23/03/2026

2. Identifikasi Orang Yang Bertakwa

Di dalam Al Quran juga digambarkan identifikasi orang yang bertakwa, seperti tercantum di dalam Surat Al baqarah ayat  1-4  dan ayat 177 dan surat Ali Imran ayat 15-17 dan ayat 133-136 dan Surat Adz Dzariyat ayat 15-23.;

2.1.  Al Quran Surat Al Baqarah/ 2:  1-4;

Al Quran Surat Al Baqarah/ 2:  1-4 memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang; percaya kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menginfaqkan sebagian hartanya, percaya kepada Al Quran dan Kitab-kitab sebelumnya, serta yakin dengan adanya hari akhir;

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ, الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ, وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,  (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan Shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.(QS. Al Baqarah/ 2:  1-4)

2.2.  Al Quran Surat Al Baqarah/ 2:  177

Al Quran Surat Al Baqarah/ 2:  177; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang; Beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, nabi dan menyedekahkan harta yang dicintai, mendirikan Shalat, membayar zakat, menepati janji dan sabar;

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. Al Baqarah/ 2:  177)

2.3.  Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 15-17

Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 15-17;  memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang beriman, memohon ampunan, sabar, benar, taat, menafkahkan harta dan istghfar di waktu sahur;

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ, الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS. Ali Imran/ 3: 15-17)

2.4.  Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 133-136

Al Quran Surat Ali Imran/ 3: 133-136; memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang; menafkahkan harta di saat lapang atau sempit, menahan marah, pemaaf, jika berbuat salah ingat Allah dan segera memohon maaf;

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ, الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ , وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ, أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.(QS. Ali Imran/ 3: 133-136)

2.5.  Al Quran Surat Adz Dzariyat/51 :15-23

Al Quran Surat Adz Dzariyat/51 :15-23;  memberikan gambaran bahwa orang bertakwa adalah orang yang berbuat kebaikan, sedikit tidur, memoohon ampun, bersedekah, memperhatikan dirinya sendiri;

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ, كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ, وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ, وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ, وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ, وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ, وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ , فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS. Adz Dzariyat/51 :15-23)

Identifikasi orang bertakwa ini sering difahami sebagai definisi/pengertian takwa, padahal identifikasi tersebut untuk menggambarkan wujud amal ibadah atau karakter yang dilakukan oleh orang-orang yang telah memiliki kesadaran takwa. Identifikasi tersebut hanya untuk menggambarkan identitas; ciri-ciri orang yang sudah bertakwa, tidak menggambarkan pengertian atau definisi takwa.

Jika identifikasi tersebut difahami sebagai definisi takwa,  dapat  menghasilkan pemahaman yang tidak tepat tentang takwa, misalnya; jika seseorang sudah menjalankan ibadah Shalat lima waktu maka akan merasa sudah bertakwa, padahal ada orang yang masuk neraka wail karena karena shalatnya, atau ketika seseorang sudah menginfaqkan harta, merasa dirinya sudah menjadi orang bertakwa, padahal banyak dari orang yang menginfaqkan harta tidak diterima amalnya, karena ibadah Shalat, infaq maupun amal ibadah lain yang dilakukan tidak didorong berdasar ketakwaan dari dalam qalbu. 

Pengamalan amal ibadah yang didasari ketakwaan yang benar, bukan hanya dengan cara mempelajari amal ibadah yang benar secara syariat saja, tetapi pengamalan amal ibadah yang didasari ketakwaan yang benar hanya akan dapat dikerjakan, jika pelakunya telah memiliki pemahaman yang benar tentang takwa kemudian mengamalkan amal ibadah syari’atnya berdasar ketakwaan.

Dengan demikian orang yang telah memiliki pemahaman yang benar tentang takwa akan mengamalkan syariat yang telah disebutkan di dalam ayat-ayat Al Quran di atas (ayat-ayat identifikasi orang bertakwa), amal syariatnya dilakukan atas dasar ketakwaan.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post