Di dalam Al Quran juga
digambarkan identifikasi orang yang bertakwa, seperti tercantum di dalam Surat
Al baqarah ayat 1-4 dan ayat 177 dan surat Ali Imran ayat 15-17
dan ayat 133-136 dan Surat Adz Dzariyat ayat 15-23.;
2.1. Al Quran
Surat Al Baqarah/ 2: 1-4;
Al Quran Surat Al
Baqarah/ 2: 1-4 memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang;
percaya kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menginfaqkan sebagian hartanya,
percaya kepada Al Quran dan Kitab-kitab sebelumnya, serta yakin dengan adanya
hari akhir;
ذَٰلِكَ
الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ, الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ
بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ,
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ
وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ
وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: Kitab
(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman
kepada yang ghaib, yang mendirikan Shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki
yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al
Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan
sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah
yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang
beruntung.(QS. Al Baqarah/ 2: 1-4)
2.2. Al Quran
Surat Al Baqarah/ 2: 177
Al Quran Surat Al
Baqarah/ 2: 177; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang;
Beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, nabi dan menyedekahkan harta
yang dicintai, mendirikan Shalat, membayar zakat, menepati janji dan sabar;
لَّيْسَ
الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ
الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ
وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي
الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ
إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ
الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya: Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)
hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang
menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. Al
Baqarah/ 2: 177)
2.3. Al Quran
Surat Ali Imran/ 3: 15-17
Al Quran Surat
Ali Imran/ 3: 15-17; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa
adalah orang yang beriman, memohon ampunan, sabar, benar, taat, menafkahkan
harta dan istghfar di waktu sahur;
قُلْ
أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ
رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ
بِالْعِبَادِ,
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
Artinya: Katakanlah:
"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian
itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan
mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal
didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta
keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu)
orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka
ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan
hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS. Ali
Imran/ 3: 15-17)
2.4. Al Quran
Surat Ali Imran/ 3: 133-136
Al Quran Surat
Ali Imran/ 3: 133-136; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang
yang; menafkahkan harta di saat lapang atau sempit, menahan marah, pemaaf, jika
berbuat salah ingat Allah dan segera memohon maaf;
وَسَارِعُوا
إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ, الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ
الْمُحْسِنِينَ ,
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ
فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ
يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ, أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم
مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
Artinya: Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan
keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari
pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui. Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal.(QS. Ali Imran/ 3: 133-136)
2.5. Al Quran
Surat Adz Dzariyat/51 :15-23
Al Quran Surat
Adz Dzariyat/51 :15-23; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa
adalah orang yang berbuat kebaikan, sedikit tidur, memoohon ampun, bersedekah,
memperhatikan dirinya sendiri;
إِنَّ
الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ, كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ
مَا يَهْجَعُونَ, وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ, وَفِي أَمْوَالِهِمْ
حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ, وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ, وَفِي
أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ, وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا
تُوعَدُونَ , فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَا
أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan
mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya
mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia
mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan
diwaktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang
miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Dan di bumi
itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan
(juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dan di langit
terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan
kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu
adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS. Adz
Dzariyat/51 :15-23)
Identifikasi orang bertakwa
ini sering difahami sebagai definisi/pengertian takwa, padahal identifikasi
tersebut untuk menggambarkan wujud amal ibadah atau karakter yang dilakukan
oleh orang-orang yang telah memiliki kesadaran takwa. Identifikasi tersebut
hanya untuk menggambarkan identitas; ciri-ciri orang yang sudah bertakwa, tidak
menggambarkan pengertian atau definisi takwa.
Jika identifikasi tersebut
difahami sebagai definisi takwa,
dapat menghasilkan pemahaman yang
tidak tepat tentang takwa, misalnya; jika seseorang sudah menjalankan ibadah
Shalat lima waktu maka akan merasa sudah bertakwa, padahal ada orang yang masuk
neraka wail karena karena shalatnya, atau ketika seseorang sudah menginfaqkan
harta, merasa dirinya sudah menjadi orang bertakwa, padahal banyak dari orang
yang menginfaqkan harta tidak diterima amalnya, karena ibadah Shalat, infaq
maupun amal ibadah lain yang dilakukan tidak didorong berdasar ketakwaan dari
dalam qalbu.
Pengamalan amal ibadah yang
didasari ketakwaan yang benar, bukan hanya dengan cara mempelajari amal ibadah
yang benar secara syariat saja, tetapi pengamalan amal ibadah yang didasari
ketakwaan yang benar hanya akan dapat dikerjakan, jika pelakunya telah memiliki
pemahaman yang benar tentang takwa kemudian mengamalkan amal ibadah syari’atnya
berdasar ketakwaan.
Dengan demikian orang yang
telah memiliki pemahaman yang benar tentang takwa akan mengamalkan syariat yang
telah disebutkan di dalam ayat-ayat Al Quran di atas (ayat-ayat identifikasi
orang bertakwa), amal syariatnya dilakukan atas dasar ketakwaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar