1. Allah
Mencintai Orang Yang Bertakwa
Keistimewaan takwa yang
pertama “Allah mencintai orang yang bertakwa”, pernyataan ini di dasari Al Quran
surat Ali-'Imran/ 3: 76 dan At-Taubah/ 9: 4, 7, di akhir ayat dinyatakan bahwa sesungguhnya
Allah mencintai orang-orang yang bertakwa;
بَلَى مَنْ أَوْفَى
بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya: (Bukan demikian),
sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali-'Imran/ 3: 76)
إِلَّا الَّذِينَ
عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا
عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Kecuali orang-orang musyrikin
yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi
sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang
memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah/ 9: 4)
كَيْفَ يَكُونُ
لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ
عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Bagaimana bisa
ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin,
kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat
Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku
lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.(QS.
At-Taubah/ 9: 7)
Berikutnya akan dikemukakan
beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Allah mencintai orang bertakwa. di dalam
Shahih Muslim hadits nomor 2965 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah mencintai
seorang hamba yang bertakwa, berkecukupan, dan tersembunyi (tidak menonjolkan
dirinya);
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ
بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَ
عَبَّاسٌ حَدَّثَنَا و قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا
بُكَيْرُ بْنُ مِسْمَارٍ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ كَانَ سَعْدُ بْنُ أَبِي
وَقَّاصٍ فِي إِبِلِهِ فَجَاءَهُ ابْنُهُ عُمَرُ فَلَمَّا رَآهُ سَعْدٌ قَالَ أَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الرَّاكِبِ فَنَزَلَ فَقَالَ لَهُ أَنَزَلْتَ فِي إِبِلِكَ
وَغَنَمِكَ وَتَرَكْتَ النَّاسَ يَتَنَازَعُونَ الْمُلْكَ بَيْنَهُمْ فَضَرَبَ سَعْدٌ
فِي صَدْرِهِ فَقَالَ اسْكُتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ [1]
Artinya: Ishaq bin Ibrahim
dan Abbas bin Abdul Azhim meriwayatkan kepada kami—dan redaksi ini milik Ishaq—Abbas
berkata, "Telah menceritakan kepada kami," dan Ishaq berkata, "Telah
mengabarkan kepada kami Abu Bakar Al-Hanafi." Telah menceritakan kepada kami
Bukair bin Miswar, dia berkata, "Telah menceritakan kepadaku Amir bin Sa'd,
dia berkata: Sa'd bin Abi Waqqash sedang berada di antara unta-untanya. Lalu datanglah
anaknya, Umar. Ketika Sa'd melihatnya, dia berkata, 'Aku berlindung kepada Allah
dari keburukan orang yang sedang datang ini.' Kemudian anaknya turun dari tunggangannya
dan berkata kepadanya, 'Apakah engkau hanya tinggal di antara unta dan kambingmu
sementara manusia saling berselisih memperebutkan kekuasaan di antara mereka?' Maka
Sa'd memukul dadanya dan berkata, 'Diamlah! Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, berkecukupan,
dan tersembunyi (tidak menonjolkan dirinya).'"
Di dalam kitab Al-Mujam
Al-Ausath Li Al-Thabarani hadits nomor 7112 juga
dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai orang-orang yang bertakwa,
tersembunyi, dan bersih;
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ
بْنُ نُوحِ بْنِ حَرْبٍ الْعَسْكَرِيُّ ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَطَّانُ
، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ ، عَنْ أَخِيهِ طَلْحَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ
، عَنِ الْفُضَيْلِ بْنِ غَزْوَانَ ، عَنْ زُبَيْدٍ الْيَمَامِيِّ ، عَنْ مُجَاهِدٍ
، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَسِيرُ الرِّيَاءِ شِرْكٌ ، إِنَّ اللَّهَ عَزَّ
وَجَلَّ يُحِبُّ الأَتْقِيَاءَ الأَخْفِيَاءَ الأَبْرِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا
غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا ، وَإِذَا حَضَرُوا لَمْ يُعْرَفُوا ، قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ
الْهُدَى ، يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ سَوْدَاءَ مُظْلِمَةٍ [2]
Artinya : Diriwayatkan oleh
Muhammad bin Nuh bin Harb al-Askari, dari Ya’qub bin Ishaq al-Qattan, dari Ishaq
bin Sulaiman, dari saudaranya Thalhah bin Sulaiman, dari al-Fudail bin Ghazwan,
dari Zubaid al-Yamami, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, dari Mu’adz bin Jabal bahwa
ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sedikit riya adalah syirik.
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai orang-orang yang bertakwa,
tersembunyi, dan bersih, yang jika mereka tidak hadir, mereka tidak dicari,
dan jika mereka hadir, mereka tidak dikenal. Hati mereka adalah pelita petunjuk,
mereka keluar dari setiap fitnah yang gelap gulita.”
Di dalam kitab Al-Mujam Al-Kubra
Li Al-Thabarani hadits nomor 3456 juga disebutkan
pernyataan: sesungguhnya kalian anak adam yang paling aku cintai yang paling bertakwa
di antara kalian;
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ، ثنا
مُحَمَّدٌ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي ضَمْضَمٌ، عَنْ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِي
مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَا يَنْظُرُ
إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى أَحْسَابِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ
يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ، فَمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ صَالِحٌ تَحَنَّنَ اللهُ
عَلَيْهِ، وَإِنَّمَا أَنْتُمْ بَنُو آدَمَ وأَحَبُّكُمْ إِلَيَّ أَتْقَاكُمْ" [3]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepadaku
Ayahku telah menceritakan kepada kami dhamdham dari Syari’: dari Abi Malik berkata,
berkata Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak melihat ke tubuh-tubuh
kamu sekalian dan tidak ke keturunan-keturunan kamu sekalian dan tidak ke harta-harta
kalian akan tetapi melihat ke Qalbu kamu, maka barang siapa memiliki qalbu yang
baik maka Allah simpati kepadanya dan sesungguhnya kalian
anak adam yang paling aku cintai yang paling bertakwa di antara kalian.
Berikut ini akan dikemukakan
ayat-ayat Al Quran yang menyebutkan orang-orang yang dicintai Allah, tetapi
tidak secara langsung disebutkan sebagai orang bertakwa, tetapi orang-orang yang
dicintai Allah tersebut termasuk pada kategori orang-orang bertakwa, yaitu antara
lain; orang-orang yang taubat, tawakal, ihsan, adil, berperang di jalan Allah, sebagaimana termuat di dalam ayat-ayat Al Quran
berikut:
a. Allah
Menyukai Orang-Orang Yang Bertaubat
Di dalam Al Quran surat
Al-Baqarah/ 2: 222 dinyatakan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bertaubat
dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri;
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ
حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu
tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab
itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu
mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah
mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
[4]
b. Allah
Menyukai Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Nya
Di dalam Al Quran surat
Ali-'Imran/ 3: 159 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertawakkal kepada-Nya;
فَبِمَا رَحْمَةٍ
مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ
حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا
عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: Maka disebabkan rahmat
dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena
itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan
mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(QS.
Ali-'Imran/ 3: 159 )
c.
Allah Menyukai Orang-Orang Yang
Ihsan
Di dalam Al Quran surat
Al-Baqarah/ 2: 195 dan Al-Maidah/ 5: 13 dinyatakan bahwa sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berbuat baik;
وَأَنْفِقُوا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan belanjakanlah
(harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke
dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berbuat baik.(QS. Al-Baqarah/ 2: 195)
فَبِمَا نَقْضِهِمْ
مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ
عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى
خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: (Tetapi) karena mereka
melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.
Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja)
melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu
(Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara
mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Maidah/ 5: 13)
d. Allah
Menyukai Orang-Orang Yang Adil
Di dalam Al Quran surat Al-Maidah/
5: 42, Al-Hujurat/ 49: 9 dan Al-Mumtahanah/ 60: 8 dinyatakan bahwa sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang adil;
سَمَّاعُونَ
لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ
عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ
بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: Mereka itu adalah orang-orang
yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang
Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu)
diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka
maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan
perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maidah/ 5: 42)
وَإِنْ طَائِفَتَانِ
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا
عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ
فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: Dan kalau ada dua golongan
dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!
Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar
perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia
telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku
adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (QS.
Al-Hujurat/ 49: 9)
لَا يَنْهَاكُمُ
اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ
دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: Allah tidak melarang
kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu
karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah/ 60: 8)
e. Allah
Menyukai Orang Yang Berperang Dijalan-Nya
Di dalam Al Quran surat
Ash-Shaff/ 61: 4 dinyatakan Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang
dijalan-Nya;
إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ
بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Artinya: Sesungguhnya Allah
menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan
mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff/ 61: 4)
Sebaliknya di dalam Al Quran
juga terdapat ayat-ayat yang menyebutkan orang-orang yang tidak disukai Allah, orang-orang
tersebut termasuk di dalam kategori orang-orang fujur, yaitu antara lain;
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri, berkhianat, bergelimang dosa, berbuat
kerusakan, melampaui batas, kafir, sebagaimana
termuat di dalam ayat Al Quran berikut:
a. Allah
Tidak Menyukai Orang-Orang Yang Sombong Lagi Membanggakan Diri
Di dalam Al Quran surat
Luqman/ 31: 18 dinyatakan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
lagi membanggakan diri;
وَلَا تُصَعِّرْ
خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ
مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan
diri. (QS. Luqman/ 31: 18)
b. Allah
Tidak Menyukai Orang-Orang Yang Terlalu Membanggakan Diri
Di dalam Al Quran surat
Al-Qashash/ 28: 76 dinyatakan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri;
إِنَّ قَارُونَ
كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ
مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا
تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
Artinya: Sesungguhnya Karun adalah
termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan
kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah
orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah
kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu
membanggakan diri".(QS. Al-Qashash/ 28: 76)
c.
Allah Tidak Menyukai Orang-Orang
Yang Berkhianat
Di dalam Al Quran surat
Al-Anfal/ 8: 58 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berkhianat;
وَإِمَّا تَخَافَنَّ
مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ
الْخَائِنِينَ
Artinya: Dan jika kamu khawatir
akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian
itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berkhianat. (QS. Al-Anfal/ 8: 58)
d. Allah
Tidak Menyukai Orang-Orang Yang Selalu Berkhianat Lagi Bergelimang Dosa
Di dalam Al Quran surat
An-Nisa'/ 4: 107 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa
وَلَا تُجَادِلْ
عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا
أَثِيمًا
Artinya: Dan janganlah kamu berdebat
(untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa. (QS.
An-Nisa'/ 4: 107)
e. Allah
Tidak Menyukai Tiap-Tiap Orang Yang Berkhianat Lagi Mengingkari Nikmat
Di dalam Al Quran surat
Al-Hajj/ 22: 38 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap
orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat;
إِنَّ اللَّهَ
يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ
Artinya: Sesungguhnya Allah membela
orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang
yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS. Al-Hajj/ 22: 38)
f.
Allah Tidak Menyukai Orang-Orang
Yang Berbuat Kerusakan
Di dalam Al Quran surat
Al-Qashash/ 28: 77 dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan;
وَابْتَغِ فِيمَا
آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ
كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ
لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya: Dan carilah pada apa
yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan. (QS. Al-Qashash/ 28: 77)
g. Allah
Tidak Menyukai Orang-Orang Yang Melampaui Batas
Di dalam Al Quran surat
Al-Baqarah/ 2: 190 dinyatakan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melampaui batas;
وَقَاتِلُوا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Artinya: Dan perangilah di jalan
Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas,
karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS.
Al-Baqarah/ 2: 190)
h. Allah
Tidak Menyukai Orang-Orang Kafir
Di dalam Al Quran surat
Ali-'Imran/ 3: 32 dinyatakan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang kafir;
قُلْ أَطِيعُوا
اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Katakanlah: "Taatilah Allah
dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
kafir". (QS. Ali-'Imran/ 3: 32)
[1] Abu
Al-Husain Muslim ibn Al-Hajaj, Shahih Muslim, Mathba’ah ‘Isa Al-Babi
Al-Halaby, Beirut, 1955 M, Jilid 4 , Halaman 2277, Hadits nomor 2965.
[2] Abu
al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad al-Thabarani, Al-Mu’jam Al-Ausath, Dar
Al-Haramain, Kairo, 1995, Jilid, 7, Halaman 145, Hadits nomor 7112.
[3] Abu
al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad al-Thabarani, Al-Mu’jam Al-Kabir, Maktabah
Ibn Taimiyah, Kairo, 1994, Jilid, 3, Halaman 297, Hadits nomor 3456.
[4] Al-Qur’an,
Surah Al-Baqarah (2): 222, dalam Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Jakarta:
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama RI, 2019)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar