11. Bertakwa Kepada Allah, Diberi Rizqi Yang Tidak Disangka-Sangka
Keistimewaan takwa ke sebelas “Bertakwa kepada Allah diberi rizqi yang tidak disangka-sangka”, keistimewaan ini didasari Al Quran Surat At-Talaq/ 65: 3, yang merupakan kelanjutan ayat sebelumnya, di dalamnya dinyatakan, bahwa bagi orang yang bertakwa diberikan Rizki yang tidak terduga (waktu, cara, ukurannya);
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ
يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ
جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: Dan memberinya rezeki
dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi
tiap-tiap sesuatu. (QS. At-Talaq/ 65: 3)
Di dalam kitab Mujam Thabarani
Kabir hadits nomor 190 dinyatakan bahwa Wahai
manusia, jadikanlah ketakwaan kepada Allah sebagai perdagangan kalian, maka rezeki
akan datang kepada kalian tanpa memerlukan barang dagangan atau perdagangan;
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ
الْهِلَالِيُّ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ، ثنا سَلَّامُ الطَّوِيلُ،
عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ
قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّخِذُوا تَقْوَى
اللهِ تِجَارَةً يَأْتِيَكُمُ الرِّزْقُ بِلَا بِضَاعَةٍ وَلَا تِجَارَةٍ»، ثُمَّ قَرَأَ:
﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾
[1]
Artinya: Ibrahim bin Muhammad
bin al-Harith al-Hilali memberitahukan kepada kami, Ismail bin Amro al-Bajli memberitahukan
kepada kami, Salam al-Tawil menceritakan dari Tsa'ur bin Yazid dari Khalid bin Ma'dan
dari Mu'adh bin Jabal yang berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai manusia, jadikanlah ketakwaan kepada Allah sebagai
perdagangan kalian, maka rezeki akan datang kepada kalian tanpa memerlukan barang
dagangan atau perdagangan." Kemudian beliau membaca ayat, "Dan barang
siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan
Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka." (QS. At-Talaq: 2-3)
Di dalam kitab Al-Mu’jam Al-Ausath
hadits nomor 3359 dinyatakan Barangsiapa yang memutuskan hubungannya hanya untuk
Allah, Allah akan mencukupi segala kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah
yang tidak disangka-sangka;
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَاجِدٍ الْبَغْدَادِيُّ
، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ الْمَرْوَزِيُّ ،
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الأَشْعَثِ ، صَاحِبُ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ ، عَنِ
الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ ، عَنِ الْحَسَنِ ، عَنْ عِمْرَانَ
بْنِ حُصَيْنٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنِ
انْقَطَعَ إِلَى اللهِ كَفَاهُ اللهُ كُلَّ مُؤْنَةٍ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
، وَمَنِ انْقَطَعَ إِلَى الدُّنْيَا وَكَلَهُ اللهُ إِلَيْهَا لَمْ يَرْوِهِ عَنْ
هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ ، إِلَّاالْفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ تَفَرَّدَ بِهِ إِبْرَاهِيمُ
بْنُ الأَشْعَثِ الْخُرَاسَانِيُّ [2]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Ja'far bin Muhammad bin Majid Al-Baghdadi, telah menceritakan kepada
kami Muhammad bin Ali bin Hasan bin Shaqiq Al-Marwazi, telah menceritakan kepada
kami Ibrahim bin Al-Ash'ath, rekan dari Fudail bin Iyadh, dari Fudail bin Iyadh,
dari Hisham bin Hassan, dari Hasan, dari Imran bin Husain, berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang memutuskan hubungannya hanya untuk Allah,
Allah akan mencukupi segala kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangka. Dan barangsiapa yang memutuskan hubungannya untuk dunia, Allah
akan menyerahkan dia kepada dunia." Namun, pengecualian dari pernyataan Hisham
bin Hassan hanyalah Al-Fudhail bin 'Iyadh, dan ini merupakan khususitas riwayat
dari Ibrahim bin Al-Ash'ath al-Khurasani.
Di dalam Kitab Shahih Ibnu Hibban
hadits nomor 761, disebutkan bahwa Barangsiapa senang rezekinya diluaskan dan ajalnya
ditangguhkan (berumur panjang), maka bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah
menyambung silaturrahim;
أَخْبَرَنَا ابْنُ نَاجِيَةَ بِحَرَّانَ، حَدَّثَنَا
هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ الْحَرَّانِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ
الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَجَلِهِ،
فَلْيَتَّقِ اللَّهَ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. [3]
Artinya: Ibnu Najiyah di Haran mengabarkan kepada kami,
Hasyim bin Al Qasim Al Harani menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan
kepada kami, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa senang rezekinya diluaskan dan ajalnya
ditangguhkan (berumur panjang), maka bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah
menyambung silaturrahim"
[1] Abu Qasim Al-Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir,
Maktabah Ibnu Taimiyah, Kairo, 1994, Jilid 20, Halaman 97, Hadits nomor 190.
[2] Abu Al-Qasim
Sulaiman ibn Ahmad al-Thabarani, Al-Mu’jam Al-Ausath, Dar al-Haramain, Kairo,
1995, Jilid, 3, Halaman 346, Hadits nomor 3359.
[3] Abu
Hatim Muhammad ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hiban, Dar Ibnu Hazm, Beirut,
Jilid 1, Halaman, 507, Hadits nomor 761.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar