15/03/2026

HAKEKAT TAKWA



HAKEKAT TAKWA

Segala puji bagimu ya.. Allah SWT, yang telah menurunkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman, untuk menambahkan keimanan atas keimanan yang telah ada dalam diri manusia. Limpahkanlah Shalawat dan salam untuk nabi Muhammad SAW. Karuniakan kedudukan yang paling mulia dan berikan segala kebaikan untuk beliau.

Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, tertuang di dalam Al Quran Surat Ali 'Imran/ 3: 102;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri (beragama Islam).(QS. Ali 'Imran/ 3: 102)

Perintah tersebut menunjukkan bahwa bertakwa kepada Allah kedudukannya sangat penting bagi orang beriman, karena perintah bertakwa diikuti dengan peringatan untuk melaksanakan takwa hingga mencapai hakikat takwa (sebenar-benarnya takwa), peringatan tersebut sekaligus memberikan informasi bahwa banyak orang yang merasa sudah bertakwa tetapi tidak mencapai hakikat takwa, atau banyak orang bertakwa tetapi dengan takwa yang tidak benar, atau banyak orang merasa sudah bertakwa tetapi ternyata tidak bernilai takwa. 

Buku ini dihadirkan untuk mengemukakan hasil kajian mendalam terhadap petunjuk Allah dan Rasul-Nya tentang ketakwaan yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadits, apakah petunjuk yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadits tersebut dapat digunakan untuk merumuskan pengertian dan tingkatan takwa ?, dengan harapan dari pengertian dan tingkatan takwa yang sesuai dengan Al Quran dan Hadits tersebut dapat diperoleh pemahaman yang benar tentang takwa, dengan demikian takwa dapat diamalkan dengan sebenar-benarnya takwa. 

Kajian tentang ilmu takwa sangat penting dilakukan, karena takwa merupakan inti semua urusan yang harus dilakukan kapan dan dimana saja manusia berada, takwa merupakan nilai inti dari setiap ibadah, takwa menentukan nilai ibadah di tingkat syariat, thariqat, haqiqat dan ma’rifat, takwa menjadi nilai utama dari semua ilmu (agama maupun umum), tanpa adanya unsur nilai ketakwaan tidak menjadi “ilmu yang bermanfaat”.

Untuk memperoleh pengertian yang komprehensif dan aplikatif tentang takwa, maka di sini akan mengumpulkan beberapa ayat Al Quran dan Hadits Rasulullah Muhammad SAW yang mengandung pengertian takwa, dari kumpulan Ayat dan Hadits tersebut kemudian disusun menjadi sebuah pengertian yang utuh, sehingga menjadi sebuah rumusan pengertian takwa yang mencakup semua aspek tentang takwa.

Sedangkan untuk dapat menyusun tingkatan takwa, terlebih dahulu terlebih dahulu akan dikemukakan tingkatan spiritual“Maqamat Tasawuf” dalam Ilmu Tasawuf, tingkat kesadaran manusia “Map Of The Scale Of The Consciousness”  dalam Ilmu Psikologi, serta tingkatan manusia berdasar ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi, setelah itu dikemukakan ayat-ayat Al Quran Hadits nabi yang menunjukkan adanya tingkatan takwa, setelah itu dari empat unsur yang telah dikemukakan, disusun menjadi rumus susunan hierarki tingkatan takwa yang kemudian disebut sebagai “Cermin Qalbu”.

Untuk memperkuat kebenaran rumusan tingkatan takwa “Cermin Qalbu, yang terdiri dari sebelas tingkatan takwa dan sepuluh tingkatan fujur, maka akan dikemukakan bukti klasifikasi ayat-ayat takwa, yaitu kajian terhadap 258 kata yang terbentuk dari kata dasar waqa (pembentuk kata takwa), yang terdapat di 237 ayat di dalam Al Quran, kemudian ayat-ayat tersebut diklasifikasikan ke dalam  sebelas tingkatan takwa dan sepuluh tingkatan fujur, dengan cara menempatkan unsur kata yang berdampingan dengan kata takwa ke dalam tingkatan yang sesuai klasifikasi tingkatan takwa di dalam “Cermin Qalbu”.

Bukti kebenaran rumusan pengertian dan tingkatan takwa masih akan diperkuat lagi dengan klasifikasi ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata yang mengarah pada pengertian takwa, yaitu kata, Qalaba, Sadr, Fuad, Nafs, tawaba dan anaba, ayat-ayat ini dan ayat yang di dalamnya terdapat kata takwa, kemudian disebut sebagai ayat-ayat takwa,  analisis terhadap “ayat-ayat takwa” ini merupakan bentuk penerapan pemahaman terhadap Al Quran menggunakan pendekatan Bayani; yaitu pengumpulan ayat-ayat takwa untuk memperoleh keterangan tentang takwa, Burhani; yaitu menyusun ayat-ayat takwa menjadi sebuah rumus pengertian dan tingkatan takwa dan ‘Irfani;  yaitu memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang takwa.

Buku ini dihadirkan dengan judul “Hakikat Takwa Memahami Pengertian Dan Tingkatan Takwa berdasar Al Quran dan Hadits”, dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan, dalam upaya memperbaiki kondisi/nasib umat Islam, dengan cara melakukan perubahan yang dimulai dari perubahan nafs (Jiwa) tiap pribadi umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa, perubahan akan efektif bila diawali dengan mengubah pemahamannya tentang ketakwaan, dengan perubahan (perbaikan) pemahaman tentang ketakwaan maka tiap-tiap pribadi dapat berubah menjadi pribadi yang bertakwa sesuai yang dikehendaki Allah SWT.

Perubahan perbaikan kondisi/nasib umat Islam tidak dapat diperoleh dengan cara menuntut orang lain untuk memperbaiki keadaan umat Islam, tetapi untuk dapat memperbaikinya harus dimulai dari memperbaiki apa yang ada di dalam dirinya sendiri, hal ini didasari Al Quran Surat Ar Ra’ad/ 13: 11;

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(QS. Ar Ra’ad/ 13: 11)

Dengan semakin banyaknya pribadi-pribadi yang bertakwa kepada Allah secara benar di negeri ini, in syaa Allah kondisi umat Islam  akan diperbaiki Allah dengan cara dibukakan keberkahan Allah dari langit dan bumi, sebagaimana dijanjikan Allah di dalam Al Qur’an surat  Al-A’raf /7: 96;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al-A’raf /7: 96)

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post