20/03/2026

3. Bertakwa Kepada Allah, Allah Yang Mengajari

3.  Bertakwa Kepada Allah, Allah Yang Mengajari

Keistimewaan takwa yang ke tiga “Allah mengajari orang yang bertakwa kepadanya”, disebutkan di bagian akhir ayat Al Quran Surat Al-Baqarah/ 2: 282, Allah memerintahkan manusia untuk bertakwa maka Allah Akan mengajari;

.. وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah/ 2: 282)

Sedangkan di dalam kitab Hilyatul Aulia hadits nomor 236 disebutkan bahwa siapa yang Zuhud dari dunia, Allah akan mengajarinya tanpa belajar, dan menunjukinya tanpa hidayah;

حَدَّثَنَا أَبُو ذَرٍّ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ يُوسُفَ الْوَرَّاقُ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ حَفْصٍ، ثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ الْعَبْسِيُّ، ثنا نُصَيْرُ بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ زَهِدَ فِي الدُّنْيَا عَلَّمَهُ اللهُ تَعَالَى بِلَا تَعَلُّمٍ، وَهَدَاهُ بِلَا هِدَايَةٍ، وَجَعَلَهُ بَصِيرًا، وَكَشَفَ عَنْهُ الْعَمَى» وَكَانَ بِذَاتِ اللهِ عَلِيمًا، وَعِرْفَانُ اللهِ فِي صَدْرِهِ عَظِيمًا. وَقَدْ قِيلَ: «إِنَّ التَّصَوُّفَ الْبُرُوزُ مِنَ الْحِجَابِ إِلَى رَفْعِ الْحِجَابِ [1]»

Artinya: Telah menceriterakan kepada kami Abu Dzar Muhammad ibnu Al Husain ibnu Yusuf Al Waraq, telah menceriterakan kepada kami Muhammad ibnu Husain Al Hafs, telah menceriterakan kepada kami ‘Ali Al Hafs Al ‘Absiyu, telah menceriterakan kepada kami Nushair ibnu Hamzah, dari Bapaknya dari Ja’far ibnu Muhammad, dari Muhammad ibnu ‘Ali ibnu Husain, dari Husai ibnu ‘Ali, dari ‘Ali ibnu Abi Thalib AS berkata: Berkata Rasulullah SAW: Siapa yang Zuhud dari dunia Allah akan mengajarinya tanpa belajar, dan menunjukinya tanpa hidayah, dan menjadikannya melihat dan dibukakan dari kebutaan, dan menjadi mengetahui dzat Allah, dan ma’rifat Allah di dadanya menjadi besar, dan telah dikatakan: sesungguhnya Tasawauf memperlihatkan hijab kepada penyingkapan hijab”

Adapun bentuk pengajaran Allah kepada orang yang bertakwa adalah berupa Mauidzah; pelajaran yang ada di dalam Al Quran, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran surat Ali Imran/ 3: 138, Al-Baqarah/ 2: 66, An-Nur/ 24: 34 dan Al-Maidah/ 5: 46;

هَٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran/ 3: 138)

فَجَعَلْنَـٰهَا نَكَـٰلًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah/ 2: 66)

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ ءَايَـٰتٍۢ مُّبَيِّنَـٰتٍۢ وَمَثَلًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. An-Nur/ 24: 34)

وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Maidah/ 5: 46)

Sedangkan orang-orang yang tidak dapat memahami pelajaran dari Allah disebut sebagai La Ya’lamun; orang-orang yang tidak mengetahui, sebagimana disebut di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 118, Al-Anbiya/ 21: 24, Az-Zumar/ 39: 29, Luqman/ 31: 25 dan At-Taubah/ 9: 6 ;

وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌۭ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَـٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ

Artinya: Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin. (QS. Al-Baqarah/ 2: 118)

أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۭ ۖ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ هَـٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِى ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ

Artinya: Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. (QS. Al-Anbiya/ 21: 24)

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا رَّجُلًۭا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَـٰكِسُونَ وَرَجُلًۭا سَلَمًۭا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Az-Zumar/ 39: 29)

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman/ 31: 25)

وَإِنْ أَحَدٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْلَمُونَ

Artinya: Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At-Taubah/ 9: 6 )

Abu Hamid Al Ghazali di dalam kitab Ihya’ ulumuddin Jilid 3 halaman 24 menyatakan bahwa takwa adalah kunci petunjuk dan penyingkapan (hakikat). Itu adalah ilmu yang diperoleh tanpa melalui proses belajar;

والقرآن مصرح بأن التقوى مفتاح الهداية والكشف وذلك علم من غير تعلم وقال الله تعالى وما خلق الله في السموات والأرض لآيات لقوم يتقون خصصها بهم وقال تعالى ﴿هذا بيان للناس وهدى وموعظة للمتقين﴾ [2]

Artinya: Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa takwa adalah kunci petunjuk dan penyingkapan (hakikat). Itu adalah ilmu yang diperoleh tanpa melalui proses belajar (formal). Allah Ta‘ala berfirman: "Dan apa yang telah diciptakan Allah di langit dan di bumi itu sungguh merupakan tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang bertakwa." (QS. Yunus: 6) Dalam ayat ini, Allah secara khusus menyebut kaum yang bertakwa sebagai pihak yang dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda penciptaan-Nya. Allah Ta‘ala juga berfirman: "Ini adalah penjelasan bagi manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."



[1] Abu Nu’aim Ahmad ibn Abdullah Al-Ashbahani, Hilyatul Auliya’ Wa Thabaqatul Ashfiya’, Mathba’ah Sa’adah, Mesir, 1974. Jilid 1 Halaman 72, Tanpa nomor.

[2] Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum Al-Din, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, tt, Jilid 3, Halaman 24.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post