15/03/2026

60 KEISTIMEWAAN TAKWA

 

60 KEISTIMEWAAN TAKWA

Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, perintah ini dimuat di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran Ayat 102;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(QS. Ali 'Imran/ 2: 102)

Perintah tersebut menunjukkan bahwa takwa kepada Allah memiliki kedudukan yang sangat penting bagi orang beriman sehingga takwa diperintahkan untuk dapat  dilaksanakan dengan sebenar-benarnya takwa, Rasulullah SAW memberikan penjelasan ayat ini dengan cara memberikan gambaran bahwa di neraka hanya ada makanan zaqum, kemudian diberi perumpamaan tentang zaqum, bahwa jika setetes zaqum yang diteteskan ke bumi, maka akan menjadikan makanan diseluruh bumi rusak, yang tertuang di dalam hadits nomor 2510 kitab Sunan Tirmidzi;

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ " اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ " قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنْ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Daud telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari al A'masy dari Mujahid dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah  membaca ayat, "Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar benarnya takwa, dan janganlah kamu sekalian meninggal melainkan kalian dalam keadaan muslim." Maka Rasulullah  bersabda: "Kalau seandainya setetes Zaqqum (nama pohon di neraka) menetes ke kampung dunia, niscaya akan merusakkan kehidupan penduduk dunia. Lalu bagaimana dengan (keadaan) orang-orang yang menjadikan zaqqum sebagai makanannya?" Abu Isa berkata; 'Ini hadits hasan shahih."

Penjelasan Nabi tersebut dapat difahami bahwa orang beriman agar benar-benar bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, karena jika tidak bertakwa, maka di akhirat nanti akan dimasukkan ke dalam neraka, dan di neraka makanannya hanyalah Zaqum, yang seandainya setetes Zaqum menetes di dunia, niscaya rusak seluruh kehidupan dunia. Sehingga bigitu tidak nyamannya tinggal di neraka yang makanannya hanya zaqum.

Di dalam Al Quran ditemukan banyak disebutkan kata takwa, pencarian kata takwa berdasar kata dasar waqa dan ittaqa menggunakan aplikasi Al Quran Zekr. 1.1.0 ditemukan 258 kata di 237 ayat, juga dapat ditemukan dalam jumlah yang sama, ketika dilakukan pencarian secara online di https://tanzil.net dan https://www.islamicity.org/quransearch/# dan https://www.al-Islam.org  adapun hasil pencarian kata  di dalam ayat-ayat Al Quran yang menunjukkan perintah untuk bertakwa kepada Allah, dalam bentuk kata perintah “ittaqullaha” ditemukan sebanyak 64 kali dalam ayat-ayat Al Quran, sedangkan yang ditunjukkan dengan kata “ittaqu rabbakum” ditemukan sebanyak 4 kali dalam ayat-ayat Al Quran, banyaknya jumlah kata takwa di dalam ayat Al Quran tersebut menunjukkan bahwa ketakwaan perlu mendapatkan perhatian yang istimewa dari orang beriman.

Pernyataan Abu Hamid Al-Ghazali (wafat 505 H) yang termuat di dalam kitab Faidh Al Qadir Sarh Jami’ Ash-shaghir berikut;

قَالَ الْإِمَامُ الْغَزَالِيُّ لَيْسَ فِي الْعَالَمِ خَصْلَةٌ لِلْعَبْدِ أَجْمَعُ لِلْخَيْرِ وَأَعْظَمُ لِلْأَجْرِ وَأَجَلُّ فِي الْعُبُودِيَّةِ وَأَعْظَمُ فِي الْقَدْرِ وَأَوْفَى بِالْحَالِ وَأَنْجَحُ لِلْآمَالِ مِنْ هَذِهِ الْخَصْلَةِ الَّتِي هِيَ التَّقْوَى وَإِلَّا لَمَا أَوْصَى اللَّهُ بِهَا خَوَاصَّ خَلْقِهِ فَهِيَ الْغَايَةُ الَّتِي لَا مُتَجَاوَزَ عَنْهَا وَلَا مُقْتَصَرَ دُونَهَا وَقَدْ جَمَعَ اللَّهُ فِيهَا كُلَّ نُصْحٍ وَدَلَالَةٍ وَإِرْشَادٍ وَتَأْدِيبٍ وَتَعْلِيمٍ فَهِيَ الْجَامِعَةُ لِخَيْرِ الدَّارَيْنِ الْكَافِيَةُ لِجَمِيعِ الْمُهِمَّاتِ الْمُبَلِّغَةِ إلَى أَعْلَى الدَّرَجَاتِ [2]

Artinya: Imam Ghazali berkata: "Tidak ada sifat atau karakter dalam kehidupan manusia yang lebih luas dalam kebaikan, lebih besar dalam pahala, lebih mulia dalam penghambaan, lebih tinggi dalam nilai, lebih dekat dengan kondisi terbaik, dan lebih efektif dalam mencapai harapan daripada sifat takwa. Jika bukan karena keagungan sifat ini, Allah tidak akan merekomendasikan takwa kepada hamba-hamba-Nya yang paling istimewa. Takwa menjadi tujuan akhir yang tidak ada yang bisa melampauinya atau mencapainya tanpa usaha yang serius. Dalam takwa, Allah telah mengumpulkan semua bentuk nasihat, petunjuk, pendidikan, dan pelajaran. Takwa adalah jalan yang mencakup kebaikan di dunia dan akhirat, cukup untuk semua kebutuhan, serta membawa seseorang menuju derajat yang paling tinggi di sisi Allah."

Termotivasi banyaknya ayat Al Quran, penjelasan Rasulullah SAW tentang takwa dan pernyataan Imam Ghazali tersebut, maka buku ini disusun untuk mengemukakan hasil penelitian apakah benar ayat-ayat Al Quran, Hadits Nabi Muhammad SAW dan Atsar Sahabat tentang takwa, menunjukkan bahwa takwa memeiliki kedudukan yang istimewa.

Pengungkapan banyaknya keistimewaan takwa merupakan upaya yang sangat berharga, karena dengan terungkapnya keistimewaan-keitimewaan takwa menunjukkan bahwa takwa memang benar-benar merupakan syariat Islam yang sangat istimewa, yang perlu mendapat perhatian besar, agar tumbuh motivasi yang kuat untuk dapat mengamalkan ketakwaan dengan takwa yang sebenar-benarnya, hingga dapat meraih hikmah dari seluruh keistimewaan takwa.

Salah satu hikmah besarnya bahwa pengamalan takwa secara kolektif oleh penduduk negeri akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi, sebagaimana dinyatakan di dalam di dalam Al Quran Surat Al-A’raf/ 7: 96, Seandainya penduduk sebuah negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raf/ 7: 96)

Penulisan buku Ilmu Takwa ke satu 60 Keistimewaan takwa berdasar Al-Quran, Hadits dan Atsar ini bersifat diskriptif, yakni merupakan bentuk pemaparan hasil pengumpulan ayat-ayat Al Quran, Hadits dan Atsar sahabat yang mengandung keistimewaan-keitimewaan takwa.



[2] Zainuddin Muhammad (Abdur rauf ibnu Taj Al ‘Arifin), Faidh Al Qadir Sarh Jami’ Ash-shaghir, Maktabah At Tijariyah Al Kubra, Mesir, cet. 1356 H, Jilid 3,hal. 74

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post