08/10/2026

3. Rangkuman Dan Kesimpulan Iradah Di Dalam Al-Quran

3. Rangkuman Dan Kesimpulan
Iradah Di Dalam Al-Quran

Di sini akan dikemukakan rangkuman klasifikasi kata dasar “rawada” yang merupakan bentuk asal dari kata “iradah”. Kata iradah bermakna mau, ingin, hendak, rela, mencari, dan berniat. Dalam kajian ini, iradah dipahami sebagai kehendak Allah yang sempurna untuk menentukan dan mengarahkan terjadinya sesuatu sesuai dengan ilmu, kekuasaan, dan hikmah-Nya. Adapun iradah manusia merupakan kehendak dan pilihan yang diberikan Allah kepada manusia, tetapi kehendak tersebut tetap berada di bawah kehendak, kekuasaan, dan ketetapan Allah. Hasil pencarian kata rawada dan turunannya dengan aplikasi Quran Research Zekr 1.1.0 menemukan 148 kali pengulangan yang tersebar dalam 120 ayat. Ayat-ayat tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam konsep “Cermin Qalbu” yang terdiri atas sebelas tingkatan takwa dan sepuluh tingkatan fujur, untuk melihat bentuk keinginan, kehendak, dan kemauan yang berkaitan dengan kehendak Allah maupun kehendak manusia.

Penghitungan pada rangkuman berikut dilakukan berdasarkan setiap nomor ayat yang dicantumkan dalam klasifikasi. Rentang ayat dihitung sesuai jumlah ayatnya, sedangkan apabila satu ayat muncul pada lebih dari satu tingkatan, ayat tersebut dihitung pada masing-masing klasifikasi. Dengan demikian, jumlah ayat pada masing-masing tingkatan merupakan jumlah rujukan ayat yang digunakan dalam pembahasan tingkatan tersebut, bukan semata-mata jumlah ayat unik dalam seluruh kajian.

Tingkatan Iradah bagi Orang yang Bertakwa

1. Tingkat Taubat didasari 1 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu An-Nisa’/ 4: 27.

2. Tingkat Sabar didasari 3 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Ali Imran/ 3: 120, 125, dan 186.

3. Tingkat Ikhlas didasari 3 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Baqarah/ 2: 139, An-Nisa’/ 4: 146, dan Az-Zumar/ 39: 2.

4. Tingkat Islam didasari 8 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Baqarah/ 2: 185, 228, dan 233; An-Nisa’/ 4: 28; Al-Maidah/ 5: 1 dan 6; Yusuf/ 12: 61; serta Al-Qashash/ 28: 27.

5. Tingkat Iman didasari 12 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Baqarah/ 2: 253; Ali Imran/ 3: 152; Al-Maidah/ 5: 17; Hud/ 11: 107; Ar-Ra’du/ 13: 11; An-Nahl/ 16: 40; Yasin/ 36: 82; Al-Anbiya’/ 21: 17; Al-Hajj/ 22: 14; Al-Buruj/ 85: 16; Asy-Syura/ 42: 20; serta Adz-Dzariyat/ 51: 57-58.

6. Tingkat Ihsan didasari 10 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu An-Nisa’/ 4: 35 dan 62; Al-Maidah/ 5: 113; Al-Anfal/ 8: 7; Hud/ 11: 88; Al-Kahfi/ 18: 77, 79, 81, dan 82; serta An-Nur/ 24: 33.

7. Tingkat Mahabbah didasari 5 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Ali Imran/ 3: 31 dan 92; Al-Maidah/ 5: 54; Al-Hujurat/ 49: 7; serta Al-Ahzab/ 33: 33.

8. Tingkat Rahmah didasari 7 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Ali Imran/ 3: 108 dan 145; Al-Furqan/ 25: 62; Al-Qashash/ 28: 5; Al-Ahzab/ 33: 50 dan 56; serta Az-Zumar/ 39: 38.

9. Tingkat Ridha didasari 7 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-An’am/ 6: 52; Yunus/ 10: 107; Al-Kahfi/ 18: 28; Ar-Rum/ 30: 38 dan 39; Al-Ahzab/ 33: 29; serta Al-Insan/ 76: 9.

10. Tingkat Hidayah didasari 7 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Baqarah/ 2: 26; An-Nisa’/ 4: 26; Al-An’am/ 6: 125; Al-Hajj/ 22: 16; Yunus/ 10: 108; Al-Isra’/ 17: 15; serta An-Naml/ 27: 92.

11. Tingkat Jannah didasari 11 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Ali Imran/ 3: 152 dan 145; Al-Isra’/ 17: 19; Asy-Syura/ 42: 20; Al-Baqarah/ 2: 214 dan 35; Ali Imran/ 3: 142; Az-Zumar/ 39: 73; Maryam/ 19: 63; At-Taubah/ 9: 111; serta Al-A’raf/ 7: 19.

Tingkatan Iradah bagi Orang yang Fujur

1. Tingkat Nafsiyah didasari 5 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Yusuf/ 12: 23, 26, 30, 32, dan 51.

2. Tingkat Ghadab didasari 1 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Thaha/ 20: 86.

3. Tingkat Syahwat dan Hawa didasari 9 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu An-Nisa’/ 4: 27 dan 134; Al-Anfal/ 8: 67; Hud/ 11: 15; Al-Kahfi/ 18: 28; Al-Qashash/ 28: 79; Al-Ahzab/ 33: 28; Asy-Syura/ 42: 20; serta An-Najm/ 53: 29.

4. Tingkat Khauf didasari 3 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Yasin/ 36: 23; Az-Zumar/ 39: 38; serta Al-Fath/ 48: 11.

5. Tingkat Huzn didasari 1 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Fath/ 48: 15.

6. Tingkat Tai’su didasari 1 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Jinn/ 72: 10.

7. Tingkat Fasik didasari 14 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu An-Nisa’/ 4: 88; Al-Maidah/ 5: 41 dan 49; Al-Anfal/ 8: 62 dan 71; Al-A’raf/ 7: 110; At-Taubah/ 9: 46 dan 107; Al-Isra’/ 17: 16; Thaha/ 20: 63; Asy-Syuara’/ 26: 35; Al-Qashash/ 28: 19; As-Sajdah/ 32: 20; serta Ash-Shafat/ 37: 98.

8. Tingkat Dhalim didasari 12 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu An-Nisa’/ 4: 20 dan 44; Al-Maidah/ 5: 29 dan 91; Al-An’am/ 6: 125; Hud/ 11: 34 dan 79; Al-Isra’/ 17: 103; Al-Anbiya’/ 21: 70; Al-Hajj/ 22: 25; Ghafir/ 40: 31; serta Al-Qamar/ 54: 37.

9. Tingkat Kafir didasari 12 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Baqarah/ 2: 108; Ali Imran/ 3: 176; An-Nisa’/ 4: 60, 144, dan 150; At-Taubah/ 9: 55 dan 85; Ibrahim/ 14: 10; Al-Mukminun/ 23: 24; Shad/ 38: 6; Ath-Thur/ 52: 42; serta Al-Mudatsir/ 74: 31.

10. Tingkat Jahannam didasari 6 rujukan ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Maidah/ 5: 37; At-Taubah/ 9: 32; Ash-Shaf/ 61: 8; Al-Isra’/ 17: 18; Al-Hajj/ 22: 22; serta Ash-Shafat/ 37: 86.

Kesimpulan akhirnya, klasifikasi iradah dalam kata dasar rawada dan turunannya menunjukkan 74 ayat/rujukan ayat pada kelompok Takwa dan 64 ayat/rujukan ayat pada kelompok Fujur, sehingga terdapat 138 kemunculan rujukan ayat dalam keseluruhan klasifikasi. Jumlah tersebut merupakan hitungan berdasarkan nomor ayat yang dicantumkan pada setiap tingkatan, sehingga ayat yang sama dan muncul pada lebih dari satu tingkatan tetap dihitung pada masing-masing klasifikasi. Secara keseluruhan, kajian ini memperlihatkan bahwa konsep iradah (kehendak, keinginan, kemauan, dan niat) dalam Al-Qur’an dapat dipetakan secara terstruktur melalui “Cermin Qalbu” ke dalam dua arah perkembangan spiritual, yaitu takwa dan fujur. 

Pada sisi takwa, iradah diarahkan kepada taubat, sabar, ikhlas, Islam, iman, ihsan, mahabbah, rahmah, ridha, hidayah, hingga jannah. Sebaliknya, pada sisi fujur, iradah tampak dalam dorongan nafsiyah, ghadab, syahwat dan hawa, khauf, huzn, tai’su, fasik, dhalim, kafir, hingga jahannam. Temuan tersebut menegaskan bahwa keinginan manusia memiliki dimensi moral dan spiritual: kehendak dapat diarahkan menuju kebaikan dan kedekatan kepada Allah, atau dapat berkembang menuju penyimpangan apabila mengikuti dorongan fujur. Pada saat yang sama, kajian ini menempatkan kehendak manusia tetap berada di bawah kehendak, kekuasaan, dan ketetapan Allah.

Dengan adanya bukti tingkatan iradah ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan Tazkiyah Al-Nafs dalam iradah, dengan cara menanamkan kesadaran iradah; niat untuk membersihkan diri dari iradah yang bernilai fujur sekaligus menumbuhkan dan meningkatkan iradah yang bernilai takwa, dengan keyakinan bahwa kehendak manusia tetap berada di bawah kehendak, kekuasaan, dan ketetapan Allah.

Tidak ada komentar:

Post Post

HADIAH

HADIAH Buku Ilmu Takwa 1 hingga 6 ini kami persembahkan sebagai hadiah yang sangat berharga,  kami hadiahkan kepada siapapun umat Islam ya...

Popular Post