1. Hikmah Tazkiyah Al-Nafs
Berikut dikemukakan ayat-ayat
Al-Quran yang memberikan Gambaran tentang Hikmah dari Tazkiyah Al-Nafs;
Di dalam Al-Quran surat Fathir/ 35:
18 dinyatakan “barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan
diri untuk (kebaikan) dirinya sendiri”;
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ
أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ
وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى إِنَّمَا
تُنْذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ
وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Artinya: Dan orang yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya
memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan
untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut
kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan
sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan
diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).
1.2. Beruntunglah
Orang Yang Mensucikan Jiwa Dari Fujur
Di dalam Al-Quran surat Al-A’la/ 87:
14 dan Asy-Syams/ 91: 9 dinyatakan sesungguhnya beruntunglah
orang yang mensucikan jiwa itu;
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
﴿الأعلى: ١٤﴾
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah
orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (QS. Al-A’la/ 87: 14)
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
﴿الشمس: ٩﴾
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah
orang yang mensucikan jiwa itu, (QS. Asy-Syams/ 91: 9)
1.3. Sebenarnya
Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya
Di dalam Al-Quran surat An-Nisa’/ 4:
49 dan surat disebutkan pertanyaan dan pernyataan: “Apakah kamu tidak
memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya”;
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ
أَنفُسَهُم بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا ﴿النساء:
٤٩﴾
Artinya: Apakah kamu tidak
memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun. (QS.
An-Nisa’/ 4: 49)
Demikin juga di dalam Al-Quran surat An-Nur/
24: 21 disebutkan peringatatan dan pernyataan untuk tidak mengikuti
langkah-langkah Syetan, dan Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan
rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih
(dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ
يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ
مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿النور: ٢١﴾
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang
mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh
mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena
kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari
kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya,
tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur/ 24: 21)
Di dalam Al-Quran surat Thaha/ 20: 76
dinyatakan bahwa: “surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka
kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih”;
جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَن تَزَكَّىٰ ﴿طه:
٧٦﴾
Artinya: (yaitu) surga 'Adn yang
mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah
balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (QS.
Thaha/ 20: 76)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar