23. Surga Diwariskan Kepada Orang-orang Yang Bertakwa
Keistimewaan takwa ke dua
puluh tiga “Surga diwriskan kepada orang-orang bertakwa”, di dalam Al Quran surat
Maryam 19: 63, dinyatakan bahwa surga diwariskan kepada orang-orang yang bertakwa;
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا
مَن كَانَ تَقِيًّا
Artinya: Itulah surga yang
akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (bertakwa.
(QS. Maryam/
19: 63)
Di dalam Al Quran surat Al-'Ankabut/
29: 16 digambarkan bahwa Nabi Ibrahim juga memerintahkan kepada umatnya untuk bertakwa
kepada Allah; agar dijadikan orang yang mempusakai; mewarisi surga, sebagaimana
disebutkan di dalam Al Quran surat Asy-Syu'ara' (26): 85;
وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ
وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: Dan (ingatlah) Ibrahim,
ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-'Ankabut/
29: 16)
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
Artinya: dan jadikanlah aku
termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,(QS. Asy-Syu'ara'/
26: 85)
Di dalam kitab Mustadrak
Hakim hadits nomor 8087 dinyatakan bahwa Barangsiapa yang tidak bertakwa kepada
Allah, maka ia tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu pun;
حدثنا جعفر بن محمد الخلدي ثنا الحسن علي القطان ثنا
إسماعيل بن العطار ثنا إسحاق بن بشر ثنا سفيان الثوري عن الأعمش عن شقيق عن سلمة
عن حذيفة رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : من أصبح و الدنيا
أكبر همه فليس من الله في شيء و من لم يتق الله فليس من الله في شيء و من لم يهتم
للمسلمين عامة فليس منهم [1]
Artinya: Telah
menceritakan kepada kami Ja'far bin Muhammad al-Khuldi, telah menceritakan
kepada kami al-Hasan Ali al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin
al-'Atar, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Bishr, telah menceritakan
kepada kami Sufyan al-Thawri, dari al-A'mash, dari Syuqaiq, dari Salim, dari
Hudhaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ
bersabda, "Barangsiapa yang pagi hari kesibukannya adalah dunia, maka ia
tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu pun. Barangsiapa yang tidak
bertakwa kepada Allah, maka ia tidak memiliki bagian dari Allah dalam sesuatu
pun. Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam secara umum, maka
ia bukan bagian dari mereka."
[1] Abdullah
Al Hakim An-Naisaburi, Al Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain, Dar Al Kitab
Al-Alamiyah, Beirut, 1990, Jilid 8, Halaman 628, Hadits nomor 8087.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar