3. Bertakwa
Kepada Allah, Allah Yang Mengajari
Keistimewaan takwa yang ke
tiga “Allah mengajari orang yang bertakwa kepadanya”, disebutkan di bagian
akhir ayat Al Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 282, Allah memerintahkan manusia untuk
bertakwa maka Allah Akan mengajari;
.. وَاتَّقُوا
اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: Dan bertakwalah kepada
Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah/
2: 282)
Sedangkan di dalam kitab Hilyatul
Aulia hadits nomor 236 disebutkan bahwa siapa yang Zuhud dari dunia, Allah akan
mengajarinya tanpa belajar, dan menunjukinya tanpa hidayah;
حَدَّثَنَا أَبُو
ذَرٍّ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ يُوسُفَ الْوَرَّاقُ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
الْحُسَيْنِ بْنِ حَفْصٍ، ثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ الْعَبْسِيُّ، ثنا نُصَيْرُ بْنُ
حَمْزَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ
بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ،
عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ زَهِدَ فِي الدُّنْيَا عَلَّمَهُ اللهُ تَعَالَى بِلَا تَعَلُّمٍ، وَهَدَاهُ
بِلَا هِدَايَةٍ، وَجَعَلَهُ بَصِيرًا، وَكَشَفَ عَنْهُ الْعَمَى» وَكَانَ بِذَاتِ
اللهِ عَلِيمًا، وَعِرْفَانُ اللهِ فِي صَدْرِهِ عَظِيمًا. وَقَدْ قِيلَ: «إِنَّ التَّصَوُّفَ
الْبُرُوزُ مِنَ الْحِجَابِ إِلَى رَفْعِ الْحِجَابِ [1]»
Artinya: Telah menceriterakan
kepada kami Abu Dzar Muhammad ibnu Al Husain ibnu Yusuf Al Waraq, telah menceriterakan
kepada kami Muhammad ibnu Husain Al Hafs, telah menceriterakan kepada kami ‘Ali
Al Hafs Al ‘Absiyu, telah menceriterakan kepada kami Nushair ibnu Hamzah, dari Bapaknya
dari Ja’far ibnu Muhammad, dari Muhammad ibnu ‘Ali ibnu Husain, dari Husai ibnu
‘Ali, dari ‘Ali ibnu Abi Thalib AS berkata: Berkata Rasulullah SAW: Siapa yang Zuhud
dari dunia Allah akan mengajarinya tanpa belajar, dan menunjukinya tanpa hidayah,
dan menjadikannya melihat dan dibukakan dari kebutaan, dan menjadi mengetahui dzat
Allah, dan ma’rifat Allah di dadanya menjadi besar, dan telah dikatakan: sesungguhnya
Tasawauf memperlihatkan hijab kepada penyingkapan hijab”
Adapun bentuk pengajaran Allah
kepada orang yang bertakwa adalah berupa Mauidzah; pelajaran yang ada di
dalam Al Quran, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 138,
Al-Baqarah/ 2: 66, An-Nur/ 24: 34 dan Al-Maidah/ 5: 46;
هَٰذَا بَيَانٌ
لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya: (Al Quran) ini adalah
penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. Ali Imran/ 3: 138)
فَجَعَلْنَـٰهَا
نَكَـٰلًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya: Maka Kami jadikan
yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang
kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/
2: 66)
وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ
إِلَيْكُمْ ءَايَـٰتٍۢ مُّبَيِّنَـٰتٍۢ وَمَثَلًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُمْ
وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami
telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh
dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. An-Nur/ 24: 34)
وَقَفَّيْنَا
عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ
التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا
بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: Dan Kami iringkan
jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan
Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab
Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk
serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Maidah/ 5: 46)
Sedangkan orang-orang yang tidak
dapat memahami pelajaran dari Allah disebut sebagai La Ya’lamun; orang-orang
yang tidak mengetahui, sebagimana disebut di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2:
118, Al-Anbiya/ 21: 24, Az-Zumar/ 39: 29, Luqman/ 31: 25 dan At-Taubah/ 9: 6 ;
وَقَالَ ٱلَّذِينَ
لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌۭ ۗ كَذَٰلِكَ
قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَـٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ
بَيَّنَّا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ
Artinya: Dan orang-orang yang
tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan
kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang
yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa.
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang
yakin. (QS. Al-Baqarah/ 2: 118)
أَمِ ٱتَّخَذُوا۟
مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۭ ۖ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ هَـٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ
وَذِكْرُ مَن قَبْلِى ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ
Artinya: Apakah mereka mengambil
tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah
peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang
sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena
itu mereka berpaling. (QS. Al-Anbiya/ 21: 24)
ضَرَبَ ٱللَّهُ
مَثَلًۭا رَّجُلًۭا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَـٰكِسُونَ وَرَجُلًۭا سَلَمًۭا لِّرَجُلٍ
هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Allah membuat perumpamaan
(yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat
yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang
laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Az-Zumar/ 39: 29)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم
مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya jika
kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?"
Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi
Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman/ 31: 25)
وَإِنْ أَحَدٌۭ
مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ
أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan jika seorang diantara
orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya
ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya.
Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At-Taubah/ 9: 6
)
Abu Hamid Al Ghazali di dalam
kitab Ihya’ ulumuddin Jilid 3 halaman 24 menyatakan bahwa takwa adalah kunci
petunjuk dan penyingkapan (hakikat). Itu adalah ilmu yang diperoleh tanpa
melalui proses belajar;
والقرآن مصرح
بأن التقوى مفتاح الهداية والكشف وذلك علم من غير تعلم وقال الله تعالى وما خلق الله
في السموات والأرض لآيات لقوم يتقون خصصها بهم وقال تعالى ﴿هذا بيان للناس وهدى وموعظة
للمتقين﴾ [2]
Artinya: Al-Qur’an secara tegas
menyatakan bahwa takwa adalah kunci petunjuk dan penyingkapan (hakikat). Itu adalah
ilmu yang diperoleh tanpa melalui proses belajar (formal). Allah Ta‘ala berfirman:
"Dan apa yang telah diciptakan Allah di langit dan di bumi itu sungguh merupakan
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang bertakwa." (QS. Yunus: 6) Dalam
ayat ini, Allah secara khusus menyebut kaum yang bertakwa sebagai pihak yang dapat
mengambil pelajaran dari tanda-tanda penciptaan-Nya. Allah Ta‘ala juga berfirman:
"Ini adalah penjelasan bagi manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang
yang bertakwa."
[1] Abu
Nu’aim Ahmad ibn Abdullah Al-Ashbahani, Hilyatul Auliya’ Wa Thabaqatul
Ashfiya’, Mathba’ah Sa’adah, Mesir, 1974. Jilid 1 Halaman 72, Tanpa nomor.
[2] Abu
Hamid Muhammad ibn Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum Al-Din, Dar
Al-Ma’rifah, Beirut, tt, Jilid 3, Halaman 24.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar