15/03/2026

TAZKIYAH AL-NAFS



Tazkiyah Al-Nafs 

Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 129 memberikan gambaran doa Nabi Ibrahim yang memohon kepada Allah agar mengutus salah satu dari kalangan bangsa Arab menjadi Rasul, yang dapat membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka;

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿البقرة: ١٢٩﴾  

Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah/ 2: 129)

Salah satu tugas Rasul adalah Yuzakkikum; mensucikan jiwa umatnya, tugas rasul tersebut juga disebutkan di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah Ayat 129, 151, sedangkan di dalam Al-Quran surat Ali-Imran/ 3: 164 dan Al-Jumah/ 62: 2 disebut dengan kata Yuzakkihim, yang selanjutnya disebut dengan Tazkiyah Al-Nafs

Tazkiyah Al-Nafs bila dikaitkan dengan Al-Quran surat Asy-Syams/ 98: 7-10;

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا, فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا, قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا, وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا.

Artinya: dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(QS. Asy-Syams/ 98: 7-10)

Tazkiyah Al-Nafs di ayat ini disebut dengan kata Zakkaha, lengkapnya Qad Aflaha Man Zakkaha, yang artinya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, yang dapat dimaknai beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dari fujur dengan menumbuhkan ketakwaannya, atau beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dngan bertakwa.

Sedangkan bertakwa merupakan tujuan dari menyembah; mengabdi kepada Allah disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 21;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah/ 2: 21)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿النور: ٢١﴾  

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur/ 24: 21)

Allah menghendaki hambanya dibersihkan jiwanya dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW menjadi teladan dan diturunkannya Al-Quran menjadi pedoman, dalam melaksanakan amal dan ibadah sebagai sarana Tazkiyah Al-Nafs menjadi hamba yang bertakwa.

Buku Ilmu Takwa 5 Tazkiyah Al-Nafs Membersihkan Fujur Menumbuhkan Takwa Dengan Amal Ibadah, akan mengemukakan pembahasan apa dan bagaimana melakukan amal ibadah agar dapat membersihkan fujur dan menumbuhkan takwa.

Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 129, 151, Ali-Imran/ 3: 164 dan Al-Jumah/ 62: 2 memberikan gambaran bahwa salah satu tugas Rasul adalah Yuzakkihim;Yuzakkikum; mensucikan umatnya;

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿البقرة: ١٢٩﴾  

Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah/ 2: 129)

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ ﴿البقرة: 151﴾  

Artinya: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah/ 2: 151)

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿آل‌عمران: ١٦٤﴾  

Artinya: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali-Imran/ 3: 164)

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿الجمعة: ٢﴾  

Artinya: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS. Al-Jumah/ 62: 2)

Tazkiyah Al-Nafs terdiri dari dua kata: al-tazkiyah dan an-nafs. Al-tazkiyah bermakna at-tath-hiir, yaitu penyucian atau pembersihan, sekaligun an numu’, yaitu menumbuhkan atau mengembangkan. Dan karena itulah zakat, yang satu akar dengan kata at-tazkiyah disebut zakat karena ia kita tunaikan untuk membersihkan/menyucikan harta dan jiwa kita dan menumbuh kembangkannya, karena harta yang dizakatkan tidak pernah berkurang tetapi justru bertambah. Adapun kata an-nafs (bentuk jamaknya: anfus dan nufus) berarti jiwa atau nafsu.

Dari tinjauan bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa Tazkiyah Al-Nafs adalah melakukan dua hal dalam satu rangkaian kegiatan, yaitu kesadaran untuk mensucikan jiwa dari akhlak yang buruk/tercela seperti sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya. sekaligus menghiasi jiwa yang telah disucikan dengan tumbuhnya akhlak yang baik/terpuji seperti sabar, ikhlas, cinta, kasih sayang, ridha, dan sebagainya.


Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post