Al Quran Surat
Al-Baqarah Ayat 129 memberikan gambaran doa Nabi Ibrahim yang memohon kepada
Allah agar mengutus salah satu dari kalangan bangsa Arab menjadi Rasul, yang
dapat membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka
Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka;
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ
آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿البقرة: ١٢٩﴾
Artinya: Ya
Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan
membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al
Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS.
Al-Baqarah/ 2: 129)
Salah satu tugas
Rasul adalah Yuzakkikum; mensucikan jiwa umatnya, tugas rasul tersebut
juga disebutkan di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah Ayat 129, 151, sedangkan di
dalam Al-Quran surat Ali-Imran/ 3: 164 dan Al-Jumah/ 62: 2 disebut dengan kata Yuzakkihim,
yang selanjutnya disebut dengan Tazkiyah Al-Nafs
Tazkiyah Al-Nafs bila
dikaitkan dengan Al-Quran surat Asy-Syams/ 98: 7-10;
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا, فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا, قَدْ
أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا, وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا.
Artinya: dan
jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada
jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang
yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(QS.
Asy-Syams/ 98: 7-10)
Tazkiyah Al-Nafs di ayat ini
disebut dengan kata Zakkaha, lengkapnya Qad Aflaha Man Zakkaha,
yang artinya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
yang dapat dimaknai beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dari fujur
dengan menumbuhkan ketakwaannya, atau beruntunglah orang yang menyucikan jiwa
itu dngan bertakwa.
Sedangkan bertakwa
merupakan tujuan dari menyembah; mengabdi kepada Allah disebutkan di dalam Al
Quran surat Al-Baqarah/ 2: 21;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا
رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Hai
manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah/ 2: 21)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم
مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ
عَلِيمٌ ﴿النور: ٢١﴾
Artinya: Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan.
Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan
itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya
tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak
seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu)
selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur/ 24: 21)
Allah menghendaki hambanya dibersihkan jiwanya dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW menjadi teladan dan diturunkannya Al-Quran menjadi pedoman, dalam melaksanakan amal dan ibadah sebagai sarana Tazkiyah Al-Nafs menjadi hamba yang bertakwa.
Buku Ilmu Takwa 5 Tazkiyah Al-Nafs Membersihkan Fujur Menumbuhkan Takwa Dengan Amal Ibadah, akan mengemukakan pembahasan apa dan bagaimana melakukan amal ibadah agar dapat membersihkan fujur dan menumbuhkan takwa.
Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 129, 151, Ali-Imran/ 3: 164 dan Al-Jumah/ 62: 2 memberikan gambaran bahwa salah satu tugas Rasul adalah Yuzakkihim;Yuzakkikum; mensucikan umatnya;
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا
مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿البقرة: ١٢٩﴾
Artinya:
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka,
yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada
mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS.
Al-Baqarah/ 2: 129)
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا
مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ ﴿البقرة: 151﴾
Artinya: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami
kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan
ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al
Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
(QS. Al-Baqarah/ 2: 151)
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ
يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿آلعمران:
١٦٤﴾
Artinya: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang
yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan
mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan
(jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan
sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam
kesesatan yang nyata. (QS. Ali-Imran/ 3: 164)
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي
الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ
وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ
مُّبِينٍ ﴿الجمعة: ٢﴾
Artinya: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf
seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,
mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan
sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS.
Al-Jumah/ 62: 2)
Tazkiyah Al-Nafs terdiri dari dua kata: al-tazkiyah dan an-nafs.
Al-tazkiyah bermakna at-tath-hiir, yaitu penyucian atau
pembersihan, sekaligun an numu’, yaitu menumbuhkan atau mengembangkan.
Dan karena itulah zakat, yang satu akar dengan kata at-tazkiyah disebut zakat
karena ia kita tunaikan untuk
membersihkan/menyucikan harta dan jiwa kita dan menumbuh kembangkannya, karena
harta yang dizakatkan tidak pernah berkurang tetapi justru bertambah. Adapun
kata an-nafs (bentuk jamaknya: anfus dan nufus) berarti
jiwa atau nafsu.
Dari tinjauan bahasa di atas, dapat disimpulkan
bahwa Tazkiyah Al-Nafs adalah melakukan dua hal dalam satu rangkaian
kegiatan, yaitu kesadaran
untuk mensucikan jiwa dari akhlak yang buruk/tercela seperti sombong,
pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya. sekaligus
menghiasi jiwa yang telah disucikan dengan tumbuhnya akhlak yang baik/terpuji
seperti sabar, ikhlas, cinta, kasih sayang, ridha,
dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar