5. Bentuk Amal Dan Ibadah
Allah memerintahkan untuk mengi’tikadkan shalat, ibadah,
hidup dan mati untuk Allah Tuhan semesta alam, sebagaimana disebutkan di dalam
Al-Quran surat Al-An'am/ 6: 162;
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي
وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
Katakanlah:
sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan semesta alam. (QS.
Al-An'am/ 6: 162)
Ayat tersebut dapat dipahami sebagai perintah untuk mengi’tukadkan semua
aktifitas kehidupan untuk dipersembahkan sebagai pengabdian; ibadah kepada Allah, sedangkan tujuan dari pengabdian; ibadah kepada Allah adalah agar bertakwa, sebagaimana
disebutkan di dalam Al Quran surat Al-Baqarah/ 2: 21;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا
رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah/ 2: 21)
Bentuk-bentuk Amal Ibadah yang akan dibahas pada bab-bab
berikutnya, antara lain; Iradah, Kasab dan Sa’yu, Beramal, Berdzikir, Berdoa,
Shalat, Membaca Al-Quran, Istigfar, Shalawat, Puasa, dan Shadaqah.
Pembahasannya bukan pada sisi syariat atat tata cara melaksanakannya, tetapi pembahasannya
lebih pada upaya untuk memahami ibadah sebagai sarana Tazkiyah Al-Nafs, agar
amal ibadah yang dilakuakan dapat mencapai tujuannya, yaitu bertakwa kepada
Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar