amru, budak Al Muththallib dari 'Ashim bin 'Umar
bin Qatadah dari Mahmud bin Labid bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesunggunya Allah 'azza wajalla bila menyintai suatu kaum, Ia
menguji mereka maka barangsiapa yang bersabar maka baginya kesabaran dan
barangsiapa yang berkeluh kesah maka baginya keluh kesah."
Di dalam kitab Shahih Bukhari hadits nomor 6470 dinyatakan bahwa barangsiapa
berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sabar dan barangsiapa merasa
(berusaha) kaya maka Allah akan mengayakannya. Dan sungguh, tidaklah kalian
diberi sesuatu yang lebik baik dan lebih lapang dari kesabaran;
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ
عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءُ بْنُ يَزِيدَ اللَّيْثِيُّ أَنَّ
أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُنَاسًا مِنْ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَسْأَلْهُ أَحَدٌ
مِنْهُمْ إِلَّا أَعْطَاهُ حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُمْ حِينَ
نَفِدَ كُلُّ شَيْءٍ أَنْفَقَ بِيَدَيْهِ مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لَا
أَدَّخِرْهُ عَنْكُمْ وَإِنَّهُ مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ
يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَلَنْ
تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ
[30]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah
mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan
kepadaku 'Atha` bin Yazid Al Laitsi bahwa Abu Sa'id Al Khudri telah mengabarkan
kepada mereka bahwa beberapa kaum Anshar meminta (sedekah) kepada Rasulullah ﷺ, dan
tidaklah salah seorang dari mereka meminta melainkan beliau akan memberinya,
hingga habislah apa yang ada pada beliau. Ketika apa yang ada pada beliau telah
habis (diinfaqkan), beliau bersabda kepada mereka: "Jika kami memiliki
kebaikan, maka kami tidak akan menyimpannya dari kalian semua, namun
barangsiapa merasa cukup maka Allah akan mencukupkan baginya, barangsiapa
berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sabar dan barangsiapa merasa
(berusaha) kaya maka Allah akan mengayakannya. Dan sungguh, tidaklah kalian
diberi sesuatu yang lebik baik dan lebih lapang dari kesabaran."
Di dalam kitab Sunan Tirmidzi hadits nomor
55 dinyatakan bahwa barangsiapa berusaha untuk sabar maka Allah akan
menjadikannya sabar, barangsiapa berusaha untuk kaya maka Allah akan
mengayakannya, barangsiapa menjaga diri maka Allah akan memelihara dirinya, dan
aku tidak mendapati untuk kalian rezeki yang lebih lapang dari pada sabar;
حَدَّثَنا الأنْصَارِيُّ، قَال: حَدَّثَنا مَعْنٌ،
قَال: حَدَّثَنا مالكُ بن أنَسٍ، عن الزُّهْرِيِّ، عن عَطاءِ بن يَزِيدَ عن أبي سَعيدٍ:
أنَّ ناسًا من الأنْصارِ سَألُوا النَّبيَّ ﷺ فأعْطاهُمْ، ثُمَّ سألُوهُ
فأعْطاهُمْ، ثُمَّ قال: "ما يكُونُ عِنْدي من خَيْرٍ فَلنْ أَدَّخِرهُ
عَنْكُمْ، ومن يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، ومن يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، ومن
يَتصَبَّرْ يُصَبِّرهُ اللهُ، وَما أُعْطِيَ أحدٌ شَيْئًا هو خيْرٌ وَأوْسعُ من
الصَّبْرِ" [31]
Artinya: Telah menceritakan kepada kami al-Anshārī; ia berkata:
telah menceritakan kepada kami Ma‘n; ia berkata: telah menceritakan kepada kami
Mālik bin Anas, dari az-Zuhrī, dari ‘Athā’ bin Yazīd, dari Abu Sa‘īd, bahwa
sekelompok orang dari kaum Anshar meminta sesuatu kepada Nabi ﷺ, maka
beliau pun memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi, dan beliau tetap
memberi mereka. Lalu beliau bersabda: “Apa pun kebaikan yang ada padaku, tidak
akan aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa berusaha untuk merasa cukup,
Allah akan mencukupkannya. Barang siapa berusaha menjaga kehormatan diri (tidak
meminta-minta), Allah akan menjaganya. Barang siapa berusaha bersabar, Allah
akan memberinya kesabaran. Dan tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih
baik dan lebih luas (manfaatnya) daripada kesabaran.”
5.13. Mohon Pertolongan Kepada Allah Dan Bersabar Atas Kepemimpinan
Di dalam Al Quran surat Al-A'raf/ 7: 128
disebutkan perintah musa kepada kaumnya untuk mohon pertolongan kepada Allah
dan bersabar atas kepemimpinan, karena kepemimpinan diberikan kepada siapa saja
yang dikehendaki Allah;
قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ
وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan
kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah;
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan
kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".(QS. Al-A'raf/
7: 128)
Di dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi Atsar
nomor 7671 disebutkan peringatan untuk bertaqwalah kepada Allah dan
bersabarlah, karena sesungguhnya kepemimpinan semakin dekat (selesai);
أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، أنا
أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُوسَى السُّنِّيُّ بِمَرْوَ،
أنا أَبُو الْمُوَجِّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، أنا عَبْدَانُ بْنُ عُثْمَانَ،
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ، عَنْ قَيْسِ بْنِ وَهْبٍ الْهَمْدَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ
مَالِكٍ، قَالَ: " نَهَانَا كُبَرَاؤُنَا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَسُبُّوا أُمَرَاءَكُمْ وَلَا
تَغُشُّوهُمْ، وَلَا تَعْصُوهُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ وَاصْبِرُوا، فَإِنَّ
الْأَمْرَ إِلَى قَرِيبٍ [32] "
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdillah Al hafidz, telah
mengabarkan kepada kami Al Hasan Muhammad ibnu Abdillah ibnu Musa As Suni di
Marwa, telah mengabarkan kepada kami Abu Al Muwajihi Muuhammad ibnu Amr, telah
mengabarkan kepada kami ‘Abdan ibnu ‘Usman, dari Abi Hamzah, dari Qais ibnu
Wahbin Al Hamdani, dari anas ibnu Malik, berkata: telah melarang kita para
pembesar kita dari sahabat Nabi Muhammad SAW berkata: Janganlah kalian mencaci
para pemimpin kalian dan jangan tertutup atas mereka, dan jangan menentang
mereka, dan bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya
kepemimpinan semakin dekat (selesai).”
Agar ketaqwaan di tingkat sabar ini dapat diamalkan dengan baik, maka di sini perlu dirumuskan bahwa bahwa taqwa di tingkat sabar adalah kesadaran qalbu untuk taat kepada Allah, menjaga diri agar selalu berada dalam kesabaran dalam menghadapi segala permasalahan dalam hidup, disertai kesadaran jika melakukan ketidak sabaran segera bertaubat dan mohon ampun kepada Allah atas kesalahan tidak sabarnya.
Ketaqwaan di tingkat sabar dapat
menumbuhkan kesadaran hati untuk merasa kuat, tabah, optimis, realistis, ulet,
gigih, cermat, jeli, telaten, tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa,
kreatif, dalam melakukan segala
aktifitas, pekerjaan, amal dan ibadah.
مَا يَكُنْ
عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لَا أَدَّخِرْهُ عَنْكُمْ وَإِنَّهُ مَنْ يَسْتَعِفَّ
يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ
يُغْنِهِ اللَّهُ وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ
"Jika kami memiliki kebaikan, maka kami tidak
akan menyimpannya dari kalian semua, namun barangsiapa merasa cukup maka Allah
akan mencukupkan baginya, barangsiapa berusaha sabar maka Allah akan
menjadikannya sabar dan barangsiapa merasa (berusaha) kaya maka Allah akan
mengayakannya. Dan sungguh, tidaklah kalian diberi sesuatu yang lebik baik dan
lebih lapang dari kesabaran."
