10.
Bertakwa Kepada Allah, Diberi Jalan Keluar; Solusi
Keistimewaan takwa ke sepuluh “bertakwa kepada Allah diberi jalan keluar; solusi”, di dalam Al Quran Surat At Thalaq/ 65 : 2, dijelaskan bahwa bagi orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar;
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ
اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا
الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ
الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
Artinya: Maka apabila mereka
telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik
atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang
adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah
pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,
(QS. At Thalaq/ 65 : 2)
Sedangkan di dalam kitab Al
Mu’jam Al Kabir li al-Thabarani Atsar nomor 11157 digambarkan bahwa orang bertakwa akan diberikan
jalan keluar dan rizki;
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ،
حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ،
وَحُمَيْدٍ الْأَعْرَجِ، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: إِنَّهُ طَلَّقَ
امْرَأَتَهُ مِائَةً فَقَالَ: " عَصَيْتَ رَبَّكَ، وَبَانَتْ مِنْكَ امْرَأَتُكَ
فَلَمْ تَتَّقِ اللهَ فَيَجْعَلْ لَكَ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْكَ مِنْ حَيْثُ لَا تَحْتَسِبُ
وَقَرَأَ ﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ﴾
[الطلاق: ١ " [1]
Artinya: Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, yang berkata: “Ayahku menceritakan kepadaku, dia
berkata: 'Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: 'Syu’bah menceritakan
kepada kami dari Ibnu Abi Najih dan Hamid al-A’raj: Bahwa seorang pria bertanya
kepada Ibnu Abbas dan berkata: ‘Dia telah menceraikan istrinya seratus kali.’ Ibnu
Abbas berkata: ‘Kamu telah mendurhakai Tuhanmu dan istrimu telah bercerai darimu.
Kamu tidak bertakwa kepada Allah sehingga Dia memberimu jalan keluar dan memberimu
rezeki dari arah yang tidak kamu sangka-sangka.’ Kemudian dia membaca ayat: {Wahai
Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, maka ceraikanlah mereka pada waktu
mereka dapat (menghadapi) iddahnya}.”
Di dalam Kitab Musnad Ahmad hadis
nomor 6508, disebutkan; bahwa jalan keluar jika di dalam masyarakat telah tercampur
antara perjanjian dan amanah adalah bertakwa;
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ يُونُسَ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ
بْنَ عَمْرٍو قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ
أَنْتَ إِذَا بَقِيتَ فِي حُثَالَةٍ مِنْ النَّاسِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
كَيْفَ ذَلِكَ قَالَ إِذَا مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ وَأَمَانَاتُهُمْ وَكَانُوا هَكَذَا
وَشَبَّكَ يُونُسُ بَيْنَ أَصَابِعِهِ يَصِفُ ذَاكَ قَالَ قُلْتُ مَا أَصْنَعُ عِنْدَ
ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اتَّقِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَخُذْ مَا تَعْرِفُ
وَدَعْ مَا تُنْكِرُ وَعَلَيْكَ بِخَاصَّتِكَ وَإِيَّاكَ وَعَوَامَّهُمْ [2]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami [Ismail] dari [Yunus] dari [Hasan] bahwa [Abdullah bin Amru] berkata;
Rasulullah SAW berkata kepadaku: "Jika kamu tinggal bersama segolongan manusia
yang buruk, apa yang kamu lakukan?" Ia (Abdullah bin Amru) berkata; Aku
berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah itu?" Beliau menjawab: "Jika
antara perjanjian dan amanah mereka telah bercampur, dan keadaan mereka adalah seperti
ini." Yunus membelitkan antara jari-jemari menggambarkan keruwetan yang terjadi
pada saat itu. Abdullah berkata, "Lalu apa yang mesti aku perbuat pada saat
itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "bertakwalah kamu kepada Allah
'azza wajalla, laksanakan kebaikan yang kamu ketahui dan jauhilah kemungkaran, dekatilah
para pemuka agama dan jauhilah orang-orang yang awam dari mereka."
Sedangkan di dalam kitab Syuab
Al-Iman Li Al-Baihaqi hadits nomor 1330 dinyatakan Sesungguhnya aku mengetahui satu ayat, jika manusia
mengamalkannya, cukuplah baginya {Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya
Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberikan rezeki dari arah yang
tidak disangka-sangka};
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ الْمُقْرِئُ، أَخْبَرَنَا
الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ، حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ كَهْمَسٍ،
عَنْ أَبِي السَّلِيلِ، عَنْ أَبِي ذَرَّ قَالَ، قَالَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنِّي لَأَعْلَمُ آيَةً لَوْ أَنَّ النَّاسَ أَخَذُوا
بِهَا لَكَفَتْهُمْ {وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ
حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ} [الطلاق: 3] فَمَا زَالَ، يَقُولُهَا وَيُعِيدُهَا [3] "
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Abu al-Husain al-Muqri', telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin
Muhammad bin Ishaq, telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya'qub, telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin Abi Bakr, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir bin
Sulaiman, dari Kahmas, dari Abu as-Saleel, dari Abu Dzar, dia berkata, Nabi Allah
ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui satu ayat, jika manusia mengamalkannya,
cukuplah baginya {Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan
jalan keluar baginya, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka}
[Surah At-Talaq: 3]." Dia terus mengucapkannya dan mengulanginya.
[1] Abu
Qasim Al-Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir li al-Thabarani, Maktabah Ibnu
Taimiyah, Kairo, 1994, Jilid 11, Halaman 95, Hadits nomor 11157.
[2] Al Imam
Ahmad bin Ibnu Hambal, Musnad al-Imam Ahmad Ibu Hambal, Muassasah
ar-Risalah, 2001, Jilid 11, Halaman 54.Hadits nomor 6508.
[3] Abu
Bakar Ahmad Al Husain Al baihaqi, Syuab Al-Iman, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah,
Beirut, 2000, Jilid 2 Hal. 113, Hadits nomor 1330.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar