IRADAH
1. Hikmah Iradah
Kata iradah berasal dari kata dasar rawada
menjadi arada-yuridu-iradatan artinya adalah: mau, ingin, hendak, rela,
mencari, berniat.[1]
Pengertiannya adalah kehendak Allah yang sempurna untuk menentukan dan
mengarahkan terjadinya sesuatu sesuai dengan ilmu, kekuasaan dan hikmah-Nya.
Sedangkan apabila dikaitkan dengan manusia, Iradah manusia adalah kehendak dan
pilihan yang diberikan Allah kepada manusia, tetapi kehendak tersebut tetap
berada di bawah kehendak, kekuasaan dan ketetapan Allah.
Manusia tidak dapat menolak kehendak Allah jika Allah menghendaki
bencana atasnya atau menghendaki rahmat untuknya, ditegaskan di dalam Al-Quran
surat Al-Ahzab/ 33: 17;
قُلْ مَن ذَا
الَّذِي يَعْصِمُكُم مِّنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ
بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا
نَصِيرًا ﴿الأحزاب: ١٧﴾
Artinya: Katakanlah: “Siapakah yang dapat
melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau
menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh
bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (QS. Al-Ahzab/ 33: 17)
1.
Hikmah Iradah
Di dalam Al-Quran surat Yasin/ 36: 82
dinyatakan Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah
berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah;
إِنَّمَا أَمْرُهُ
إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ ﴿يس: ٨٢﴾
Artinya: Sesungguhnya keadaan-Nya apabila
Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka
terjadilah ia. (36: 82)
Di sini akan dikemukakan beberapa ayat
Al-Quran maupun Hadits yang menggambarkan hikmah dari iradah, yakni;
1.1. Siapakah
Yang Dapat Menghalang-Halangi Kehendak Allah
Di dalam Al-Quran surat Al-Fath/ 48:
11 dinyatakan bahwa siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak
Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki
manfaat bagimu;
سَيَقُولُ
لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا
فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِم مَّا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ
فَمَن يَمْلِكُ لَكُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ
أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا ﴿الفتح:
١١﴾
Artinya: Orang-orang Badwi yang
tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga
kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan
dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah
(gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki
kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Fath/ 48: 11)
1.2. Allah
Menghendaki Kemudahan Bagimu, Dan Tidak Menghendaki Kesukaran Bagimu
Di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah/ 2: 185 dinyatakan bahwa “Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”;
شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ
الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن
كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ
اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا
الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ ﴿البقرة: ١٨٥﴾
Artinya: (Beberapa hari yang
ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena
itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan
itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau
dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak
hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya
yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah/ 2: 185)
1.3. Allah
Hendak Memberikan Keringanan Kepada Manusia
Di dalam Al-Quran surat
An-Nisa’/ 4: 28 dinyatakan bahwa “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”;
يُرِيدُ
اللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا ﴿النساء: ٢٨﴾
Artinya: Allah hendak memberikan
keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An-Nisa’/ 4:
28)
1.4. Barang
Siapa Menghendaki Pahala Dunia, Niscaya Kami Berikan, Dan Barang Siapa
Menghendaki Pahala Akhirat, Kami Berikan
Di dalam Al-Quran surat Ali
Imran/ 3: 145 dinyatakan bahwa Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya
Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala
akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu
وَمَا كَانَ
لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا وَمَن يُرِدْ
ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ
مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ ﴿آلعمران: ١٤٥﴾
Artinya: Sesuatu yang bernyawa
tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah
ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami
berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala
akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan
memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran/ 3: 145)
Pernyataan tersebut
diperkuat dengan Al-Quran surat Hud/ 11: 15 dan Al-Isra’/ 17: 19;
مَن كَانَ يُرِيدُ
الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا
وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿هود: ١٥﴾
Artinya: Barangsiapa yang
menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka
balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak
akan dirugikan. (QS. Hud/ 11: 15)
وَمَنْ
أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ
سَعْيُهُم مَّشْكُورًا ﴿الإسراء: ١٩﴾
Artinya: Dan barangsiapa yang
menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh
sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya
dibalasi dengan baik. (QS. Al-Isra’/ 17: 19)
1.5. Barangsiapa
Yang Allah Menghendaki Akan Memberikan Kepadanya Petunjuk, Niscaya Dia Melapangkan
Dadanya Untuk Islam
Di dalam Al-Quran surat Al-An’am/
6: 125 dinyatakan: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam”;
فَمَن يُرِدِ
اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَن يُرِدْ أَن
يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي
السَّمَاءِ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
﴿الأنعام: ١٢٥﴾
Artinya: Barangsiapa yang Allah
menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya
untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah
kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah
ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang
yang tidak beriman. (QS. Al-An’am/ 6: 125)
1.6. Barang
Siapa Yang Allah Kehendaki Kebaikan Baginya, Niscaya Dia Akan Memberinya
Pemahaman Yang Mendalam Dalam Agama
Di dalam kitab hadits
Shahih bukhari hadits nomor 71 dinyatakan “Barang siapa yang Allah kehendaki
kebaikan baginya, niscaya Dia akan memberinya pemahaman yang mendalam dalam
agama”;
حَدَّثَنَا
سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ
شِهَابٍ قَالَ: قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ: سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ
خَطِيبًا يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ
خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِي،
وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لَا يَضُرُّهُمْ
مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ». [2]
Artinya: Telah menceritakan
kepada kami Sa‘id bin ‘Ufair, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu
Wahb, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, ia berkata: Humaid bin ‘Abdurrahman
berkata: Aku mendengar Mu‘awiyah ketika sedang berkhutbah, ia berkata: Aku
mendengar Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan
memberinya pemahaman yang mendalam dalam agama. Sesungguhnya aku hanyalah orang
yang membagikan, sedangkan Allah-lah yang memberi. Dan umat ini akan senantiasa
tegak menjalankan perintah Allah; orang-orang yang menyelisihi mereka tidak
akan mampu membahayakan mereka hingga datang ketetapan Allah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar