21. Orang Bertakwa Diselamatkan Dan Tidak Akan Dimasukkan Ke Neraka
Keistimewaan Takwa ke dua puluh satu “Orang bertakwa diselamatkan dan tidak akan dimasukkan ke neraka”, di dalam Al Quran surat Maryam/ 19: 72 dinyatakan bahwa Allah menyelamatkan orang bertakwa dari Neraka;
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ
الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
Artinya: Kemudian Kami akan
menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim
di dalam neraka dalam keadaan berlutut.(QS. Maryam/ 19: 72).
Sedangkan di dalam kitab Musnad
Ahmad hadits nomor 23109 digambarkan bahwa orang-orang yang beramal di dunia akan
dimasukkan neraka kecuali orang bertakwa;
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ قَالَ سَمِعْتُ شَقِيقَ بْنَ حَيَّانَ يُحَدِّثُ
عَنْ مَسْعُودِ بْنِ قَبِيصَةَ أَوْ قَبِيصَةَ بْنِ مَسْعُودٍ يَقُولُ صَلَّى هَذَا
الْحَيُّ مِنْ مُحَارِبٍ الصُّبْحَ فَلَمَّا صَلَّوْا قَالَ شَابٌّ مِنْهُمْ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ سَيُفْتَحُ لَكُمْ
مَشَارِقُ الْأَرْضِ وَمَغَارِبُهَا وَإِنَّ عُمَّالَهَا فِي النَّارِ إِلَّا مَنْ
اتَّقَى اللَّهَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ [1]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Muhammad ibnu Ja’far telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abi
Ya’qub berkata; aku telah mendengar Syaqiq ibnu Hayan membicarakan tentang Mas’ud
ibnu Qabishah atau Qabishah ibnu Mas’ud berkata telah shalat dalam kehidupan ini
di antara pejuang subuh maka setelah mereka shalat berkata seorang pemuda di antara
mereka: aku telah mendengan dari Rasulullah SAW bersabda: Bahwa beliau akan membuka
untuk kalian timur dan barat bumi dan sesungguhnya orang-orang yang beramalnya di
dalam neraka, kecuali orang yang bertakwa kepada Allah dan menunaikan Amanah”
Di dalam kitab Musnad Ahmad Hadits
nomor 27154 disebutkan bahwa amal yang dapat menyelamatkan dari neraka adalah
bertakwa;
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ حَسَّانَ
يَعْنِي الْمَسْلِيَّ قَالَ حَدَّثَنِي الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ
الْيَشْكُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ دَخَلْتُ مَسْجِدَ الْكُوفَةِ أَوَّلَ مَا
بُنِيَ مَسْجِدُهَا وَهُوَ فِي أَصْحَابِ التَّمْرِ يَوْمَئِذٍ وَجُدُرُهُ مِنْ
سِهْلَةٍ فَإِذَا رَجُلٌ يُحَدِّثُ النَّاسَ قَالَ بَلَغَنِي حَجَّةُ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّةُ الْوَدَاعِ قَالَ
فَاسْتَتْبَعْتُ رَاحِلَةً مِنْ إِبِلِي ثُمَّ خَرَجْتُ حَتَّى جَلَسْتُ لَهُ فِي
طَرِيقِ عَرَفَةَ أَوْ وَقَفْتُ لَهُ فِي طَرِيقِ عَرَفَةَ قَالَ فَإِذَا رَكْبٌ
عَرَفْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِمْ بِالصِّفَةِ
فَقَالَ رَجُلٌ أَمَامَهُ خَلِّ عَنْ طَرِيقِ الرِّكَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْحَهُ دَعْهُ فَأَرِبَ مَا لَهُ فَدَنَوْتُ
مِنْهُ حَتَّى اخْتَلَفَتْ رَأْسُ النَّاقَتَيْنِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُنَجِّينِي مِنْ
النَّارِ قَالَ بَخٍ بَخٍ لَئِنْ كُنْتَ قَصَّرْتَ فِي الْخُطْبَةِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ
فِي الْمَسْأَلَةِ اتَّقِ اللَّهَ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ
وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ خَلِّ عَنْ
طَرِيقِ الرِّكَابِ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ يُونُسَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي
إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ أَبِيهِ نَحْوَهُ [2]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Waki' dari 'Amru bin Hasan -yakni
Al Masli- dia berkata: telah menceritakan kepadaku Al Mughirah bin
'Abdullah Al Yasykuri dari ayahnya dia berkata: "Aku masuk
masjid Kufah waktu pertama kali dibangun masjidnya, sedagkan waktu itu ia
digunakan oleh para penjual kurma, dan dindingnya terbuat dari pasir yang mudah
hancur. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang meriwayatkan hadits
kepada orang-orang, laki-laki itu berkata: "Telah sampai berita kepadaku
hajinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu haji wada'."
Kemudian aku menyusulnya dengan berkendaraan untaku, kemudian aku keluar sampai
akhirnya aku duduk di jalan 'Arafah, atau aku berhenti di jalan 'Arafah."
Abdullah berkata: "Kemudian muncul satu rombongan, dan aku tahu bahwa
dalamrombongan tersebut ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu
seorang laki-laki yang ada di depannya berkata: "Minggirlah dari jalan
pengendara, " maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Celaka
kamu! Biarkanlah dia." Kemudian aku menyeru mendekat hingga kedua unta
(untaku dan unta beliau) kepalanya saling bersentuhan." Abdullah berkata:
"Aku lalu berkata: "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku amalan
yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menyelamatkan aku dari
Neraka." Beliau menjawab: "Bagus, bagus, sekiranya kamu singkat dalam
khutbah (doa) sungguh kamu telah sampai pada apa yang kamu minta. Bertakwalah
kepada Allah dan jangan menyekutukan Allah, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat,
berhaji ke Baitul Haram, dan berpuasa pada bulan Ramadan. Sekarang minggirlah
dari jalan pengendara." Abdullah berkata: "Telah menceritakan kepada
kami Waki' dari Yunus -yakni Ibnu Abu Ishaq- dia berkata:
aku mendengar hadits ini dari Mughirah bin
'Abdullah dari ayahnya seperti itu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar