24/03/2026

11. Bertakwa Kepada Allah, Diberi Rizqi Yang Tidak Disangka-Sangka

11.  Bertakwa Kepada Allah, Diberi Rizqi Yang Tidak Disangka-Sangka

Keistimewaan takwa ke sebelas “Bertakwa kepada Allah diberi rizqi yang tidak disangka-sangka”, keistimewaan ini didasari Al Quran Surat At-Talaq/ 65: 3, yang merupakan kelanjutan ayat sebelumnya, di dalamnya dinyatakan, bahwa bagi orang yang bertakwa diberikan Rizki yang tidak terduga (waktu, cara, ukurannya);

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At-Talaq/ 65: 3)

Di dalam kitab Mujam Thabarani Kabir hadits nomor 190 dinyatakan bahwa  Wahai manusia, jadikanlah ketakwaan kepada Allah sebagai perdagangan kalian, maka rezeki akan datang kepada kalian tanpa memerlukan barang dagangan atau perdagangan;

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ الْهِلَالِيُّ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ، ثنا سَلَّامُ الطَّوِيلُ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّخِذُوا تَقْوَى اللهِ تِجَارَةً يَأْتِيَكُمُ الرِّزْقُ بِلَا بِضَاعَةٍ وَلَا تِجَارَةٍ»، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾  [1]

Artinya: Ibrahim bin Muhammad bin al-Harith al-Hilali memberitahukan kepada kami, Ismail bin Amro al-Bajli memberitahukan kepada kami, Salam al-Tawil menceritakan dari Tsa'ur bin Yazid dari Khalid bin Ma'dan dari Mu'adh bin Jabal yang berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, "Wahai manusia, jadikanlah ketakwaan kepada Allah sebagai perdagangan kalian, maka rezeki akan datang kepada kalian tanpa memerlukan barang dagangan atau perdagangan." Kemudian beliau membaca ayat, "Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka." (QS. At-Talaq: 2-3)

Di dalam kitab Al-Mu’jam Al-Ausath hadits nomor 3359 dinyatakan Barangsiapa yang memutuskan hubungannya hanya untuk Allah, Allah akan mencukupi segala kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka;

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَاجِدٍ الْبَغْدَادِيُّ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ الْمَرْوَزِيُّ ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الأَشْعَثِ ، صَاحِبُ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ ، عَنِ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ ، عَنِ الْحَسَنِ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنِ انْقَطَعَ إِلَى اللهِ كَفَاهُ اللهُ كُلَّ مُؤْنَةٍ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ ، وَمَنِ انْقَطَعَ إِلَى الدُّنْيَا وَكَلَهُ اللهُ إِلَيْهَا لَمْ يَرْوِهِ عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ ، إِلَّاالْفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ تَفَرَّدَ بِهِ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الأَشْعَثِ الْخُرَاسَانِيُّ [2]

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Muhammad bin Majid Al-Baghdadi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali bin Hasan bin Shaqiq Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al-Ash'ath, rekan dari Fudail bin Iyadh, dari Fudail bin Iyadh, dari Hisham bin Hassan, dari Hasan, dari Imran bin Husain, berkata: Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang memutuskan hubungannya hanya untuk Allah, Allah akan mencukupi segala kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang memutuskan hubungannya untuk dunia, Allah akan menyerahkan dia kepada dunia." Namun, pengecualian dari pernyataan Hisham bin Hassan hanyalah Al-Fudhail bin 'Iyadh, dan ini merupakan khususitas riwayat dari Ibrahim bin Al-Ash'ath al-Khurasani.

Di dalam Kitab Shahih Ibnu Hibban hadits nomor 761, disebutkan bahwa Barangsiapa senang rezekinya diluaskan dan ajalnya ditangguhkan (berumur panjang), maka bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah menyambung silaturrahim;

أَخْبَرَنَا ابْنُ نَاجِيَةَ بِحَرَّانَ، حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ الْحَرَّانِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَجَلِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ‏.‏  [3]

Artinya:  Ibnu Najiyah di Haran mengabarkan kepada kami, Hasyim bin Al Qasim Al Harani menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa senang rezekinya diluaskan dan ajalnya ditangguhkan (berumur panjang), maka bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah menyambung silaturrahim"



[2] Abu Al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad al-Thabarani, Al-Mu’jam Al-Ausath, Dar al-Haramain, Kairo, 1995, Jilid, 3, Halaman 346, Hadits nomor 3359.

[3] Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hiban, Dar Ibnu Hazm, Beirut, Jilid 1, Halaman, 507, Hadits nomor 761.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post