(HR. Bukhari:
6470)
[1] Abū Ḥāmid al-Ghazālī, Iḥyā’
‘Ulūm al-Dīn, Juz 4 (Beirut: Dār al-Ma‘rifah, tt.), 55–62.
[2] Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Madārij
as-Sālikīn bayna Manāzil Iyyāka Na‘budu wa Iyyāka Nasta‘īn, Juz 2 (Beirut:
Dār al-Kitāb al-‘Arabī, 2000), 156–170.
[3] Abu Al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad
Al-Thabarani, Thabrani di Thabarani Awsath, Dar Al-Haramain, Kairo,
1995, Jilid 7, Halaman 270, Hadits nomor 7475.
[4] Ibid, Jilid 8, Halaman 275, Hadits
nomor 8621.
[5] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 5, Halaman
19.Hadits nomor 2803.
[6] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih
Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 2, Halaman 122, Hadits
nomor 1469.
[7] Imam
Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 1 ,
Halaman 203, Hadits nomor 223.
[8] Imam Muslim, Shahih Muslim, Dar
Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 4 , Halaman 216, Hadits nomor
2804.
[9] Abu Bakar
Ahmad Al Husain Al Baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut,
2000, Jilid 7 Hal. 123, Hadits nomor 9715.
[10] Ibid, Hadits nomor 9716.
[11] Abu ‘Isa
Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi,
Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 5 halaman 526, Hadits nomor 3564.
[12] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih
Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 2, Halaman 79, Hadits nomor
1283. Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, Dar Ibnu
Katsir, Damsiq, 1993, Jilid 1, Halaman 430, Hadits nomor 1223.
[13] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih
Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 5, Halaman 33, Hadits nomor
3793.
[14] Imam Muslim, Shahih Muslim, Dar
Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 3 , Halaman 1362, Hadits nomor
1741.
[15] Al Imam
Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah
ar-Risalah, 2001, Jilid 15, Halaman 431.Hadits nomor 9689.
[16] Abu Al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad
Al-Thabarani, Thabrani di Thabarani Awsath, Dar Al-Haramain, Kairo,
1995, Jilid 8, Halaman 45, Hadits nomor 7912.
[17] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar al-Gharb al-Islamiy,
Beirut, 1996, Jilid 5 halaman 493, Hadits nomor 3519.
[18] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 21, Halaman
421.Hadits nomor 15050.
[19] Imam Muslim, Shahih Muslim, Dar
Ihyau Turats Al ‘Araby, Beirut, 1955 M, Jilid 4, Halaman 2285, Hadits nomor
2979.
[20] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 32, Halaman
500.Hadits nomor 19725.
[21] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 44, Halaman
293.Hadits nomor 26697.
[22] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 38, Halaman
187.Hadits nomor 23098.
[23] Muhammad
bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404,
Jilid 8, Halaman 64, Hadits nomor 6286.
[24] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar al-Gharb al-Islamiy,
Beirut, 1996, Jilid 5 halaman 264, Hadits nomor 2486.
[25] Abu Bakar Ahmad Al Husain Al
baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 2000, Jilid 1 Hal. 71,
Hadits nomor 40.
[26] Abu Bakar Ahmad Al Husain Al
baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 2000, Jilid 7 Hal.
123, Hadits nomor 9716.
[27] Abu Bakar Ahmad Al Husain Al
baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 2000, Jilid 2 Hal.
242, Hadits nomor 8015.
[28] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 36, Halaman
379.Hadits nomor 22057.
[29] Al Imam Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad
al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah ar-Risalah, 2001, Jilid 39, Halaman
48.Hadits nomor 23641.
[30] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih
Al-Bukhari, As- Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 8, Halaman 99, Hadits nomor
6470.
[31] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar Al-Risalah
Al-Alamayah, Beirut, 2009, Jilid 1 halaman 72, Hadits nomor 55.
[32] Abu Bakar Ahmad Al Husain Al
Baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 2000, Jilid 6
Hal. 69, Hadits nomor 7523.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar