Berikut ini akan
dikemukakan beberapa ayat Al-Quran maupun Hadits yang menggambarkan adab dalam
ibadah;
Di dalam Al-Quran
surat Maryam/ 19: 65 disebutkan perintah: “maka sembahlah Dia dan berteguh
hatilah dalam beribadat kepada-Nya”;
رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا
بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
﴿مريم: ٦٥﴾
Artinya: Tuhan
(yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka
sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu
mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (QS.
Maryam/ 19: 65)
Di dalam Al-Quran surat
Az-Zumar/ 39: 11 dan 14 disebutkan
perintah untuk beribadah/ menyembah Allah dengan ikhlas;
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ
اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ ﴿الزمر: ١١﴾
Artinya: Katakanlah:
"Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (QS. Az-Zumar/ 39: 11)
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُ
دِينِي ﴿الزمر: ١٤﴾
Artinya: Katakanlah:
"Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya
dalam (menjalankan) agamaku". (QS. Az-Zumar/ 39: 14)
3.3. Beribadah
Dengan Rasa Syukur
Di
dalam Al-Quran surat Az-Zumar/ 39: 66
disebutkan perintah untuk beribadah/ menyembah Allah dan bersyukur;
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ ﴿الزمر: ٦٦﴾
Karena itu, maka
hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang
bersyukur". (39: 66)
3.4. Tidak
Merasa Angkuh dan Letih
Di dalam Al-Quran
surat Al-Anbiya/ 21: 19 digambarkan bahwa semua yang ada di langit dan bumi, mereka
tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih;
وَلَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَمَنْ عِندَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
﴿الأنبياء: ١٩﴾
Artinya: Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. Al-Anbiya/ 21: 19)
Allah memerintahkan kepada hambanya untuk hanaya menyembah Allah, sebagaimana dimuat di
dalam Al-Quran surat Hud/ 11: 2 dan 26, Al-Isra'/
17: 23, Fushshilat/ 41: 14, Yusuf/ 12: 40 dan Ar-Ra'd/ 13: 36;
أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ
إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
Artinya: Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku
(Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu
daripada-Nya, (QS. Hud/ 11: 2)
أَنْ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ
إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ
Artinya: Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut
kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan". QS. Hud/
11: 26)
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا
إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ
أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا
وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka
dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(QS, Al-Isra'/ 17: 23)
إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْ بَيْنِ
أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا
تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ قَالُوا لَوْ شَاءَ رَبُّنَا لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً
فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
Artinya: Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang
mereka (dengan menyerukan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah".
Mereka menjawab: "Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan
malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu
diutus membawanya".(QS. Fushshilat/ 41: 14)
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا
أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ
سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا
إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya
(menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak
menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah
kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
Allah dengan tegas menyebutkan larangan untuk
menyembah selain Allah dimuat di dalam Al-An'am/ 6: 56;
قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ
الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ قَدْ
ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah
tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak
akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan
tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS.
Al-An'am/ 6: 56)
وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ
يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ
قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ
أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ
Artinya: Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali". (QS. Ar-Ra'd/ 13: 36)
3.6. Menyembah Allah Dan Tidak Mensekutukannya
Pada sub bab ini akan dikemukakan pembahasan tentang berbagai informasi yang menggambarkan perintah menyembah Allah dan larangan mensekutukan Allah, yang dijelaskan di dalam ayat-ayat Al-Quran;
Di dalam Al-Quran surat An-Nisa'/ 4: 36 disebutkan perintah Allah untuk menyembah Allah dan larangan untuk mensekutukan Allah dengan sesuatupun;
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا
بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ
بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
dan seterusnya dilanjutkan dalam post sendiri ... Menyembah Allah Dan Tidak Mensekutukannya
3.7. Membatalkan
Sesembahan Selain Allah
Pada sub bab ini akan dikemukakan ayat-ayat Al-Quran yang
memberikan penjelasan tentang sesembahan selain Allah;
Di dalam Al-Quran surat Saba'/ 3: 41 digambarkan adanya
orang-orang yang menyembah jin;
قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا
مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ
مُؤْمِنُونَ
Artinya:
Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung
kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka
beriman kepada jin itu".(QS. Saba'/ 3: 41)
dan seterusnya dilanjutkan dalam post sendiri ... Membatalkan Sesembahan Selain Allah
3.8. Takut
Akibat Yang Akan Diterima Bagi Penyembah Selain Allah
Pada sub bab ini akan dikemukakan ayat-ayat Al-Quran yang
memberikan gambaran akibat dari Penyembah Selain Allah;
Al-Quran surat Al-Anbiya'/ 21: 98 menegaskan bahwa akibat
bagi penyembah selain Allah adalah dijadikan sebagai umpan nerka Jahannam;
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ
اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ
Artinya:
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan
Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. (QS. Al-Anbiya'/ 21: 98)
dan seterusnya dilanjutkan dalam post sendiri ...Takut Akibat Yang Akan Diterima Bagi Penyembah Selain Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar