HAKEKAT TAKWA
Segala puji bagimu ya.. Allah SWT, yang
telah menurunkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman, untuk
menambahkan keimanan atas keimanan yang telah ada dalam diri manusia.
Limpahkanlah Shalawat dan salam untuk nabi Muhammad SAW. Karuniakan kedudukan
yang paling mulia dan berikan segala kebaikan untuk beliau.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
berserah diri (beragama Islam).(QS. Ali 'Imran/ 3: 102)
Perintah
tersebut menunjukkan bahwa bertakwa kepada Allah kedudukannya sangat penting
bagi orang beriman, karena perintah bertakwa diikuti dengan peringatan untuk
melaksanakan takwa hingga mencapai hakikat takwa (sebenar-benarnya takwa),
peringatan tersebut sekaligus memberikan informasi bahwa banyak orang yang
merasa sudah bertakwa tetapi tidak mencapai hakikat takwa, atau banyak orang
bertakwa tetapi dengan takwa yang tidak benar, atau banyak orang merasa sudah
bertakwa tetapi ternyata tidak bernilai takwa.
Buku ini dihadirkan untuk mengemukakan hasil kajian mendalam terhadap petunjuk Allah dan Rasul-Nya tentang ketakwaan yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadits, apakah petunjuk yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadits tersebut dapat digunakan untuk merumuskan pengertian dan tingkatan takwa ?, dengan harapan dari pengertian dan tingkatan takwa yang sesuai dengan Al Quran dan Hadits tersebut dapat diperoleh pemahaman yang benar tentang takwa, dengan demikian takwa dapat diamalkan dengan sebenar-benarnya takwa.
Kajian tentang ilmu takwa
sangat penting dilakukan, karena takwa merupakan inti semua urusan yang harus
dilakukan kapan dan dimana saja manusia berada, takwa merupakan nilai inti dari
setiap ibadah, takwa menentukan nilai ibadah di tingkat syariat, thariqat,
haqiqat dan ma’rifat,
takwa menjadi nilai utama dari semua ilmu (agama
maupun umum), tanpa adanya unsur nilai ketakwaan tidak menjadi “ilmu yang
bermanfaat”.
Untuk memperoleh pengertian
yang komprehensif dan aplikatif tentang takwa, maka di sini akan mengumpulkan
beberapa ayat Al Quran dan Hadits Rasulullah Muhammad SAW yang mengandung
pengertian takwa, dari kumpulan Ayat dan Hadits tersebut kemudian disusun
menjadi sebuah pengertian yang utuh, sehingga menjadi sebuah rumusan pengertian
takwa yang mencakup semua aspek tentang takwa.
Sedangkan untuk dapat
menyusun tingkatan takwa, terlebih dahulu terlebih dahulu akan dikemukakan tingkatan
spiritual“Maqamat Tasawuf” dalam Ilmu Tasawuf, tingkat kesadaran manusia
“Map Of The Scale Of The Consciousness”
dalam Ilmu Psikologi, serta tingkatan manusia berdasar ayat-ayat Al
Quran dan Hadits Nabi, setelah itu dikemukakan ayat-ayat Al Quran Hadits nabi
yang menunjukkan adanya tingkatan takwa, setelah itu dari empat unsur yang
telah dikemukakan, disusun menjadi rumus susunan hierarki tingkatan takwa yang
kemudian disebut sebagai “Cermin Qalbu”.
Untuk memperkuat kebenaran
rumusan tingkatan takwa “Cermin Qalbu, yang terdiri dari sebelas tingkatan
takwa dan sepuluh tingkatan fujur, maka akan dikemukakan bukti klasifikasi ayat-ayat
takwa, yaitu kajian terhadap 258 kata yang terbentuk dari kata dasar waqa (pembentuk kata takwa), yang terdapat di 237 ayat di dalam Al
Quran, kemudian ayat-ayat tersebut diklasifikasikan ke
dalam sebelas tingkatan takwa dan
sepuluh tingkatan fujur, dengan cara menempatkan unsur kata yang berdampingan
dengan kata takwa ke dalam tingkatan yang sesuai klasifikasi tingkatan takwa di
dalam “Cermin Qalbu”.
Bukti kebenaran rumusan pengertian dan tingkatan takwa masih
akan diperkuat lagi dengan klasifikasi ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata
yang mengarah pada pengertian takwa, yaitu kata, Qalaba, Sadr, Fuad, Nafs,
tawaba dan anaba, ayat-ayat ini dan ayat yang di
dalamnya terdapat kata takwa, kemudian disebut sebagai ayat-ayat takwa, analisis terhadap “ayat-ayat takwa” ini
merupakan bentuk penerapan pemahaman terhadap Al Quran menggunakan pendekatan Bayani; yaitu pengumpulan ayat-ayat takwa untuk
memperoleh keterangan tentang takwa, Burhani; yaitu menyusun ayat-ayat
takwa menjadi sebuah rumus pengertian dan tingkatan takwa dan ‘Irfani; yaitu memperoleh pemahaman yang menyeluruh
tentang takwa.
Buku ini dihadirkan dengan
judul “Hakikat Takwa Memahami Pengertian Dan Tingkatan Takwa berdasar Al Quran
dan Hadits”, dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan,
dalam upaya memperbaiki kondisi/nasib umat Islam, dengan cara melakukan
perubahan yang dimulai dari perubahan nafs (Jiwa) tiap pribadi umat
Islam menjadi pribadi yang bertakwa, perubahan akan efektif bila diawali dengan
mengubah pemahamannya tentang ketakwaan, dengan perubahan (perbaikan) pemahaman
tentang ketakwaan maka tiap-tiap pribadi dapat berubah menjadi pribadi yang bertakwa
sesuai yang dikehendaki Allah SWT.
Perubahan perbaikan
kondisi/nasib umat Islam tidak dapat diperoleh dengan cara menuntut orang lain
untuk memperbaiki keadaan umat Islam, tetapi untuk dapat memperbaikinya harus
dimulai dari memperbaiki apa yang ada di dalam dirinya sendiri, hal ini didasari
Al Quran Surat Ar Ra’ad/ 13: 11;
Artinya: Bagi
manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum,
maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi
mereka selain Dia.(QS. Ar Ra’ad/ 13: 11)
Dengan semakin banyaknya pribadi-pribadi yang bertakwa kepada
Allah secara benar di negeri ini, in syaa Allah kondisi umat Islam akan diperbaiki Allah dengan cara dibukakan
keberkahan Allah dari langit dan bumi, sebagaimana dijanjikan Allah di dalam Al
Qur’an surat Al-A’raf /7: 96;
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا
وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami
siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al-A’raf /7: 96)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar