26/03/2026

16. Penduduk Negeri Yang Bertakwa, Dibukakan Pintu Berkah Dari Langit dan Bumi

16. Penduduk Negeri Yang Bertakwa, Dibukakan Pintu Berkah Dari Langit dan Bumi

Keistimewaan takwa ke enam belas “Penduduk negeri yang bertakwa dibukakan pintu berkah dari langit dan bumi”, Allah menjanjikan kepada sebuah kaum (negeri, bangsa, umat) di dalam Al Quran Surat Al-A’raf/ 7: 96, Seandainya penduduk sebuah negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raf/ 7: 96)

Berdasar ayat dan hadits di atas dapat dipahami bahwa ketakwaan yang dilakukan secara berjamaah, dalam suatu kampung atau negeri akan dapat membukakan pintu keberkahan.

Berikut ini akan dikemukakan beberapa hadits yang berkaitan dengan keberkahan;

1.  Rasulullah Memohon Keberkahan Untuk Penduduk Madinah

Di dalam kitab Sunan Tirmidzi Hadits nomor 3814 disebutkan doa Rasulullah memohon keberkahan untuk penduduk Madinah;

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِحَرَّةِ السُّقْيَا الَّتِي كَانَتْ لِسَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتُونِي بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ عَبْدَكَ وَخَلِيلَكَ وَدَعَا لِأَهْلِ مَكَّةَ بِالْبَرَكَةِ وَأَنَا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ أَدْعُوكَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ أَنْ تُبَارِكَ لَهُمْ فِي مُدِّهِمْ وَصَاعِهِمْ مِثْلَيْ مَا بَارَكْتَ لِأَهْلِ مَكَّةَ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ [1]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari 'Amru bin Sulaim az Zuraqi d ari 'Ashim bin 'Amru dari Ali bin Abu Thalib dia berkata: "Kami keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hingga ketika kami sampai di derah Harrah Suqya -yaitu (daerah pemukiman) Sa'd bin Abu Waqash- maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berikanlah kepadaku air wudlu'." Kemudian beliau berwudlu', setelah itu beliau menghadapkan wajahnya ke kiblat sambil mengucapkan: "Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu dan kekasih-Mu, dan dia telah mendo'akan penduduk Makkah dengan keberkahan, sedangkan aku juga hamba-Mu dan rasul-Mu, aku berdo'a kepada Engkau untuk penduduk Madinah, supaya Engkau memberkahi mereka dalam mud dan sha' (takaran) mereka sebagaimana Engkau memberkahi penduduk Makkah satu keberkahan dengan dua keberkahan." Abu Isa berkata: "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Aisyah, Abdullah bin Zaid dan Abu Hurairah."

2.  Rosulullah Memohonkan Keberkahan Bagi Negeri Syam Dan Negeri Yaman

Di dalam kitab Shahih Bukhari Hadis nomor 1037 disebutkan doa Rosulullah memohonkan keberkahan bagi negeri Syam dan negeri Yaman;

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ [2]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata: telah menceritakan kepada kami Husain bin Al Hasan berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Nafi' dari Ibnu 'Umar berkata: Beliau berdoa: "Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami." Ibnu 'Umar berkata: "Para sahabat berkata: "Juga untuk negeri Najed kami." Beliau kembali berdoa: "Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami." Para sahabat berkata lagi: "Juga untuk negeri Najed kami." Ibnu 'Umar berkata: Lalu beliau berdoa: "Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan."

3.  Rasulullah Memohonkan Keberkahan Kepada Umatnya Di Pagi Hari

Di dalam kitab Sunan Abu Dawud Hadits nomor 2606 disebutkan doa Rasulullah memohonkan keberkahan kepada umatnya di pagi hari;

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ حَدِيدٍ عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ صَخْرُ بْنُ وَدَاعَةَ [3]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur, telah menceritakan kepada kami Husyaim, telah menceritakan kepada kami Ya'la bin 'Atho`, telah menceritakan kepada kami 'Umarah bin Hadid, dari Shakhr Al Ghamidi, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau mengucapkan: Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari mereka. Dan beliau apabila mengirim ekspedisi atau pasukan, beliau mengirim mereka di awal siang. Dan Shakhr adalah seorang pedagang dan ia mengirim perdagangannya di awal siang, maka hartanya bertambah banyak. Abu Daud berkata: Ia adalah Shakhr bin Wada'ah.

4.  Keberkahan Itu Diberikan Bersama Dalam Jamaah

Di dalam kitab Sunan Ibnu Majah hadits nomor 3287 dinyatakan bahwa keberkahan itu diberikan bersama dalam jamaah;

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَهْرَمَانُ آلِ الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ [4]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Zaid telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Dinar Qahraman keluarga Az Zubair, dia berkata; saya mendengar Salim bin Abdullah bin Umar berkata; saya mendengar Ayahku berkata, "Saya mendengar Umar bin Al Khaththab berkata, "Rasulullah bersabda: "Makanlah bersama-sama dan jangan berpencar, sesungguhnya barakah itu bersama jama'ah."

5.  Berkah Itu Ada Pada Orang-Orang Tua (Ulama) Kalian

Di dalam kitab Shahih Ibnu Hibban hadits nomor 804 dinyatakan bahwa berkah itu ada pada orang-orang tua (orang tua) kalian;

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ بِدَرْبِ الرُّومِ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ‏. ‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ لَمْ يُحَدِّثِ ابْنُ الْمُبَارَكِ هَذَا الْحَدِيثَ بِخُرَاسَانَ إِنَّمَا حَدَّثَ بِهِ بِدَرْبِ الرُّومِ، فَسَمِعَ مِنْهُ أَهْلُ الشَّامِ، وَلَيْسَ هَذَا الْحَدِيثُ فِي كُتُبِ ابْنِ الْمُبَارَكِ مَرْفُوعًا‏.[5]

Artinya: Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, Amru bin Utsman menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Al Mubarak di Darb Ar-Rum menceritakan kepada kami, dari Khalid Al Hadzdza', dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keberkahan itu bersama dengan para orang tua (ulama) kalian”345 Abu Hatim RA berkata, “Ibnu Al Mubarak tidak menceritakan Hadis ini di Khurasan, melainkan di Darb Ar-Rum. Maka berarti ia mendengarnya dari penduduk Syam. Dan Hadis ini di dalam kitab- kitab Ibnu Mubarak bukan Hadis marfu’ .

6.  Doa Keberkahan Untuk Orang Yang Menikah

Di dalam kitab Sunan Abu Dawud Hadis nomor 2130 disebutkan doa Rasulullah memohonkan keberkahan bagi orang yang menikah;

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ [6]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Suhail dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila mengucapkan selamat kepada seseorang apabila ia menikah beliau mengucapkan: “Semoga Allah memberkahimu dan senantiasa memberkahimu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."



[1] Abu ‘Isa Muhammad Ibnu ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan Tirmidzi, Dar al-Gharb al-Islamiy, Beirut, 1996, Jilid 6 halaman 200, Hadits nomor 3914.

[2] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, Al-Sulthaniyah, Mesir, 1404, Jilid 2, Halaman 33, Hadits nomor 1037.

[5] Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hiban, Dar Ibnu Hazm, Beirut, Jilid 1, Halam, 539, Hadits nomor 804.

[6] Abu Daud Sulaiman ibn Al Asy’ats, Sunan Abi Daud, Al Maktabah Al ‘Ashriyah, Beirut, tt, Jilid, 2, Halaman 241, Hadits nomor 2130.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post